Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
keluarga menyebalkan


__ADS_3

"mami, kakak itu kenapa?" tanya Ivy pada Aisyah.


"hai adik kecil, kakak menakutkan ya, maaf," kata Kayla pada Ivy.


"mau ke cafe dulu, kebetulan kita bisa makan siang dulu, dan kamu bisa curhat dengan ibu jika mau," tawar Aisyah.


"boleh Bu," jawab Kayla.


Aisyah pun mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah cafe, diikuti oleh sepeda motor milik Kayla.


saat masuk ke dalam cafe, mereka sudah disambut seseorang, dan Ivy begitu bahagia melihat pria itu.


Kayla bahkan tak berkedip melihat seorang Jasper, yang memiliki wajah bule dengan tubuh yang atletis.


"jangan pandang lama-lama, istrinya lagi hamil muda dan sensitif, jadi jangan sampai kau menyesal," bisik Aisyah.


Kayla pun langsung membuang pandangannya, "selamat datang adik ipar, mami Ivy," sapa Jasper.


"selamat siang, mana Jessi kok tidak kelihatan?" tanya Aisyah.


"biasa lagi di kantor, dan pelayan sudah kena omel semua," jawab Jasper tersenyum.


"ya kau selalu membicarakan ku ya honey, kau menyebalkan," suara Jessica yang keluar dari ruangan Jasper.


"tenanglah Jessi, oh ya tadi putri mu membelikan buah kiwi loh," kata Aisyah.


"ya.. Ivy dan mami beli buah untuk mommy," jawab Ivy dengan nada suara lucunya.


"benarkah, kebetulan mommy juga sedang ingin makan yang asam-asam," jawab Jessica.


Kayla hanya bisa melongo melihat perubahan mood Jessica begitu cepat.


"baiklah aku akan duduk di sana, dan kakak ipar tolong menu biasanya ya," kata Aisyah.


"siap nyonya Jacobson," jawab Jasper.


kini Aisyah dan Kayla sudah duduk di kursi paling pojok, Aisyah bahkan tau jika Kayla mengalami hari yang sulit.


"jika kamu mu bicara silahkan, tidak juga tak apa-apa," kata Aisyah.


"tapi Bu Aisyah janji akan merahasiakan ini kan," kata Kayla.


"tentu Kayla, oh ya panggil mbak saja kalau di luar sekolah," kata Aisyah.


"iya mbak," jawab Kayla.

__ADS_1


Kayla pun mulai menarik nafas dalam, Aisyah mengenggam tangan gadis itu untuk memberi kekuatan.


pagi ini Kayla bangun seperti biasanya, dia adalah putri dari kelurga Handoyo, dia terlahir sebagai aib menurut keluarganya.


Kayla sudah bersiap ke sekolah dengan seragam sekolah rok panjang dan juga baju lengan pendek dan rambut di kuncir kuda.


"Kayla sarapan dulu nak," kata mama indah.


Kayla pun duduk bersama pak Andi, dan kedua kakaknya. Kayla pun langsung memakan roti yang sudah di siapkan oleh mama indah.


"Kayla, bagaimana sekolah mu dek?" tanya Satria kakak pertamanya.


"baik mas, tak ada masalah," jawab Kayla.


"tapi mama mendapatkan surat panggilan dari sekolah mu, kamu pasti baku hantam lagi kan," kata Siska kakak kedua Kayla.


"tidak, mungkin mereka hanya ingin membicarakan tentang olimpiade yang ajan aku ikuti, kenapa kamu begitu ingin aku baku hantam, apa kamu ingin aku tonjok," kata Kayla.


"Kayla jaga bicaramu, dia itu kakak mu!" bentak pak Andi.


"kenapa, dia yang terus menghinaku dan selalu mengatai aku urakan. jika aku menang tomboy kenapa? dan apa sebutan untuk gadis yang Gonta ganti pacar? murahan," kata Kayla.


"tutup mulutmu Kayla," bentak Siska tak suka.


"memang benar, kenapa malu hah," jawab Kayla.


"ya papa selalu membela kak Siska, aku juga putrimu pa. jika aku tak tau sopan, maka kak Siska tak tau kehormatan seorang wanita! " jawab Kayla sambil berlari keluar.


ya setiap pagi pasti akan terjadi keributan, Kayla memacu motor trail miliknya dengan kecepatan tinggi.


bahkan Kayla tak peduli dengan lampu merah, dia hanya ingin melupakan semuanya.


saat di sebuah jalanan yang cukup padat, tak sengaja motor Kayla menyerempet mobil mewah.


tapi Kayla tak berhenti dan langsung menuju ke sekolah, saat sampai dia langsung menuju atap sekolah.


di sana Kayla akan merokok untuk melupakan masalahnya, tak lama kedua sahabatnya datang.


"ya elah main di sini, kenapa anjing di rumahmu menggonggong lagi?" tanya Icha.


"ya kau tau lah, aku hanya ingin melupakan semuanya, dan kalian mau apa kesini?" tanya Kayla.


"aku membawakan sesuatu untuk mu, mungkin kau suka, nanti malam kita pergi mau," ajak Chintya.


"boleh tapi kau yang traktir, kau tau aku sedang bokek," jawab Kayla.

__ADS_1


mereka pun tertawa bersama, Kayla,Icha dan Chintya pin turun dan masuk kedalam kelas.


tapi baru juga masuk, Kayla sudah di Jambak oleh Vivi tanpa sebab. Kayla pun tak terima dan langsung menendang Vivi.


tapi Vivi bangkit dan mereka berdua pun saling Jambak, dan di pisah oleh Aisya.


"jadi seperti itulah hariku mbak," kata Kayla.


"kamu mengalihkan semua masalah dengan merokok dan juga clubbing," kata Aisyah terkejut.


"ya begitulah, lagi pula selama nilai ku tak buruk, orang tuaku tak akan mempermasalahkan kelakuan ku," jawab Kayla.


Aisyah pun hanya bisa menghela nafas melihat muridnya satu ini, pasalnya Kayla tipe orang yang tak bisa di kasari.


pelayan datang dengan membawa pesanan Aisyah, Kayla sangat senang saat melihat roti red Velvet juga di hidangkan.


"apa aku boleh memakan kue itu?" tanya Kayla menunjuk kue red Velvet.


"tentu, karena aku tak menyukainya," jawab Aisyah.


karena kue red Velvet itu kesukaan Jacob, dan saat kesini maka kue itu selalu ada di meja.


Kayla begitu senang saat memakan kue itu, bahkan seperti anak kecil dengan terus tersenyum senang.


"dek kamu di sini?" panggil Satria melihat Kayla.


"wah mas Satria juga di sini? tumben," kata Kayla yang langsung memeluk kakak laki-lakinya itu.


"mau ada rapat di cafe ini, oh ya anda?" tanya Satria melihat Aisyah.


"Aisyah Putri Samudera, guru di sekolah Kayla, maaf saya yang mengajak adik anda ke sini," kata Aisyah.


"ya tak masalah, oh ya nanti kamu pulang, jangan nginap lagi di rumah Chintya," kata Satria.


"yah, mas telat, aku sudah izin mama, dan di bolehin, jadi mas gak bisa ngelarang, udah sana pergi kerja, cari duit yang banyak," kata Kayla mendorong Satria.


sedang Satria kembali melihat Aisyah yang tersenyum teduh, bahkan Satria terpesona dengan kecantikan Aisyah.


Aisyah mendapat pesan dari Jacob yang mengatakan, jika dia mungkin akan lembur lagi.


Aisyah pun membalas pesan itu dan meminta Jacob untuk tetap menjaga kesehatan, karena terus bekerja lembur.


"baiklah Kayla, aku harus pulang, mau ikut?" tanya Aisyah.


"tidak usah mbak, aku mau ke rumah Chintya saja, karena kedua gadis ini sudah cerewet di grub WhatsApp dari tadi," jawab Kayla.

__ADS_1


Aisyah pun memeluk Kayla dengan hangat, "jika butuh tempat curhat, kamu bisa mencariku, mau itu di sekolah atau di luar sekolah, mengerti," kata Aisyah.


"iya mbak, terima kasih," jawab Kayla.


__ADS_2