Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 482. Anggur Perayaan!


__ADS_3

Dia selalu mengaku kalau dirinya cantik dan ahli dalam berbisnis. Di usianya yang masih muda dia memiliki perusahaan senilai 200 juta yuan. Masa depannya terlihat cukup cerah!


Melihat Jansen, secara tidak sadar dia merasa kalau Jansen seperti Joshua, orang miskin yang tidak mungkin berhasil. Bahkan demi mengejar mimpinya dia pindah ke Ibu Kota.


Terhadap orang-orang seperti itu, dia merasa dirinya jauh lebih hebat!


Tetapi karena mendengar kata menyenangkan Jansen itu, dia tahu bahwa dunianya sama sekali tidak bisa menandingi Jansen.


Jansen benar-benar orang kaya!


"Tiba-tiba aku punya ide lain. Jika di sini ada yang bisa membuatku terkesan, aku akan memberikan Fashion Design untuknya!"


Saat semua orang sedang dalam suasana hati yang kacau, suara Jansen tiba-tiba terdengar.


Ruangan sunyi itu tiba-tiba menjadi panas!


Meskipun Fashion Design telah dibeli dengan harga 40 juta yuan, nilai pasarnya adalah 200 juta yuan tapi karena ada Jansen dan di belakangnya adalah Grup Aliansi Bintang. Siapa yang tidak ingin menjadi bos besar!


"Tuan Jansen, maaf aku tidak mengenali orang besar sepertimu!"


Mike adalah orang pertama yang berdiri. Dia berlutut dan menampar wajahnya dengan keras. Sambil menampar dia tertawa, "Tuan Jansen, apa kamu puas?"


Belum lama ini, dia tidak menganggap Jansen. Tapi sekarang. dia hanya ingin Jansen mengangguk, demi anggukan ini, dia bahkan bisa melakukan apa saja.


Jansen tersenyum dan tidak berkata apa-apa.


Pemegang saham lainnya bergiliran mencoba yang terbaik untuk memuaskan Jansen.


"Jansen!"


Pada saat ini juga, Cathy berdiri, "Aku, bisa menjadi pacarmu."


Jansen tiba-tiba menunjukkan tatapan tertarik, "Sepertinya kamu sudah punya pacar, dan itu adalah teman sekelasku!"


Cathy segera memandang Joshua dengan jijik, "Apa dia juga pantas? Dia hanya seorang pria yang tidak memiliki kemampuan, aku telah putus dengannya tadi. Seumur hidupku ini aku tidak akan kembali bersamanya!"


"Tidak baik berbuat seperti itu. Dia sudah menginvestasikan 80 juta yuan untuk memulai perusahaan itu untukmu dan dia juga sangat mematuhi perkataanmu. Selain itu, kalian sudah kenal sejak masih kuliah dan perasaan yang begitu dalam, aku tidak percaya kamu benar-benar mencampakkannya!" kata Jansen sambil tertawa.


Cathy menggelengkan kepalanya dan berkata, "Siapa yang menyukai pria gemuk sepertinya? Saat masih kuliah aku sangat membencinya. Hanya saja dia punya uang dan bisa memberikan apa yang aku inginkan. Dia bisa membuat teman sekelasku memandangku dengan iri. Setelah lulus, dia masih punya uang dan memberi aku uang untuk memulai perusahaanku, makanya aku mau menjadi pacarnya."


"Cathy!"


Joshua yang hanya diam, akhirnya berbicara dan dia merasa sangat terluka!


"Bagus, aku suka orang jujur!"


Jansen mengangguk, "Seorang wanita sepertimu melakukan apa pun untuk mencapai tujuan, sangat cocok untuk menjadi bawahan atau bahkan simpananku!"


"Dengan senang hati. Tuan Jansen pasti menyukai wanita yang pandai seperti aku!"


Cathy senang dan berpikir Jansen setuju. Dia dengan cepat berlari ke samping Jansen dan secara pribadi menuangkan anggur untuk Jansen, "Selama Tuan Jansen bersedia, aku bisa tidur denganmu, selamanya menjadi simpananmu!"


"Oh ya? Apa malam ini juga bisa?"


Jansen tersenyum.


"Tentu saja!"


Cathy sama sekali tidak menghiraukan Joshua dan mengatakannya begitu saja!


"Boleh juga!"

__ADS_1


Jansen mengangguk, tiba-tiba dengan satu tangan menepuk gelas anggur yang dituangkan Cathy, dengan suara pelan berkata, "Baiklah, sudah kuputuskan, presiden direktur Grup Fashion Design adalah!"


Cathy dan empat orang lainnya langsung merasa gugup. Terutama Cathy, dia tiba-tiba merasa Jansen akan menunjuk dirinya!


"Joshua yang menjadi presiden direkturnya!"


Jansen berdiri!


Joshua?


Cathy dan yang lainnya tercengang kaget seperti disambar petir!


Mereka tidak berpikir bahwa bos besar seperti Jansen sungguh menganggap Joshua sebagai teman kelasnya dan ikut campur dalam urusan Fashion Design untuk bersenang-senang!


Tapi sekarang, Jansen telah menjadikan Joshua sebagai presiden direktur!


Ini benar-benar tidak bisa diprediksi.


Seluruh tubuh Cathy gemetar. Dia sudah mengeluarkan kemampuan beraktingnya begitu banyak, tapi akhirnya bukan dia yang dipilih!


Joshua tidak memiliki keahlian, juga tidak memiliki jaringan, dengan dasar apa!


"Kenapa!"


Cathy menatap Jansen dengan marah.


"Kehidupan orang kaya seringkali begitu sederhana dan bersahaja. Jika kamu harus mendengar alasannya, itu karena semua ini menyenangkan saja!"


Jansen mendorong pintu dan pergi.


Semuanya membeku, apa sungguh karena menyenangkan Jansen membiarkan Joshua menjadi presiden direktur!


"Joshua!"


Cathy tiba-tiba bereaksi dan berkata dengan lembut, "Tadi itu hanya akting saja, jangan di ambil hati!"


Sambil berkata, dia segera memegang tangan Joshua!


Plak!


Tapi Joshua menamparnya dengan keras!


"Keluar kamu dari sini!"


Joshua menunjuk ke arah pintu, setelah beberapa tes, dia benar-benar melihat wajah asli wanita ini!


Jansen mengabaikan masalah yang terjadi setelahnya, dia tahu Joshua akan membuat pilihan terbaik!


Jika Joshua masih percaya pada Cathy, maka Joshua tidak sebanding dengan bantuan Jansen sudah berikan kepadanya.


Sesampainya di aula, mata Jansen tiba-tiba terhanyut dan dia melihat bahwa di Ricky dan teman-temannya sedang minum anggur, dia segera meminta sebotol anggur dan berjalan


perlahan menghampirinya.


Ricky dan teman-temannya sedang minum anggur, wajah mereka terlihat muram dan tidak ada yang berbicara.


Sebelumnya, orang-orang dari Grup Aliansi Bintang datang dan tiba-tiba berkata kalau mereka tidak mau membicarakan kerjasama untuk saat ini dan akan mengirim orang datang dalam beberapa hari.


Hal ini membuat Ricky sangat kesal. Dia menunggu kontrak ini ditandatangani dan pulang untuk menerima keberhasilan!


"Sial, kenapa mereka tiba-tiba berubah pikiran!"

__ADS_1


"Ayahku sedang menungguku di rumah, begitu juga Kak Jessica. Jika aku kembali dengan tangan kosong, bagaimana aku mengatakannya!"


"Jarang sekali bisa ambil bagian dalam perkembangan Keluarga Miller, Kak Jessica sudah memberi kesempatan ini kepadaku, tapi aku gagal!"


Semakin memikirkannya Ricky merasa semakin tertekan dan dengan kesal menuangkan segelas anggur lagi.


"Tuan Ricky, selamat, mari, aku akan menuangkan anggur perayaan untukmu!"


Segera setelah gelas itu diturunkan, sebuah suara pelan terdengar. Terlihat Jansen menuangkan anggur ke dalam gelas itu seperti seorang pelayan!


Hanya saja, anggur perayaan?


Keberhasilan dari mana?


Anggur ini dituangkan, seolah memberinya tamparan keras.


"Persetan dengan anggur perayaanmu, aku belum menandatangani kontraknya!"


Ketika melihat Jansen, Ricky merasa marah tapi bisa melampiaskannya. Dia merasa setelah bertemu dengan pecundang ini, keberuntungannya menjadi buruk.


"Oh, tidak berhasil menandatangani kontraknya, sayang sekali!"


Jansen berkata dengan simpati, "Aku ingat Tuan Ricky berkata kalau penandatanganan kontrak itu gagal, dia akan membayar minum seluruh orang di sini."


Perkataannya terdengar sangat keras sehingga semua orang mendengarnya.


"Benar, benar, apa berarti kamu tidak berhasil melakukan apa yang kamu katakan!"


"Cepat dan traktir kami minum!"


Seluruh orang di sana berteriak senang, suasananya menjadi ramai dan pada layar terbesar di aula muncul sebuah tulisan. Terima kasih, Tuan Ricky, karena telah mentraktir seluruh orang di sini untuk minum. Semoga bisnisnya selalu lancar.


Bisnisnya selalu lancar?


Wajah Ricky menjadi kesal. Dia gagal menandatangani kontrak dan masih harus mentraktir seluruh orang di sana minum?


Teori macam apa ini!


Apakah seluruh orang di sana menonton leluconnya Tuan Ricky?


"Tuan Ricky, ini!"


Seseorang di sebelahnya tersenyum kepada semua orang. Kemudian menatap Tuan Ricky dan berkata, artinya, dia tidak akan mentraktir kita minum dan dia akan mempermalukan diri sendiri.


"Aku traktir!"


Ricky menggertakkan giginya dengan kesal dan menatap Jansen lagi. Dia tidak menyadari bahwa Jansen sudah pergi.


Dia tiba-tiba memikirkan apa yang dikatakan Jansen. Aku yakin malam ini kamu tidak akan bisa menandatangani kontrak itu.


Apa yang dikatakan Jansen benar.


Saat ini, Jansen keluar dari Masterpiece dan langsung melihat Joshua.


"Jansen!"


Joshua dengan bersemangat pergi menghampirinya, tapi tidak tahu harus berkata apa.


"Dalam persahabatan kita tanpa kamu bicarapun aku juga bisa mengerti perasaanmu!"


Jansen memukul Joshua dan tidak menjelaskan apa pun.

__ADS_1


__ADS_2