Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 295. Bertengkar Lagi


__ADS_3

Jansen takut masalah ini diketahui oleh kedua orang tua Elena , dan menyebabkan kepanikan yang tidak perlu , tapi begitu Jansen mengamatinya , dia menemukan tampaknya kedua orang tua Elena sama sekali tidak tahu kalau sesuatu telah terjadi pada Elena !


Sebaliknya , Elena dengan wajah yang suram dan tangan melingkar ke dada memperlihatkan dirinya sedang dalam suasana hati yang sangat buruk .


" Oh Jansen , kamu sudah pulang . Aku baru saja membicarakan perihal membeli gedung perkantoran untuk manajemen pabrik dengan Elena ! " Ayah Elena menyesap tehnya sambil tersenyum ramah kepada Jansen .


Ternyata mereka sekeluarga sedang mendiskusikan tentang di mana tempat yang bagus untuk membeli gedung perkantoran . Bagaimanapun , untung dari pabrik pembuatan baja saat ini sangat bagus dan perlahan tumbuh . Oleh karena itu , Zachary ingin membeli gedung perkantoran yang lebih mewah untuk manajemen pabriknya .


Berbisnis juga harus memperhatikan gaya baru , dengan itu orang lain akan mengira kamu ini berkantong tebal . Oleh karena itu gedung perkantoran ini juga sangat diperlukan !


" Oh , apakah ayah sudah mendapatkan tempat yang bagus ? "


Seru Jansen sambil terkekeh sedikit , dia memiliki dua real estate , satu berada di Mall Emerald yang letaknya di komersial alun - alun , yang lainnya adalah toko di Jalan Utara , tapi keduanya tidak cocok untuk dijadikan gedung perkantoran .


Oh iya , Kak Marcus sekarang menjalankan Western Union , seharusnya dia memiliki gedung perkantoran yang bagus di Kota Asmenia . Kita langsung beli dari dia saja !


" Sebenarnya Elena memiliki seorang teman dari PT . Glory , dia memperkenalkan satu set gedung perkantoran kepada Elena , harganya tidak mahal hanya 5 juta yuan . Jika kita bisa mempertimbangkan pinjaman , seharusnya kita bisa membelinya ! " jawab Zachary sambil terkekeh.


Jansen melirik Elena dengan kaget . Dia tidak menyangka kalau Elena memiliki beberapa koneksi . Elena tidak menggubrisnya , dia masih sangat marah .


Jansen tersenyum canggung , tiba - tiba mengerutkan kening , " PT . Glory ? "


" Iya , salah satu dari empat raksasa teratas di Kota Asmenia ! " ujar Zachary sambil mengangguk .


" Tidak baik berbisnis dengan mereka ! "


Jansen menggelengkan kepalanya , PT . Glory telah meninggalkan kesan yang buruk kepadanya , misalnya persaingan antara Western Union dan Kak Marcus , kemudian saat di restoran yang membantu pengacara Bernard yang diperkerjakan oleh Ezra , dia selalu merasa bahwa PT . Glory ini bukanlah bisnis yang baik !


" Jansen , apa maksudmu , orang itu adalah orang yang aku perkenalkan tapi kamu malah bilang tidak baik , apakah kamu sedang memukul wajahku ! " ucap Elena dengan memaki .


" Elena , perhatikan ucapanmu ! "


Zachary terkejut dengan Elena yang tiba - tiba marah , meskipun putrinya memang keras kepala dan impulsif , tetapi dia tidak pemarah , kenapa hari ini bisa meledak - ledak !

__ADS_1


Jansen tahu kenapa Elena marah , dia hanya tertawa kecil , " Elena , jangan salah paham . Aku hanya berpikir jika ingin berbisnis dengan PT . Glory , kita harus lebih berhati - hati , apakah kamu masih ingat dengan Pengacara Bernard yang duduk di sebelah Ezra ? Jika bukan karena pengacara itu , mungkin kita tidak akan terlalu pasif hari itu ! "


" Pengacara Bernard adalah Pengacara Bernard , PT . Glory ya PT . Glory , dua hal yang berbeda ! " Jawab Elena bersenandung dingin .


" Iya iya , begini saja besok aku akan menemani ayah untuk melihat - lihat ! " Jansen terpaksa harus mengikuti Elena .


Elena juga mengabaikan Jansen , lalu kembali ke kamarnya sendirian . Jansen buru - buru menyapa orang tuanya , lalu langsung ikut kembali ke kamar , untuk membujuk istrinya !


Diam - diam Jansen menghela napas , tidak heran banyak orang mengatakan , bahwa orang yang berdiri di luar tembok akan iri pada orang di dalam tembok , tetapi orang yang berdiri di dalam tembok sebenarnya iri pada orang di luar tembok . Setelah menikah , banyak hal dalam hidup yang penuh dengan ketidakberdayaan !


Namun demi Elena , Jansen bergegas pergi ke Pulau Hongkong dalam semalam , kemudian berperang melawan Ezra dari Grup Lippo Mayora , dan kembali dalam keadaan terluka . Tapi alhasil , belum sempat meminum seteguk air , istrinya malah punya pemikiran lain , menjadi seorang pria itu memang sangat sulit !


" Huh , pasangan ini bertengkar lagi ! " Ayah Elena beserta yang lainnya menggelengkan kepala .


" Emosi kakak yang meledak - ledak seperti itu juga harus diubah ! " Diana menunjuk ke arah kamar Jansen dan Elena.


Setelah memasuki kamar , Jansen melihat Elena yang geram sedang duduk di tempat tidur , lalu Elena bertanya , " Kemana saja kamu dua hari ini , malam hari kamu juga tidak tidur di sini , memberikabar juga tidak , apakah ada suami yang seperti ini ? "


Tidak heran jika Elena marah , dia baru saja mengalami serangan itu dan sekarang dia dalam suasana hati yang rapuh . Tapi yang dia dapat begitu keluar dari rumah sakit , suaminya tidak datang menjemputnya dan suaminya juga tidak ada ketika dia sampai di rumah . Ini membuatnya merasa bahwa Jansen sama sekali tidak peduli kepadanya !


" Kalau begitu seharusnya kamu meneleponku dong, selain itu aku juga pasien , tetapi kamu malah tidak mengkhawatirkanku ! "


" Siapa bilang , aku memikirkanmu sepanjang waktu ! "


Melihat Jansen yang tampak tidak berdaya , kemarahan Elena juga mereda setengah , sebenarnya dia hanya merajuk drama saja , tidak benar - benar marah . Bagaimanapun , penampilan Jansen saat dirinya diserang , akan selalu diingat dalam hatinya !


Melihat amarah Elena kian mereda , Jansen ragu - ragu berkata , " Elena , apabila suatu hari nanti aku melanggar hukum ? Akankah kamu menangkapku ? "


" Tentu saja ! "


Elena memberikan tatapan yang sengit pada Jansen , " Jansen , dari awal aku sudah pernah bilang kepadamu , jangan melakukan hal - hal yang melanggar hukum , aku tidak ingin menangkapmu secara pribadi ! "


Jansen pun seketika terhenyak , awalnya dia berpikir bahwa tidak ada yang disembunyikan antara suami dan istri , dan tidak perlu terlalu rendah hati . Namun , jika dia mengatakan bahwa dia telah membunuh Ezra , siapa yang tahu apa yang akan dilakukan Elena yang impulsif ini ?

__ADS_1


Selain itu dengan identitas Elena sepertinya memungkinkan Jansen ditangkap olehnya .


" Biro telah mengetahui tentang serangan itu . Orang pertama yang mengambil tindakan adalah Ezra dari perusahaan Lippo Mayora , orang ini sekarang telah melarikan diri kembali ke Pulau Hongkong . Tampaknya dia memiliki latar belakang yang kuat di Pulau Hongkong , untuk sementara ini kita tidak bisa menyentuhnya . Tapi jika dia memiliki kemampuan untuk kembali ke Kota Asmenia , saat itu kita akan memberinya pelajaran ! " seru Elena menambahkan , sayang sekali semua yang dia katakan ini sudah Jansen ketahui sejak lama .


" Kedua ! "


Elena berhenti sejenak dan ragu - ragu , " Yang kedua adalah istri Ervan , tetapi aku telah menjadi perantara dan memohon untuk Ervan, Penatua Jack sendiri yang menyuruhku menangani masalah ini ! "


Jansen terbelalak sejenak , " Lantas bagaimana kamu menghadapi nya? "


" Mau bagaimana lagi ! "


Elena menghela napas , " Ervan meneleponku , dia bilang saat itu dia mendadak impulsif . Dia berharap dengan status teman kuliahnya , aku bisa memaafkannya . Apalagi istrinya mengidap kanker dan waktu hidupnya hampir habis , jadi aku akan melupakannya saja ! "


" Melupakan saja ! "


Tiba - tiba Jansen berdiri dengan wajah yang sangat marah , " Apakah Ervan itu juga meminta ampun kepadamu dan meminta Penatua Jack untuk melepaskannya ? "


" Iya ! "


Elena mengangguk dia sedikit tidak puas dengan reaksi Jansen , " Dari awal , Ervan menyerang Penatua Jack hanya karena kesalahpahaman saja . Dia datang untuk menghajarmu , selain itu masalah ini juga berhubungan denganku . Jika bukan karena aku , dia pasti tidak akan begitu impulsif . Toh dia juga sudah meminta maaf kepadaku di telepon , dia bilang ini adalah yang pertama kalinya dia melakukan ini , dia bilang karena didorong emosi ! "


" Pertama kali ? "


Jansen mondar - mandir dengan marah . Orang macam apa Ervan ini , dia tahu lebih baik dari siapapun !


Ini bukan yang pertama kalinya !


Universitas Kota Asmenia , Aula Xinglin dan Dawning Internasional telah menjadi menjadi sasarannya beberapa kali . Semua itu ditanggung oleh Jansen sendiri , oleh karena itu Elena tidak tahu apa - apa !


" Jansen , kenapa kamu marah . Aku lihat hari ini kamu agak berbeda . Saat aku menyuruh temanku mencarikan gedung perkantoran untuk ayah kamu bilang PT . Glory tidak baik , kemudian saat aku bilang aku ingin melepaskan Ervan dan Istrinya kamu malah keberatan , apakah kamu ingin bertengkar ! " Melihat Jansen yang emosi , temperamen Elena juga meledak - ledak .


" Kamu ! "

__ADS_1


Mata Jansen memerah karena marah , " Kamu bilang Ervan memukul kepada Penatua Jack adalah kesalahpahaman dan dia datang untuk menghajarku . Apakah kamu ada menanyakan pendapatku ? Jika bukan karena keahlianku , aku sudah dibunuh oleh Ervan, selain itu apa yang dia lakukan adalah sesuatu yang melawan hukum , tetapi kamu malah memaafkannya . Tapi kalau aku yang melakukan sesuatu yang melawan hukum , kamu malah akan menangkapku . Aku tidak menyangka kita sudah lama menikah , tapi masih saja ada orang lain di hatimu! "


__ADS_2