
pagi hari Jacob sudah bersiap pergi dengan pesawat komersial biasa, Jacob berangkat seorang diri.
Jacob terus berdoa agar tak akan ada sesuatu yang buruk pada Aisyah maupun calon anak mereka.
setidaknya butuh dua puluh tiga jam untuk sampai Perancis, Jacob terus berkomunikasi dengan Stevani.
saat di pesawat pun Jacob memilih membaca Al Qur'an yang dulu di berikan oleh Aisyah, Jacob pun sampai keesokan pagi di bandara Aéroport de Paris Nord.
Jacob di jemput oleh asisten pribadinya yang selama ini mengelola semua usahanya di luar negri.
"hai Tyson, apa kamu menunggu lama?" tanya Jacob menyeret koper miliknya.
"tidak tuan, aku juga baru datang, oh ya akhir-akhir ini anak buah ku tak melihat nyonya keluar dari rumah peternakan," kata Tyson.
"kalau begitu kita ke sana, aku ingin menemui wanitaku," kata Jacob.
mobil pun pergi menuju ke rumah peternakan milik keluarga Jhon, Jacob makin tak sabar menemui istrinya itu.
setidaknya butuh dua jam untuk sampai, tapi mobil mereka tak di ijinkan masuk, "terobos," perintah Jacob.
mobil Jeep Wrangler itu pun langsung menerobos masuk, Jacob bahkan tak segan melukai semua pengawal.
"aku bisa membunuh siapa pun yang menghalangiku menemui istriku," kata Jacob yang masuk di ikuti Tyson.
Jacob masuk dengan keadaan marah, "Aisyah!" teriak Jacob begitu lantang.
Stevani dan Valen pun kaget, mereka pun menghampiri Jacob yang terus berteriak memanggil Aisyah.
Manda dan Louis pun menghampiri Jacob, "kenapa Jack, ini bukan hutan, tak usah berteriak," kata Louis.
"dimana istriku, katakan, atau kalian semua menyesal," kata Jacob.
"maaf tuan kamu tak bisa menahan tuan Jacob," kata seorang pengawal.
"karena kalian bukan tandingannya, Stevani antar kan Jacob menemui Aisyah, dia harus tau perjuangan istrinya," perintah Louis.
Jacob pun mengikuti Stevani menuju ke sebuah lorong yang cukup sepi, di ujung lorong terdengar suara alat medis.
"gunakan pakaian steril ini Jack," kata Stevani.
Jacob pun mengikuti semua perintah Stevani, saat masuk air mata Jacob pun menetes melihat kondisi Aisyah.
__ADS_1
wanita itu sedang terbaring lemah dengan selang oksigen, dan semua alat medis yang menempel di tubuh istrinya.
tiba-tiba tubuh Jacob melemah, dia pun menghampiri Aisyah dengan tangis yang tak terhentikan.
"Aisyah bangun, ini aku Jacob, aku datang untuk menjemput mu dan calon anak kita," kata Jacob sambil mencium tangan Aisyah.
"Stevani. kenapa dia diam, dia kenapa, dia bahkan tak mau melihatku," kata Jacob dengan suara lemah.
"kondisinya drop tiba-tiba, ini sudah empat hari dia tak sadar, Jacob kamu harus kuat untuk memberinya semangat," kata Stevani menepuk bahu Jacob.
"bagaimana bisa, dia adalah hidupku, berpisah dengannya seperti kemarin begitu melukai ku, sekarang dia bahkan tidak sedikit pun menyambut kedatangan ku, apa dia sudah membenciku," kata Jacob.
"bukan seperti itu, dia begitu menunggu kedatangan mu, dia bahkan sering memanggil namamu dalam tidurnya, jadi kamu harus kuat untuk Aisyah," kata Stevani.
Jacob pun membisikkan sesuatu, "aku datang Aisyah, bangunlah, apa kamu tak merindukan aku, bahkan aku begitu merindukan senyuman mu dan semuanya. Allahumma rabban naas mudzhibal ba’si isyfi antasy-syaafii laa syafiya illaa anta syifaa’an laa yughaadiru saqoman." kata Jacob.
Aisyah yang sedang di taman pun mendengar suara Jacob yang memanggilnya, dia pun mengikuti suara itu dengan penuh keyakinan.
saat Jacob masih menangis di sampingnya, Aisyah membuka mata dan tersenyum.
"aku mencintaimu," kata Aisyah.
Manda pun memeriksa keadaan Aisyah yang ternyata sudah membaik, Jacob terus bersama Aisyah.
"tenang Jack, dia sudah baik, oh ya kamu mau sarapan?" tanya Manda.
"tidak perlu, aku hanya ingin bersama istriku saja," jawab Jacob.
Manda pun mengangguk dan mengajak Stevani keluar, Jacob masih tersenyum dan terus menggenggam tangan Aisyah.
"mas aku hanya tidur, kenapa kamu sepanik itu," kata Aisyah.
"jangan seperti itu lagi, aku tak bisa jika harus melihatnya, dan lagi sekarang aku akan menemanimu di sini," kata Jacob.
"tapi pekerjaan mu, mas aku di sini sudah ada Stevani, Manda dan Valen," kata Aisyah.
"tidak. aku yang akan merawat mu, dan aku tak mau di bantah," kata Jacob.
Aisyah pun tersenyum bahagia, bahkan Jacob mulai mengusap perutnya yang sedikit membesar.
"baby, sehat-sehat ya di dalam, Daddy datang untuk kalian," kata Jacob.
__ADS_1
"iya Daddy," jawab Aisyah.
keduanya pun larut dalam meluapkan rasa rindu, bahkan Jacob tak pernah meninggalkan sisi Aisyah sedikitpun.
Tyson masih sibuk dengan semua pekerjaan yang dia tangani, Stevani pun membuatkan ice Americano.
"minum dulu Tyson, kamu selalu sibuk," kata Stevani.
"terima kasih, kamu selalu perhatian dengan ku," jawab Tyson.
"karena kamu yang selalu menyepelekan tentang kesehatan, aku yakin kamu memiliki pola hidup yang buruk, karena kebiasaan yang tak suka sayur," jawab Stevani.
"kamu yang tau segalanya Stevi, aku memang seperti ini," jawab Tyson.
"apa kekasihmu itu tak merawat mu, dia terlihat begitu cantik dan begitu manja padamu," suara Stevani sedikit bergetar sedih.
"kamu pasti tau aku bukan pria yang bisa mudah membuka hati untuk wanita, dan hanya satu gadis yang sampai sekarang mengisinya, dan kamu tau gadis itu," jawab Tyson yang meminum kopi miliknya.
setelah itu Tyson akan pergi tapi terhenti karena ucapan Stevani.
"tapi kamu bersama wanita itu, bahkan aku melihat kalian begitu bahagia saat memilih gaun pernikahan," kata Stevani.
"padahal dia hanya ingin membantuku untuk memilih gaun yang cocok untuk gadis yang aku cintai, bahkan cincin yang aku siapkan pun masih menunggu pemilik jari manis itu, seandainya Stevi. seandainya..." kata Tyson.
Stevani menangis dan langsung memeluk Tyson dari belakang, "seharusnya aku meminta penjelasan terlebih dahulu, sebelum aku meninggalkan mu," kata Stevani menangis di balik punggung Tyson.
"aku menunggumu di sana, bahkan aku masih menunggu sampai akhirnya aku sadar jika kamu meninggalkan diriku," jawab Tyson.
"maafkan aku, aku terlalu di butakan oleh kecemburuan ku, dan tak bisa melihat ketulusan mu," kata Stevani.
"semua sudah berlalu Stevi, sekarang kita mulai menata hidup masing-masing, aku tak ingin melihat mu terluka," kata Tyson melepaskan pelukan Stevani dan pergi.
"Tyson, aku masih mencintaimu," tangis Stevani.
Tyson tau ini keputusan besar, tapi dia sudah tak ingin bersama Stevani, dia juga harus menjaga sebuah perasaan.
Valen pun memeluk Stevani untuk menenangkan gadis itu, pasalnya dia tak menyangka jika yang terjadi adalah kesalahpahaman.
Tyson pun memilih menuju ke sebuah perkebunan anggur yang baru saja di beli oleh Jacob, di sana ada seorang gadis yang menghampiri Tyson dengan begitu bahagia.
"kenapa baru datang, aku sedang membuat anggur, ayo coba," kata gadis itu yang langsung mengandeng Tyson.
__ADS_1