Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_di permalukan


__ADS_3

" pa.. di mana Rissa..." tanya James..


" kamu juga tak tau, seperti nya dia pergi untuk menyelamatkan kedua putra kalian.." kata sandi..


" apa.. dia pergi sendiri..." tanya James..


" ya.. dan kita tak boleh ikut campur.. karena bisa membahayakan kedua putra kalian.." kata Leo..


" tunggu.. apa kalian tau siapa di balik ini semua.. karena anak buah ku juga sudah bergerak .." tanya James..


" sepertinya Syarif..." kata sandi..


" ya Tuhan pria itu... kalau tau begini mending aku langsung membunuhnya kemarin..." kata James frustasi..


" tenanglah.. aku sudah punya lokasi dari Rissa.. tapi kita hanya bisa memantau dari jauh.. karena tak mungkin kita bergerak sembarangan karena bisa membahayakan bagi nyawa mereka bertiga..." kata Leo..


" baiklah aku berangkat menyusul Rissa.. Leo terus kabari lokasi Rissa.." kata James..


" tunggu.. kau tak bisa pergi seperti itu.. kalian harus menyamar.. agar Syarif dan kelompoknya tak mengenali kalian.." kata Leo..


" tentu.. kami semua akan menyamar..." jawab James..


kini James membawa mobil minibus anti peluru.. dan juga dia mulai menyamar sebagai orang biasa...


sedang di kos yg di tempati Rissa.. dia tengah bersiap menemui Aurora di tempat yg sudah di tunjukkan...


kini Rissa sudah sampai di tempat yg di maksud oleh Aurora.. Rissa sedang mencari keberadaan Aurora tapi saat di lobi mall itu.. ada seseorang yg mendorong Rissa hingga jatuh tersungkur..


kemudian Rissa di guyur oleh air.. kini Aurora datang dan mencengkram dagu dari Rissa...


" dasar wanita pembawa si*l.. gara gara kamu aku kehilangan bayiku.. bahkan dia mencampakkan ku seperti sampah..." kata Aurora...


" apa maksud mu... aku tak mengerti..." jawab Rissa..


" tidak usah sok polos.. kau wanita yg bahagia di atas penderitaan wanita lain.. bahkan James bisa membunuh bayi yg ku kandung .." sarkas Aurora..


" itu urusan mu dan James.. kenapa kau melampiaskan semua ini padaku dan juga kedua putraku..." teriak Rissa sambil mendorong Aurora..


" dasar kau wanita sialan..." kata Aurora akan menyerang Rissa..


tak di duga Syarif datang dan menghentikan Aurora dan menamparnya... Syarif marah dengan kelakuan Aurora yg menyakiti Rissa..


" sudah ku bilang jangan melukai nya.. atau tangan dan kaki mu aku patahkan..." bentak Syarif..


" kenapa kau membelanya.. kau juga terluka olehnya.. " jawab Aurora..


" bawah wanita ini dan kurung dia.." perintah Syarif pada anak buahnya...


Rissa masih kaget melihat kedatangan Syarif.. Syarif berbalik dan melihat Rissa yg basah.. Syarif melepas jaketnya dan memakaikan pada Rissa..


" kenapa kau melakukan ini padaku.. apa yg kau inginkan.. lebih baik kau membunuhku..." kata Rissa berteriak..


" aku hanya ingin bersamamu..." kata Syarif...


" berhenti... aku tak ingin bersama siapapun.. aku hanya ingin kedua putraku..." jawab Rissa sambil memukuli dada Syarif...

__ADS_1


" maaf.. tapi ini belum saatnya..." kata Syarif memeluk Rissa..


" kau brengsek bang..." kata Rissa mendorong Syarif hingga pelukan Syarif terlepas..


kini Rissa kembali ke area parkir.. Rissa sudah tak mengerti harus berbuat apa... karena dia tak bisa melihat kedua putranya..


Syarif sedikit luluh saat melihat air mata Rissa.. Syarif mengetuk mobil Rissa.. Rissa membuka kaca mobilnya..


" baiklah kau bisa ikut dengan ku.. tapi aku ingin kau melepas semua hal yg bisa menemukan tempat kita..." kaya Syarif..


" baiklah..." jawab Rissa...


tanpa Syarif ketahui Rissa sudah menelpon leo agar bisa mendengar semua perkataan Syarif pada Rissa...


kini Rissa sedang di periksa apa membawa alat pelacak atau sejenisnya.. setelah itu anak buah Syarif pun pergi..


" tunggu kita akan kemana..." tanya Rissa...


" kita akan menuju rumah yg sudah ku persiapkan untuk kita berdua..." kata Syarif..


dari jauh James bisa melihat Rissa masuk kedalam mobil Jeep yg di bawa oleh Syarif dan anak buahnya..


James memerintahkan untuk mengikuti mereka semua.. mereka menuju ke sebuah desa yg terpencil.. dan menuju ke sebuah hutan...


perjalanan mereka begitu panjang.. dan tak di duga mobil James kehilangan jejak dari mobil yg membawa Rissa...


James memaki semua orang.. dia kebinggungan.. James memutuskan untuk menemui Ardi yg juga sedang berada di daerah itu..


Ardi marah saat melihat kedatangan James.. Ardi langsung memukul wajah James..


James mendorong Ardi.. kini Kevin dan Jhon saling menahan kedua pria itu..


" apa maksud mu.. kesalahan apa.." kata James..


" karena kau membunuh bayi aurora dan sekarang dia ingin membunuh Rissa dan dua putranya.." sarkas Ardi..


" itu kesalahan masa lalu.. dan Rissa sudah di bawa oleh Syarif.." jawab James..


" tunggu.. apa Rissa di bawa Syarif.. di bawa kemana..." tanya Ardi..


" entahlah.. kami kehilangan jejak saat mengikuti mereka masuk ke sebuah hutan.." jawab James..


" jangan jangan.. ah sial..."kata Ardi..


" maksud mu..." tanya James...


" mereka di bawa ke tempat pribadi Syarif.. di sana pengamanannya begitu kuat dan tak mudah di tembus... bahkan di sana juga membuat siapapun yg ingin menerobos akan hilang arah.. dan itu sangat menyulitkan..." kata Ardi..


" apa kamu tak punya petunjuk apapun..." tanya James..


" itu.. hanya ada dua orang yg bisa... Syarif dan Deren..." kata Ardi..


" kita minta tolong pada Deren.. kita tak mungkin berdiam menunggu di sini" kata James..


" baiklah... Kevin jemput Deren dengan helikopter.. dan pastikan kalian cepat kembali..." kata Ardi...

__ADS_1


"baik tuan..." jawab Kevin...


sedang kini Rissa di ajak memasuki ruang bawah tanah.. dan terdengar suara teriakan dari Kirana yg sedang di tampar oleh Aurora...


Rissa yg melihat itu pun berlari dan mendorong Aurora.. Rissa langsung memeluk Kirana yg sudah ketakutan..


" kenapa kau melukainya..." kata Rissa


" diam lah.. dia cuma gadis simpanan Ardi.. bahkan dia tak berharga..." jawab Syarif..


"diam.. dia juga keluargaku..." bentak Rissa...


" kau berani membentakku...", kata Syarif menjambak jilbab Rissa..


Rissa merasa kesakitan atas jambakan Syarif tapi dia tak bisa melepas Kirana yg sudah terluka..


" keluarkan kedua bocah itu..." perintah Syarif..


Rissa yg mendengar perintah Syarif langsung berusaha melihat ke arah suara kedua putranya..


Syarif menyeret paksa Rissa dan kini Rissa bisa melihat kedua putranya yg sedang terduduk menangis sambil tangan terikat..


" kau mau melihat mereka di siksa.." kata Syarif di telinga Rissa..


" jangan aku mohon.. kau bisa menyiksaku.. tapi jangan mereka bertiga..." kata Rissa..


" aku tak bisa melukaimu..." kata tarif melepas jambakan nya.. dan mencengkram lengan Rissa...


" lepaskan jilbabmu dan jaket yg kau gunakan... atau kamu mau melihat gadis itu di lecehkan dan melihat kedua putramu di siksa..." kata Syarif...


Rissa mulai melepas jilbabnya dan berusaha melepas jaketnya.. Syarif melepas cengkraman nya saat Rissa melepas jaketnya ternyata Rissa mengunakan kaos lengan panjang..


tak di duga Syarif merobek lengan kaos yg di gunakan Rissa..Syarif mencengkram dagu Rissa..


" kau begitu cantik ternyata... pantas pria brengsek itu begitu melindungimu..." kata Syarif..


" aku mohon lepaskan mereka.. aku sudah menuruti semua keinginanmu..." kata Rissa..


plak... tamparan mendarat di pipi Rissa dengan keras..


" mommy..." teriak Ken dan Lui..


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


__ADS_2