
setelah kelas usai Zahra menelpon pak Joko supir yg bertanggung jawab untuk mengantar jemput Sandra dan Rissa...
ya selama sandi dan Wulan mengurus masalah Zaskia.. semua anak Wulan berada di rumah Zain...
Zain merasa bahagia rumah yg biasa sepi kini ramai berkat kelima ponakannya.. Zahra juga merasa senang bisa mendapat teman selain Fahry...
" hallo pak... apa Sandra dan Rissa sudah pulang..." tanya Zahra..
" sudah nyonya.. mereka baru sampai rumah..." jawab pak Joko...
" baiklah pak kali begitu..." kata Zahra..
Zahra sedang mencari taksi online tapi dia di kejutkan dengan sebuah mobil BMW X5 yg berhenti di depannya...
" butuh tumpangan nyonya...." kata Zain tersenyum...
" mas..." kata Zahra..
" ayo dek... kamu masuk.." ajak Zain..
Zahra pun masuk dan mencium tangan Zain kemudian Zain mencium kening Zahra.. kini Zain membawa mobil menuju ke supermarket besar...
" loh mas kok kita ke supermarket... " tanya Zahra..
" maaf ya.. aku lupa tidak bilang padamu.. nanti malam client beserta istrinya aku undang makan malam.. dan aku ingin kamu yg memasak nya sayang...." terang Zain..
" tapi aku hanya bisa masakan kampung mas..." kata Zahra..
" tak masalah... itu pun sudah cukup..." kata Zain lagi..
kini Zahra pun turun bersama Zain.. Zahra mengambil dompet dan hp nya dan meninggalkan tas nya di mobil...
kini mereka sedang memilih belanjaan... Zain hanya mendorong troli karena Zahra yg sibuk memilih bahan..
tak lama hp Zahra berdering... Zain pun mengangkat nya...
" hallo..." kata Zain..
" ayah.. kenapa hp Zahra di ayah..." tanya Fahry..
" kenapa memangnya..." tanya Zain..
" huh ku kira Zahra hilang.. eh taunya di culik om om..." kata Fahry..
" biarin.. udah pulang gak usah main dan bilang ke semua sepupumu.. nanti kita akan makan malam bersama client ayah..." perintah Zain...
". siap yah.. eh ya jangan lupa beli jeruk dan kiwi ya soalnya persediaan di kulkas habis di makan Rissa dan Ardan.." kata Fahry..
"iya... iya..." jawab Zain..
Zain menutup telpon dan mencari keberadaan Zahra yg sudah tak terlihat... saat berada di tempat sayur.. Zain melihat Zahra sedang ngobrol dengan seorang pria...
Zain merasa cemburu saat melihat Zahra bisa tersenyum bersama laki laki itu.. Zain pun mendekatinya..
" khem.. khem..." deheman Zain...
Zahra menoleh pada Zain.. dan pria itu tersenyum melihat kedatangan Zain...
Zahra menaruh sayurannya ke dalam troli..
__ADS_1
" Zahra ini om kamu ya..." tanya crish..
" om..." kata Zahra..
" iya kata anak anak.. kamu tinggal bersama om kamu.." kata crish lagi..
Zain mengepalkan tangannya dan wajahnya memerah menahan kesal.. Zain menatap crish dengan tatapan tajam..
" oh bukan pak... " jawab Zahra..
" trus ini siapa.. " tanya crish..
Zain ingin lihat bagaimana Zahra mengenalkannya....
" ini adalah suami Zahra pak.. sebelum kuliah Zahra sudah menikah..." kata Zahra..
" suami..." kata crish kaget....
" iya pak... mas perkenalkan ini dosen ekonomi kami pak crish Alghifary..." kata Zahra..
" salam kenal.. daya suami Zahra.. zainudin Nawawi.. panggil Zain saja..." kata Zain mengulurkan tangan..
" iya salam kenal.." kata crish kikuk..
crish tak menyangka, dia akan mengetahui fakta jika Zahra sudah menikah dengan Zain, yg terkenal sebagai pengusaha yg sukses...
" baiklah kalau begitu... saya pamit karena masih ada keperluan.." kata crish pamit..
" baiklah sampai jumpa lagi.." jawab Zain..
Zahra langsung melihat Zain yg memasang wajah datar.. ia tau kalau suaminya sedang berada di mood yg tak baik...
tak lama hp Zain berdering tertera nama Wulan di layar..
" iya dek ada apa.." tanya Zain..
" kak.. mungkin nanti malam kami sudah kembali ke Jakarta.." kata Wulan..
" baiklah.. dan nanti malam kamu juga ikut makan malam saja.. " kata Zain..
" baiklah kak.. sampai jumpa nanti malam.." kata Wulan..
" ya dek.. wassalamu'alaikum.." kata Zain..
" waalaikum salam.." jawab Wulan..
" mas ayo kita ke kasir..." ajak Zahra..
kini Zahra bersama Zain berada di kasir.. setelah membawa belanjaannya ke mobil Zain mengajak Zahra ke butik milik Wulan...
" lho mas kita kok ke sini sih..." kata Zahra..
" kita akan cari baju muslim buat kamu.. biar mereka semua tau siapa istri zainudin Nawawi..." kata Zain..
" tak usah ya.. baju yg nas belikan kemaren saja belum Zahra pakek.. boros mas..." protes Zahra..
" baiklah terserah kamu.." kata Zain..
Zain menghubungi asistennya untuk membeli semua baju muslim yg ada di butik Wulan yg seukuran tubuh Zahra..
__ADS_1
Zain merasa istrinya terlalu berhemat bahkan walk in closet saja masih kosong.. Zahra di bantu bik Menik untuk memasak.. sedang Zain sudah bergabung bersama semua keponakan nya dan putranya untuk menonton film...
tak terasa waktu sore datang.. asisten Zain sudah datang bersama semua baju yg di pesan.. Zain memerintahkan untuk mengatur baju itu di walk in closet...
Wulan dan Sandy juga baru datang.. sandi sebenarnya penasaran dengan istri zain.. karena dia tak bisa datang saat pernikahan kemarin akibat kasus Zaskia..
" assalamualaikum semua.." salam Wulan masuk bersama sandi..
" waalaikum salam..." jawab semuanya..
" mama... papa..." teriak Sandra dan Rissa..
kini Sandra dan Rissa memeluk sandi dan Wulan erat.. Zahra yg mendengar teriakan dari dua gadis itu pun keluar dari dapur... Zahra melihat Wulan yg datang bersama sandi..
" maaf bung.. kemarin waktu nikah aku tak bisa datang..." kata sandi memeluk Zain..
" tak masalah.. lagian kami cuma nikah sederhana saja.." kata Zain..
" mana nih kakak ipar yg berhasil menundukkan seorang Zain..." tanya sandi..
Zahra datang membawa minum untuk sandi dan Wulan.. sandi kaget melihat seorang gadis yg umurnya sama dengan Fahry..
" ini keponakan mu atau sepupu mu.. ma.." tanya sandi pada Wulan..
" mas.. ini Zahra Annisa istri kak Zain.." kata Wulan..
" apa.. istri Zain..." kata sandi kaget..
" hei adik ipar... yg sopan.." kata Zain melempar bantal pada sandi..
" sejak kapan kamu jadi pedofil Zain.." kata sandi tertawa..
" dek itu mulut suamimu minta di tabok ya..." kata Zain
" mas ih.. kok gitu sih..." protes Zahra yg duduk di sebelah Zain..
" wih.. kalian beda berapa tahun.. aku yg beda 15th aja pusing.. " kata sandi..
Wulan memukul lengan sandi akibat ucapannya.. Wulan tak menyangka Zain membahas perbedaan umur..
" sakit sayang..." protes sandi..
" makanya jangan asal ngomong.. dasar..." kata Wulan..
" kami berbeda 20th..." kata Zahra..
.
.
.
mampir ke novel SINGLE MOTHER ya
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih