Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 878. Reinkarnasi


__ADS_3

"Seharusnya aku yang bertanya siapa kamu!"


Jansen berkata dengan sinis.


"Aku ... aku bernama Denta. Ibuku sudah menghilang. Aku sedang mencari ibuku!"


Anak kecil itu tiba-tiba menangis, membuat orang merasa sangat kasihan dengan dirinya.


Dia sepertinya sama sekali tidak tahu bahwa dia sendiri sudah mati. Dia hanya merasa wanita di atas ranjang itu seperti ibunya, sehingga dia pun terus mengganggu wanita itu.


"Jika kamu terus mengikuti dirinya. Dia bisa mati!!"


Meskipun dia hanya seorang anak kecil, Jansen tetap berterus terang, "Kamu terus saja mengganggu bibi ini. Sepertinya, bibi ini sangat mirip dengan ibumu. Apa kamu menyukai bibi ini?"


"Suka!"


Anak kecil itu mengangguk.


"Kalau kamu memang suka, lepaskan dirinya. Kamu jangan terus mengikuti dirinya. Dia bisa saja mati!" Jansen berkata, "Lagi pula, kamu sendiri sudah mati. Kamu seharusnya pergi reinkarnasi. Di kehidupan berikutnya, kamu dapat terlahir kembali menjadi seorang anak kecil yang ceria. Saat itu, kamu juga akan punya ibu sendiri!"


"Apa aku sudah mati?"


Anak laki-laki itu menundukkan kepalanya dan tampak kecewa.


"Kematian adalah permulaan dari suatu kehidupan baru, pergilah!"


Jansen menunjuk ke Kompas Leluhur, cahaya bersinar makin terang. Kemudian, sebuah pusaran pun muncul di Kompas Leluhur itu.


"Aku sudah paham. Aku harus pergi reinkarnasi terlebih dahulu agar dapat memiliki seorang ibu. Terima kasih, Kakak!"


Anak kecil itu mengangguk kepada Jansen lalu terbang menuju ke dalam pusaran pada Kompas itu dan menghilang dengan perlahan.


Suhu di dalam ruangan sudah tidak begitu dingin lagi. Jansen duduk di kursi karena kelelahan setelah mengerahkan begitu banyak Profound Qi untuk menunjukkan jalan reinkarnasi kepada anak kecil itu.


Jansen memang terlihat seperti membuka pusaran menuju jalan reinkarnasi, tetapi sebenarnya itu hanya semi reinkarnasi. Dengan kekuatan Profound Qi yang dimiliki Jansen sekarang, Jansen masih belum mampu membuka jalan reinkarnasi yang sebenarnya.


"Aku tidak menyangka bahwa ternyata Profound Qi yang dimiliki masih belum mencukupi meskipun sudah menguasai Teknik kaisar manusia Tingkat Kelima!"


"Walaupun Teknik kaisar manusia dapat meningkatkan kekuatan Profound Qi yang aku miliki, kecepatannya masih belum mencukupi, kecuali aku menemukan buah jujube kulit tipis seperti saat itu!"


Jansen menggelengkan kepalanya dengan pasrah karena dia tahu bahwa harta Karun seperti itu sangat sulit ditemukan. Jansen lalu berteriak kepada orang di luar, "Aku sudah tidak apa-apa, masuklah!"


Mendengar suara itu, Elena dan yang lainnya pun buru-buru masuk ke dalam ruangan.


"Dokter Jansen, bagaimana keadaan istriku?"


"Dia sudah tidak ada masalah lagi. Aku akan membuatkan dua jenis resep untukmu. Dia hanya perlu merawat kesehatan dengan baik setelah pulang ke rumah nanti. Sekarang, dia sudah boleh keluar dari rumah sakit!"


"Terima kasih, Dokter Jansen!"


Saat Jansen berbicara, wanita yang terbaring di tempat tidur itu sudah membuka matanya.

__ADS_1


Elena melihat hal itu dan makin memercayai perkataan Jansen.


Setelah itu, mereka pun mengurus administrasi keluar rawat inap. Paman Randy dan Monica membawa wanita itu pulang ke rumah.


Jansen dan Elena masih beristirahat di ruang perawatan.


Elena menatap Jansen yang terlihat kelelahan. Elena pun merasa sedih karena suaminya sendiri kembali membantu dirinya menyelesaikan masalah ini.


Kalau saja Jansen tidak menolong bibi Elena, paman Elena belum tentu bersedia mengakui Elena sebagai keponakannya.


Elena menunggu Jansen dengan tenang. Setelah satu jam berlalu, Jansen akhirnya membuka matanya.


"Jansen!"


Elena berteriak dengan cemas.


"Tidak apa-apa, ayo kita pergi melihat foto ibu kandungmu sekarang!"


Jansen tersenyum kepada Elena. Dia tahu bahwa Elena sangat ingin melihat foto ibu kandungnya sendiri.


Di rumah Keluarga Randi dekat pabrik gula.


Paman Randy akhirnya merasa tenang setelah melihat istrinya dalam keadaan baik-baik saja.


"Randy, kamu bilang anak perempuan Alisha sudah kembali?"


Devina yang sedang terbaring di tempat tidur bertanya kepada Paman Randy.


"Randy, kematian adik perempuanmu telah menjadi luka batin bagi dirimu selama ini. Apakah kamu masih menyalahkan anaknya?" Devina berkata sambil mengerutkan kening.


"Nah, saat pertama kali aku mendengar kabar ini, aku sebenarnya masih sangat membenci dirinya. Namun, setelah dipikir-pikir, masalah ini memang sama sekali tidak ada kaitan dengan dirinya!"


Paman Randy berkata demikian sambil menggelengkan kepala.


"Ayah, jadi kakak cantik itu adalah kakak sepupuku? Kalau begitu, siapa itu Dokter Jansen?" Monica pun bertanya sambil mengerutkan kening.


"Dia sepertinya adalah kakak iparmu!"


"Aduh, kenapa Dokter Jansen malah sudah menikah?"


Monica sangat terpukul mendengar hal ini. Wajahnya sangat masam. Dia pun hanya bisa terdiam.


"Randy, di mana sertifikat tanah itu disimpan?"


Saat itu, beberapa orang masuk ke dalam rumah. Mereka adalah Reno sekeluarga dan Tuan Alvin.


"Sertifikat tanah apa yang kamu maksud?"


Paman Randy mengerutkan kening.


"Jangan berpura-pura lagi! Tanah pabrik gula! Kalau kamu tidak bersedia menjualnya, kamu tetap harus menjualnya. Kamu bersikukuh ingin menguasai tanah itu dan terus membuat hidup kami menderita!"

__ADS_1


Reno berkata dengan marah. Sebelumnya, dia sudah mencari sertifikat tanah itu di seluruh tempat di dalam pabrik gula, tetapi tetap tidak dapat menemukan sertifikat tanah itu.


"Reno, aku sudah tahu sejak dulu bahwa kamu memang memiliki niat buruk. Aku sudah mengatakan tanah ini tidak untuk dijual!"


Paman Randy menggerutu. Sebenarnya, Paman Randy sudah tahu tentang masalah ini. Namun, karena masih ingin menghargai sepupunya itu, Paman Randy tidak mengatakan apa pun di depan orang-orang.


"Randy, kenapa kamu masih bersikeras ingin menguasai tanah itu dan tidak mau melepaskannya? Tanah itu bisa dijual dengan harga puluhan juta. Kamu bisa menggunakan uang hasil penjualan tanah untuk membeli sebuah rumah. Kamu hanya perlu bergantung hidup pada bunga deposito bank. Itu sudah cukup untuk menafkahimu seumur hidup!"


Reno merasa sangat kecewa, "Coba lihat dirimu! Kamu hanya mendapatkan penghasilan lima hingga enam ribu yuan per bulan dengan menjadi sopir Taksi. Kamu bahkan kesulitan membayar biaya pengobatan istrimu. Anak perempuanmu juga terpaksa bekerja di tempat hiburan. Kalaupun kamu tidak memikirkan dirimu sendiri, kamu seharusnya memikirkan anak dan istrimu!"


Setelah terus dibujuk, raut wajah Paman Randy pun berubah. Dia mulai terlihat ragu-ragu.


Monica yang melihat hal ini tidak ingin ayahnya mendapatkan paksaan terus-menerus. Monica buru-buru berteriak, "Paman Ketiga, kami mengandalkan tenaga sendiri untuk mencari nafkah. Pekerjaan kami juga bukan pekerjaan memalukan. Lagi pula, kami masih punya pabrik gula!"


"Pabrik gula? Kalian sudah tiga tahun tidak menerima pesanan dari pelanggan. Pabrik gula kalian sudah tidak tertolong lagi!"


Reno mencibir, "Pabrik gula besar di kawasan industri sana akan menghancurkan usaha pabrik gula kalian hingga bangkrut!"


"Paman Randy, biar aku beritahu kamu, pabrik gula besar itu adalah hasil kerja sama antara Tuan Alvin dan ayahku. Kami memang telah merebut pelanggan kalian!" Nelly menimpali.


"Kalian ini... "


Raut wajah Paman Randy berubah drastis. Paman Randy sama sekali tidak menyangka bahwa Reno yang tumbuh besar bersama dengannya sejak kecil malah diam-diam menusuknya dari belakang.


Alvin pun ikut berbicara, "Paman Randy, pabrik gula kalian adalah warisan dari generasi sebelumnya. Situasinya sekarang hampir mendekati bangkrut. Kamu lebih baik jual saja tanah itu agar dapat mempertahankan pabrik gulamu itu. Dengan demikian, kamu juga dapat mempertanggungjawabkannya kepada para leluhur!"


Saat ini, Paman Randy dan Monica pun terdiam.


Nelly terus membujuk mereka berdua karena tahu mereka berdua sedang ragu-ragu. Nelly lanjut berkata, "Paman Randy, kamu tidak perlu bersikap keras kepala terhadap kami. Aku beritahu kamu, asalkan Tuan Alvin mengeluarkan perintah, semua orang di Kota Sion tidak akan berani berhubungan bisnis dengan dirimu lagi. Kamu terpaksa terus menjadi seorang sopir Taksi dan Monica juga hanya bisa menjadi tukang pijat kaki di tempat refleksi. Apakah kamu ingin melewati seumur hidupmu seperti ini?"


Monica yang sudah tidak sabar lagi akhirnya berkata dengan marah, "Nelly, kami adalah kerabatmu. Kamu tidak boleh kejam seperti itu! Dasar wanita ******!"


"Kamu boleh saja memakiku sesuka hatimu. Di tengah masyarakat zaman sekarang, semua membutuhkan uang dan relasi. Lagi pula, kalian juga tidak akan sanggup melawan kami. Kalian mau jual atau tidak sekarang?" Nelly berkata dengan acuh tak acuh.


"Kalian tidak perlu menjualnya. Aku akan menanamkan modal sebesar 30 juta yuan di pabrik gula ini!"


Saat itu, Jansen datang bersama dengan Elena.


Investasi senilai 30 juta yuan?'


Reno dan Nelly sontak terkejut mendengar ucapan itu. Saat wajah orang yang berbicara itu terlihat jelas, Reno dan Nelly pun langsung tertawa keras.


"Aku heran siapa itu yang begitu hebat, ternyata yang datang adalah seorang penipu!"


Nelly tampak tidak percaya: sedikit pun. Jansen bahkan tidak rela mengeluarkan uang 500 yuan, sehingga Nelly merasa bahwa Jansen hanya sedang membual.


"Apa nama pabrik gula milik keluargamu?"


Jansen pun bertanya.


"Pabrik Gula Sun Diamond, memangnya kenapa? Jika kamu ingin mencari tahu tentang kami, aku akan memberitahumu. Pabrik gula keluarga kami memiliki nilai jual sebesar 30 juta yuan sesuai harga pasar sekarang. Uang sebanyak ini tidak mungkin kamu miliki seumur hidupmu!" Nelly berkata dengan arogan, "Awalnya, aku mengira kamu adalah anak keluarga kaya, tetapi ternyata kamu hanyalah pria miskin. Kamu memang pandai berpura-pura. Kamu bahkan punya kartu kredit jenis Black Card. Siapa yang mengajarimu cara seperti itu?"

__ADS_1


__ADS_2