Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 133. Sesuatu terjadi pada ayah Zachary


__ADS_3

"Sudah sembuh"


" Akupuntur itu sangat bagus , tapi orang - orang zaman sekarang memandangnya rendah. Itulah kenapa tidak banyak orang yang tahu tentang akupuntur. "


" Ini adalah pengobatan Tradisional kuno ! "


Melihat gadis itu yang berangsur - angsur sehat kembali membuat seluruh orang di dalam gerbong kereta jadi terkesima. Diam - diam mereka merasa kagum dengan pengobatan Tradisional kuno.


Pria berkacamata itu membelalakkan matanya . Untuk sesaat dia merasa malu dan pergi dengan putus asa.


" Tunggu ! "


Jansen memanggil pria berkacamata itu dengan santai, " Kamu meremehkan pekerja kampungan, tapi apa kamu tidak tahu kalau orang tuamu dan kamu makan hasil pangan yang ditanam oleh para pekerja kampung ? Kamu juga tidak tahu sejarah Huaxia selama ribuan tahun. Itu semua karena pengobatan Tradisional yang telah menyelamatkan nyawa jutaan orang. Jas yang kamu kenakan cukup bagus, tapi menurutku kamu hanya sampah di yang permukaannya cantik, tapi dalamnya sangat kotor."


" Kamu ! "


Sebelumnya pria berkacamata itu menertawakan Kakek Herman karena dia orang kampungan, tapi tidak disangka dia malah dimaki oleh Jansen sebagai sampah.


" Bagus sekali ! "


Orang - orang di sekeliling mereka bertepuk tangan . Mereka pun memandang jijik pria berkacamata itu. Pria berkacamata itu melarikan sendiri karena malu dan meninggalkan gerbong kelas bisnis dan duduk di gerbong kelas VIP.


" Terima kasih, Ini uang berobatnya . " Ucap gadis itu seraya berdiri. Sepertinya dia sudah pulih dengan baik.


" Tidak perlu. Jika ada kesempatan, kamu bisa mempromosikan pengobatan Tradisional. Ini adalah budaya kita." Ucap Jansen seraya tersenyum, lalu membawa kakek dan lainnya untuk kembali ke kursi mereka.


Gadis itu melihat Jansen dan lainnya dan ingin mengatakan sesuatu, tapi akhirnya dia kembali duduk. Dia kembali mengambil ponselnya dan melakukan siaran langsung lagi , tapi hari ini topik pembicaraanya adalah pengobatan Tradisional.


Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya kereta sampai di stasiun. Jansen pun segera menelepon Elena.


" Jansen, kamu sudah kembali. Maaf, padahal aku sudah bilang hari ini akan menjemputmu dan keluargamu, tapi terjadi sesuatu pada ayah. Sekarang kami berada di Rumah Sakit Jenkins. Tolong sampaikan permintaan maafku pada kakekmu. "


" Apa yang terjadi pada ayah ? " Jansen mendengar nada bicara Elena yang tersedu - sedu.


" Dokter bilang ayah terserang kanker lambung."


" Kamu tunggu aku. Sekarang aku akan pergi ke sana.” Jansen merasa ada yang tidak beres.


Sebelum dia pergi ke kampung halamannya, dia melihat Ayah Zachary. Dia menyadari kalau ayah terlalu banyak bekerja, tapi bagaimana dia bisa terserang kanker lambung dalam beberapa hari ?

__ADS_1


" Kakek, aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan kalian pulang dulu. Ayah dari Elena masuk rumah sakit, jadi aku akan pergi melihatnya ke sana.


" Pergilah."


Kakek Herman dan Sofia mengangguk.


Jansen memberi tahu seseorang untuk menjemput Kakek Herman dan Sofia, lalu Jansen naik taksi untuk pergi ke Rumah Sakit Jenkins.


Setelah Jansen pergi, sebuah mobil Rolls-Royce berhenti dan seorang pria jangkung mengenakan jubah panjang. Tampaknya ada beberapa pria berumur 40 tahun melihat ke arah Jansen pergi.


" Kakek, pemuda itu yang menyelamatkan nona."


Di sebelahnya tampak seorang pria tua yang seperti pelayan berkata dengan hormat.


" Apakah dia musuh ? Bagaimana bisa nona muda yang saat itu sedang baik - baik saja tiba - tiba mengalami serangan jantung ? " Ucap pria itu dingin.


"Seharusnya dia bukan musuh. Lagi pula orang-orang itu memiliki kesempatan untuk melawan nona muda, tapi mereka tidak melakukannya. "


" Selanjutnya kamu lebih perhatikan lagi. Jangan biarkan orang asing mana pun untuk mendekati nona muda. Hal - hal apapun bahkan akupuntur sekalipun itu akupuntun, itu justru tidak boleh. Oh ya, periksa orang - orang itu dan cari tahu identitas mereka. Jika ada yang tidak beres, kalian segera urus mereka. "


" Baik, tuan ! "


Mobil Rolls Royce itu pun pergi secara perlahan.


Dengan cepat Jansen sampai di Rumah Sakit Jenkins. Dia mengerutkan keningnya melihat rumah sakit itu. Meskipun tindakan rumah sakit sangat maju dan tindakan medis mereka sangat bagus, tapi pada akhirnya itu adalah rumah sakit swasta. Dia penasaran kenapa Elena membawa Zachary ke rumah sakit ini.


Selain itu, Elena juga tidak memberi tahu berita sebesar ini pada Jansen. Jika Jansen tahu, dia tidak akan kesulitan untuk meminta bantuan beberapa dokter karena dia cukup terkenal di Asosiasi Medis Asmenia.


Setelah masuk ke dalam rumah sakit, Jansen bertanya ke resepsionis dan bergegas ke lantai lima. Kemudian, dia masuk ke salah satu bangsal dan melihat ada enam kasur di bangsal itu. Ayah Zachary tidur di salah satu di antaranya. Saat ini Zachary terbaring dengan pucat seola - olah tertidur.


Kejadian ini membuat Jansen mengerutkan keningnya. Apakah ini bangsal untuk pasien kanker lambung ?


" Jansen, akhirnya kamu datang."


Saat Ibu Mai melihat Jansen datang, dia bergegas menghampirinya. Tampak Elena dan Diana berada di sana, tapi mata mereka bengkak memerah. Jelas sekali mereka menangis . Ini adalah hal yang biasa, ayah yang sehat sehat saja tiba - tiba terkena penyakit kanker. Siapa pun pasti tidak akan menerimanya.


" Kenapa kamu tidak memberi tahuku padaku sebelumnya ? " Tanya Jansen sambil mengerutkan keningnya melihat Elena Lawrence.


" Bukankah kamu pulang ke kampung halamanmu ? Aku takut mengganggumu, jadi aku tidak meneleponmu," ucap Elena.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Elena membuat Jansen tidak bisa menyalahkannya, tapi malah duduk di samping Ayah Zachary dan mengecek nadinya.


" Jansen, cepat kamu periksa ayahmu. " Kata Ibu Mai sambil menangis di samping Jansen.


Setelah ayah Zachary jatuh sakit, secara tidak sadar dia sudah menganggap Jansen sebagai tulang punggung keluarga Lawrence.


"Tenang saja, ayah baik - baik saja." Kata Jansen menghibur.


Setelah memeriksa denyut nadi ayah, Jansen menyadari kalau itu tidak seserius yang dia pikir. Kemudian dia melihat raut wajah Ayah Zachary, pupil mata, dan lainnya. Jansen merasa ada yang tidak beres.


Kemudian Jansen bertanya beberapa hal kepada Ibu Mai dan akhirnya dia mendapatkan jawabannya.


" Jansen, bagaimana keadaan ayahku ? " Elena buru - buru bertanya melihat Jansen yang dari tadi tidak berkata apa - apa.


Saat Jansen ingin menjawab, pintu bangsal didorong terbuka, lalu seorang dokter berbadan tinggi yang tampak tampan masuk ke dalam.


"Elena, kondisi ayahmu sudah dipastikan kalau ini adalah kanker lambung stadium tengah. Untungnya ditemukan lebih awal, jadi ada peluang untuk disembuhkan."


"Terima kasih, Fransisco," kata Elena berterima kasih.


"Tidak apa-apa. Ini sudah jadi pekerjaanku."


Fransisco menggelengkan kepalanya, tapi matanya sedikit berbeda. Elena dikenalkan dengan Fransisco dari temannya. Saat pertama kali melihat Elena, Fransisco terkejut seperti melihat bidadari, jadi dia selalu mencari kesempatan untuk mengenal Elena lebih jauh.


"Dokter Fransisco, berapa persen peluang kesembuhan suamiku ? " Tanya Ibu Mai tiba - tiba.


"Aku tidak bisa mengatakannya. Setelah hasil tes darah dan urin keluar, nanti akan dilakukan pemeriksaan EKG, rontgen dada, tiroid, USG prostat B, kemudian rumah sakit kami baru bisa memilih jenis operasi atau kemoterapi yang sesuai dengan karakteristik pasien," kata Fransisco.


Ibu Mai buru - buru berkata, "Terima kasih. Beberapa hari ini kamu pasti akan sibuk memeriksa penyakit suami ku, bahkan kamu telah membawa kami menemui berbagai dokter spesialis. Tanpamu kami mungkin tidak tahu harus berbuat apa."


"Bibi, aku adalah teman Elena. Jadi, bibi tidak perlu sungkan." Fransisco tersenyum sopan.


"Bibi juga sibuk beberapa hari ini. Mengapa kalian tidak istirahat dulu dan tinggalkan Elena di sini? Nanti paman akan melakukan pemeriksaan toleransi glukosa dan hanya boleh seorang saja yang menjaganya."


"Kita pulang pun tidak akan bisa istirahat. Bagaimana mungkin kita tega? Kami akan di sini untuk menjaganya." Ibu Mai menggeleng kepalanya dan ekspresi wajahnya jadi makin sedih.


Fransisco pun mengangguk, lalu melihat jam tangannya dan berkata, "Sudah hampir waktunya untuk melakukan pemeriksaan toleransi glukosa. Kalian belum makan apa - apa sejak semalam. Nanti dia akan minum sebotol air gula, lalu kami akan mengetes kadar gula darah tiap satu jam."


Jansen dari tadi mendengarkan penjelasan Fransisco yang membahas tentang penyakit ayah. Kini akhirnya Jansen bertanya," Ayahku sudah seharian belum makan apa-apa dan mau dilakukan pengetesan toleransi glukosa? Setahuku, bukankah tes toleransi dilakukan pada ibu hamil? ".

__ADS_1


__ADS_2