Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 876. Berjumpa Kembali Dengan Kerabat


__ADS_3

Elena berteriak sambil membantu memapahnya, "Paman Randy, aku berjanji akan menyelamatkan istrimu, aku pasti akan membantunya. Kamu tidak perlu berlutut!"


"Dokter Jansen, aku tahu bahwa kamu adalah seorang dokter terkenal. Biasanya, kamu memeriksa penyakit orang-orang penting. Ini adalah suatu berkah bagi kami jika Dokter bersedia membantu memeriksa penyakit rakyat kecil seperti kami. Aku tidak berani berharap banyak. Aku hanya berharap Dokter bersedia membantuku sekali saja!"


Paman Randy masih belum bersedia berdiri.


Jansen pun menghela napas dan hampir berterus terang bahwa mereka adalah kerabatnya sendiri. Namun, Jansen merasa ucapan ini lebih cocok bila diucapkan oleh Elena.


"Paman... Paman Randy, kamu bangun dulu, memang sudah tugas Jansen untuk menyelamatkan nyawa orang. Kamu tidak usah khawatir, Jansen pasti bisa membantu istrimu!"


Elena beberapa kali ingin mengungkapkan asal usulnya, tetapi dia masih merasa malu untuk mengungkapkannya.


"Paman Randy, bangunlah, aku juga akan mengikutimu pergi, aku pasti bisa membantu istrimu!" Jansen pun ikut berteriak.


Mereka berdua saling membujuk dan Paman Randy akhirnya bersedia berdiri.


Mereka semua langsung pergi ke Rumah Sakit Umum. Dalam perjalanan, Paman Randy menceritakan sedikit tentang kondisi istrinya.


Ternyata, selama ini istrinya mengalami gejala hipoglikemia. Istrinya tiba-tiba jatuh sakit dan dilarikan ke UGD kali ini. Pihak rumah sakit juga belum berhasil menemukan sumber penyakit dan hanya mengatakan bahwa penyakit yang diderita istrinya sudah sangat parah.


Setelah mendengar hal itu, Jansen pun mengerutkan keningnya sambil menatap Paman Randy. Jansen menduga bahwa ini semua ada hubungannya dengan aura hitam di dahi Paman Randy..


"Jansen, kamu harus menyelamatkan bibiku. Eh bukan, maksudku selamatkan istri paman Randy!"


Elena kembali berbisik dengan Jansen.


Jansen pun mengangguk sambil tersenyum melihat Elena yang begitu gugup.


Elena juga merasa tenang dan diam-diam berterima kasih kepada Jansen yang telah berjanji akan membantu menyelamatkan istri Paman Randy. Di situasi seperti ini, hanya suaminya sendiri yang bisa memberikan pertolongan.


Setelah mereka berdua menikah, Jansen telah berulang kali membantu dirinya. Terkadang, Elena juga merasa bahwa suaminya sendiri adalah seorang manusia serba bisa.


Tak lama kemudian, mereka pun tiba di rumah sakit. Semua orang turun dari mobil dan langsung menuju ke lantai enam. Namun, sebelum mereka tiba di lantai enam, mereka berjumpa dengan Nelly dan pria paruh baya itu di koridor.


"Randy, kamu dari mana saja? Kondisi kesehatan Devina tiba-tiba memburuk! Dokter bilang bahwa kita harus segera menyiapkan uang untuk menyelamatkan nyawanya!"


Pria paruh baya itu buru-buru menghampiri mereka.


"Ah, terjadi sesuatu dengan Devina!"


Paman Randy dan Monica tampak cemas dan langsung berlari ke ruang perawatan.


Di dalam ruang perawatan, seorang dokter sedang mengukur tekanan darahnya. Melihat Paman Randy datang, dokter itu pun berkata dengan datar, "Apakah kamu anggota keluarga pasien? Pasien dalam keadaan darurat dan harus segera menjalani operasi. Selain itu, kami harus mengirim peralatan operasi dan obat-obatan dari luar negeri. Uang yang dibutuhkan juga tidak sedikit jumlahnya. Kalau kamu setuju, silakan tanda tangan. Kalau kamu tidak setuju, silakan terus menunggu di ruang perawatan!"


"Berapa biayanya?"


Paman Randy berkata dengan cemas.


"Dibutuhkan setidaknya dua ratus ribu!"


"Banyak sekali!"


Paman Randy sontak terkejut. Sebelumnya, biaya yang dihabiskan untuk pengobatan istrinya telah mencapai 300 ribu yuan. Semua harta yang dia miliki telah ludes dijual untuk biaya pengobatan ini.


"Randy, masalah kesehatan jauh lebih penting, jangan ditunda lagi!"

__ADS_1


Pria paruh baya itu menasihati. Dia adalah Reno, sepupu dari Paman Randy.


"Paman Ketiga, Ayah tidak punya uang sebanyak itu!"


Monica berkata dengan cemas.


Reno sepertinya telah melakukan persiapan. Dia pun berkata, "Aku sudah meminta seseorang untuk membantu. Bukankah Tuan Alvin, bos PT. Fashan sangat menyukai dirimu? Dia berjanji akan meminjamkan uang sebanyak empat ratus juta kepada kalian!"


Saat dia berbicara, seorang pemuda berpakaian jas masuk ke dalam ruangan. Pemuda itu adalah Tuan Alvin.


"Monica!"


Tuan Alvin menatap Monica sambil tersenyum.


Tuan Alvin dan Monica dulunya adalah teman satu sekolah. Ketika itu, dia sangat menyukai Monica. Hanya saja, Monica adalah seorang gadis nakal yang punya karakter keras. Hati Monica sama sekali tidak pernah tergerak dengan upaya Tuan Alvin yang selalu mengejar dirinya.


Selain itu, Tuan Alvin juga mendengar kabar bahwa tanah milik Paman Randy sedang diincar oleh perusahaan besar dari luar kota, sehingga dia sendiri juga ingin membeli tanah tersebut yang memiliki nilai jual puluhan juta.


Lagi pula, pabrik gula itu memiliki lahan yang luas serta lokasi yang strategis.


"Rupanya kamu, Alvin Steele!"


Monica sebenarnya tidak terlalu benci dengan Tuan Alvin.


"Monica, pengobatan penyakit ibumu sudah tidak boleh ditunda lagi. Tuan Alvin berjanji untuk meminjamkan uang sebesar 200 ribu yuan. Bantuan ini benar-benar dibutuhkan untuk saat ini!"


Nelly juga menimpali dengan berkata bahwa Tuan Alvin menyukai Monica dan sama sekali tidak menyukai dirinya, sehingga Nelly juga sangat iri terhadap Monica.


"Kamu benar-benar berjanji akan meminjamkan kami uang dua ratus ribu?"


"Tentu saja, masalahmu adalah masalahku!"


Alvin menepuk dadanya sendiri sambil berkata demikian. Dia lanjut berkata, "Tetapi, uang ini adalah uang ayahku. Kita sepertinya harus membuat surat perjanjian hutang-piutang. Kamu tidak usah khawatir. Aku hanya perlu menggunakan tanah milik keluargamu sebagai jaminan!"


"Tidak bisa!"


Monica menolak, "Kakek mewariskan sebidang tanah itu untuk kami. Dia pernah berpesan agar kami tidak menjual tanah itu. Kami tidak membutuhkan uang dua ratus ribu milikmu!"


"Monica, jangan sembarangan! Penyakit ibumu tidak boleh ditunda lagi!"


Reno langsung memarahinya dan kemudian menatap Paman Randy sambil berkata, "Randy, kamu harus berpikir dengan matang. Ini hanya membutuhkan sebidang tanah itu sebagai jaminan, bukan ingin merampas tanah itu dari kalian. Apa lagi yang kamu pikirkan?"


Paman Randy telah mendengarkan percakapan semua orang. Awalnya, Paman Randy bersikukuh menolak, tetapi karena Paman Randy berpikir bahwa itu hanya digunakan sebagai jaminan, hati Paman Randy pun mulai goyah.


Reno dan yang lainnya juga sangat senang melihat Paman Randy yang sepertinya akan menyetujui permintaan tersebut.


Reno memang mengincar tanah itu. Tuan Alvin telah menjanjikan uang sebanyak 5 juta kepada Reno apabila tanah itu berhasil dikuasai oleh Tuan Alvin.


Asalkan Paman Randy berani menulis surat perjanjian hutang-piutang, mereka pasti memiliki cara untuk menguasai tanah itu.


Saat mereka sedang berbincang, Jansen sudah terlebih dahulu tiba di dalam ruang perawatan dan sedang melihat pasien yang terbaring di atas ranjang.


Persis seperti yang diduga oleh Jansen, pasien ini mengidap penyakit aneh. Selain itu, pasien mengalami koma bukan karena gejala hipoglikemia, melainkan karena terkena serangan roh jahat.


Jansen melihat ada seorang anak kecil yang berdiri di samping wanita itu. Anak itu adalah sesosok hantu.

__ADS_1


Jika orang biasa dirasuki roh jahat, tubuh orang itu hanya akan terasa lemas. Namun, nyawa istri Paman Randy tentu berada dalam bahaya karena selain terkena serangan roh jahat, dia juga mengalami gejala hipoglikemia.


"Paman Randy, penyakit istrimu sangat serius. Tolong suruh mereka semua segera keluar dari ruangan ini!"


Jansen kembali berkata kepada Paman Randy sambil menatapnya.


"Dokter Jansen, apakah kamu punya cara untuk


menyembuhkannya?"


Paman Randy hampir saja menyetujui masalah tentang surat perjanjian hutang-piutang. Akan tetapi, ucapan Jansen telah membuat fokus Paman Randy menjadi terganggu.


"Hei kamu! apa maksudmu?"


Reno dan yang lainnya telah melihat kehadiran Jansen sejak lama. Hanya saja, mereka malas menghiraukan Jansen. Kini, Jansen malah merusak rencana busuk mereka, sehingga mereka semua pun marah besar.


"Dia adalah dokter yang diundang oleh ayahku. Dia seorang dokter terkenal!"


Monica buru-buru berkata demikian.


"Dokter terkenal?"


Nelly tersenyum sinis dan berkata, "Monica, kamu jangan sampai ditipu olehnya! Biar aku beritahu kamu, dia sebenarnya adalah orang miskin yang bahkan tidak rela mengeluarkan uang sebesar 500 yuan dan mendekati kalian karena ingin mengincar tanah pabrik gula!"


"Nelly, jangan sembarangan berbicara!"


Monica sama sekali tidak percaya dengan ucapan Nelly.


Paman Randy pun demikian.


Reno sekeluarga merasa sangat kesal. Rencana mereka hampir saja berhasil, tetapi malah dirusak oleh Jansen, si kerabat miskin ini.


"Randy, mereka tadi pergi ke pabrik gula untuk mencarimu. Mereka bilang kamu adalah kerabat mereka!" Reno berkata dengan marah.


Raut Wajah Paman Randy berubah, "Aku kenal dengan mereka saat aku membawa penumpang!"


"Dia berbohong padamu. Kami baru saja melihatnya di pintu depan pabrik gula tadi!" Reno mencibir.


Paman Randy langsung mengerutkan keningnya sambil menatap Jansen. "Apakah ucapan Nelly bahwa mereka datang dengan maksud tertentu itu memang benar?"


"Dokter Jansen, apakah yang Dikatakannya itu benar?"


Monica masih percaya dengan Jansen.


Jansen melirik Elena dan tahu bahwa mereka berdua tidak bisa menyembunyikannya lagi. Jansen pun berkata kepada Elena, "Elena, apa yang harus terjadi pasti akan terjadi. Kamu berterus terang saja!"


Elena ragu sejenak lalu menjelaskan kepada Paman Randy, "Sebenarnya, aku adalah anak perempuan Danial Miller, aku adalah keponakanmu!"


"Apa?"


Raut wajah Paman Randy langsung berubah.


"Siapa itu Danial Miller?"


Monica pun mengerutkan kening.

__ADS_1


__ADS_2