Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Aisyah Jacob.


__ADS_3

semua anak-anak begitu bahagia melihat Aisyah yang datang bersama Jacob, bahkan umi Salma pun menyambut mereka.


"kakak Aisyah bawa apa?" tanya semua anak.


"kakak Aisyah bawa buku buat kalian," kata Aisyah menyerahkan kantong kresek itu.


semua anak langsung berebut untik memilih buku yang mereka ingin baca, sedang Aisyah mencium tangan umi Salma.


"Aisyah, datang dengan siapa ini?" tanya umi Salma tersenyum melihat Jacob.


"assalamualaikum umi, saya temen Aisyah, umi bisa memanggil saya Jacob," kata Jacob membalas senyum umi Salma.


"teman, bukan calon suami, Aisyah bilang dia akan menikah," kata umi Salma.


bagai tersambar petir, Jacob melihat Aisyah dengan tatapan begitu tajam, Aisyah hanya menundukkan kepalanya.


"Aisyah, kami belum bilang padanya," tanya umi Salma.


"belum umi,"jawab Aisyah.


umi Salma mengerti tentang tatapan Jacob yang begitu dalam dan tajam pada Aisyah.


bahkan tatapan mata Jacob seperti menyimpan luka, "ada apa umi, kenapa tamunya di biarin di luar, ajak masuk," ajak Abi Umar.


"iya Abi," jawab umi Salma.


"ayo Jacob, Aisyah, kita masuk, mungkin Abi ingin mengatakan sesuatu pada kalian," kata umi.


Aisyah di gandeng oleh umi Salma, sedang Jacob mengikuti mereka berdua di belakang.


Jacob meyakinkan dirinya kalau pernikahan yang di siapkan oleh orangtuanya pasti yang terbaik.


Abi Umar sudah duduk di sofa ruang tamu, sedang anak-anak terdengar begitu ribut di belakang dengan buku baru mereka.


"bagaimana kabar mu Aisyah?" tanya Abi Umar.


"Alhamdulillah baik Abi, oh ya ini temen Aisyah," kata Aisyah memperkenalkan Jacob.


"hanya teman atau calon imam Aisyah?" pertanyaan Abi Umar mengejutkan Jacob, sedang Aisyah hanya tersenyum.


"ya doakan yang terbaik Abi, dan kami ke sini ingin bertemu dengan adik-adik semua," kata Aisyah.


Jacob hanya diam menyimak karena dia tak mengerti harus mulai dari mana.


"wah kebetulan, kemarin ada bayi yang baru saja kami temukan Aisyah, ayo ikut umi ke belakang, Abi tolong temani Jacob ya," kata umi Salma.

__ADS_1


"siap umi," jawab Abi Umar.


"tuan muda, saya tinggal ke belakang ke belakang sebentar ya," pamit Aisyah.


"baiklah," jawab Jacob.


Abi Umar hanya tersenyum melihat interaksi mereka, Abi Umar sebenarnya tau segalanya, hanya saja dia juga di minta untuk meyakinkan Jacob Agar mau meyakini agama Islam terlebih dahulu.


"nak Jacob kerja di mana?" tanya Abi Umar.


"saya hanya memiliki beberapa bengkel otomotif di Jakarta pak," jawab Jacob.


"wah, bisa bantu benerin bus panti nih, maklum bis tua," kata Abi Umar.


"boleh saya lihat dulu pak," kata Jacob.


"ayo kita lihat di belakang, oh ya panggil Abi saja seperti Aisyah," kata Abi Umar.


"iya Abi," jawab Jacob.


Jacob dan Abi pun ke garasi di belakang rumah, Jacob tak menyangka di belakang rumah ada pekarangan yang luas.


sebagian di buat kebun sayur dan sebagian menjadi tempat parkir.


Jacob melihat bus itu dan langsung melepaskan jaket yang dia gunakan, Abi Umar sedikit kaget melihat lengan Jacob bertato.


"oh ini Abi, ini hanya kenakalan yang aku sesali, dulu aku terpengaruh teman-teman ku, dan sekarang aku binggung Abi," kata Jacob mulai membuka bagian mesin.


"kenapa binggung nak?" tanya Abi Umar.


"binggung, apa jika aku memeluk Islam, tato ku ini bisa membut sholat ku tak di terima?" tanya Jacob sambil sibuk melihat mesin bus.


"Abi tak bisa menjawabnya nak, tapi yang Abi tau Islam itu adalah agama yang indah, jadi Abi bisa membantu mu jika ingin meyakini agama Islam," kata Abi Umar.


"iya Abi, insyaallah aku siap, dan untuk bus nya biar besok anak buah ku yang memperbaiki semua masalahnya," kata Jacob.


"kalau begitu nak Jacob mandi dan pakai baju Koko dan sarung putih ya, nanti biar Abi dan imam masjid yang jadi saksi," kata Abi Umar.


"baik Abi," jawab Jacob yakin.


Abi Umar pun memanggil salah seorang pengurus pria di sana, dan Jacob di minta untuk mengikuti pria itu.


Jacob pun mengikuti semua instruksi pengurus di sana, tak di sangka Abi menghubungi sahabatnya.


setelah selesai Jacob memakai baju yang sudah di siapkan sebelumnya, Jacob bahkan terlihat begitu tampan.

__ADS_1


"mari mas, Gus sampun nunggu di masjid," kata pria yang membantunya tadi.


mereka pun berbincang sambil menuju ke masjid, saat sampai Jacob kaget melihat James dan kedua kakaknya.


"kalian kok ada di sini?" tanya Jacob.


"kenapa, kami ingin menyaksikan sendiri adik kami berubah, gak boleh," jawab Kennard langsung memeluknya.


"semoga kamu bahagia dengan pilihan mu Jack, apapun kakak lakukan untukmu," kata Kennard.


"terima kasih," jawab Jacob.


semua orang pun menuju ke dalam masjid, terlihat bahkan ayah dari Aisyah juga datang dan tersenyum ke arah Jacob.


Jacob pun duduk bersila di depan Abi Umar dan ustadz lainnya, kemudian Jacob mengucapkan dua kalimat syahadat di saksikan oleh semua orang.


tanpa di ketahui oleh Jacob, Aisyah menangis saat Jacob mengucapkan kalimat syahadat dengan khusyuk.


umi Salma tersenyum dan merangkul Aisyah dan memberi kekuatan pada gadis itu.


"Alhamdulillah Aisyah, calon imam mu sudah siap membimbing mu dan keluarga kalian nanti," kata umi Salma.


"iya umi, tolong doakan kami, semoga pernikahan kami bisa berjalan dengan baik dan lancar," kata Aisyah.


"aamiin ya Robb," jawab umi Salma.


akhirnya semua orang berbincang, bahkan semua orang kaget mendengar Jacob membaca Alquran dengan lancar.


"jangan kaget seperti itu Gus, sebenarnya dia itu begitu fasih dalam membaca Alquran waktu kecil, tapi sayang kami kecolongan saat Jacob memilih teman hingga dia jadi seperti ini," kata James.


"iya tuan, tapi sekarang dia sudah memilih jalan yang benar, semoga dia tetap istiqomah di jalan Alloh SWT," jawab Abi Umar.


"aamiin.." jawab James.


mereka pun memilih untuk melakukan sholat berjamaah, dan kebetulan kebutuhan yang di minta Jacob juga sudah datang.


Abi Umar kaget melihat dua truk datang mengantar sembako dan semua keperluan yayasan milik nya itu.


sedang Jasper dan Jessica juga sedang melakukan fitting baju pengantin, Jessica ingin pernikahan nya nanti begitu berkesan.


Jasper selalu menuruti keinginan Jessica, karena kebahagiaan gadis itu segalanya untuk dirinya saat ini.


setelah puas berkeliling, mereka pun berhenti di sebuah warung makan sederhana, saat tengah makan tak sengaja Jessica melihat seseorang.


Jasper bisa meliht perubahan raut wajah Jessica yang seperti orang marah, dan Jasper memilih mengikuti pandangan mata Jessica dan ikut terkejut.

__ADS_1


pasalnya dia tak mengira jika bisa melihat orang itu berada di Bali.


__ADS_2