Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ jahat


__ADS_3

kini semua orang berkumpul.. semua mengikuti sholat jenazah.. setelah itu kini keranda sudah di angkat oleh sandi. Surya. Azka dan Rafi.. dan bergantian selama ustadz membacakan doa...


setelah itu keranda Bu Mala di masukkan ke dalam mobil jenazah... iring iringan mobil pun mendapat pengawalan dari kepolisian..


mereka sampai di makam keluarga as Shiddiq.. makam Bu Mala berdampingan dengan makam suaminya...


kini yg turun untuk menerima jenazah Bu Mala adl sandi. Surya dan Ardi... sedang yg di atas ada Azka. Rafi dan Ardan..


Syarif hanya melihat dari jauh.. bagaimanapun Syarif tak ingin membuat sandi marah melihatnya...


kini terdengar suara adzan sandi... pemakaman pun selesai.. kini satu persatu pelayat pergi..


hanya tinggal para putra putri serta cucu dari keluarga Shiddiq... Syarif pun akan pergi.. tapi Rissa menahannya...


" apa Abang tak ingin mendoakan Oma..." kata Rissa menghentikan langkah kaki Syarif..


" maafkan aku yg tak bisa memperjuangkan rasa itu... karena aku kira Abang membenciku.. karena terus berlari menjauh.. tapi aku tak kenal Abang ku yg sekarang... aku kehilangannya saat dia pergi..." kata Rissa...


semua kaget mendengar perkataan Rissa... bahkan Ardi tak habis pikir dengan Rissa yg mengatakan isi hatinya...


" Rissa ingat kau sudah menikah..." bentak Ardi..


" aku tau.. dia merasa dia yg sangat terluka.. bagaimana denganku yg tujuh tahun menyimpan ini sendiri.. dan hanya Oma yg tau.. bahkan Oma tak bisa menentang papa.. aku juga terluka... dan aku beruntung bisa memiliki suami yg mencintai ku..." jawab Rissa...


flashback on...


hari ini pengajian di yayasan ust. Haris.. Bu Mala datang karena memang jamaah pengajian ust. Haris.. tanpa di duga saat itu Rissa sedang berjalan membawa buku hariannya..


saat bercanda buku itu jatuh.. dan saat yg sama Bu Mala menemukannya dan melihat nama Rissa.. Bu Mala pun melihatnya.. betapa terkejutnya dia mengetahui isi buku harian itu...


Rissa yg sadar bukunya jatuh pun menoleh dan betapa kaget nya dia melihat Bu Mala melihat buku hariannya itu...


" Oma..." kata Rissa bergetar...


" mau menjelaskan ini Rissa...." tanya Bu Mala..


kini mereka berada di sebuah taman... Bu Mala menatap Rissa dengan tatapan sulit di artikan..


" kau mencintai Syarif... " tanya Bu Mala.. Rissa mengangguk..

__ADS_1


" maaf Oma.. Rissa tau ini salah.. maka dari itu Rissa pergi.. Rissa tak mau jika papa membenci bang Syarif.. bahkan Rissa tak bisa bercerita ke mama.. " jawab Rissa bergetar...


" Oma tau.. sekarang ada Oma... kamu tenang ya... biar Oma mencoba membantu.. tapi akan sulit meyakinkan papa mu..." kata Bu Mala...


" terima kasih.. sekarang Rissa punya Oma.. yg bisa dengerin cerita Rissa..." kata Rissa memeluk Bu Mala...


flashback off...


" kalian boleh bilang aku egois.. atau apapun.. tapi tidak ada yg pernah bertanya tentang perasaan ku.. sekarang orang yg mengerti aku pun telah tiada.. sekarang aku harus apa... kalian jahat... kalian jahat..." teriak Rissa..


kini Rissa sudah menangis bersimpu di depan makan Omanya.. Syarif tak menyadari bahwa keputusannya juga melukai perasaan Rissa...


sandi pun berdiri dan menghampiri putrinya.. kini sandi mencengkram lengan Rissa dengan keadaan marah.. sandi masih belum bisa mengontrol emosi nya..


" Rissa berhenti bersikap seperti ini..." kata sandi..


" kenapa... papa malu punya anak seperti ku.. aku yg menjijikan mencintai sepupuku sendiri... tapi aku hanya seorang gadis.. yg merasa aman dan nyaman pada seorang pria yg terus memberi kan perlindungan.. bahkan dia ada saat saudaraku sendiri tak memperdulikan ku..." kata Rissa..


" RISSA...." bentak sandi.. sudah mengangkat tangannya...


" tampar pa.. aku sudah capek.. lebih baik aku ikut Oma... " kata Rissa sambil memegang bagian dadanya..


Rissa pingsan di pelukan sandi.. semua orang panik... Rafi mengecek denyut nadi Rissa yg begitu lemah..


" kak kita bawa ke rumah sakit.. keadaan Rissa begitu lemah.. takutnya dia terkena serangan jantung..." kata Rafi..


sandi mengendong Rissa kini semua orang panik dan mengikuti mobil yg di kendarai oleh Ardi...


Syarif menghubungi rumah sakit milik keluarga untuk menyiapkan semuanya.. sesampainya di rumah sakit sandi menaruh Rissa di ranjang dan langsung di bawa ke ruang UGD...


Syarif mencari dokter spesialis jantung untuk melihat keadaan Rissa.. tapi dokter sedang berada di ruang operasi..


Rafi yg harus cepat tak mungkin menunggu dokter yg sedang operasi... Rafi pun keluar dan memanggil Syarif..


" maaf kak.. Syarif papa mohon tolong Rissa karna denyut jantung nya terus melemah..." kata Rafi..


Ardi yg akan protes di tahan sandi.. sandi mengeleng melihat Ardi.. sedang sandi mengangguk pada Syarif..


kini Syarif melihat keadaan Rissa.. Syarif kini melakukan prosedur.. Syarif begitu profesional dalam menghadapi keadaan..

__ADS_1


kini mereka bisa bernafas lega saat melihat setang jantung Rissa sudah stabil.. saat semua dokter keluar Syarif membisikkan sesuatu pada Rissa...


" aku mencintaimu dari dulu... dan maafkan aku.. sekarang cepat bangun dan hukum aku... jangan seperti ini... kau bisa membuatku gila..." bisik Syarif..


Rafi menepuk pundak putranya.. kini Rissa di bawa menuju ke ruang rawat inap.. Rafi menyampaikan pada keluarganya jika Rissa baik baik saja...


sedang Syarif langsung pergi dari tempat itu.. Syarif sedang berada di taman rumah sakit... tanpa di sadari Sandra datang menghampiri syarif...


" hai bang.. maafkan aku ya..." kata Sandra..


" buat apa..." tanya Syarif..


" buat tingkahku padamu.. aku tau aku keterlaluan..." kata Sandra...


" tak masalah.. itu kalian lakukan karena ingin melindungi Rissa.. aku yg bodoh tak mau memperjuangkan cintaku.. dan malah lari menjauh.. sekarang dia sudah milik orang lain..." kata Syarif..


" iya bukan jodoh... Abang tau.. dulu dia akan marah jika aku memeluk boneka kelinci pemberian mu... dan apa Abang tau kenapa boneka itu di berikan pada Dera..." tanya Sandra..


" kenapa.. untuk melupakanku kan..." jawab Syarif ..


" bukan hanya itu.. dia bilang setidaknya boneka itu bisa sedikit dekat denganmu.. meski dia jauh darimu.. " jawab Sandra...


Syarif terdiam mendengar perkataan Sandra.. Syarif tak tau jika Rissa juga begitu dalam mencintainya...


" aku pria bodoh kan..." kata Syarif...


" dikit... sekarang ayo traktir aku makan..." kata Sandra..


Syarif pun tersenyum dan mengacak rambut Sandra.. kini mereka berjalan menuju ke kantin rumah sakit....


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2