Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 264. Tersesat


__ADS_3

Keduanya mengikuti satpam itu masuk ke dalam hutan dan pepohonan di sekitar mereka menjadi semakin rindang . Tetapi saat mereka berjalan , penjaga keamanan itu seolah-olah menyatu dengan kabut !


" Kakak , kemana satpam itu ! "


Menemukan ada yang tidak beres, Diana langsung bergidik ketakutan .


" Mungkin dia tersesat ! "


Jansen menjawab dengan santai , sebenarnya dia sedikit penasaran kenapa satpam itu tiba - tiba menghilang. Begitu dia tengah memikirkannya tiba - tiba ada cahaya senter di depannya , dan kemudian tiga sosok datang menghampiri mereka dari sepanjang jalan setapak di hutan .


" Eh , Diana , Jansen ? "


Ketika berjalan mendekat terdengar suara yang familiar , ternyata ini adalah Elena .


" Kakak ! "


Diana berseru .


Jansen juga sangat terkejut , tapi memikirkan apa yang dikatakan Elena tadi malam , sekarang dia merasa agak lega .


Elena diikuti oleh dua pria di belakangnya , satu adalah pria yang Jansen kenal yaitu Glenn dan satu lainnya adalah seorang pria yang lebih muda , dia tengah menatap Jansen dan Diana kemudian menyapa , " Orang macam apa kalian ini ? "


Glenn juga mengenali Jansen , diam - diam mencibir lalu berpura - pura sok bermartabat , " Kemarin terjadi kasus pembunuhan di sini . Karena kalian bisa muncul di sini jadi Jansen sepertinya kamu harus menjelaskannya dengan rinci ! "


Pemuda yang berada di sebelah Glenn juga ikut menimpali dengan nada yang dingin , " Malam - malam begini , kenapa kalian bisa datang ke sini . Mengakulah dengan jujur atau tidak aku berhak mencurigai kalian sebagai tersangka ! "


" Kami hanya mencari teman kami saja , lagipula , taman ini agak aneh ! " balas Jansen dengan nada yang tenang seraya tersenyum tipis .


Akhirnya dia tahu kenapa satpam itu tiba - tiba menghilang . Ternyata dia tidak berani melihat aura positif sekitar sini .


" Omong kosong ! "


Pemuda itu langsung mencibir dengan sinis , " Apa yang aneh , ini hanya taman biasa ! Menurutku kamu agak tidak waras cepat keluarkan KTP ! "


Jansen pun mengeluarkan KTP - nya , dan setelah pemuda itu melihatnya dia langsung melihat Jansen sekilas sambil meremehkan , " Kota Seleton , orang pelosok ternyata . Tidak heran kenapa begitu bodoh , sebuah taman biasa juga dibilang aneh , percaya atau tidak sekarang aku bisa menahanmu di tempat . Menangkapmu lalu membawamu pulang untuk minum teh ! "


" Cukup Timmy , dia adalah suamiku ! "

__ADS_1


Elena yang dari tadi diam hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya , tentu saja Elena juga tidak percaya saat Jansen mengatakan bahwa taman itu agak aneh , sebaliknya bertanya , " Jansen , Diana kenapa kalian bisa ada di sini ? "


Diana buru - buru memberitahu Elena apa maksud kedatangan mereka kemari , setelah menceritakannya dia bergumam , " Kakak , tempat ini benar - benar agak aneh , ini persis seperti labirin ! "


" Haha , Diana kamu jangan dengarkan omong kosong Jansen , ini hanya taman biasa ! "


Glenn senang melihat yang datang itu adalah adiknya Elena , dia pun buru - buru menenangkan , " Selain itu , jika memang ada sesuatu yang aneh di sini , kan ada kami beberapa pria hebat, apa yang perlu ditakutkan lagi ! "


" Iya , jangan khawatir , ada kami di sini yang bisa melindungimu ! " Melihat paras cantik Diana , pemuda bernama Timmy langsung ingin pamer .


Tentu saja , Glenn sudah kehilangan muka saat dikalahkan Jansen waktu itu , dan sekarang dia hanya mengambil kesempatan untuk menunjukkan kejantanannya !


" Jansen , bukankah kamu juga takut ? Apa kamu ingin kami lindungi juga ? "


Glenn memberikan tatapan mengejek kepada Jansen , dia telah dilatih di ketentaraan dan tidak ada pegunungan dan hutan terpencil yang belum pernah dia kunjungi . Selama ini dia tidak pernah melihat sesuatu yang aneh seperti labirin .


" Sungguh orang yang tidak berguna ini ternyata adalah suami petugas Elena ! "


Wajah Timmy tampak menghina , " Namanya juga orang desa , tingkat pengetahuannya pasti tidak tinggi ! "


Jansen menggelengkan kepalanya dan bertanya , " Bukankah kalian juga tersesat dan tidak bisa keluar dari taman ini? "


" Tersesat apanya , namanya juga malam hari , wajar jika kami tidak dapat menemukan jalan keluar, tapi ini hanya masalah waktu. Kamu jangan membuat masalah sepele menjadi terlihat tidak waras, pemikiranmu sangat rendah ! " tegur Glenn , akan tetapi wajahnya berangsur - angsur mulai memerah karena memang benar mereka tersesat !


" Jansen bagaimana kamu tahu kita tersesat ! " seru Elena .


" Tentu saja aku tahu karena kalian telah menemukan tembok yang aneh . Dengan kata lain , kalian telah masuk ke dalam formasinya ! " jawab Jansen seraya tersenyum .


" Konyol ! "


Timmy meremehkannya dan mendengus dingin lalu terkekeh sinis , " Apanya formasi , kamu pikir ini Kisah Tiga Negara ? Jangan bilang ini formasi delapan trigram dan semacamnya ! "


Ppfft !


Glenn juga terkekeh saat mendengarnya . Jansen ini kebanyakan membaca novel . Mana mungkin di masyarakat zaman sekarang ada sihir atau formasi semacam itu!


" Kalau kamu tidak percaya coba saja keluar dari taman ini ! " Jansen tidak ingin menjelaskan terlalu banyak .

__ADS_1


Glenn dan Timmy saling bertukar pandang , tentu saja mereka langsung setuju . Taman ini tidak begitu besar , saat mereka datang ke sini mereka juga tidak menemukan sesuatu yang aneh . Oleh karena itu mereka tidak percaya jika mereka tidak bisa keluar dari sini . Meskipun memang mereka sedikit tersesat sebelumnya tetapi itu hanya karena mereka belum mencari jalan dengan hati - hati !


Apalagi Glenn yang paling percaya diri , dia pernah tinggal di alam liar dan tahu bagaimana membedakan arah dengan bintang , umur lingkaran pohon dan sebagainya .


Kerumunan itu berjalan di sepanjang jalur hutan , Elena mengikuti Jansen dan bertanya dengan penuh rasa ingin tahu , " Jansen kenapa kamu bisa begitu yakin kalau disini ada formasi? Kami datang ke sini untuk menyelidiki kematian seorang sopir taksi kemarin . Namun , begitu kita memasuki taman , kami malah tidak dapat menemukan jalan keluar , sepertinya karena memang tidak ada pencahayaan saja ! "


" Karena kabut di sini terlalu tebal serta tata letak pepohonannya juga sangat berantakan , jika diatur oleh seseorang yang pandai teknik formasi, mungkin dia dapat dengan mudah mengubah taman menjadi formasi penguncian! " ujar Jansen menjelaskan sambil tersenyum , di depan Elena dia tidak ingin banyak bicara supaya tidak menimbulkan kepanikan !


" Formasi formasi , kamu ini semakin banyak omong kosong, kamu suka sekali membual ! " Timmy yang ada di depannya terkekeh .


" Kakak iparku benar , di Huaxia ada sebuah desa yang katanya terkenal dengan kemistisannya , bernama Desa Zhuge . Aku dengar jika ada orang luar pasti akan tersesat ketika ingin masuk ke dalam desa ini , dan hanya orang - orang yang tinggal di desa ini - lah yang bisa menemukan jalan keluar . Konon , karena tata bangunan yang membingungkan ! " Diana tidak begitu takut malah sebaliknya menjadi lebih penasaran .


" Diana , itu hanya rumor saja . Kamu jangan khawatir , ikuti kakak Glenn . Aku jamin akan akan membawamu keluar ! " seru Glenn sambil menepuk - nepuk dadanya .


Kerumunan itu terus berbincang sambil berjalan , tetapi yang aneh adalah jelas - jelas di depan mereka melihat lampu jalan yang redup tetapi setelah setengah jam mereka berjalan tiba - tiba menjadi jalan buntu !


Perlu diketahui ini adalah taman kecil , paling hanya perlu waktu setengah jam saja untuk mengitarinya !


Barulah karena ini , Timmy dan Glenn juga menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan taman ini ditambah kabut tebal dan keheningan di sekitar mereka yang memberikan tekanan yang kuat bagi mereka .


" Mustahil , Kak Glenn , bagaimana ini ! " Timmy agak panik .


" Apakah ini benar - benar mirip dengan array formasi di Desa Zhuge? " Glenn mengerutkan keningnya , pikirannya juga mulai berantakan .


Sebelumnya dia juga telah melihat ke arah bintang , tetapi karena kabut yang terlalu tebal jadi dia hanya bisa melihat langit hitam yang berkabut . Adapun arah lingkaran pohon itu tidak tepat sama sekali.


Setelah berjalan lebih dari sepuluh menit lagi , Timmy akhirnya benar - benar panik , " Mati kita , kita benar - benar tidak bisa keluar , menurut kalian tempat apa ini ! "


Bagaimanapun , dia baru saja kembali dari kelulusan dan belum lama bekerja tentu saja kualitas psikologisnya relatif di bawah rata - rata .


" Gawat , aku mau keluar dari sini ! "


Setelah merengek , Timmy berhenti berjalan di sepanjang jalan setapak dan memilih untuk menerobos hutan lebat . Menurutnya , berjalan di sepanjang jalan setapak pasti tidak akan mengarah ke taman tetapi jika dia mengambil jalan pintas pasti akan berhasil !


" Timmy , tunggu aku ! "


Glenn juga berteriak sambil mengejarnya .

__ADS_1


__ADS_2