Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
prahara Cinta


__ADS_3

Aisyah ingin membicarakan tentang Hadi, tapi dia binggung mau mulai dari mana. sedang Jacob menyadari perubahan sikap Aisyah.


"ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Jacob.


"sebenarnya aku ingin mengatakan jika aku mengenal kak Hadi Pradipta saat kuliah dulu, dan-" kata Aisyah menggantung.


"dan dia dulu pernah memintamu untuk menikah tapi menunggu dia sukses, tapi kamu memilih tidak menerimanya, kemudian pulang ke Bali, benarkan?" tebakan Jacob.


"bagaimana mas tau?" binggung Aisyah.


"sebenarnya tadi dia sedikit menceritakan tentang wanita yang dia cintai, dia memanggilmu samudera kan, itulah mas mulai curiga, tapi mas bersyukur kamu mau terbuka pada mas," jawab Jacob.


"mas suamiku, tak seharusnya aku menyembunyikan apapun darimu, maaf atas kesalahan ku dulu," kata Aisyah.


"tentu, aku sangat mencintaimu jadi sekarang tak akan ada rahasia di antara kita," kata Jacob.


sedang di sekolah ketiga gadis itu sedang memutuskan untuk makan di mana, tapi sayang tiba-tiba ponsel Violla berbunyi.


"ya Daddy, ada apa?" tanya Violla pada Ardan.


"baiklah, aku dan kedua temanku akan ke sana, tunggu ya, oh ya Daddy ingin di bawakan sesuatu?" tanya Violla lagi.


"tentu, aku akan membawakan nya untukmu," jawab Violla.


sedang Icha masih sibuk dengan ponselnya. Kayla pun penasaran dan bertanya, "kenapa vio?".


"aku harus ke perusahaan Shiddiq Grub, oh ya Daddy ingin berkenalan dengan kalian, ayo ikut tapi kita beli makan siang dulu," kata Violla.


"baiklah, tapi Daddy mu minta apa di bawakan makanan apa?" tanya Icha.


"nasi Padang, ngomong-ngomong kalian tak menjengguk Chintya," tanya Violla.


"mungkin nanti malam, ya jika kami punya waktu luang pasti kami akan menjenguknya," jawab Kayla.


mereka pun mengemudikan mobil sendiri-sendiri, mereka berhenti di rumah makan setelah itu baru menuju gedung Shiddiq Grub.


mereka langsung parkir di basment, Violla pun mengajak mereka langsung menuju ruangan CEO.


Icha sudah punya perasaan tak enak, benar saja sebelum masuk ruangan CEO mereka melewati pantry khusus.


Icha melihat Altaf yang sedang melakukan adegan tak sepantasnya, tak di duga seseorang menghalangi pandangan mata Icha.


"jangan di lihat, lebih baik kamu masuk bersama Kayla dan vio," kata Abimana.

__ADS_1


tapi saat Icha akan pergi, dia malah melihat Altaf mendorong sekertaris wanita itu, Altaf bahkan memaki sekertaris itu.


Altaf tak suka di sentuh oleh wanita manapun, baginya terasa menjijikkan, bahkan Altaf langsung pergi ganti baju.


Altaf langsung menarik tangan Icha untuk mengikutinya, sedang Abimana pun memilih masuk ke ruangan Ardi.


di ruangan Altaf, Icha di dudukkan di kursi milik Altaf, sedang Altaf mengurungnya sambil menatap Icha tajam.


"kenapa kamu berduaan dengan Abimana, kau menyukainya jawab!" bentak Altaf.


"apa maksudmu, aku hanya bertemu dengannya, dan aku sedikit sedih saat kau bisa berdekatan dengan wanita seksi tadi, kau sepertinya menyukainya," jawab Icha sambil mendorong Altaf.


"kau tau keadaan ku, bagaimana kau bisa berpikir seperti itu," jawab Altaf yang langsung menarik Icha kepelukannya.


untuk sejenak Icha lupa dengan keadaan Altaf, Icha pun berontak dan langsung menampar pipi Altaf dengan keras.


"aku bukan wanita murahan, hingga kau bisa menyentuhku," jawab Icha.


"tapi aku tunangan mu, dan jadi kewajiban mu membantuku untuk sembuh," jawab Altaf.


"kau pria menyebalkan Altaf," teriak Icha.


saat akan keluar ternyata sudah ada Ardi yang berdiri di depan pintu ruangan Altaf. Icha pun terdiam melihat Ardi.


"kalian berdua ikut saya ke ruang rapat, sekarang," kata Ardi.


Ardi meminta kedua nya duduk, "jadi apa yang kalian ributkan tadi, suara kalian terdengar hingga keluar ruangan," kata Ardi


"maaf om Ardi, ini hanya salah paham, aku tak sengaja melihat kak Altaf sedang di goda sekertaris nya, dan aku kesal melihatnya, maka dari itu aku meluapkan emosi ku," bohong Icha.


"benar Altaf?" tanya Ardi.


"iya Daddy, aku sudah mencoba membujuknya dan menjelaskan tapi kami malah saling berteriak," jawab Altaf.


"ya Tuhan, Altaf kamu harus menjaga perasaan Icha, karena Daddy tak ingin calon menantu Daddy menangis, dan Icha kamu harus kuat mendampingi Altaf ya," kata Ardi.


"baik om," jawab Icha.


"iya Daddy," jawab Altaf.


ketiga nya pun bergabung dengan Ardan dan Arka yang sudah di ruangan Ardi, bahkan Abimana juga.


Icha memilih duduk di sebelah Ardi dan Altaf, mereka makan siang bersama. Icha bahkan bisa menyembunyikan semuanya di depan semua orang.

__ADS_1


sedang Violla masih terlihat sedikit dingin dengan Ardan, ya Ardan sudah melakukan sesuatu yang membuat putrinya terluka.


meski yang di lakukan Ardan tak salah, tapi Violla tak bisa menerima itu.


malam hari Aisyah sedang berduaan bersama Jacob, hingga dia tiba-tiba ingin makan nasi sambel.


Jacob pun dengan senang hati mengantarkan istrinya itu, Jacob bahkan rela antri demi istrinya itu.


Jacob hanya pesan satu, karena kebiasaan Aisyah hanya akan makan sedikit dan Jacob yang harus menghabiskannya.


"sayang. pelan-pelan," kata Jacob.


"mas juga makan, aku suapin ya," kata Aisyah.


mereka pun makan berdua, Jacob terus mengusap perut Aisyah. setelah puas mereka pun memilih berkeliling sebentar.


mereka bahkan sampai di masjid Ampel Surabaya, Aisyah tak mengira jika Jacob membawanya ke sana.


mereka pun memilih ziarah ke makam sunan Ampel, mereka berdua membaca Yasin dan tahlil, serta memohon pada sang pencipta.


setelah itu, Jacob pun mengajak Aisyah memilih beberapa jajanan di sana, mulai dari roti Maryam, gorengan, hingga membeli buah leci. dan melihat beberapa gamis khas timur tengah.


setelah puas berkeliling, Jacob pun menuju ke rumah karena Aisyah sudah tertidur, Jacob akan membuat Aisyah senang agar selalu menjaga mood tetap baik.


mereka sampai di rumah cukup malam, pak Ali sudah membawa semua belanjaan Jacob, sedang Jacob mengendong Aisyah dan menidurkannya.


Jacob bahkan sering membisikkan nama-nama Alloh sebelum tidur pada perut Aisyah. kemudian dia pun ikut tidur dengan memeluk istrinya.


sedang Qia baru menyelesaikan pemotretan yang melelahkan, bahkan dia begitu profesional.


saat akan keluar dari ruang ganti, seorang pria masuk dan meminta semua orang keluar dari ruangan itu.


"mau apa lagi, hubungan kita sudah berakhir, dan berhenti mengangguku," kata Qia yang menghindar.


"kenapa Qia, apa aku melakukan kesalahan, kita bahkan menjalin hubungan saat istriku sudah meninggal," kata pria itu.


"tidak, berhenti di sana, atau aku akan melukai diriku dengan Carter ini," kata Qia mengarahkan Carter itu ke lehernya.


"jangan aku mohon, baiklah aku akan menjauh, tapi aku mencintaimu, kita bisa bicarakan ini," bujuk pria itu.


"tidak perlu, aku tak ingin berurusan dengan mu atau putrimu itu, aku lelah harus terus di teror oleh putri mu itu," jawab Qia histeris.


"aku bisa membujuknya, dia pasti mengerti," kata Ardan.

__ADS_1


"tidak, berhenti di sana, dan mulai saat ini jangan pernah menganggu ku tuan Ardanata, aku dan anda sudah tak punya hubungan apapun, ingat itu!" teriak Qia.


Ardan pun sedih mendengar perkataan dari Qia, Ardan hanya tak menyangka jika teror yang di lakukan Violla bisa membuat Qia begitu membencinya.


__ADS_2