Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_persiapan pesta2


__ADS_3

Aline tengah memikirkan akan melukis apa, karena Ken tipe orang yang suka memerintah dan tak suka di kalahkan.


Aline membayangkan sesuatu malah tertawa geli, Ken yang baru masuk kamar binggung melihat tingkah istrinya itu.


"kamu sehat sayang?" tanya Ken.


"hah.. iya mas, aku hanya sedang membayangkan sesuatu yang lucu," jawab Aline.


"baiklah, berhentilah menghayal sekarang ayo kita bikin bayi," kata Ken sudah menciumi leher putih milik Aline.


"hentikan mas, kamu tak bisa dan capeknya melakukannya setiap hari?" tanya Aline.


"gak malah itu adalah hal yang membuat tubuhku segar saat pagi," kata Ken tanpa menghentikan aksinya.


"tapi kamu selalu membuatku kelelahan dan itu menyebalkan," kata Aline.


"baiklah jika kau tak mau aku bisa mencari istri lagi," kata Ken yang sudah menjauhi tubuh Aline.


"hei Kennard apa yang kau katakan, mau ku potong itu burung!" suara Aline meninggi karena kesal.


"kalau begitu puaskan suamimu ini," kata Ken yang akhir nya membuat Aline pasrah.


seperti biasa malam itu Aline dan Ken melewati malam panas mereka, sedang di tempat lain Mecha sedang melamun sambil melihat ke luar jendela kamar.


"kenapa belum tidur dek?" tanya Lui.


"belum ngantuk mas, aku hanya sedang memikirkan gadis yang bertemu di kafe tadi," kata Mecha.


"aku sudah meminta Ronald untuk menyelidiki gadis itu, jadi sekarang kamu bisa tenang sayang," kata Lui.


"terima ksih mas, oh ya sekarang mas istirahat ini sudah malam," kata Mecha membantu Lui berpindah ke ranjang.


Lui memiringkan tubuhnya dan memeluk Mecha, "mulai malam ini kau bisa membagi semua masalahmu dengan ku," kata Lui.


"terima ksih mas," kata Mecha membalas pelukan Lui.


malam pun dilewati oleh pasangan itu dengan hanya berpelukan, Lui semakin yakin akan perasaan nya pada Mecha, meski Lui sendiri belum yakin akan perasaan Mecha padanya.


pagi pun di lewati seperti biasa, Ken dan line yang berolahraga sedang Lui yang sedang belajar berjalan dengan Mecha.


bahkan Lui terus mencuri kesempatan untuk memeluk tubuh Mecha, Mecha juga terus tertawa bersama Lui karena Lui yang terus menggoda nya.


setelah pra suami pergi bekerja, Aline kini sedang melukis di taman bunga sedang Mecha di bantu pak totok sedang menyiapkan bingkai untuk lukisannya.


Aline membutuhkan waktu yang cukup lama karena lukisannya begitu rumit. pak totok selesai membantu Mecha.


"bagaimana bagus kan?" tanya Mecha.


"wah suamiku ganteng sekali," kata Aline.


" kau gila ya, dia itu suamiku kau tak lihat ada t*i lalat di bawah bibirnya," kesal Mecha.


"yaelah bercanda non, jangan suka marah nanti cepet tua tau," kata Aline.


Mecha pun akhirnya memperhatikan lukisan Aline yang terlihat begitu hidup apalagi tatapan Ken aneh mengintimidasi.

__ADS_1


"gila bagus banget lukisan mu, bahkan seakan aku bisa melihat nyawa di lukisan ini," kata Mecha.


" ya karena dia memang seperti ini saat ku dan dia pertama kali bertemu," jawab Aline.


kini lukisan Aline pun juga di bingkai, setelah itu Aline dan Mecha membungkus lukisan mereka.


"selesai, dan ayo kita pergi ke mall buat beli semu Persiapan pesta dan sekalian makan siang di luar," ajak Aline.


"boleh dong ayo," kata Mecha.


kini dua wanita itu bersama pak totok dan Doni, karena Aline dan Mecha harus selalu bersama pengawal.


setelah sampai di mall mereka pun membeli semua kebutuhan pesta, mereka mengunakan kartu yang di berikan oleh Rissa.


karena mereka tak bisa mengunakan kartu milik suami mereka jika tidak kan ketahuan.


setelah puas merekapun memilih sebuah restoran hotpot untuk makan siang, mereka begitu menikmati acara makan siang berempat itu.


setelah selesai mereka memutuskan akan pulang, tapi sebelum itu mereka berhenti di sebuah taman untuk jajan lagi.


" Mecha apa yang sekarang kau rasakan pada kak Lui?" tanya Aline.


"aku merasa jika aku tak bisa hidup jauh darinya, meski dia selalu menganggu tapi senyumnya, suara nya sudah menemani hati hariku," jawab Mecha.


"semoga cinta mu tak bertepuk sebelah tangan, oh ya besok acaranya aku akan membantu mu membuat surprise untuk kak Lui," kata Aline.


"kenapa?" tanya Mecha.


"karena besok kalian harus melakukan nya, itu hadiah terbaik," kata Aline.


"karena itu memang penting, kamu mau suamimu mencari itu pada wanita lain huh," kata Aline.


"iya iya, aku tahu baik nyonya Kennard akan aku lakukan," jawab Mecha.


"bagus," jawab Aline.


mereka seakan belum puas makan, saat melihat penjual rujak Aline langsung menghampiri penjual tersebut.


"pak mau rujak mangga muda dong 2 porsi ya," kata Aline.


"aduh Eneng, kalau mangga muda saja gak bisa soalnya gak musim neng," jawab si penjual.


"ayolah pak, nanti aku bayar 3x lipat ya," bujuk Aline.


"ya udah bapak buatin khusus buat Eneng," jawab si penjual.


"pak kalau saya rujak buah campur 2 porsi ya tapi jangan pakek mangga muda ya," kata Mecha.


"siap neng," jawab si penjual.


setelah selesai, Mecha yang mengambil rujak buahnya, dan Aline memberikan 5lembar uang seratus ribu untuk si bapak penjual.


"neng ini kebanyakan," kata si bapak.


"gak papa pak, anggap saja rejeki dari Alloh, ya sudah kami permisi," kata Aline

__ADS_1


"terima kasih ya neng," jawab si bapak.


kini mereka berdua menuju ke rumah, tapi bukan pulang ke rumah sendiri mereka malah menuju ke rumah utama.


setelah itu Aline yang mengambil piring dan Mecha menunggu sambil melihat Jessi yang sedang menonton tv.


"apa itu kak?" tanya Jessi.


"rujak buah, mau kah?" tanya Mecha.


"mau dong, mommy mau rujak buah gak?" teriak Jessi.


"mau dong, mana?" tanya Rissa.


"ini mom, bentar Aline masih ngambil piring," jawab Mecha.


"kak Aline, kamu ngambil piring kok lama sih!" teriakan Jessi kembali mengema.


"idih bentar Jessi, kakak masih jalan tau," kata Aline.


ternyata Aline datang dengan stroberi satu kotak sambil membawa piring, saat Mecha menuang rujak buah miliknya masih normal.


tapi saat Aline membuka miliknya Rissa terbengong melihat hanya ada mangga muda, dan Aline begitu lahap.


"sayang kamu bisa sakit kalau hanya makan mangga muda," kata Rissa menikmati rujak milik Mecha.


"gak papa mom, aku sedang ingin makan ini karena enak," jawab Aline.


"kak Aline mah memang pecinta mangga muda dari dulu, makanya dulu sering di kira ngidam sana tetangga bener gak mom," kata Jessi.


" ya kamu benar sayang," jawab Rissa menahan tawa.


"selera mu aneh dari dulu Aline," ledek Mecha.


"biarin yang penting enak," jawab Aline.


.


.


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih


.


.


jangan lupa Mampir ke novel baruku ya, AKU BUKAN PELAKOR

__ADS_1


__ADS_2