
kini Aline, Feby dan Aryo langsung bekerja tanpa berbicara sedikitpun, sedang tak lama asisten Ozil turun untuk mengambil hadiah untuk tim sekertaris.
Feby menatap Aline yg masih begitu serius di depan komputer nya. tak lama ada OB yg memberikan undangan untuknya dan Ken.
"Mbak Aline ini ada undangan." kata OB pada Aline.
"iya bang, terima kasih ya.."kata Aline.
"Undangan dari siapa Al?" tanya Feby.
"Oh.. ini undangan dari Shiddiq Grub mbak, untuk peresmian hotel baru." kata Aline.
"Ya udah sana kasih pak bos. jangan lupa permisi biar gak kena marah." goda Dimas.
"kalau marah mah tinggal di peluk aja biar gak marah." kata Aline.
Dimas melotot mendengarnya, sedang Feby dan Aryo menahan tawa melihat ekspresi dari Dimas.
"Hei ingat suamimu!" kata Dimas.
Aline berjalan sambil mengacungkan jempolnya pada dinas sambil tersenyum.
"Huh.. seandainya belum nikah aku pacarin tuh si Aline." kata Dimas.
"Kalau loe tau siapa suaminya, loe gak bakal berani ngomong gitu." kata Aryo.
"emang loe tau siapa suami Aline?" tanya Dimas.
"Bukan tau lagi, kenal malah kemarin malam aja kami makan bareng." jawab Feby.
"Kok gak ngajak sih, tega kalian sama gue." kata Dimas.
"salah sendiri loe yg gak mau ikut kok nyalahin kami." kata Feby mengejek.
"Sialan loe feb.." kata Dimas.
sedang Aline mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan Ken. saat Aline masuk langsung di sambut oleh senyum Ken.
Ozil langsung pamit untuk kembali bekerja karena pekerjaan masih menumpuk. Ken pun mengangguk.
"kemari sayang.." panggil Ken.
Aline tersenyum menghampiri Ken, dengan satu tarikan Aline sudah duduk di pangkuan Ken.
Ken langsung mencium bibir Aline, sedang Aline melingkarkan tangannya di leher Ken.
__ADS_1
"aku mencintaimu sayang." kata Ken saat mereka melepas ciuman mereka.
"aku juga, oh itu jam tangan nya kok cepet banget datangnya." kata Aline memainkan dasi Ken.
"kau lupa siapa suami mu ini hah.." kata Ken mencubit hidung Aline.
"ah iya.. kau memang terbaik sayang." kata Aline.
"kau tadi mau apa sayang, apa mau pulang kita menikmati waktu." kata Ken dengan nada mesum.
"mas kok gitu sih, aku cuma ingin memberikan undangan dari papi kecil untuk pembukaan hotel barunya." kata Aline.
"seperti nya sudah waktunya aku memperkenalkan mu sebagai istri dari pengusaha muda Kennard Casanova Smith." kata Ken.
"terserah padamu mas, aku akan mengikuti semua permintaan mu." kata Aline tersenyum.
Ken kembali mencium bibir Aline begitu menuntut. bahkan tangan Ken sudah berada di area kesukaannya.
"mas hentikan, ini di kantor.." kata Aline.
"ahh.. aku menginginkan nya." kata Ken serak karena menahan nafsunya.
"ahh.. no aku tak mau, aku harus kembali bekerja." kata Aline sambil berdiri dan akan meninggalkan ruangan Ken.
"kita lanjutkan nanti malam saja ya.." kata Aline sebelum keluar dari ruangan Ken
sedang Ken tersenyum melihat tingkah Aline yg begitu mengemaskan itu.
"aku beruntung memilikimu sayang.." kata Ken.
Aline kembali dengan begitu ceria, bahkan senyumnya tak pernah berhenti berkembang dari wajah cantiknya.
"aduh habis dapet apa non, cerah amat." goda Feby.
"habis dapet bibir mbak." jawab Aline tertawa sedang Feby langsung kesal.
"ahh.. sialan kamu Aline, gitu kok di pamerin. huh.." jawab Feby kesal.
"kan mbak tadi tanya, ya aku jawab dong." kata Aline enteng.
sedang Aryo tertawa mendengar candaan dua orang itu. sedang Dimas yang tak mengerti hanya mendengar kan saja.
tak lama seorang resepsionis mengantar seorang tamu perempuan ke ruangan Ken. Feby yang tak sengaja akan ke ruangan manajer melihat wanita itu masuk keruangan Ken.
Feby tak mengerti pun memilih melanjutkan pekerjaannya. sedang Aline sibuk dengan proyek yang dia tangani.
__ADS_1
kini Aline membawa berkas menuju ke devisi keuangan di lantai 7, sesampainya di lantai itu Aline berjalan dengan santai.
semua karyawan pria di lantai itu melihat Aline dengan senyum mengembang karena Aline termasuk karyawan tercantik di perusahaan itu.
sesampainya di ruangan manager keuangan alone mengetuk pintu baru kemudian masuk.
"Aline, silahkan duduk." kata Bu Vivi.
" terima kasih Bu, oh ya saya ke sini ingin memberikan perencanaan yang sudah di setujui oleh bos Ken untuk list biaya." kata Aline memberikan berkas di meja Bu Vivi.
Bu Vivi langsung mengecek dan memeriksa dan lost biaya itu begitu baik dan jelas, Bu Vivi tersenyum pada Aline.
"baiklah sekertaris Aline nanti setelah tim saya selesai akan saya kirimkan pada anda lagi." kata Bu Vivi.
" baiklah Bu, kalau begitu saya harus kembali karena masih banyak pekerjaan." kata Aline undur diri.
saat keluar dari ruangan Bu Vivi Aline melewati sebuah bilik dan seseorang memanggilnya.
"Aline.." panggil Aldo.
Aline menoleh dan mendapati pria yg tadi memanggilnya sedang berdiri di belakangnya.
" Aldo. kamu kerja di sini juga?" tanya Aline antusias.
" iya Al, aku tak menyangka kita akan bertemu di sini, oh kamu di devisi apa?" tanya Aldo.
" aku di bagian sekertaris, nanti kita ngobrol lagi aja ya. karena pekerjaan ku begitu banyak , bye dodo.." kata Aline.
" oke Al.." jawab Aldo yang tersenyum pada Aline.
Aldo tersenyum bisa bertemu dengan teman baik di kampusnya itu. Aline pun tersenyum saat kembali ke ruangan devisinya.
.
.
.
..
.
.
.mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1