Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 93. Voting!


__ADS_3

" Hehe , sebenarnya kami bisa mengerti . Seorang janda yang ditinggal mati suami tiddak mungkin mempunyai rasa dengan pria lain . Sangat wajar jika mencari seorang pemuda berkulit putih . Akan tetapi , betapa berantakan sekali kehidupan pribadi nona Natasha. Kami para pemegang saham tidak punya waktu untuk mengurusnya, tapi jangan bawa dia ke Dawning Internasional . Kini aku ragu dengan seleramu , apakah itu bisa membuatmu untuk jadi Presdir Dawning Internasional ? "


Tiba - tiba sebuah senyuman menyeringai terlihat pada pria botak Hongki .


" Hehe , kalau nona Natasha benar - benar kesepian , para pemegang saham yang hadir di sini sebenarnya bisa memuaskanmu , tapi kamu malah menemukan bocah kurang ajar ini . Apakah kamu sudah menurunkan statusmu ? "


" Maksudnya , orang - orang yang hadir di sini adalah orang - orang dengan kekayaan puluhan juta yuan Sedangkan pemuda kampungan ini , tidak pantas untuk memasuki rapat pemegang saham . "


Setelah Hongki berbicara , ejekan demi ejekan pun bermunculan .


" Jaga mulut kalian ! "


Natasha pun marah besar . Ia tahu kalau para pemegang saham ini selalu mencari kesempatan untuk mendapatkan bagian sahamnya dan tidak sabar untuk melihat kematiannya.


" Bukan kami yang harus jaga omongan kami , tapi perhatikan lebih baik lagi kehidupan pribadimu demi martabat Dawning Internasional , " ucap Hongki lagi sambil mencibir .


Wajah Natasha mendingin . Bagaimanapun , ia hanyalah seorang diri . Sulit baginya melawan begitu banyak mulut orang .


" Aku adalah sekretaris Presdir Natasha , bukan sekretaris kalian . Jadi , kalian tidak berhak mengurus masalah ini . "


Saat ini Jansen sudah tidak tahan lagi untuk tidak angkat bicara dengan sikap dinginnya .


" Bocah , aku ingat kamu . Kamu itu Dokter Jansen , kan . Aku tidak tahu apa alasan kamu datang ke sini , tapi kuperingatkan padamu , jangan main - main . Kalau tidak , aku akan mempermainkanmu dan kau akan mati dalam semenit . " Kata Hongki seraya menyipitkan matanya dan menatap Jansen .


Dia sudah lama mengenal Jansen .


" Oh , Ya ? " Jansen tesenyum dengan jijik ,


" Aku ingat perkataanmu terakhir kali . Di Kota Asmenia ini ada hitam dan ada putih . Kamu mungkin bisa membunuhku , tapi hari ini aku berdiri di sini . Silakan kamu coba saja dan ingat , namaku adalah Jansen Scott. "


" Jansen Scott, ya ? Seorang dokter kecil , tapi tidak bisa apa-apa . "


Hongki menganggukkan kepalanya dan berkata pada sekretarisnya ,


" Panggil polisi ! "


Sekretaris yang ada di samping Hongki menelepon , lalu menyerahkan ponselnya kepada Hongki. Ia pun tertawa dengan cerita saat orang yang ada di telepon berbicara dengannya ,


" Pak Hongki , ada angin apa tiba - tiba meneleponku ? "


" Kapten Gan , kami ada seorang pembuat onar di Dawning Internasional . Aku ingin kamu segera menangkapnya . "


" Siapa yang melakukan pelanggaran hukum ? "


" Seorang pemuda bernama Jansen Scott. "


" Baiklah , aku akan segera mengirim polisi ke sana . Tunggu , kamu bilang dia Jansen Scott? "

__ADS_1


Suara orang yang ada di seberang telepon pun menjadi serius .


" Benar , dia Jansen Scott. Kenapa ? "


" Kamu yakin dia melanggar hukum ? Jika tidak ada , lupakan saja . Oke , sampai jumpa . "


Orang yang ada di telepon itu pun langsung menutup telepon . Kapten Gan jelas pernah mendengar nama Jansen Scott ini . Apalagi ada seseorang yang memanggil Jansen untuk membantu menangani kasus tertentu yang mana kasus itu bukanlah kasus sepele dan telah membuat ibu kota jadi khawatir . Ketua Gan mana berani campur tangan .


" Ini"


Seketika Hongki tertegun .


" Apakah ada lagi ? "


Jansen tidak terkejut dengan hal ini .


" Bocah, ternyata kamu cukup hebat . "


Hongki bukanlah orang bodoh . Ia tahu kalau sampai Ketua Hongki menganggap ini serius , itu artinya Jansen mengenal beberapa orang . Hongki menelepon seseorang lagi dan menyalakan speaker ponselnya .


" Hermawan , apakah kamu di sana ? "


" Bos Hongki, ada apa ? "


" Tidak ada apa - apa . Aku ada seseorang yang membuat onar di sini . Kamu ke sinilah dan urus dia ! "


Mendengar perkataan ini , akhirnya membuat Hongki tersenyum . Jika keadilan hukum tidak bisa mengurusnya , maka gangster gelap seharusnya bisa . Lagi pula , ia kenal dengan orang - orang itu . Mereka adalah orang - orang yang putus asa .


Selama ada uang , mereka akan melakukan apa pun . Hongki bisa melakukan apa - apa dari nol karena ia sangat akrab dengan peraturan jalur seperti ini . Kalau tida , mana ia bisa mendapatkan kekayaan puluhan juta yuan.


" Oh ya , Bos Hongki , siapa orang yang mencari mati itu ? " Tanya Hermawan saat hendak menutup teleponnya .


" Namanya Jansen Scott! "


" Coba Katakan lebih jelas , Jansen siapa ? "


Orang yang ditelepon itu pun berkata dengan anda serius .


" Bos Hongki , lebih baik biarkan aku yang berbicara . "


Saat ini Jansen berjalan mendekat dan meraih ponsel , lalu berkata ,


" Aku Jansen Scott . Kamu Hermawan , kan ? Aku ada di Dawning Internasional . Jika mau bertarung , datanglah ke sini . "


" Ka - ka - kamu Kakak Jansen ! "


Ada suara berisik dari seberang telepon , seolah - olah orang yang menerima telepon itu jatuh.

__ADS_1


" Aku seperti kenal suaramu . " Jansen mengernyitkan keningnya .


" Aku , bos Hermawan , bukan , aku mana berani menyebut bos , di depan Kakak Jansen . Aku yang bersama dengan Tuan Marcus , yang beli ponsel di jalan terakhir kali itu . Kita baru saja bertemu . "


" Jadi , Kamu . Ada apa ? Kamu ingin melakukan perhitungan denganku ? "


" Tidak , aku mana berani . Beri tahu Bos Hongki , sialan , cepat atau lambat aku akan menghajarnya . "


Telepon pun segera ditutup dan membuat seisi ruang rapat menjadi hening . Para pemegang saham besar mengerutkan keningnya menatap Jansen. Mereka kurang lebih tahu siapa itu Hongki . Pria ini adalah seorang kontraktor sejak saat itu . Ia memiliki koneksi yang luas . Orang - orang suci dan dari dunia gelap segan padanya .


Namun kini , pria bernama Jansen Scott bahkan bisa membuat orang - orang dari koneksi Hongki tidak berani bicara . Hongki juga menatap Jansen dengan serius . Kini ia benar - benar tidak tahu kalau Jansen bukanlah orang yang mudah diurus . Apakah pria ini benar - benar seorang dokter ?


" Sekarang , aku adalah sekretaris Presdir Natasha . Apakah masih ada yang menentang ? Siapa yang setuju ? " Ucap Jansen santai sambil melihat ke sekeliling .


Namun , tak ada seorang pun yang berbicara . Semuanya setuju . Natasha masih memasang muka acuh tak acuh , tapi di dalam hatinya ia sangat terkejut . Kesannya terhadap Jansen adalah Bagaimana seorang dokter memiliki koneksi yang luas sekali dibandingkan Hongki .


" Karena semuanya tidak berkomentar , maka rapat selesai. "


Setelah mengatakan itu , Natasha mengajak Jansen untuk pergi . Begitu Natasha pergi , Hongki menatap pemegang saham lainnya . Ia mengedipkan matanya yang memiliki aura dingin .


" Kita harus menyuruh orang - orang itu untuk bertindak lebih cepat . "


Natasha dan Jansen pergi menuju lift . Natasha masih terkejut dengan kejadian sebelumnya . Untuk pertama kalinya ia merasa senang melihat para pemegang saham tidak berani melakukan sesuatu .


" Jansen, kok kamu bisa kenal dengan orang - orang itu ? "


" Aku adalah dokter , jadi aku mengenal banyak orang . Tapi yang terpenting adalah kasus ini tidak sepele . Jadi , ada orang yang diam - diam membantu kita . "


Jansen menjelaskan sambil tersenyum , lalu ia bertanya lagi ,


" Sekarang kita mau ke mana ? "


" Lelang amal . Lelang amal ini dapat membuat perusahaan kami jadi terkenal . Karena itulah aku berpikir untuk mengikutinya , tapi aku kurang setuju dengan barang - barang antik pada lelang sebelumnya . Aku pikir itu buang - buang uang . "


" Begini saja , lelang amal kali ini aku akan ikut denganmu . " Jansen merasa kalau pembunuh ini mungkin ada di dekat Natasha.


Selama pembunuh ini menunjukkan taringnya , cukup bagi Jansen untuk menjaringnya .


" Itu bagus sekali . Jansen, terima kasih . "


Melihat Jansen setuju untuk pergi bersamanya , Natasha mengangguk senang . Setelah melewati banyak hal , ia menjadi semakin senang bersama Jansen.


" Kakak Natasha , ini sudah jadi kewajibanku . Kamu adalah pasienku . Sebagai dokter , aku memiliki hak untuk melindungi keselamatan pasien , " ucap Jansen seraya tersenyum .


" Pokoknya aku berterima kasih padamu . Tapi , sebelum pergi , aku sarankan kamu untuk mengganti pakaianmu . "


Natasha memberi saran saat melihat pakaian yang dikenakan Jansen dari atas hingga ke bawah .

__ADS_1


__ADS_2