Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 1334. Dragon Hall Yang Menghilang


__ADS_3

Begitu tahu bahwa Elena sudah kembali, Natasha dan yang lainnya sangat senang dan langsung buru-buru datang.


Jansen tidak ingin berbicara terlalu banyak tentang dunia Jianghu di depan Elena. Dia memeriksa denyut nadi istrinya dan setelah memastikan bahwa semuanya normal, akhirnya dia merasa lega.


"Tinggallah di sini selama beberapa hari ke depan. Aku akan pergi ke Aula Xinglin dan meresepkan obat untukmu."


Jansen menepuk punggung tangan Elena untuk menghiburnya, kemudian berniat pergi.


"Jansen!"


Elena berteriak dan berkata dengan khawatir, "Hati-hati!"


Jansen mengangguk sambil tersenyum dan meninggalkan ruang tamu itu.


Elena menatap punggung Jansen dan merasa diselimuti rasa aman yang belum pernah dia rasakan di dalam hatinya.


Semenjak mengetahui dirinya hamil, mentalnya berubah dan kekhawatirannya makin besar, dia khawatir anaknya akan mengalami perlakuan tidak adil saat dilahirkan.


Tapi setelah melihat Jansen, kekhawatiran ini langsung redam di lubuk hatinya. Dia tahu bahwa suaminya akan melindungi mereka dengan baik.


Setelah keluar dari ruang tamu, Tuan Besar Jacob dan Pak tua Modi menyusulnya.


"Aku bisa menyelesaikan hal kecil ini."


Jansen tahu apa yang ingin mereka katakan.


"Kalau ada sesuatu yang tidak bisa diselesaikan, kamu harus memberi tahu kami," ujar Tuan Besar Jacob.


"Tuan Muda, biarkan aku membantumu!"


Pak tua Modi menawarkan diri.


Jansen menggelengkan kepalanya. "Kamu bisa tinggal di sini dan membantu Tuan Besar. Omong-omong, muridmu Dion ada di mana?"


Dion juga merupakan anggota Dragon Hall. Ia penasaran bagaimana situasi saat ini.


Pak tua Modi juga tidak tahu ke mana perginya Dion. Dia meneleponnya dan menyuruh muridnya pergi ke Aula Xinglin untuk menemui Jansen.


Setelah berbincang sebentar, Jansen pergi ke Aula Xinglin. Tidak ada bahaya di sepanjang jalan. Setelah menceritakan kehamilan Elena kepada Sofia dan Kakek Herman, Jansen mulai mengambil obat herbal untuk Elena.


Setengah jam kemudian, Jansen keluar dari Aula Xinglin dan melihat Dion menunggu di sana.


"Tuan Muda!"


"Ke mana kamu selama ini? Apakah kamu pergi ke Dragon Hall?"


Tanya Jansen.


"Tuan Muda, aku sebelumnya sedang membantu guru mengurus sesuatu. Apa yang terjadi dengan Dragon Hall?"

__ADS_1


Dion jelas tidak tahu bahwa telah terjadi sesuatu pada Dragon Hall.


"Aku curiga ada yang menyerang Dragon Hall. Ayo kita ke sana."


Mereka berdua berangkat ke klub. Ketika mereka tiba, terlihat bahwa klub sudah tutup. Jelas ada yang tidak beres.


Wajah Jansen langsung tampak suram. Pantas saja Panah dan yang lainnya tidak bisa dihubungi.


"Tuan Muda, lihat!"


Dion membuka paksa gerbang besi. Sekilas, dia melihat darah di dinding di dalam gerbang dan tempat dia masuk berantakan. Sofa, meja dan kursi semuanya berserakan di mana-mana.


"Ayo masuk."


Jansen dan Dion berlari menuju ruang bawah tanah dengan tangga karena lift sudah benar-benar kehilangan daya.


Setelah menuruni lima tingkat bawah tanah, tampak pemandangan yang makin tidak enak dipandang.


Sejumlah besar senjata panas jatuh di sekitarnya. Senapan penembak jitu, senapan mesin ringan, pistol, dan sebagainya. Tampak banyak lubang peluru di dinding, bahkan ada bekas ledakan.


Di sisi lain, dinding runtuh dan tanah miring, disertai air tanah yang menyembur keluar.


Untung tidak ada seorang pun yang tinggal di dekat klub, kalau tidak, pasti mereka akan menerima banyak keluhan.


"Orang itu sangat hebat dan kekuatan fisiknya sangat kuat."


Jansen berjalan dengan santai, matanya memandangi tanah dan lintasan dinding, seakan dia bisa menyimpulkan apa yang terjadi saat itu.


Bahkan dalam menghadapi peluru, dia juga menggunakan pukulan, granat yang akan meledak ditahan di tangannya, sampai akhirnya granat itu meledak.


Namun, dia tetap baik-baik saja dan tidak terluka!


Kekuatan fisik orang ini sudah melebihi batas manusia sebanyak sepuluh kali lipat. Hal yang paling mengerikan adalah dia memiliki energi Qi yang lebih kuat lagi.


"Tuan Muda, semua orang di Dragon Hall telah ditangkap."


Dion tampak sedikit gemetaran. Meskipun di Dragon Hall hanya Fiscal yang benar-benar kuat, orang-orang di Dragon Hall pandai dalam pertarungan tim dan memiliki kekuatan tempur yang kuat. Namun, seseorang telah menjatuhkan seluruh Dragon Hall. Ia merasa kehadirannya pun tidak akan bisa menghentikan orang itu.


"Fiscal tidak ada di tempat kejadian!"


Jansen berjalan berputar-putar. Dilihat dari lintasan di tanah dan dinding, tidak ada jejak tangan Fiscal.


"Apakah Kak Fiscal baik-baik saja?"


Harapan terbit di hati Dion, tetapi Jansen menggelengkan kepalanya, "Diperkirakan dia juga menderita. Kamu tahu di mana dia tinggal? Ayo pergi ke kediamannya untuk melihatnya."


Dion dan Fiscal sering pergi bersama jadi dia tahu lokasi apartemen Fiscal. Dia langsung membawa Jansen ke apartemen itu.


Mereka melihat bahwa pintu masuk ke apartemennya telah dihancurkan, bahkan tampak ada garis peringatan dari polisi yang membatasinya. Mungkin seseorang dari gedung apartemen itu ada yang menelepon polisi. Namun, karena Fiscal hilang dan tidak ada petunjuk lain, lokasi itu untuk sementara hanya bisa ditangani seperti ini saja.

__ADS_1


Saat Jansen dan Dion memasuki apartemen, mereka melihat keadaannya juga berantakan. Hal yang paling menonjol adalah bentuk manusia yang sangat besar di dinding.


Dahi mereka tampak mengerut. Mereka bisa membayangkan betapa menderitanya Fiscal ketika dia dimasukkan ke dinding dan dipukuli dengan kejam.


"Tuan Muda, lihat, ada tulisan darah di sini!"


Saat itu, Dion menemukan sesuatu di lantai. Setelah menggeserkan batu bata yang pecah, dia melihat sebuah tulisan bengkok di bawahnya.


Kening Jansen sedikit mengerutkan.


"Kuno?"


Dion juga tidak mengerti, dia pun bertanya, "Mungkinkah ini ulah Keluarga Gibson?"


"Seharusnya tidak. Keluarga Wilbert telah mengawasi keluarga Gibson. Kalau ada masalah apa pun di keluarga itu, Keluarga Wilbert pasti akan tahu. Mungkin saja ini tindakan anggota Keluarga Gibson lainnya, tapi kalau sampai memberantas Dragon Hall, orang ini pasti juga merupakan ahli bela diri peringkat yang tinggi dari Keluarga Gibson." ujar Jansen sambil menggelengkan kepalanya.


Dion menyela, "Aku baru saja bertanya kepada teman-teman aku di dunia Jianghu, sepertinya mereka semua tahu tentang masalah ini, tetapi mereka tidak berani menyebutkan sepatah kata pun."


"Tampaknya seluruh dunia Jianghu sudah tahu tentang hal itu, tetapi mereka tidak berani mengatakannya. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya orang itu!"


Sebenarnya Jansen ingin bertanya pada Keluarga Fang ataupun Keluarga Yiwon, namun setelah dipikir-pikir, dia ingin menyelesaikannya sendiri.


"Tuan Muda, aku merasa seolah-olah kita diisolasi oleh seluruh dunia Jianghu. Tidak ada yang berani maju, tidak ada yang berani berbicara, dan mereka semua hanya menonton." ujar Dion, "Saat ini, hanya karakter kuno inilah petunjuk terbesar kita. Apa yang sebenarnya yang ingin Fiscal katakan?"


"Aku mengerti sekarang, maksudnya Keluarga Han, dari Kota Kuno!"


Tatapan Jansen sedikit berbinar setelah menyadari informasi baru itu, "Fiscal pasti terluka parah saat itu. Dia ingin menuliskan Keluarga Han dari Kota Kuno, tapi dia tidak punya waktu untuk melakukannya. Pada akhirnya, dia hanya menuliskan kuno!"


"Keluarga Han, Kota Kuno?"


Dion pun tertegun "Itu adalah keluarga Kak Fiscal, mereka mana punya nyali."


"Ayo ke sana saja dulu!"


Jansen berangkat bersama Dion sambil menelepon beberapa orang. Panggilan pertama adalah kepada Charlie, Jansen memintanya untuk mengatur pesawat pribadi ke Kota Kuno. Panggilan kedua adalah ke Jessica Miller, dia memintanya untuk menjaga Elena ketika dia bebas nanti.


Saat ini, Jessica menjadi makin misterius. Jika dia setuju untuk melindungi Elena, maka keamanan Elena pasti akan berlipat ganda.


Jansen juga sedikit penasaran apakah Jessica yang mengingatkannya di Gerbang Perunggu waktu itu.


Setelah mengurus semuanya, Jansen berangkat ke bandara.


Pada awalnya, Fiscal lah yang memohon ampun untuk Keluarga Han Kota Kuno dan menyelamatkan mereka.


Tidak disangka, kesempatan yang diberikan malah disia-siakan.


Apakah mereka benar-benar berpikir bahwa Jansen tidak berani membunuhnya?


Di saat yang bersamaan, tampaklah kediaman Keluarga Han Kota Kuno.

__ADS_1


Fiscal terbaring di tanah seperti orang cacat dengan tulang belakang patah dan darah di sekujur tubuhnya.


__ADS_2