
"Dokter Edi, kamu juga tahu bahwa aku tidak tertarik pada para ahli dan profesor ini!"
"Aku tahu, hanya saja situasinya agak rumit kali ini. Ada orang-orang dari konsorsium besar dari luar negeri. Mereka datang ingin melihat pengobatan tradisional Huaxia. Demi persahabatan internasional, Asosiasi Medis Huaxia memilih Asmenia untuk menjamu mereka dan membentuk tim medis. Kami sedang mendiskusikan siapa yang harus menjadi pemimpin tim. Adapun praktisi pengobatan tradisional Huaxia di Asmenia, kami awalnya merekomendasikan tuan Reagen dari Aula obat, tapi tuan Yanuar dari Kota Sernia selatan menolak untuk menerimanya. , Dia mengejek praktisi pengobatan tradisional Asmenia, dan mengajukan diri sebagai pemimpin tim. Maka dari itu kami dari di asosiasi medis Asmenia, ingin meminta bantuan kamu!"
Mendengar ini, Jansen sedikit mengernyit, Sernia selatan adalah kota pesisir di Huaxia Selatan, dengan ekonomi yang sangat maju, dan juga merupakan salah satu kota tingkat pertama di Huaxia!
Adapun Tuan Yanuar, Jansen belum pernah mendengarnya!
"Tuan Yanuar dikenal sebagai Raja Jarum. Nenek moyang mereka juga adalah tabib kekaisaran, dan mereka cukup terkenal. Mereka mengatakan bahwa pengobatan tradisional Huaxia di Asmenia tidak maju, dan keterampilan medis kami semuanya hasil dari mencuri dari sekolah Sernia selatan. !" Kata dokter Edi lagi.
Jansen mengerutkan kening, kakeknya juga seorang praktisi pengobatan tradisional, dan meskipun tidak terlalu terkenal, teknik jarumnya juga cukup hebat Tapi orang yang bernama Tuan Yanuar ini, terlalu angkuh dan sombong !
"Tidak ada yang pertama dalam sastra, tidak ada yang pertama juga dalam seni bela diri, dan tidak ada yang pertama dalam praktik medis. Tidak ada yang berani berjanji bahwa mereka dapat menyembuhkan semua penyakit. Raja jarum ini terlalu angkuh dan sombong!"
Jansen berkata dengan tidak puas: " kamu ada di mana Dokter Edi? Meskipun keterampilan medis ku rata-rata, aku akan melakukan yang terbaik!"
"Akan menyenangkan mendapat bantuanmu!"
Melihat Jansen setuju, dokter Edi meminta seseorang untuk menjemput Jansen dan kemudian mobil melaju ke Aula obat.
Ketika Jansen memasuki Aula obat, dia melihat bahwa Profesor Oscar, tuan Reagen dan yang lainnya semua ada di sana. Dengan adanya profesor Oscar , Tuan Reagen dan dokter Edi di sana , maka bisa dikatakan tiga dokter terhebat di Kota Asmenia berkumpul tempat itu .
Hari ini pengunjung Aula Obat tidak terlalu ramai , karena itu mereka berkumpul di sana untuk minum teh .
Setelah melihat Jansen, mereka menyambut kedatangan Jansen dengan penuh senyuman . Meskipun Jansen juga masih muda , tetapi ilmu kedokteran Jansen memang hebat , sejak awal mereka sudah mengakui kemampuan Jansen ini .
" Mulin, cepat tuangkan teh untuk Dokter Jansen ! "
Reagen berteriak pada Mulin . Mulin terlihat sangat tidak senang . Meskipun waktu itu Jansen mengalahkan dirinya di bidang ilmu kedokteran tetapi dia tidak merasa ilmu kedokteran Jansen jauh lebih hebat daripada dirinya .
" Kenapa masih diam, selalu bertele - tele seperti itu . Kapan kamu bisa lebih serius seperti Dokter Jansen ! "
__ADS_1
Melihat Mulin yang termenung , Reagen hampir menjulurkan kakinya untuk menendang Mulin. Reagen juga sadar bahwa anaknya ini tidak bisa menerima kekalahannya dari Jansen. Tidak mau mengakui kekalahan juga tidak ada gunanya , yang paling penting dari ilmu kedokteran adalah menyelamatkan nyawa manusia. Mulin hanya perlu menundukkan kepalanya dan mengakui kekalahannya , apa gunanya dia terus menyangkal seperti itu .
Wajah Mulin menjadi masam . Dia hanya bisa pergi menuangkan teh untuk Jansen lalu menjulurkan kedua tangannya untuk memberikan cangkir teh itu kepada Jansen.
" Jansen , anakku ini memang tidak bisa menerima kekalahan. Nanti kalau ada kesempatan , kamu coba ajarkan dia ! "
Reagen sengaja menyuruh anaknya untuk belajar ilmu kedokteran dari Jansen.
" Ayah ! " Mulin seketika menjadi panik .
Menyuruh lulusan terbaik seperti dirinya ini belajar ilmu kedokteran dari Jansen ? Mau ditaruh di mana mukanya ini !
" Diam ! " kata Reagen memarahi Mulin.
Jansen juga bisa melihat bahwa Mulin tidak mau mengaku kalah , tetapi dia juga tidak peduli .
Jansen lalu berkata , " Pasti akan ada kesempatan ! Nanti akan ada kesempatan ! "
" Dokter Jansen, sebenarnya kali ini kami mengundangmu untuk membicarakan mengenai perintah dari ibu kota . Pihak ibu kota sana juga sangat mementingkan hal ini , karena itu kami sendiri turun tangan untuk mengurus hal ini . Tetapi raja Jarum dari Kota Sernia selatan itu memang tidak tahu etika , dia meremehkan dokter TCM di Kota Asmenia, tindakannya sangat keterlaluan !
Membicarakan hal ini , Reagen tak kuasa menahan helaan napasnya lalu berkata , " Awalnya , jika memang masalah ini hanya menyangkut nama baik kami saja , asalkan kita punya informasi yang lengkap , aku juga malas meladeni orang itu , tetapi dia malah meremehkan seluruh Kota Asmenia! "
" Tamu dari luar negeri itu bukannya mengidap suatu penyakit ? " tanya Jansen.
" Katanya memang seperti itu , tapi tidak ada yang mengatakan penyakitnya apa , sepertinya dokter dari berbagai penjuru dunia juga sudah memeriksanya namun sampai sekarang masih belum ketahuan penyakitnya apa ! " kata dokter Edi sambil menganggukkan kepalanya .
" Orang itu juga cukup menarik dan aneh , dia tidak memercayai pengobatan barat yang memiliki teknologi muktahir tapi malah memercayai pengobatan tradisional ! "
Jansen tersenyum lalu berkata , " Kalau memang begitu , coba kita periksa dia ! "
" Lokasinya ada di Universitas Asmenia. Sekarang ini seluruh profesor dari beberapa kota tetangga sedang bergegas menuju ke lokasi , ayo kita juga berangkat ! "
__ADS_1
Setelah sampai di Universitas Asmenia, mereka melihat ada spanduk merah besar yang tergantung di pintu gerbang . Di atas spanduk itu tertulis , " Selamat Datang Para Profesor pengobatan tradisional Huaxia " . Seluruh kampus seakan - akan menjadi lebih ramai dari biasanya.
Mobil dokter Edi langsung masuk ke dalam kampus lalu berhenti di depan sebuah gedung . Dokter Edi kemudian memimpin Jansen dan yang lainnya naik lift sampai ke lantai sembilan .
Lantai sembilan adalah wilayah khusus dekan , di seluruh penjuru tembok tertempel berbagai artikel mengenai sejarah berdirinya universitas dan juga trofi . Tetapi saat itu ruangan itu sangat ramai , seluruh petinggi rumah sakit dari Kota Asmenia berkumpul di sana. Selain itu juga ada banyak dokter tekenal seperti dokter ortopedi , dokter otak dan lain - lain , mereka sedang berbincang - bincang dengan antusias!
Meskipun mereka tidak tahu tamu dari luar negeri itu datang untuk apa , tapi hal ini tidak menghalangi rasa semangat di dalam hati mereka . Bagaimanapun juga , pertemuan kali ini diselenggarakan oleh pihak ibu kota . Pertemuan ini juga merupakan ajang untuk menaikkan pamor mereka .
Mendengar pembicaraan mereka , Jansen jadi teringat akan kasus malpraktik waktu itu . Sekarang ada sebuah masalah besar yang sedang populer di kalangan dokter , mereka lebih memedulikan pamor dibandingkan ilmu kedokteran !
" Menurutku , lebih baik jika pertemuan kali ini dipimpin oleh tuan Yanuar , Ilmu kedokterannya sangat hebat , sangat pantas untuk mewakili Asosiasi Kedokteran Asmenia ! "
Pada saat ini , suara tawa memecah pembicaraan para tamu yang hadir . Mereka melihat seorang laki - laki berumur tiga puluh berdiri di sana . Jansen mengenali orang itu , siapa lagi kalau bukan direktur Marvin.
" Direktur Marvin , Kota Asmenia merupakan tempat kelahiran dari dokter TCM . Pada masa dinasti Ming , ilmu pengobatan tradisional di tempat ini berkembang dengan sangat pesat , pada waktu itu juga , Kota Sernia selatan hanyalah sebuah desa nelayan kecil saja ! " kata seorang laki - laki tua dengan rambut putih .
Laki - laki itu adalah direktur Rumah Sakit Jekins. Semua orang juga tahu , seminar kali ini sangatlah penting , berhubungan erat dengan masa depan dan nama baik mereka . Mereka pasti tidak akan menyerahkan posisi ketua dengan semudah itu .
Bagaimanapun juga , kalau mereka menjadikan Yanuar sebagai ketuanya , dia pasti akan menggunakan orangnya sendiri dan mereka - mereka yang berasal dari Kota Asmenia tidak akan punya kesempatan untuk bergabung dalam tim itu .
" Sembarangan ! "
Sebuah suara tawa yang terdengar sinis memotong perkataan itu . Suara itu berasal dari seorang laki - laki paruh baya gemuk yang mengenakan pakaian tradisional . Laki - laki itu duduk dengan tenang di sana , auranya terlihat berwibawa , dia adalah si raja Jarum , Yanuar.
" Yanuar , pertemuan kali ini diselenggarakan di Kota Asmenia, itu berarti pihak ibu kota mengakui ilmu kedokteran dari Kota Asmenia. Kamu adalah tamu dari Kota Sernia selatan, kamu seharusnya menghormati pihak penyelenggara ! " kata seorang dokter spesialis seraya membantah .
" Huh , memangnya ilmu kedokteran dinilai dari lokasi ? Yang paling penting adalah seberapa hebat ilmu kedokterannya ! "
Yanuar ini merupakan orang yang keras kepala , kata - katanya juga dipenuhi aura mengancam . Bisa dilihat , dia sangat dihormati di Kota Sernia selatan, sepertinya para konglomerat dan orang pemerintahan juga selalu meminta untuk diperiksa oleh Yanuar sehingga dia jadi begitu angkuh !
" Ilmu kedokteran Kota Asmenia hanya diwariskan dalam tiga generasi sementara leluhurku merupakan tabib kerajaan . Setelah berkelana ke banyak tempat , leluhurku mengembangkan ilmu kedokterannya . Pada waktu itu , provinsi ini hanyalah tempat yang liar , leluhurku - lah yang mewariskan ilmu kedokterannya sehingga membuat provinsi menjadi maju . Kota Asmenia hanya mempelajari ilmu kedokteran leluhurku saja ! " kata Yanuar dengan nada acuh .
__ADS_1
Mendengar perkataan ini , seluruh tamu yang hadir menjadi tidak senang , terlebih lagi para dokter TCM yang hadir , wajah mereka terlihat sangat masam .