
kini mereka sampai di rumah... sandi dan Wulan menyambut ketiga putra putrinya itu... Rissa turun terlebih dahulu dan langsung memeluk Wulan... kemudian memeluk sandi...
" papa.. Rissa kangen..." kata Rissa..
kini tiga pria itu juga menghampiri sandi dan Wulan.. sandi melepas pelukan Rissa dan memeluk Ardi dan Ardan.. James pun tersenyum..
" hei.. kau tak ingin memberi pelukan pada ku..."kata sandi pada James..
James langsung memeluk sandi erat.. Ardi dan Ardan tersenyum melihat sandi yg mudah menerima James..
kini mereka masuk ke dalam.. sandi mengajak semua berbincang di ruang keluarga...
" James.. sekarang apa kegiatan mu.." tanya sandi..
" kuliah om.. dan masih membantu papa di perusahaannya..." terang James...
" hei panggil papa seperti Ardi dan Ardan.. jangan panggil om oke..." kata sandi..
" iya om... eh.. pa.." jawab James ..
Rissa membantu Wulan menyiapkan minuman dan cemilan untuk ke empat pria yg sedang tertawa membahas perusahaan masing-masing...
"ayo di makan dulu... nak James mau makan siang apa ..." tanya Wulan..
" ma.. asal Rissa yg masak pasti lahap James makannya..." goda Ardi..
" benarkah..."tanya sandi..
" iya pa... masakan Rissa begitu enak dan cocok di lidah saya...." terang James..
" kebetulan tadi mama masak makanan kesukaan Rissa.. kamu coba ya..." kata Wulan
" iya Tante..." jawab James..
" panggil mama saja.. " kata Wulan..
James senang bisa kenal keluarga dari Ardi.. mereka bahkan bisa menerimanya.. dan James merasakan kehangatan keluarga ini...
" assalamualaikum semua...." sapa arka yg baru pulang...
" waalaikum salam..." jawab mereka serempak..
Rissa sudah pergi ke kamarnya.. ia merasa begitu lelah.. setelah mandi ia memutuskan untuk tidur...
" cih dasar kau adik tak tau diri.. Abang pulang bukannya di sambut...." geram Ardan..
" maaf Abang Abang ku tersayang.. aku habis dari panti asuhan milik mama..." jawab Arka cengegesan....
__ADS_1
" udah udah.. kalian bertiga mending bersih bersih dulu... " kata Wulan..
kini mereka menuju ke kamar masing masing... sandi sudah tersenyum nakal melihat istrinya... Wulan hanya geleng-geleng melihat senyuman sandi..
di kamar James memejamkan mata dan terlintas sosok Rissa yg tersenyum begitu cantik... James pun membuka mata..
" apa salah aku mencintainya... gadis kecil adik sahabatku...meski jarak usia kami terlalu jauh tapi aku begitu menyukainya.... " batin James...
James dan Ardi tertaut selisih 5th... karena Ardi yg sering loncat kelas.. jadilah mereka kini berteman baik...
jam 1 siang.. mereka bersama makan siang.. sedang Rissa baru turun dengan gamis biru yg di padu dengan jilbab senada...
James tak berkedip melihat Rissa yg begitu cantik dan anggun... sandi menyadari tingkah James.. sandi hanya tersenyum...
Rissa pun bergabung.. setelah menyelesaikan makan siang trio Ar sudah bermain game di ruang keluarga.. sedang James menuju ke taman samping rumah...
James tertegun melihat begitu banyak mawar tertata rapi dan berbagai jenis warna.. James berhenti di sebuah mawar berwarna oranye yg terlihat begitu indah...
" aku seperti melihat dia dalam bayangan mawar ini.. begitu cantik dan anggun.. tapi ada sisi yg bisa melukai jika di pegang... jadilah dia hanya bisa di pandangi dan tak sembarangan orang bisa menyentuhnya...." gumam James...
" sebab itu aku dan mama menyukai bunga ini..." kata Rissa mengejutkan James...
" Rissa... " kaget James..
" maaf mengejutkan mu kak... aku senang mendengar perkataan mu tadi..." jelas Rissa...
" maksud mu.." tanya James ..
" tapi jika suami punya sifat buruk..." tanya James..
" berarti itu ujian untuk istrinya.. apa dia bisa membuat suaminya jadi baik.. dan aku percaya setiap wanita pasti punya kekuatannya sendiri kak..." jawab Rissa...
" seandainya Tuhan bisa mengabulkan permintaan ku.. aku ingin menjadikanmu istri dari James Arthur Smith..." batin James...
sore hari rombongan dari keluarga sandi dan Wulan datang dari Surabaya.. James begitu senang bisa berada di tengah-tengah keluarga besar ini...
semua sedang bercanda tawa.. Rissa terus menatap pintu mengharap kedatangan seseorang...
Wulan yg menyadari itu pun menghampiri Rissa.. Wulan menatap putri nya dengan sedih...
" dia tidak akan datang..." kata Wulan..
" kenapa.. apa dia begitu sibuk ma... sampai tak bisa datang ke acara Sandra besok...." tanya Rissa..
" dia di Israel sayang.. dia mengambil pekerjaan di sana selama 5th..." terang Wulan..
" mama bohong ya.... jangan bercanda ma..." kata Rissa... air mata Rissa jatuh..
__ADS_1
" mama tak bohong... maaf kan kami menyembunyikan ini darimu... demi kesembuhan mu Rissa... " kata Wulan..
" tapi.. kenapa.. kenapa kalian berbohong.. aku hanya ingin melihatnya.. kenapa kalian Setega ini padaku...." teriak Rissa...
Wulan sudah menangis... sedang Rissa berlari ke arah kamarnya dan membanting pintu...
Rissa kecewa dengan sikap keluarganya yg menyembunyikan jika Syarif sudah berada di Israel.. Rissa tau dia tak mungkin bersama tapi dia hanya ingin melihat pria itu...
semua keluarga kaget saat mendengar teriakan Rissa dan Wulan mengejar Rissa sambil menangis... tak lama terdengar bantingan pintu dari kamar Rissa...
Wulan masih mencoba membujuk Rissa.. sandi pun menghampiri sang istri.... sandi memeluk Wulan.. sandi mengajak Wulan berkumpul dengan semua orang...
Ardi yg menyadari langsung naik ke lantai dua.. dia mengetuk pintu dan Rissa pun membuka pintu...
Ardi masuk dan memeluk Rissa.. dia tau adiknya itu tengah kecewa saat tau Syarif berada di Israel...
" dek.. jangan benci mama.. apa kau tau mama terluka saat kau berteriak.. dan asal kau tau meski begitu mama telah meminta papa untuk merestui hubungan kalian.. tapi Abang tak akan pernah menyetujui hubungan mu dengan pria pengecut itu...." terang Ardi..
"kenapa bang.. apa yg salah dengan cinta Rissa..." tanya Rissa..
" cinta mu tak salah... tapi hanya orang yg kau cintai yg salah... Abang tak mau kau terluka dengan pria seperti itu..."kata Ardi..
" maafkan Rissa bang.." kata Rissa..
" minta maaf ke mama..." kata Ardi..
" aku percaya suatu saat ada pria yg akan rela mengorbankan kan segalanya demi bisa memilikimu... di saat itu Abang akan jadi orang yg paling bahagia di dunia ini...." batin Ardi..
kini Ardi membawa Rissa turun ke bawah.. sandi masih mencoba menenangkan Wulan yg terus menangis.. dia terluka melihat Rissa kecewa...
Rissa duduk bersimpu di depan Wulan..
"ma.. maafin Rissa yg berteriak tadi... Rissa hanya terkejut.. tapi Rissa tau itu semua demi kebaikan Rissa dan kesembuhan Rissa.." kata Rissa..
" maaf kan mama.. yg tak bisa membantumu mendapat kan cinta mu..." kata Wulan..
" Rissa sudah tak ingin bersamanya.. Rissa hanya mau bisa melihat papa dan mama serta Abang dan Sandra bahagia.. itu sudah cukup..." jawab Rissa...
" benarkah..." kata sandi..
" iya pa.. bahkan Rissa bisa bersumpah tak ingin bersama dengannya.. dan Rissa akan membuka hati Rissa untuk pria lain.. semoga Alloh SWT memberikan jodoh yg terbaik untuk Rissa..." kata Rissa tersenyum...
Wulan dan sandi memeluk putri kecilnya itu.. mereka tak menyangka Rissa bisa dewasa di usianya...
.
.
__ADS_1
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih