Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
pergi jauh...


__ADS_3

sandi pun keluar menemui tamu yg ingin bertemu dengan nya...


sandi terkejut mendapati Zain di sana menunggunya... tapi sandi bersikap biasa...


" ada apa kau kemari.. mencari ****** mu... cih ... dia sudah ku usir.." sarkas sandi


Zain geram tapi dia mengikuti alur cerita menurut sandi...


" aku tak mencarinya... aku mau menebusnya... dia menikah demi melunasi hutang kan... ini aku lunasi hutang nya.. dan mulai detik ini jangan pernah ganggu atau mencarinya..." kata Zain datar...


" baiklah.. siapa juga yg sudi punya istri yg pernah di sentuh laki laki lain.." geram sandi..


Zain hanya tersenyum mengejek pada sandi...


"oh ya... kalau ibu Mala pulang coba tanya siapa zainudin Nawawi... dan akan ku pastikan kau akan menyesal telah menceraikan meidina Wulandari..." kata Zain sambil meninggalkan rumah itu..


kini sandi kembali membanting semua barang barang demi meluapkan kemarahannya...


sedang Zain sudah berada di mobil dan menuju bandara untuk pergi ke Jakarta...


Wulan yg masih tidur terpaksa di gendong oleh Zain karna Wulan terlihat begitu lelah akibat menangis...


butuh waktu 1jam 15 menit mereka sampai di Jakarta.. supir Viktor yg lain sudah menjemput..


" Zain kau bisa mengajak orang tua serta adikmu untuk pulang ke rumahmu.. biar aku dan Sena pulang bersama pak no..." kata Viktor..


" terima kasih tuan... saya pamit.." kata Zain berjalan ke arah mobil di parkiran...


kini Zain bersama keluarga menuju rumah yg di hadiahkan oleh Viktor padanya...


mereka berkendara sekitar 1jam baru sampai di rumah minimalis tersebut...


Wulan sudah bangun sekarang Zain mengajak keluarganya untuk masuk ke dalam...


setelah menunjukkan kamar masing masing Zain memutuskan untuk menghubungi Ali dan meminta bantuan mengambil barang yg di bawa Wulan saat menikah dengan sandi...


awalnya Ali binggung tapi setelah Ali mendengar penjelasan Zain Ali juga ikut marah dengan sikap sandi yg tak ingin mendengar penjelasan Wulan...


Wulan di kamar nya hanya bisa menangis saat ingat perlakuan sandi padanya... dia tak menyangka bahwa pria yg begitu di cintanya salah paham dengannya..


Wulan memutuskan untuk sholat malam.. agar hatinya tenang... dalam do'a nya Wulan meminta untuk kesehatan dan kebahagiaan sandi meski Wulan sudah tak bersamanya..


"ku pastikan dia akan menyesal telah melepas wanita baik sepertimu dek..." batin Zain yg mendengar do'a Wulan..


Zain memutuskan untuk istirahat karna besok Zain akan bekerja...


pagi menjelang... Bu nawi sudah memasak untuk semua orang... Wulan yg menemui ibunya di dapur memeluk erat sang ibu...


" assalamualaikum Bu... apa Wulan bisa bantu..." tanya Wulan tersenyum..


"eh... anak gadis ibu... gak ada ini sudah selesai... jadi kamu bangunin Abang mu aja ya.." kata Bu nawi

__ADS_1


Wulan pun mengetok pintu kamar Zain.. tak lama Zain pun keluar dan kaget melihat Wulan tersenyum.. hati Zain sakit melihat senyum yg menyembunyikan sejuta luka itu..


"ayo bang.. ibu sudah selesai masak jadi sekarang Abang sarapan ya.." kata Wulan sambil menyeret Zain ke meja makan..


mereka menikmati sarapan bersama yg sudah lama tak terjadi... Wulan terus menghibur keluarganya.. dan meyakinkan mereka bahwa dia baik baik saja...


di kediaman Shiddiq Ali sudah datang pagi pagi buta karna permintaan Zain kemarin...


pak Joko mempersilahkan Ali masuk...


" aku ingin bertemu dengan sandi.. apa dia ada.." kata Ali datar..


" maaf tuan belum pulang... den" jawab pak Joko..


"cih... ternyata dia merasa bebas..." sarkas Ali..


" aku mau mengambil dompet. laptop dan hp Wulan... tolong ambilkan.." tambah Ali..


" baik saya ambilkan..." kata pak Joko yg sudah menuju kamar sandi...


pak Joko datang dengan membawa apa yg di minta oleh Ali.. Ali pun menerimanya... Ali membuka dompet Wulan dan mengeluarkan black card dan ATM yg berisikan mahar dari sandi..


"aku mengembalikan pemberian dari sandi... dan bilang padanya jangan berani menemui wulan lagi karna aku siap untuk menghajarnya jika dia berani menemuinya..." kata Ali seraya meninggalkan rumah besar Shiddiq


Ali mengirimkan barang barang Wulan ke alamat yg di berikan Zain...


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


"apa pendidikan terakhirmu Zain..." tanya Viktor...


"saya lulusan S1 manajemen bisnis UNMA tuan.." jawab Zain..


"apa kau menguasai bahasa asing.." tanya Viktor..


" saya menguasai b.inggris dan Mandarin tuan.." jawab Zain..


" tapi kenapa kau melamar jadi supir.." tanya Viktor kagum..


" maaf tuan ijazah saya tertinggal di rumah orangtua jadi hanya pekerjaan ini yg dapat saya kerjakan tuan..." jelas Zain...


" baiklah.. mulai hari ini kamu akan menjadi orang kepercayaan saya... dan menjadi asisten pribadi saya... apa kamu paham Zain..." kata Viktor..


" iya tuan... saya akan selalu setia pada tuan yg sudah banyak membantu saya..." kata Zain senang...


"baiklah sekarang kamu ganti baju... Ina sudah menyiapkan pakaianmu... dan mulai besok kamu harus berdandan rapi dengan jas dan kemeja.. karna mulai hari kamu adl asisten pribadiku..." jelas Viktor..


Zain mengangguk dan pamit undur diri untuk berganti pakaian.. Viktor menunggu Zain seraya sarapan bersama istrinya... mereka bahagia meski sudah menikah 25th belum di karuniai seorang anak...


Zain sudah menghadap Viktor dengan setelan rapi.. kemudian Viktor pamit pada istrinya.. kini Zain sudah menjadi asisten pribadi Viktor dan itu adl loncatan besar pada hidup Zain..


Sena yg merasa sepi memilih untuk mendatangi rumah Zain setelah tadi meminta izin pada Viktor..

__ADS_1


sampailah Sena di rumah Zain terlihat Wulan tengah termenung di teras sambil menatap kosong ke arah jalanan...


"assalamualaikum ..." salam Sena


"wa.. waalaikum salam... eh.. Bu Sena..." kata Wulan kaget..


" kamu sedang apa nie.. kok sendirian saja.." tanya Sena ..


" hanya sedang melihat jalanan Bu... oh ya mari masuk..." ajak Wulan..


kini Sena sudah berbincang bersama Wulan dan Bu nawi sedang pak Nawi tengah ke rumah pak RT untuk lapor...


Sena yg mendengar cerita Bu nawi terkesan dengan kemandirian Wulan...


"apa kamu ingin buka toko kue Wulan..." tanya Bu Sena..


" ingin sekali Bu... itu cita cita Wulan..." jawab Wulan malu..


"tapi butikmu.. bagaimana.." tanya Sena..


"oh itu butik kami bersama... Wulan hanya bagian desain karna yg menghendel sepenuhnya adl Ali Bu..." jelas Wulan...


"mau Bu Sena bantu modal...." kata Bu Sena..


" tidak usah Bu... kami sudah merepotkan ibu dan pak Viktor terlalu banyak... saya jadi tak enak.." jawab Wulan tersenyum..


entah mengapa Sena merasa damai dan nyaman bersama Wulan... mungkin karna melihat sikap Wulan yg lembut maka hati Sena begitu merasa bahagia bersama wulan...


"baiklah jika kamu butuh sesuatu bisa ngomong pada ibu ya..." kata Sena mengelus punggung Wulan..


"iya Bu.." jawab Wulan ..


Bu nawi bahagia melihat majikan Zain yg begitu peduli pada keluarga mereka...


" Bu nawi apa keberatan jika saya menganggap Wulan seperti putri saya sendiri..." tanya Sena .


" tidak Bu.. malah saya bahagia bisa melihat ibu dekat dengan putri kami..." jawab Bu nawi..


" Wulan mulai sekarang kamu anggap ibu sebagai ibu kamu ya.. karna ibu begitu nyaman bersamamu..." kata Bu Sena..


" iya Bu.. terima kasih sudah mau menganggap Wulan seperti anak anda sendiri..." jawab Wulan sudah memeluk Bu Sena ..


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan vote like dan coment...

__ADS_1


terima kasih..😘😘😘


__ADS_2