
KLING !
Beberapa saat kemudian , jarum pertama mulai keluar dari pergelangan tangan Freya , kemudian kedua , ketiga dan terus sampai dua belas jarum berhasil dikeluarkan.
" Terima kasih banyak Pak Jansen , aku sama sekali tidak dapat membalas kebaikan Bapak . Selama Pak Jansen menginginkan apapun , kerja rodi pun aku akan setuju ! "
Melihat Freya telah baik - baik saja , Olivia hampir ingin berlutut kepada Jansen lagi .
" Ini hanya masalah kecil ! "
Jansen terkekeh sambil menggelengkan kepalanya , " Belajarlah dengan giat , nanti biar Kak Natasha saja yang mengatur pekerjaan paruh waktu untukmu , setelah lulus coba carilah pekerjaan yang lebih cocok , kemudian kalian bisa menjalani kehidupan yang baik ! "
Saking terharunya Olivia , dirinya sampai tidak tahu harus berkata apa , tiba - tiba dia berkata , " Aku benar - benar tidak tahu bagaimana harus berterima kasih , aku hanya tahu kalau aku sudah menikah dan tidak layak untukmu tetapi aku dapat melayani , kapanpun kamu mau ! "
Begitu ucapan ini keluar , seketika Natasha dan Jansen merasa canggung !
Secara tidak sadar Jansen langsung teringat dengan kejadian kemarin , rasanya lumayan sekali.
" Olivia , ucapanmu ini sangat berat , Jansen membantumu karena hati dokternya saja . Kamu tidak perlu membalas apapun , benarkan Jansen ! "
Natasha melirik Jansen sekilas , begitu dia melihat raut wajah Jansen , seketika langsung tahu kalau Jansen sedang memikirkan yang tidak - tidak !
Tapi tidak perlu dikatakan lagi , di tempat itu Olivia sangat besar dan itu adalah kesukaan para pria !
" Iya , iya , iya ! "
Jansen terkekeh , seorang istri muda yang dewasa seperti buah per sayang sekali dia sudah menikah !
Seketika wajah Olivia langsung bersemu merah , sebelumnya hanya reflek saja mengatakannya . Meskipun ini adalah idenya sendiri tetapi dia mengatakannya di depan Natasha , bukankah ini memalukan ?
" Olivia , sekarang aku akan membawamu ke HRD dulu , perusahaan kami memperlakukan karyawan dengan sangat baik , makan serta tempat tinggal bukan masalah ! "
Seru Natasha lagi , kemudian menatap Jansen . Dia diam - diam merasa kesal saat melihat Jansen masih termenung seperti itu .
Huh , Jansen adiknya ini sangat pandai dalam segala hal , hanya saja menyukai fantasi dan tidak bisa menahan godaan .
Untung dia sudah menikah jadi posisinya sekarang seperti seekor monyet di sebuah lingkaran , kalau tidak pasti dia akan memiliki setumpuk pacar !
Dan di detik ini , telepon Jansen tiba - tiba berdering , mengurangi rasa canggung di antara ketiganya .
__ADS_1
" Jansen , ini ibu apakah kamu sedang sibuk ? Jadi begini , sekarang perusahaan ayahmu masih mencari gedung perkantoran baru , tapi Vitesse Industrial baru saja menelepon dan mengatakan bahwa ada gedung perkantoran untuk dijual . Harganya juga termasuk sangat murah , hanya di kisaran 500 ribu yuan , oleh karena kami teringat waktu kamu mewakili ayah melihat gedung itu , kali ini membutuhkan bantuanmu , bisa tidak ? "
" Oh iya , Galaxy industri juga barusan menelepon dan mereka bersedia menandatangani kontrak senilai 30 juta ke perusahaan ayahmu , jadi menurutmu bagaimana ? "
" Ibu , bagaimana kalau tunggu aku menemui Ibu , kita bicarakan nanti ! "
" Oke , aku sedang ada di Mall Emerald ! "
Setelah Jansen menutup teleponnya , dia langsung bertanya kepada Natasha . Bagaimanapun dia juga tidak tahu banyak tentang bisnis.
" Baru - baru ini, Vitesse memang menjual sebuah gedung perkantoran sih , tetapi harga gedung itu tidak murah paling tidak senilai 50 juta yuan , mana mungkin mereka bisa menjual dengan harga 500 ribu yuan kepada ayahmu ? Terlalu murah ! "
Natasha segera mengambil ponselnya dan memeriksa , " Selain itu , galaxy adalah perusahaan yang besar , sangat sulit mendapatkan kontrak kerja sama dari mereka , "
" Begini saja , aku akan membantumu untuk menelepon dan bertanya . "
Natasha menelepon beberapa orang , setelah beberapa saat kemudian , dia memberi tahu Jansen dengan nada yang sungguh - sungguh , " Jansen , entah apakah itu Vitesse ataupun galaxy semuanya adalah milik Grup Caster ! "
" Sepertinya , presdir Martin benar - benar rela membuat pengorbanan ! " Jansen tersenyum mencibir , dia langsung berpikir tidak ada kue yang jatuh dari langit begitu saja .
Mall Emerald adalah industri yang dimiliki oleh Grup Dorcane , terakhir Jansen ke sini adalah untuk melihat Feng shui . Begitu Jansen sampai ke Mall Emerald dari dia langsung melihat Ibu Elena dan Diana dari kejauhan .
Diana melambaikan tangannya sambil berlari menghampiri Jansen .
" Kenapa gadis ini bisa ada di sini ? "
Diam - diam Jansen menggelengkan kepalanya menyaksikan Diana berlari , hanya melihat Diana mengenakan gaun putih yang membuat sepasang kakinya yang ramping dan jenjang terlihat sangat menarik .
Di sela - sela berlari , Jansen melihat ke sekitar dan melihat setiap pria meneteskan air liur mereka secara diam - diam .
Setelah berlari , Diana langsung merangkul pergelangan tangan Jansen. Jansen tidak bisa berkata - kata , sepertinya gadis kecil ini suka menggertak pria !
" Jansen , bagaimana soal masalah itu ? " Ibu Elena langsung bertanya begitu Jansen datang .
Setelah sekian lama , Jansen akhirnya telah menjadi kepala keluarga di hatinya .
" Ibu , percayalah entah apakah itu Vitesse Industrial ataupun galaxy , abaikan saja mereka semua , mereka seperti itu karena sebuah tujuan ! " seru Jansen .
Ibu Elena agak sedikit kecewa , bagaimanapun itu adalah gedung perkantoran seharga 500 ribu dan kontrak kerja sama sebesar 30 juta , semua orang juga akan tergerak melihatnya .
__ADS_1
Jansen juga merasa sedikit sedih melihat ibu Elena menghela napas kecewa , kemudian menambahkan , " Sebentar lagi aku akan menemukan cara untuk mendapatkan gedung kantor untuk perusahaan Ayah , jangan khawatir ! "
" Huh , ya hanya bisa begini ! "
Ibu Jansen menghela napas , tiba - tiba dia menyeletuk lagi , " Jansen , kebetulan hari ini ada reuni teman sekolahku , bagaimanapun kamu harus menemaniku ! "
" Reuni teman sekolah ? "
Diam - diam Jansen merasa pusing , dia pernah menghadiri beberapa reuni teman sekolah alhasil setiap kalinya malah berubah menjadi pesta kompetisi , membosankan sekali .
Melihat raut wajah Jansen tampak tidak bahagia , tiba - tiba Diana menyeletuk dengan nada kesal , " Kakak , ibu sudah tidak senang karena kamu tidak membiarkan dia menandatangani kontraknya , dan sekarang kamu tidak berencana untuk menemaninya ? "
" Baiklah , hari ini tidak banyak pasien di klinik , jadi aku akan menemani ibu ! " Jansen hanya bisa mengangguk .
Ibu Elena langsung mengangguk gembira , " Ngomong - ngomong , telah bertahun - tahun reuni teman sekelas kita tidak diadakan , sekarang semua orang telah menjadi kakek - nenek , biasanya mereka akan membawa cucu mereka , jadi mana mungkin mereka bisa punya waktu luang . Oh iya nanti kamu jangan asal ngomong ya takut nanti malah menyinggung perasaan orang ! "
" Iya , aku mengerti ! " Jawab Jansen.
Kemudian Diana berbisik kepadanya , " Kakak Jansen , ibu memanggilmu ke sini untuk pamer dengan cara yang mencolok . Bagaimanapun , kamu adalah seorang dokter yang terkenal di Kota Asmenia , juga dapat membuat ibu memiliki wajah yang pantas dipajang di depan teman sekelasnya ! "
" Tentu saja ! "
Tidak sulit bagi Jansen untuk menebak tujuannya , kemudian dia bertanya lagi , " Bagaimana kabar kakakmu ? "
" Kakak , oh dia setiap hari terlihat sangat bahagia , setiap hari setelah selesai kerja dia terus mengamati ponselnya dan selalu bergumam kenapa filmnya belum dimulai . Kak Jansen , bukannya kamu mengajak kakakku untuk menonton film ya ? Kalian sudah berbaikan , kan ? " ucap Diana sambil tersenyum .
" Kakakmu yang mengajakku , tapi kami memang sudah berbaikan . Alasan utamanya adalah terakhir kali kami pergi ke bioskop tapi malah tertunda di tengah jalan , kali ini mau bagaimanapun kita pasti akan pergi menonton ! "
" Kalau begitu , tidak heran kenapa kakakku seperti sedang bersemi - semi terus setiap harinya . Oh iya , nanti di hari itu kamu harus memakai pakaian yang lebih baik , tidak boleh memakai pakaian seperti ! Selain itu ingatlah untuk membawakan bunga ! "
Diana melihat Jansen dari atas sampai ke bawah , dia berpikir postur tubuh Jansen memang bagus tetapi setiap harinya hanya mengenakan pakaian sederhana yang murah saja .
" Apanya yang bersemi - semi , apakah ini caramu mengatakan kakakmu ? Jangan khawatir aku pasti akan menyiapkan bunga pada hari itu ! " Jansen mengerutkan bibirnya , dia sama sekali tidak merasa rendah diri !
Faktanya , tujuan hidupnya sangat sederhana , dia hanya ingin menemani istrinya dan membantu lebih banyak orang lewat keterampilan medisnya sudah itu saja !
Dia sangat santai sekali mengenai makanan , pakaian , rumah atau transportasi .
Selain itu , setelah mencapai statusnya saat ini , pakaian atau sesuatu menjadi lebih opsional. Hanya orang yang tidak kompetenlah yang perlu membesarkan diri melalui pakaian.
__ADS_1