Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 852. Tuan Muda Charlie


__ADS_3

Mata Presdir James langsung berkedip seolah ingin menyangkal ucapan Alexa, "Di dalam industri hiburan, ada peraturan tak tertulis yang masih belum kamu pahami. Bos Leonardo ini kenal dengan para birokrat pemerintahan. Kalau saja dia tidak mengizinkanmu mengadakan konser, izin konsermu tidak akan dikeluarkan. Perusahaan juga tidak akan membantumu dalam hal pendanaan. Kalau sudah begitu, kamu juga pasti akan mengalami kesulitan!"


Alexa malas berbicara panjang lebar dengan mereka dan langsung pergi, "Terserah kamu saja!"


Presdir James sontak marah lalu berteriak, "Hentikan dia!"


Pengawal di pintu langsung mencegat Alexa yang hendak pergi.


Presdir James pun naik pitam dan langsung berteriak dengan suara kencang, "Alexa, kamu jangan berpikir bahwa dengan status ayahmu di Kota Asmenia, kamu dapat berbuat sesuka hati terhadap aturan yang sudah ada di industri hiburan. Aku ingatkan kamu, ini adalah Ibu kota. Ayahmu tidak punya kekuasaan di sini. Kamu sebaiknya temani saja Bos Leonardo. Asalkan Bos Leonardo merasa puas, kamu akan mendapat bantuan apa pun. Dia bahkan bisa membantumu menjadi seorang artis kelas dunia. Tapi, jika kamu berani menolaknya, bukan saja kamu seorang, bisnis ayahmu pun akan ikut terdampak!"


"James, apa yang kamu lakukan!"


Alexa pun sangat marah dan mencoba untuk mendorong pengawal itu menjauh.


Tiba-tiba, Alexa merasakan seluruh tubuhnya menjadi lemas dan sangat panas.


"James, apa yang kamu taruh ke dalam minumanku?"


Alexa sendiri tahu tentang berita mengenai sisi lain dunia hiburan dan akhirnya menebak bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak beres.


"Hehe, Alexa, aku tahu kamu menguasai sedikit seni bela diri, jadi aku pun menaruh sesuatu ke dalam minumanmu. Tentu saja, obat itu adalah obat perangsang!" Presdir James tertawa sinis.


" James, kamu!"


Alexa tahu bahwa perusahaan menggunakan trik ini karena beberapa artis wanita menolak untuk menuruti keinginan atasan. Setelah kejadian ini berlalu, semua orang pun akan melupakannya.


Namun, Alexa sama sekali tidak menyangka bahwa perusahaannya juga berani berbuat demikian terhadap seorang artis papan atas seperti dirinya.


"Presdir James, kamu telah melakukannya dengan baik!"


Bos Leonardo pun berdiri sambil menyipitkan mata ke arah Alexa, "Alexa, kamu tidak boleh menyalahkanku. Ini semua karena kamu terlalu cuek dengan diriku. Kalau tidak, aku tidak akan mungkin menggunakan siasat seperti ini!"


"Bos Leonardo, gadis-gadis ini awalnya juga melawan. Tapi, setelah mencicipi rasanya, mereka malah makin manja!" Presdir James berbagi pengalaman sambil tertawa di samping.


Bos Leonardo mengangguk sambil tersenyum. Melihat wajah Alexa memerah, Bos Leonardo pun tak tahan lagi dan langsung menghampiri Alexa.


Bang! Bang!


Namun, pada saat ini, pintu tiba-tiba didobrak, dan Jansen pun kemudian masuk. Tanpa menunggu kedua pengawal itu bereaksi, Jansen langsung mencengkeram leher kedua pengawal itu dengan kedua tangannya dan memukul mereka berdua dengan keras.


Bang! Bang!


Kepala kedua pengawal itu saling dibenturkan dan bersimbah darah. Kedua pengawal itu lalu terjatuh.


Orang-orang di ruang VIP langsung terdiam.


"Dokter Jansen!"


Meskipun Alexa merasa panas di sekujur tubuh, Alexa masih sadar. Alexa merasa lega berjumpa dengan orang yang menyelamatkan dirinya lalu berkata dengan cemas, "Bawa aku pergi!"


"Jangan khawatir, ada aku di sini!"


Jansen mengangguk kepada Alexa sambil menatap Presdir James.


"Siapa kamu?"

__ADS_1


Presdir James dan Bos Leonardo merasa kesal karena keinginan mereka hampir terwujud seandainya Jansen tidak mendobrak masuk lalu memukuli pengawal mereka.


"Dokter!"


Jansen berkata dengan sinis.


"Sialan!"


Presdir James dan Bos Leonardo saling melirik. Kemarahan mereka pun makin memuncak.


Mereka mengira bahwa Jansen berani ikut campur dalam masalah ini karena punya latar belakang yang hebat. Namun, Jansen ternyata hanya seorang dokter kecil.


"Kamu tahu siapa aku?"


Presdir James berteriak memarahinya.


"Aku tidak tahu!"


Jansen menggelengkan kepalanya karena dia memang tidak tahu siapa sebenarnya Presdir James itu.


Wajah Presdir James terlihat sangar, "Biar aku beritahu kamu, aku adalah bos dari Jamster Entertainment. Perusahaan kami adalah salah satu perusahaan bisnis hiburan terbaik di Huaxia. Kamu hanya seorang dokter kecil, tetapi kamu malah berani memancing kemarahanku. Kamu cari mati, ya? Sekarang, kamu cepat pergi dari sini. Kalau suasana hatiku sedang baik, aku masih bisa mengampunimu!"


"Jadi, kamu adalah seorang bos!"


Jansen mengangguk sambil menatap Bos Leonardo, "Kalau kamu ini, siapa?"


Bos Leonardo berteriak, "Bersujudlah lalu minta maaf, cepat enyah dari sini. Aku masih bisa memaafkanmu sekarang!"


"Kalian berdua adalah bos, tetapi ternyata temperamen kalian berdua sangatlah buruk. Kalian berdua telah mempermalukan kami para pria karena kalian berdua berani menggunakan trik licik seperti itu!"


"Apa?"


Kedua bos itu saling menatap.


Di dalam ruangan, ada banyak bos perusahaan lain yang juga hadir. Mereka semua menganggap Jansen telah bertindak bodoh.


Presdir James bukanlah orang sembarangan karena dia berhasil membawa Jamster Entertainment menjadi salah satu dari tiga perusahaan teratas di industri hiburan.


Bos Leonardo bahkan lebih menakutkan lagi. Bos Leonardo memiliki dukungan dari seorang bos besar di Ibu kota, sehingga Bos Leonardo pun sering bertindak semena-mena.


"Aku beri kalian waktu tiga detik!"


Jansen kembali berbicara.


Alexa yang berada di sebelah Jansen juga merasa terkejut. Sepengetahuan Alexa, Jansen memiliki kekuasaan besar di Kota Asmenia dan merupakan dokter terkenal di Ibu kota. Namun, Alexa merasa bahwa Jansen masih belum sanggup melawan Bos Leonardo dan Presdir James dengan kekuatan yang dimiliki Jansen saat ini.


Apalagi, Bos Leonardo dan Presdir James sama sekali tidak takut dengan ayah Alexa.


"Dokter Jansen!"


Alexa buru-buru menarik Jansen dan ingin menasihatinya.


"Jangan khawatir, sebagai seorang teman, aku pasti akan membantumu!" jawab Jansen.


Alexa makin merasa cemas. Alexa tidak khawatir apakah Jansen akan menolongnya atau tidak. Alexa hanya khawatir apabila Jansen akan mendapatkan masalah karena dirinya.

__ADS_1


Presdir James tiba-tiba tertawa dan menggelengkan kepalanya melihat Jansen. "Anak Muda, aku, James memulai bisnis dari nol. Aku sudah pernah berjumpa dengan berbagai macam orang, tetapi aku sangat penasaran. Jika kami tidak bersujud dan meminta maaf, seorang dokter kecil seperti dirimu akan berbuat apa terhadap kami?"


Jansen kembali menatap Presdir James dan berkata dengan sinis, "Aku patahkan tangan satu tangan kalian!"


Setelah berhenti sejenak, Jansen menambahkan, "Perusahaanmu bernama Jamster Entertainment, bukan? Percaya atau tidak, aku akan membuat perusahaanmu itu tutup dalam waktu singkat!"


"Sialan, kamu masih berani sok hebat!"


Presdir James menatap dengan mata melotot seolah tidak percaya dengan ucapan Jansen.


"Aku percaya itu!"


Namun, pada saat ini, pintu tiba-tiba terbuka. Ada tiga orang yang berjalan masuk. Seorang pemuda berpakaian jas dan memakai jam tangan rolex berkata demikian. Dia punya kharisma yang sangat istimewa.


Orang di belakangnya memakai kacamata hitam dan bertubuh kekar. Orang itu terlihat seperti pengawalnya.


"Kamu ini siapa lagi?"


Presdir James berteriak kesetanan karena merasa semua orang yang datang sedang mengganggu dirinya. Presdir James pun marah, "Jika kamu berani menyela ucapanku lagi, aku akan menghabisimu sekarang juga. Kamu masih tidak ada apa-apanya dibandingkan aku, James!"


Bos Leonardo memandang pemuda itu dengan cermat. Raut wajah Bos Leonardo langsung berubah drastis, "Tuan... Tuan Muda Charlie?"


"Tuan Muda apa? Tidak perlu memakai kata 'tuan muda' di depanku!"


Presdir James terus mengumpat. Presdir James merasa geli dengan orang zaman sekarang yang memakai kata 'tuan muda' hanya karena memiliki uang jutaan.


"Presdir James, diam kamu!"


Bos Leonardo langsung menampar wajah Presdir James hingga membuat Presdir James tertegun.


"Bos Leonardo, kenapa kamu menamparku?"


Presdir James pun merasa heran.


"Dia adalah Charlie Lankester, putra dari orang terkaya di Huaxia!" kata Bos Leonardo dengan wajah serius.


Presdir James sontak terperanjat sambil menatap pemuda itu. 'Orang terkaya di Huaxia?'


"Sekarang, apakah kamu sudah percaya atau tidak?"


Orang yang datang adalah Charlie Lankester.


Kaki Presdir James mulai gemetar. Dia tidak sanggup memercayainya.


Sebagai putra orang terkaya di Huaxia, pemuda itu dapat dengan mudah mematikan perusahaan mereka.


Selain itu, Charlie Lankester sendiri juga punya perusahaan yang bergerak di bidang industri hiburan dan bahkan menempati posisi teratas di Huaxia.


"Tuan Muda Charlie, mohon ampuni aku, mohon ampuni aku. Aku terlalu sombong. Mohon berbesar hati untuk mengampuni diriku kali ini saja!"


Presdir James langsung berlutut dan terus memohon ampunan.


Presdir James memulai bisnisnya dari nol. Dia sangat sayang dengan kekayaan yang telah diperolehnya saat ini. Kalau bukan begitu, Presdir James tidak akan mungkin menyuruh Alexa menemani Bos Leonardo minum.


Sekarang, orang lain dapat membuat perusahaannya bangkrut dengan mudah. Presdir James tentu saja langsung berlutut karena merasa ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2