Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 848. Tidak Ada Hubungan Lagi!


__ADS_3

"Mereka mendapatkan bukti penggelapan pajak kita, mereka bahkan mengatakan kalau produk kita melanggar standar Departemen Kesehatan. Jika mereka menuntut kita, jika kita tidak mampu membayarnya kita akan masuk penjara!"


"Jansen kamu sendiri yang membuat kekacauan, kamu sendiri yang menanggungnya!"


Melihat semua orang terdiam, Renata menunjukkan kesombongannya dan menatap Jansen dengan dingin.


Kesabaran Jansen kepada Renata sudah lama habis dan dengan wajah kesal dia berkata, "Renata, apa kamu bodoh? Kamu takut pada Keluarga Woodley, kamu tidak takut padaku?"


"Aku!"


Renata mundur selangkah, tetapi dia masih terlihat teguh, "Aku takut padamu, tapi aku lebih takut pada Keluarga Woodley. Kamu tidak bisa dibandingkan dengan Keluarga Woodley. Dari awal aku merasa akan lebih baik kalau Elena menikah dengan Keluarga Woodley daripada menikah dengan kamu. Kamu Jansen hanya bisa membuat masalah!"


"Bu, hentikan. Aku jadi merasa malu karenamu!"


Jessica yang ada di tanah tidak bisa menahan diri untuk tidak menyela. Dia tidak menyangka Jansen akan terus menerus membantu Keluarga Miller, tetapi ibunya tetap memandang rendah dirinya.


Memang benar, ketika kamu membenci seseorang tidak peduli apa yang dilakukan orang lain, beberapa orang tidak akan menghargainya.


"Apa kalian semua tergila-gila padanya? Sekarang dia membuat masalah bagi Keluarga Miller!"


Renata menangis, "Jansen, kamu bisa menikahi Elena jika kamu mau. Tapi selesaikan masalah Keluarga Miller kita. Jika kamu tidak dapat menyelesaikannya, kamu bisa pergi. Aku tahu berapa banyak uang yang kamu miliki, tapi uang kecil itu tidak berarti bagi Keluarga Woodley!"


"Satu miliar!"


Jansen terlalu malas untuk berbicara omong kosong!


"Apa satu miliar!"


Renata mengerutkan keningnya.


Saat ini Paman Keempat, Rowen tiba-tiba berseru. Di ponselnya dia mendapatkan SMS dari bank, kalau dia mendapatkan kiriman uang sebanyak satu miliar!


Dia tiba-tiba menatap Jansen, "Jansen, kenapa kamu memberiku satu miliar?"


"Ini untuk Keluarga Miller, ini juga hadiah dariku Jansen, untuk menikahi Elena lagi!" ucap Jansen pelan. Dia tidak peduli dengan uang, tidak peduli berapa banyak uang yang dia gunakan untuk berbaikan dengan Elena kali ini.


Elena menggelengkan kepalanya melihat Jansen, dia merasa Jansen sudah berkorban banyak untuk Keluarga Miller, dia tidak perlu memberikan uang lagi.


Jansen tersenyum melihatnya. Dengan Elena yang tidak takut terinfeksi virus dan bergegas masuk ke ruang rahasia untuk mencarinya. Cinta ini tak ternilai harganya!


"Satu miliar!"


Wajah Renata sedikit berubah saat dia bergumam, "Kamu benar-benar murah hati. Dengan uang itu, masalah produk perusahaan mungkin bisa diselesaikan, hanya saja!"


Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, Jansen sudah mengiriminya SMS!


Ponsel Rowen kembali berdering, "Ada masuk dua miliar lagi!"


"Jika ditambah menjadi, tiga miliar?"


Suara Renata makin bergetar.


"Mulai sekarang, masalah Elena tidak ada hubungannya denganmu. Jika kamu ikut campur lagi, maka aku akan mengusirmu dari Ibu kota!"

__ADS_1


Jansen menatap Renata tatapan dingin dan berkata.


Wajah Renata tidak berhenti berubah. Dia menggunakan uang tiga miliar sebagai hadiah? Dia menggertakkan giginya kesal dan berkata, "Aku bisa tidak ikut campur, tapi pihak Keluarga Woodley!"


Ting tung!!


Ponsel Rowen berdering lagi!


Dua miliar lagi!


Hadiah uang sebesar lima miliar!


Bahkan jika perusahaan Keluarga Miller melanggar peraturan dan menggelapkan pajak, uang ini cukup untuk menyelesaikan permasalahan itu.


Paling buruk, jika bahkan perusahaan bangkrut. Apa masalahnya?


Renata akhirnya diam kali ini. Wajahnya dipukul dengan uang sampai dia tidak berani berbicara lagi!


Jansen memang sangat kaya!


"Jansen!"


Elena menatap Jansen dengan perasaan haru. Ricky pernah meminta hadiah uang pada Jansen, tapi Jansen tidak memberikan satu peser pun, tetapi sekarang dia dengan bermurah hati memberikan lima miliar tanpa ragu.


Ini menunjukkan kalau Jansen bukan orang yang sulit diajak bicara. Alasan utamanya adalah dia belum pernah berbicara dengan Jansen!


"Jessica, ikut aku!"


Jansen membantu Jessica berdiri lagi dan berkata, "Penyakitmu seharusnya baik-baik saja!"


Harapan muncul di wajah Jessica, dia tahu kalau umurnya tidak lama, jadi dia sudah putus harapan, tetapi Jansen memberikannya harapan.


"Aku sudah memiliki antibodi, kamu bisa kembali menjadi orang biasa!" Jansen mengangguk sambil tersenyum.


Seluruh tubuh Jessica gemetar, dia ingin mengatakan sesuatu tetapi pada akhirnya, dia tidak mengatakan apa-apa.


Jessica memiliki sifat yang kasar, dia tidak orang berkata manis dan mengucapkan kata-kata yang menyentuh!


Tetapi dia sangat mengingat kebaikan Jansen kepada dirinya ini di dalam hatinya.


Jansen membawanya ke dalam kamar, lalu menggunakan darahnya sendiri untuk diminum oleh Jessica.


"Hisap saja. Ada antibodi di dalam darahku, ini lebih efektif daripada antibodi yang ada di pasaran!"


Jansen meletakkan pergelangan tangannya di depan mulut Jessica.


Jessica tertegun sejenak, wajahnya tiba-tiba memerah sedikit. Menghisap darah Jansen?


Tetapi dia sudah bertekad, dia menggigit pergelangan tangan Jansen dan mengisap darahnya.


Pada saat yang sama dia menatap pria itu dengan saksama, seolah-olah dia ingin mengingat wajah pria itu di dalam hatinya!


Dulu dia sangat membenci Jansen.

__ADS_1


Lalu Jansen mengalahkannya tetapi tidak membunuhnya. Jansen bahkan membantu Keluarga Miller menemukan pembunuh dan menyelamatkan nyawanya. Sekarang Jansen bahkan membiarkannya mengisap darahnya.


Jika dia tidak tahu kalau semua yang dilakukan Jansen adalah demi Elena, dia mungkin akan berpikir kalau Jansen menyukai dirinya!


Sesaat kemudian, Jessica mengangkat matanya dan sedikit menatap Jansen, "Bagaimana caramu berbaikan dengan Elena?"


Setelah mengisap darahnya, tubuhnya menjadi lebih baik. Meskipun rambutnya masih berwarna putih keperakan, tetapi itu membuatnya memiliki pesona yang unik.


"Demi aku Elena tidak takut terinfeksi virus. Aku berutang budi padanya!"


Ditatap Jessica seperti ini, tiba-tiba Jansen merasa sedikit bersalah.


Jessica terdiam menatap Jansen dan tiba-tiba tersenyum, "Sekarang darahmu juga mengalir di tubuhku. Menurutmu apa yang harus aku lakukan?"


Meskipun Jessica sedikit malu setelah dipukuli oleh Brandon barusan tetapi setelah virusnya hilang, wajahnya menjadi berseri-seri. Ditambah dengan temperamennya yang kuat, tegas dan kejam, tidak diragukan lagi dia terlihat sangat menarik bagi sebagian pria!


"Kamu adalah kakakku, jadi tidak apa-apa!"


Jansen merasa setelah Jessica mengisap darahnya, sepertinya telah berubah, dia menjadi lebih jahat.


Jansen pergi setelah berkata, dia tidak berani menatap mata Jessica.


Jessica menatap sosok Jansen yang merasa tidak nyaman, senyum di bibirnya menjadi makin lebar. Lalu dia bergumam pada dirinya sendiri, "Virusnya sama sekali belum hilang!"


Dia sudah disuntik dengan ramuan gen, bahkan telah melewati periode antara hidup dan mati. Dia sangat mengenal tubuhnya!


"Virus itu hanya tertahan dan sepenuhnya menyatu dengan tubuhku!"


"Tapi yang aneh adalah sebelumnya kekuatan untuk menekan otot dan tulang sudah menghilang, kebalikannya ada kekuatan aneh yang bertambah kuat!"


"Sebenarnya apa ini!"


Dia sangat penasaran. Selain karena perubahan pada tubuhnya, dia makin penasaran dengan Jansen!


Setelah mengisap darah dia menjadi lebih kuat?


Jika seperti ini, sepertinya akan ada banyak wanita yang ingin mengisap darah Jansen!


Apa orang itu baik kepada semua wanita?


"Jansen, kenapa wajahmu sangat merah?"


Setelah Jansen keluar dari ruangan, Elena datang menghampirinya.


"Benarkah?"


Jansen menyentuh pipinya dan menggelengkan kepalanya. "Mungkin karena aku sudah terlalu banyak kehilangan darah!"


"Kalau begitu apa yang harus kamu lakukan?"


"Jangan khawatir, aku akan makan Pil Sembilan Revolusi. Di tubuhku masih ada banyak kekuatan obat, aku akan segera pulih!"


Setelah mendengar apa yang dikatakan Jansen, Elena akhirnya merasa lega dan kembali bertanya, "Bagaimana dengan kakakku?"

__ADS_1


"Dia sangat aneh. Virus itu sepertinya sudah hilang, tetapi gejala yang sebelumnya masih ada!"


Jansen mengingat diagnosis sebelumnya dan menjelaskan, "Aku rasa itu karena dia sudah disuntik dengan ramuan gen dan kamu H12. Keduanya memiliki konsep yang berbeda."


__ADS_2