Jansen Scott, Menantu Terbaik

Jansen Scott, Menantu Terbaik
Bab. 491. Elena Kembali Dari Dinas!


__ADS_3

Veronica tidak tahu bahwa ramuan ini adalah rahasia negara. Keluarga Woodley diam-diam mengambilnya dari negara. Hal ini pula yang memicu kejadian tadi. Tak hanya itu, Michelle dan kawan-kawan yang merupakan bawahan Jansen, juga dipecat karena ramuan tersebut.


Tuan Hilton dan mereka semua pun mengikuti Jansen pergi dari tempat itu. Mereka semua juga semakin hormat dengan Jansen.


Mereka semakin menghargai Jansen bukan karena telah berhasil menemukan barang yang telah hilang itu, tetapi karena Jansen memiliki keterampilan medis, ilmu bela diri dan menguasai Teknik metafisika yang sangat baik. Kelak Jansen pasti akan menjadi orang berpengaruh.


Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju ibukota.


Di dalam mobil, Tuan Hilton berkata dengan tersenyum, "saudara Jansen, terima kasih atas bantuannya tadi. Sebagai ungkapan terima kasih, ini ada cek untukmu!"


Jansen melihat sekilas cek yang bertuliskan nominal seratus juta yuan. Dia menggelengkan kepalanya, "Tuan Hilton, kita ini berteman baik, tidak enak kalau sampai harus berbicara tentang uang!"


"Kamu benar!"


Tuan Hilton dengan cepat menarik kembali cek itu, tetapi hatinya pun sangat senang


Jansen lebih mementingkan teman daripada uang.


"Saudara Jansen, apa rencanamu di ibukota ke depannya?"


Tuan Hilton berniat membantu Jansen untuk mempererat hubungan persahabatan mereka berdua.


" kami sepertinya akan membuka klinik tidak lama lagi!"


"Bagus juga buka klinik, masyarakat juga akan sangat terbantu dengan keterampilan medis saudara Jansen. Apa saudara Jansen tertarik untuk berbisnis?"


"Aku punya satu perusahaan produk teh herbal."


Mendengar ini, Tuan Hilton segera menatap Kenzo. Dia bermaksud membantu Jansen dan mencari tahu terlebih dahulu apakah perusahaan mereka ada yang memproduksi teh herbal.


Namun, perusahaan Tuan Hilton lebih banyak bergerak di bidang hiburan dan real estate, sedangkan untuk produk minuman pun sangat sedikit.


"Saudara Jansen, kalau butuh pakaian, makanan, rumah atau mobil, jangan sungkan, bicarakan saja!"


Karena Tuan Hilton tidak bisa membantu bisnis teh herbal Jansen, dia mencari cara lain untuk membantu Jansen.


"Aku sudah punya rumah, pakaian sudah cukup, kalau makan aku sih terserah, sepertinya semua sudah lengkap!"


"Apakah sudah punya mobil?"


"Kalau mobil aku belum punya!"


Jansen sedikit bingung karena mobilnya sendiri masih ditinggal di Kota Asmenia, sedangkan SIM-nya juga sudah dicabut dan dia belum mengikuti ujian SIM lagi.


"Begini saja, anak perusahaan grup kami kebetulan menjadi distributor tunggal mobil Mercedes Benz. Aku akan menyuruh mereka bekerja sama dengan perusahaan teh herbal kamu saja. Sekalian juga, kamu pergi beli beberapa mobil, bagaimana?"


Tuan Hilton, "Di ibu kota ini tidak nyaman hanya mengandalkan tranportasi umum, akan repot kalau harus bepergian, kalau sekeluarga pakai mobil tentu lebih nyaman."


"Benar juga!"


Jansen teringat Elena yang bolak balik Rumah Miller dan rumah komunitas. Saat itu, mereka sering menggunakan transportasi umum dan membuang banyak waktu di jalan raya. Karena itu, dia merasa lebih baik membelikan mobil untuk Elena.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, semua orang akhirnya tiba di ibukota dan orang yang menyambut pun telah menunggu mereka semua.


"Tuan Hilton!"


Orang-orang berpakaian rapi ini menyapa Tuan Hilton. Mereka semua adalah pimpinan perusahaan yang dimiliki oleh Tuan Hilton.


"Ini aku perkenalkan, Tuan Jansen. Kalian ingat, aku dan dia itu sama kedudukannya. Kalau perusahaan dia mau kerja sama dengan kalian, maka kalian harus selalu setuju tanpa syarat!"


Tuan Hilton menunjuk ke arah Jansen dan berpesan kepada orang-orang itu.


"Baik, Tuan Hilton!"


Pimpinan perusahaan dengan cepat mengangguk dan menatap Jansen dengan terkejut.


Mereka harus selalu setuju dengan permintaan Jansen. Dia berpikir Jansen pasti orang yang berpengaruh.


Jansen tentu saja adalah orang yang berpengaruh karena Tuan Hilton yang berstatus Vajra Agung di ibukota begitu hormat dengannya.


"Oh ya, hubungi kantor pusat distributor Mercedes Benz. Bilang ke mereka kalau ada orang yang mau bekerja sama. Ingat layani dengan ramah!"


Tuan Hilton sekali lagi memandang salah satu orang pimpinan dan berpesan serius, "Ingat, layani dengan ramah!"


"Baik, saya mengerti!"


Pimpinan itu tahu maksud Tuan Hilton.


Jansen menyapa Tuan Hilton lalu pergi. Dia merasa serba salah karena perusahaan teh herbal miliknya sama sekali tidak punya keterkaitan langsung dengan bidang otomotif sehingga tidak mungkin bisa bekerja sama dengan mereka.


Jansen tentu saja paham niat baik Tuan Hilton yang ingin mempererat hubungan persahabatan mereka berdua.


Telepon berdering dan itu adalah panggilan dari Elena.


"Elena, kamu sudah pulang dari dinas!"


Jansen sangat senang.


"Jansen, apa kamu punya waktu?


"Aku akan segera ke sana!"


...


Di lain tempat pada saat ini Veronica dan yang lainnya baru saja kembali ke ibukota melalui jalan tol. Mereka semua hanya tersisa lima orang dan semuanya mengalami cedera.


Robinson tampak murung karena anggota Tim serigala Neraka sudah gugur semua. Kalau saja Jansen tidak menolongnya, maka dia sendiri pun sudah mati.


"Robinson, apakah tempat kejadian tadi sudah dibersihkan?" Veronica tiba-tiba bertanya.


"Tempat itu sudah dibersihkan!"


"Oke, ingat, masalah ini tidak boleh disebarkan ke orang lain. Aku akan transfer uang kalian nanti ke rekeningmu!"

__ADS_1


Mendengar ini, Robinson tersenyum masam. Dia satu-satunya orang yang tersisa di Tim serigala Neraka. Apa gunanya lagi nama tim ini?


"Aku tahu kamu akan pensiun, tapi keluarga rekan-rekanmu yang telah meninggal juga butuh uang ganti rugi!"


Veronica ternyata memiliki wibawa yang besar saat dirinya tidak marah-marah.


"Nona Veronica benar!"


Robinson mengangguk, "Hah, Tim serigala Neraka telah melewati banyak rintangan. Tak disangka, sekarang tim ini sudah tidak ada lagi. Kalau bukan karena bantuan Jansen, aku tidak tahu bagaimana lagi!"


Veronica dapat memahami suasana hati Robinson. Faktanya, Veronica sendiri juga sangat terpukul hari ini.


"Aku awalnya berpikir dia hanya seorang dokter!"


Amanda juga menghela napas. Saat memikirkan kejadian tadi, Amanda semakin galau.


Sebenarnya, Amanda tidak rela memanggil Jansen dengan panggilan "bos' karena statusnya sebagai keturunan keluarga elit membuat kedudukannya dengan orang biasa tentu berbeda.


Namun, hari ini Jansen telah memberinya sebuah pelajaran bahwa untuk bisa menjadi seorang bos harus disertai dengan kemampuan yang mumpuni.


Lantas apakah Amanda telah bersedia sepenuh hati menjadi anak buah Jansen?


Veronica juga sedang galau.


Veronica tidak menyangka Jansen adalah orang yang sangat hebat. Dengan kondisi sekarang, kakaknya sepertinya sulit untuk menang


Namun, Veronica juga merasa lucu karena orang-orang Keluarga Miller menganggap Jansen ini pecundang dan bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya.


Dengan berbekal keterampilan medis, Teknik metafisika, ilmu bela diri yang sangat mumpuni, orang seperti Jansen pasti akan sukses besar di ibukota.


Kelihatannya, Veronica yang memiliki status empat wanita tercantik di ibukota ini benar-benar menyukai Jansen.


Elena dan dua orang lainnya berdiri di depan Plaza.


Ketiga orang wanita muda ini berdiri dengan latar pemandangan gedung yang indah sehingga semakin menarik perhatian orang yang lalu-lalang


Khususnya Elena, yang mengenakan rok motif bunga dengan kaki panjang yang putih dan indah, sungguh memesona.


Di sebelahnya ada Naomi yang meskipun berparas cantik, tapi masih kalah dibandingkan Elena.


Seorang wanita lagi berusia sekitar tiga puluh tahun dan berparas biasa, tetapi penampilannya modis seperti anak orang kaya pada umumnya.


Dia adalah Agnes, kakak sepupunya Elena di keluarga Miller.


"Elena, kamu jarang cepat pulang kerja, tapi malah buang waktu menunggu pecundang itu!"


Agnes yang memakai kacamata hitam besar, merasa sangat kesal.


Sejak Elena berhasil membantu Keluarga Miller bekerja sama dengan Grup Aliansi Bintang, orang-orang Keluarga Miller mulai bersikap baik kepada Elena dan pandangan mereka terhadapnya pun sudah berubah.


Mendengar kabar Elena pulang dari perjalanan dinas, Agnes pun segera datang menyambut Elena dan ingin membangun hubungan baik dengannya.

__ADS_1


"Aku dan Jansen sudah beberapa hari tidak bertemu, wajar bila aku ingin bertemu dengannya segera!" Elena berkata pelan dan menahan emosinya.


Elena akan balas bersikap baik terhadap orang yang bersikap baik dengannya, tetapi tidak bila berhadapan dengan orang yang keras dengan dirinya. Karena orang-orang Keluarga Miller mulai bersikap baik kepada dirinya, maka dia pun sulit untuk marah atau emosi kepada mereka.


__ADS_2