
James sedang bekerja karena dia tak bisa tidur.. dia melihat ponselnya bergetar.. James melihat sebuah pesan dari nomor tak di kenal..
James membelalakkan matanya saat melihat foto dan video kecelakaan Rissa dan Sandra.. di Sertai tulisan..
" hai James... maafkan pamanmu ini yg membunuh istri serta saudarinya.. dan juga bayimu.. aku ingin memberi mu rasa sakit yg tak terkira.. jadi selamat berduka.. hahaha..." isi pesan itu..
" sialan.. aku akan menghabisi kalian semua..." sarkas James...
" Jhon..." teriak James..
" iya tuan.." jawab Jhon..
" siapkan pesawat dan hubungi anak buah kita.. aku ingin membereskan para ******** yg sudah mencelakai istriku dan juga Sandra..." kata James..
" baik tuan.." jawab Jhon..
kini James sedang di mobil sambil menghubungi Edward.. mereka akan terbang ke Indonesia.. karena istri mereka sedang meregang nyawa...
anak buah James yg di indonesia sudah di sebar untuk mencari William dan juga para anak buahnya..
di rumah sakit.. Sandra sudah di pindah ke ruang ICU karena kondisinya.. sedang Rissa sedang melakukan operasi sesar...
kedua bayi itu terpaksa di lahirkan prematur.. karena benturan dan juga Rissa yg sudah kehilangan banyak darah..
tadi Arka dan Ardan juga sudah mendonorkan darah mereka.. operasi berjalan lancar.. berkat perlindungan bantal dan selimut di perut Rissa sedikit mengurangi efek benturan.. kedua bayi itu bisa di selamatkan.. tapi Rissa masih harus menjalani operasi untuk luka kepalanya...
dokter keluar... sandi beserta yg lain menghampiri dokter...
" bagaimana keadaan putri kami dan juga bayinya dok..." tanya sandi...
" kedua bayinya terlahir sehat.. itu keajaiban... tapi maaf kondisi putri anda dalam keadaan koma karena luka di kepalanya.. meski operasi berhasil.." kata dokter..
semua merasa begitu sedih mendengar dua wanita itu memiliki keadaan yg sama.. Ardi begitu merasa bersalah tak bisa melindungi sang adik...
tak lama suster membawa dua bayi laki laki yg begitu kecil dalam inkubator... mereka hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh.. karena dua bayi itu membutuhkan perawatan intensif..
kini keluarga sandi bergantian menjaga Rissa dan Sandra.. mereka bergilir... sandi sudah menyebar anak buahnya mencari pelaku yg menyebabkan kedua putrinya seperti ini...
bahkan penjagaan sangat ketat di area ruang bayi maupun ruang ICU yg di tempati oleh Rissa dan Sandra...
bahkan tak boleh sembarang dokter dan suster masuk.. hanya dokter yg di tunjuk sandi begitupun suster yg bertugas..
__ADS_1
hal itu juga sama di lakukan di ruangan khusus perawatan kedua cucunya itu... karena rumah sakit itu milik kelurga as Shiddiq...
pukul 12 siang pesawat yg membawa James dan Edward mendarat di bandara Juanda Surabaya...
Jhon membantu ank buah nya mencari keberadaan Wiliam Smith.. sedang James dan Edward langsung menuju ke rumah sakit..
mereka sampai semua pengawal hormat.. James dan Edward melihat Wulan dan juga sandi yg tengah menunggui di depan ruangan ICU..
James dan Edward menyapa dan mencium tangan kedua mertuanya... sandi pun mengusap air mata nya..
" maafkan papa ya.. papa tidak bisa menjaga kedua istri kalian... apalagi Rissa harus melahirkan secara sesar..." kata sandi..
" Rissa sudah melahirkan.. bukannya masih 7bulan.." tanya James..
" itu di lakukan demi menyelamatkan nyawa Rissa dan juga kedua bayimu James.. mereka ada di ruangan khusus jika ingin melihatnya..." kata sandi .
James menuju ke ruangan khusus bersama Wulan.. dan sandi memberitahu kabar duka untuk Edward...
" Edward.. maafkan papa... ada kabar duka untukmu..." kata sandi .
" ada apa pa..." tanya Edward binggung...
" apa pa.. berarti firasat ku benar... pa.. aku mohon jangan bilang apapun pada Sandra.. biar itu menjadi rahasia kita.. aku tak ingin dia makin terpuruk saat mengetahui kebenaran ini..." kata Edward...
" baiklah.. jika itu permintaan mu..." kata sandi..
" apa aku bisa mengunjungi nya sekarang..." tanya Edward...
" tentu... kamu juga seorang dokter.. mungkin dia bisa sadar saat mendengar suaramu..." kata sandi..
kini Edward menghampiri Sandra yg tengah terbaring lemah dengan luka di tubuhnya.. Edward menyentuh tangan Sandra..
" sayang.. bangunlah.. aku di sini sekarang.. apa kamu tak ingin memukul ku.. mencubitmu atau merengek minta coklat padaku..atau kamu akan marah saat aku mengodamu..." kata Edward..
tiba tiba Sandra membuka matanya dan melihat Edward.. Edward yg melihat Sandra sadar langsung memeriksanya... Edward sangat bahagia karena Sandra sudah sadar...
" kamu bangun sayang..." kata Edward...
" coklat...." kata Sandra lemah..
" aku pasti belikan satu toko kalau kmu sehat..." jawab Edward...
__ADS_1
" tukang bohong..." kata Sandra lemah...
Sandra menoleh ke samping.. Sandra melihat Rissa yg sedang tidur dan begitu banyak alt yg menempel pada nya dan juga kepala Rissa yg di perban...
Edward mengenggam tangan Sandra.. dia tau jika Sandra merasa bersalah dengan keadaan Rissa...
" tenanglah.. Rissa sudah melahirkan.. kedua putranya sehat... jadi kita berdoa semoga Rissa lekas bangun...dan berkumpul dengan kita semua..." kata Edward..
" iya sayang..." kata Sandra...
kini Sandra sudah di pindahkan ke ruang rawat.. sedang Rissa masih berjuang melewati masa terburuknya...
di ruang khusus perawatan bayi.. James menangis haru melihat kedua putranya yg masih merah itu begitu kecil.. dan butuh perawatan intensif.. bahkan sekarang ibu bayi itu juga masih berjuang untuk hidup...
Wulan menepuk pundak James.. James menghapus air matanya.. dia harus kuat demi kedua putranya dan juga istrinya...
Jhon menghubungi James karena Wiliam Smith sudah tertangkap berkat pencarian yg di lakukan trio Ar beserta Jhon...
" ma.. aku titip kedua putraku.. dan juga istriku.. aku harus menyelesaikan sesuatu dan mengakhiri nya..." kata James..
" baiklah.. dan ingat disini ada istri dan juga kedua putra yg selalu menunggu mu James..." kata Wulan..
" iya ma.. James pamit.." kata James meninggalkan rumah sakit...
kini James menuju ke tempat di mana trio Ar dan Jhon menyembunyikan Wiliam Smith dan juga anak buahnya...
.
.
.
mampir ke novel Secret Daddy ya..
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1