
saat sampai di villa, semua orang terkejut melihat Jessica yang datang dengan menangis.
sedang Jacob terlihat begitu marah, bahkan Jacob mengambil tongkat bisbol di samping vila dan mulai menghancurkan mobilnya.
entahlah saat ini Jacob membutuhkan tempat pelampiasan untuk amarahnya, Rissa menghampiri Jessica di kamarnya bersama James.
Aline menitip kan putranya pada Mecha sejenak dan menghampiri Jacob bersama Kennard.
"wah sepertinya kau sedang patah hati ya, apa perlu aku temani bertarung?" tanya Kennard.
"boleh jika kau tak keberatan untuk mati," kata Jacob yang terus memukuli mobil itu.
pak agung dan para pengawal hanya bisa melihat kelakuan Jacob itu, pasalnya mereka juga Bru mengetahui jika tempramen Jacob buruk.
"Jack! kita bisa membicarakan ini," kata Aline.
"apa yang perlu di bicarakan, aku bahkan membenci wanita itu, dia sok suci padahal dia bisa berpelukan dengan pria itu, mereka sama-sama menjijikan," teriak Jacob.
"siapa yang di maksud Jack?" bisik Kennard.
"diamlah," kata Aline menyikut suaminya itu.
"jahat," kata Kennard kesal.
Aline menghampiri Jacob dan langsung mengambil tongkat bisbol yang di gunakan untuk menghancurkan mobil Lamborghini itu.
Jacob langsung melihat ke arah Aline dengan tatapan kesedihan begitu dalam.
"kau bisa berbagi dengan ku," kata Aline.
mendengar itu Jacob langsung memeluk Aline, Aline pun mengusap punggung Jacob dengan lembut.
"adik kecil mbak alibe harus kuat dong, kenapa menangis hemm.." tanya Aline.
"mbak tau aku mencintai seorang gadis, aku bahkan tak melihat derajatnya, apa sama dengan kita atau tidak, tapi dia mengecewakan ku," kata Jacob.
"apa dia tau jika kau mencintai nya?" tanya Aline.
"dia tau mbak, bahkan aku sudah mengajaknya menikah, dia mengatakan jika ingin mencari imam yang baik, apa aku tak bisa menjadi imamnya?" kata Jacob.
__ADS_1
"terus apa yang membuatmu begitu marah seperti ini?" tanya Aline.
"aku dan Jessica melihat mereka berpelukan di depan resort, hatiku sakit, bahkan dia bisa melukai Jessica yang begitu baik padanya," kata Jacob lagi.
"apa kau mendengar penjelasannya? karena jika kau mencintai nya, kau harus mau mendengar penjelasannya terlebih dahulu, jangan sampai ego mu menguasai mu," kata Aline.
Jacob melepas pelukannya pada Aline dan menggelengkan kepalanya, Aline tersenyum pada Jacob.
"kau bisa menanyakan nya sekarang, mumpung dia di sini, benarkan Aisyah," kata Aline melihat kebelakang tubuh Jacob.
Aisyah sedang berdiri diam sambil mengangguk di sana, pak agung kaget melihat kedatangan Aisyah.
tak lama Jasper datang dan langsung berlari menuju ke area villa untuk menemui Jessica.
"baiklah kalian berdua bicarakan ini baik-baik, kami akan memberikan waktu pada kalian," kata Aline.
"kalian semua bubar, pak agung ikut kami, dan yakinlah Jacob tak akan melukai putri anda," kata Kennard.
"baik tuan," jawab semua orang yang sudah pergi meninggalkan Aisyah dan Jacob.
Aisyah pun memberanikan diri mendekat kearah Jacob, bahkan pria itu memandang Aisyah dengan tatapan tajam.
"aku ingin mengatakan jika yang tuan lihat bukan seperti itu, aku tadi tak sengaja tersandung dan hampir terjatuh, dan bertepatan dengan itu tuan Jasper datang ke resort dan menahanku agar tak jatuh," kata Aisyah.
Aisyah terkejut mendengar perkataan Jacob, pasalnya perkataan itu dia ucapkan saat bersama Uci beberapa hari yang lalu.
"tidak..." lirih Aisyah.
"aku tau, aku bukan pria idaman mu, kau tak menyukaiku, maaf memaksamu untuk mau menerima ku, aku tak akan pernah mengangguku lagi, mulai sekarang kau bisa mencari pria yang bisa menjadi imam mu, dan aku akan mencoba untuk melupakan mu," kata Jacob.
Jacob pun meninggalkan Aisyah di sana, Jacob menghapus air matanya, Aisyah terduduk lemas mendengar perkataan Jacob.
Aisyah tak bisa melihat Jacob meninggalkan dirinya, bahkan Aisyah sangat sakit mendengar perkataan Jacob.
"tunggu kenapa kau mau menyerah?" tanya Aisyah.
"lebih baik aku menikah dengan wanita yang mencintaiku, aku tak bisa memaksa mu untuk mencintaiku, apalagi kau wanita sempurna, dan pasti di luar sana ada pria yang pantas untuk mu," kata Jacob lagi.
Aisyah hanya bisa diam melihat pria itu pergi dari sana, bahkan Jacob tak berbalik melihatnya.
__ADS_1
Aisyah baru menyadari jika dia sudah jatuh hati pada pria yang selalu menganggu nya itu.
sedang di kamar Jessica sedang memukuli Jasper yang hanya diam menerima kemarahan Jessica.
"kau pria buruk, ternyata kau menyukai gadis itu, kalau begitu pergi dan bersamanya, aku tak membutuhkanmu lagi, dasar pria si*lan," maki Jessica.
Jasper hanya diam menerima pukulan dari Jessica, Rissa yang ingin memisahkan mereka malah di tahan oleh James.
"aku akan membunuhmu sekarang!" teriak Jessica.
mengambil semua pisau buah dan meletakkan di lehernya, Jasper kaget melihat itu.
Jasper langsung menangis dan bersimpuh di depan Jessica.
"Jessi aku mohon, jangan bodoh Jessi, aku tadi hanya menolongnya, dia akan jatuh maka dari itu aku membantunya," kata Jasper.
"kau pembohong, lebih baik aku mati agar tak terus tersakiti seperti ini," kata Jessica.
"Jessica, buang sayang, mommy tak bisa melihat mu mengakhiri hidupmu seperti ini," kata Rissa.
"Jessi, Daddy mohon jangan gegabah," kata James.
"mundur atau aku akan menusukkan pisau ini," ancam Jessica yang sudah melukai lehernya.
"JESSICA AKU MENCINTAIMU!" teriak Jasper.
semua orang terkejut mendengar pernyataan dari Jasper.
"maaf selama ini aku menyangkal perasaan ku padamu, aku selalu merasa tak pantas bersamamu, kau putri seorang pengusaha kaya, sedang aku hanya seorang pria yang di pungut dari jalanan oleh tuan James," tambah Jasper.
Rissa dan James terdiam mendengar pengakuan dari Jasper, "aku tak tau kapan perasaan ini datang, tapi saat melihat mu pergi menjauhiku aku merasa sedih dan sakit di sini (menunjuk kearah jantung), aku sadar saat aku menyangkal perasaan ku bukan hanya aku yang terluka, tapi kamu juga merasakan luka itu, dan juga keluarga kita, dan perkataan mommy menyadarkan ku, jika mereka tak melihat status," kata Jasper lagi.
Jessica langsung menjatuhkan pisaunya ke lantai, Jessica menghampiri Jasper, dan langsung memeluk pria itu.
"aku mencintaimu Jessica, maukah kamu menghabiskan sisa waktu kita bersama, aku akan berusaha menjadi suami, sahabat dan juga tempat pelabuhan mu yang terakhir," kata Jasper.
"aku mau," jawab Jessica makin mengeratkan pelukannya pada Jasper.
Jacob tersenyum mendengar pengakuan dari Jasper, setidaknya saudarinya bisa bahagia bersama pria yang mencintainya.
__ADS_1
"aku bahagia saat ini Jessi, bisa melihat mu bahagia bersama Jasper," gumam Jacob menghapus air matanya.
Jacob pun memilih masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan dirinya saat ini, ya dia tak bisa memaksakan Aisyah harus mau menerimanya.