Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 263. Taman Pasir Putih


__ADS_3

Keesokan paginya Jansen pergi ke Aula Xinglin untuk membantu sampai sore , lalu tiba - tiba Diana menelepon .


" Kakak , gawat ! Sejak tadi malam belum ada orang yang melihat Elissa , dia menghilang ! "


" Jangan panik , apa kamu sudah bertanya kepada yang lain ? "


" Sudah , bahkan dosen pun tidak ada yang melihatnya karena dia belum kembali ke asrama ! "


" Tunggu aku akan ke sana ! "


Jansen langsung menelepon panah , tetapi panah juga tidak tahu dimana keberadaan Elissa. Selain itu begitu mengetahui Elissa hilang , dia langsung sangat khawatir !


" Jangan khawatir , aku akan menemukannya ! "


Jansen menenangkannya , dia merasa masalah ini karena terkait dengan dirinya . Jika bukan karena penolakannya kemarin kepada Elissa , mungkin Elissa tidak akan marah dan menghilang . Sepertinya anak ini bersembunyi di suatu tempat untuk menenangkan hatinya.


" Kak , baru saja aku bertanya kepada teman sekamar Elissa , dia mengatakan bahwa sepertinya Elissa pergi untuk melihat matahari terbenam dan tempat itu sepertinya pantai pasir putih ! "


" Pantai Pasir Putih ? "


Tanpa sadar Jansen langsung memikirkan apa yang dikatakan Elena tadi malam . Bagaimanapun Pantai Pasir Putih adalah tempat yang populer di Internet . Para gadis muda menyukai romansa , jadi ketika mereka menghadapi hal - hal yang menyedihkan , mereka harus pergi ke tempat yang indah !


" Diana tunggu aku di gerbang kampus , aku akan menjemputmu ! "


Jansen tidak mengemudi ke Aula Xinglin , jadi dia harus pergi naik taksi ke Universitas Kota Asmenia .


Tak lama kemudian dia melihat Diana dengan raut wajah penuh rasa bersalah . Dia langsung berlari ke arah Jansen begitu melihatnya datang .


" Kakak , maafkan aku ini semua salahku . Aku terlalu banyak bicara kemarin ! "


Diana dan Elissa sebenarnya berteman baik , hanya saja kemarin emosi menggebu - gebu jadi salah bicara !


" Ucapan ini , bisa kamu katakan langsung kepada Elissa setelah bertemu dia nanti . Ayo kita pergi ke Pantai Pasir Putih untuk mengeceknya di sana ! " Jansen meminta sopirnya untuk bergegas pergi .


Awalnya , supir ini juga tidak mau pergi ke Pantai Pasir Putih tetapi karena Jansen menambahkan uangnya barulah dia setuju .


" Kak , barusan aku bertanya, katanya Pantai Pasir Putih itu sepertinya angker ! "


Mendengar tiga kata " Pantai Pasir Putih " itu Diana jadi agak ketakutan karena Diana juga pernah mendengar beberapa rumor .


" Tidak apa - apa , ada aku di sini ! "

__ADS_1


Jansen tersenyum sambil menggelengkan kepalanya , lalu mengirim pesan ke panah dan memberitahu mereka untuk datang membantu !


Pantai Pasir Putih berjarak 60 kilometer dari kota dan dibutuhkan waktu lebih dari setengah jam berkendara untuk sampai ke sana .


Hari sudah larut begitu tiba di sana . Kemudian Jansen memberikan uangnya kepada supir lalu sang supir berkata dengan bergidik ketakutan " Anak muda , ada beberapa hal aneh di tempat ini . Jika kalian ingin pulang cari taksi lain saja! "


Kemudian , belum sempat Jansen berkata apa - apa , dia langsung menyalakan mobil dan pergi .


Diam - diam Jansen merasa kesal . Untungnya dia telah memberitahu panah dan yang lainnya , jika tidak , bagaimana mereka pulang nanti, itu pasti akan menjadi masalah .


Kemudian Jansen melihat ke sekitar dan menemukan bahwa tidak ada orang di sekitarnya , benar - benar keheningan yang agak aneh !


" Kakak ! "


Diana meraih tangan Jansen dengan tubuh yang agak gemetar .


Jansen mengeluarkan sebuah kompas dan diam - diam melafalkan teknik daois , dia tidak menyangka kalau tempat ini memang memiliki kejahatan serta energi jahat yang sangat berat . Saking beratnya sampai diluar imajinasinya , selain itu karena dekat dengan laut jadi tempat ini berkabut di malam hari , kabut yang mempengaruhi garis pandang orang .


" Kak , di sini tidak ada hantu kan ! "


" Kalau takut kamu bisa menungguku di sini saja ! "


" Tidak , tidak mau , aku mau ikut kakak ipar ! "


" Kamu boleh ikut denganku tetapi kamu tidak diizinkan untuk pergi sejauh satu meter pun dariku , dan jika kamu melihat apapun jangan digubris ! "


Jansen berjalan ke depan , dia menemukan sebuah taman yang terbengkalai di sana . Ketika tidak ada berita tentang hantu , ada banyak orang yang sering datang ke taman , terutama sepasang kekasih . Tetapi setelah cerita hantu itu beredar , tidak ada yang datang lagi .


Kemudian Jansen menemukan bahwa perencanaan tamannya sangat buruk seperti tanaman , bebatuan , ukiran batu serta benda - benda lainnya hanya membentuk formasi setengah jadi.


" Kakak , aku dengar - dengar , ketika taman itu dibangun sebuah ekskavator menggali peti mati dan peti mati itu berlumuran darah jadi , belakangan Tim konstruksi tidak berani memulai pembangunan lagi , lalu mulai meninggalkan daerah ini ! " Seru Diana yang ada di samping .


Gadis kecil ini ketakutan tetapi juga bersemangat untuk berpetualang yang membuat Jansen agak tidak bisa berkata - kata .


Setelah keduanya memasuki taman , mereka menemukan bahwa beberapa waktu ini tidak ada orang yang datang berkunjung . Ada banyak botol kaca berserakan di tanah , dan begitu angin bertiup tanahnya juga agak bergerak memberi kesan yang aneh kepada orang - orang .


Kemudian melihat ke bangku taman , ada beberapa bangku di sana yang terdapat boneka . Boneka - boneka itu tampak memandangi mereka , selain itu terdapat ayunan di kejauhan sana . Jelas - jelas tidak ada yang duduk di sana tetapi ayunan itu berayun seolah ada sosok yang sedang bermain , entah itu karena tertiup angin atau bukan!


Penampakan - penampakan ini membuat Diana ketakutan sampai wajahnya pucat pasi .


" Siapa kalian ? "

__ADS_1


Saat ini ada sosok yang datang dari kejauhan ternyata seorang berseragam satpam.


" Ada penjaga keamanan ! "


Seketika ketakutan Diana sedikit mereda , dia pun menjelaskan , " Kami sedang mencari teman di sini , apakah Bapak melihat seorang gadis tinggi , berpakaian acak - acakan tapi sangat cantik ? "


" Gadis ini? Dia sudah berada di taman sejak kemarin ! "


Petugas keamanan menatap Jansen dan Diana dari atas sampai ke bawah kemudian berseru , " Ikutlah denganku ! "


" Baik , Kak , kita sudah menemukannya ! "


Diana sangat senang , lalu dia bergumam , " Benar saja , rumor adalah rumor bahkan di taman ada satpam mana mungkin ada hantu di sini ? "


" Taman yang sangat besar , apakah hanya Bapak yang menjaganya ? " Jansen menatap ke arah satpam itu .


" Tentu saja tidak , masih ada tiga orang lainnya . Aku sendiri mana mungkin bisa menjaganya , meskipun di sini suram tetapi tidak ada hantu. Semua itu hanyalah rumor di Internet tapi rumornya beredar sangat viral jadi hanya ada sedikit orang di taman ini , dan pekerjaan kami jadi tidak terlalu sibuk ! " ujar penjaga keamanan sambil memimpin jalan .


Beberapa orang itu terus berjalan sampai tiba - tiba muncul api di depan mereka . Begitu mereka mendekat ternyata itu hanya seorang wanita tua yang tengah berjongkok di pinggir jalan dan membakar sesuatu , dia menggumamkan sesuatu yang entah apa artinya .


" Nek Ciyo kamu bermain api lagi , kalau kebakaran bagaimana ? "


Melihat wanita tua itu , satpam bergegas menghampiri dan menegur .


" Anu , wanita tua itu membakar uang kertas ! "


Tiba - tiba Diana melihat sesuatu yang membuat dia tersentak ketakutan sampai bibirnya berwarna ungu . Malam yang gelap gulita di sebuah taman yang terbengkalai , kemudian melihat seorang wanita tua membakar uang kertas , bukankah itu menakutkan ?


" Sebentar lagi aku pergi , sebentar lagi ! "


Nenek itu menundukkan kepalanya dan melihat ke belakang , kemudian dia tidak meneruskan membakar uang kertas itu , sebaliknya , dia malah bergumam pada dirinya sendiri , " Jalan yang ditempuh orang mati tidak dekat dengan dengan orang asing , orang asing jangan mendekat ! "


Tidak diragukan lagi sikap ini membuat Diana tersentak kaget , kemudian dia langsung buru - buru menarik lengan Jansen untuk pergi . Namun petugas keamanan hanya memaki wanita tua itu dan mengabaikannya , lalu membawa Jansen dan Diana berjalan maju .


" Kakak , menurut Kakak apakah wanita tua barusan itu hantu ? " Setelah berjalan jauh , Diana berbisik .


Jansen tersenyum dan menggelengkan kepalanya , " Tentu saja bukan hantu , mana mungkin dia hantu ! "


" Iya , meskipun wanita tua itu agak tidak waras , tetapi dia bukan hantu . Jadi waktu itu putranya tenggelam ketika sedang berenang di tepi laut , maka daripada itu tiap malam dia selalu membakar uang kertas , kita semua sudah tidak aneh lagi ! " jawab petugas keamanan yang berada di depan .


Senyuman Jansen berubah menjadi cibiran . Sebenarnya sudah dari lama dia mengetahui kalau wanita itu bukanlah hantu , melainkan satpam itu , karena kaki hantu tidak bisa menyentuh tanah .

__ADS_1


Keduanya mengikuti penjaga keamanan masuk ke dalam hutan , pepohonan di sekitar mereka menjadi lebih rindang .


Tetapi saat mereka berjalan , penjaga keamanan itu tiba - tiba menghilang , seolah menyatu dengan kabut !


__ADS_2