
malam ini Chintya masih bisa selamat dari Julian, karena Julian tak mau membuat Chintya ketakutan.
sedang Jacob bangun dengan lemah dan kurang bersemangat, tapi dia mendapatkan pesan ke laptop milik James.
Jacob pun membuka laptop itu, ternyata video Aisyah yang sedang sarapan sambil meliht ponselnya.
"hei kenapa kamu makan dan melihat ponsel mu seperti itu sayang," gumam Jacob.
"Aisyah, bisa singkirkan ponsel mu, aku muak melihat nya," kata Manda marah.
"tidak, jika kamu mengambilnya, aku tak bisa makan," kata Aisyah memohon.
ternyata Manda melihat kan layar ponsel Aisyah pada kamera, dan ternyata itu video Jacob yang sedang makan.
"baiklah, apapun untuk membuatmu mu makan," kata Manda menyerah.
Aisyah tersenyum kembali, sedang Valen dan Stevani hanya merasa iba pada Aisyah yang seperti itu seharian ini.
setelah itu berlanjut Aisyah yang sedang membaca surat Al Qur'an, suara merdu itu kembali mengembalikan semangat Jacob.
video pun selesai, Jacob mengirim semua video rekaman Aisyah ke ponselnya, dan dia akan melihatnya di kantor nanti.
Jacob pun sedikit merasa lebih baik sekarang, bahkan dia pun sarapan dengan melihat layar ponselnya.
kemudian membawa Ivy untuk berangkat ke sekolah, "Daddy. Jacob kenapa? dia membuatku takut," kata Jessica.
"biarkan dia Jessi, dia hanya bahagia bisa memantau istrinya meski dari jauh," kata James.
"Daddy aku juga ingin bertemu Aisyah," mohon Jessi.
"tidak ada yang boleh menemuinya sebelum tujuh bulan kehamilannya, karena dia sudah membut Daddy berjanji, jadi kalian semua harus bersabar ya," kata James pada Rissa dan Jessica.
Rissa mengangguk, Rissa tau jika James tak pernah membuat putra dan dirinya kecewa. bahkan Kirana dan Ardi pun merasakan ketulusan James dulu.
__ADS_1
Jacob sampai di kantornya, tapi saat masuk dia sudah melihat Julian dan Alvin yang datang pagi itu.
"selamat pagi, maaf aku terlambat karena hrus mengantar putriku ke sekolah, oh ya ada apa tuan Julian," tanya Jacob.
"aku kemari ingin memintamu membuat sebuah perusahaan bangkit karena kemarin hampir pailit," kata Julian memberikan berkas-berkas.
Jacob pun membuka dan menilainya, Jacob hanya tersenyum sekilas, apalagi kebangkrutan adalah ulah pimpinan perusahaan itu sendiri.
"sebelumnya maaf, apa yang membuat anda tertarik, perusahaan itu tak pernah memiliki proyek yang beres, bahkan pembangunan dan semuanya di gelapkan, dan perusahaan ini pantas pailit kan," kata Jacob.
"tapi sekarang, perusahaan itu milikku, dan aku akan memberikan dua puluh persen saham untik mu jika berhasil membuat perusahaan ini kembali sukses," kata Julian.
"aku bisa saja, tapi anda akan memperbolehkan metode ku di terapkan di perusahaan itu, dan aku pastikan akan ada pemecatan besar-besaran yang terjadi," kata Jacob.
"tentu, dan aku suka metode yang kamu maksud," jawab Julian.
"baiklah, beri aku waktu dua tahun untuk mengembalikan semuanya," kata Jacob.
"tentu, gunakan waktumu sebanyak yang kamu butuhkan, kalau begitu aku pamit," kata Julian.
setelah kepergian dari Julian, Jacob duduk di kursi kebesarannya. "Fredy telpon Abimana, dan minta dua menemui ku secepat nya," kata Jacob.
"baik tuan," jawab Fredy.
Jacob pun menyibukkan dirinya dengan pekerjaan, sedang di restoran Jasper, dia bertemu seseorang.
dia hanya tak percaya dengan apa yang wanita itu jelaskan, pasalnya wanita itu dulu sering membuat Jessica terluka.
"tak mungkin aku masih memiliki keluarga," jawab Jasper sambil melihat wanita di depannya itu.
"terserah kamu. mau percaya atau tidak, tapi yang pasti, kakakmu sekarang ada di Indonesia, dan sedang melindungi mu dari musuh keluarga kalian dulu," kata Nana tersenyum.
"apa yang kamu inginkan sebenarnya, tak mungkin kamu datang tak ada maksud," kata Jasper.
__ADS_1
"buat Jacob menjadi milikku, dan aku akan menceritakan semua yang terjadi," kata Nana.
"itu mustahil, kau bahkan wanita yang hanya ingin harta, dan kau salah jika berurusan dengan Jacob," jawab Jasper.
"kalau begitu, istrimu dan juga putri kecil mu yang dalam bahaya, aku hanya mau menginggat kan padamu, aku bisa melakukan apapun, asal keinginan ku tercapai," kata Nana tertawa.
"wanita gila," kata Jasper yang meninggalkan Nana.
"ya aku tergila-gila pada pria bernama Jacobson itu," jawab Nana.
sedang di sekolah Chintya terlihat terdiam tanpa semangat, Icha dan Kayla pun di buat binggung.
"woi loe kenapa, kok sedih gitu sih?" tanya Kayla.
"gak ada apa-apa kok, aku hanya sedang pms aja," jawab Chintya.
"kalau ada masalah cerita dong," kata Icha.
"tak bisa, aku tak mungkin mengumbar masalah keluarga ku kan," batin Chintya.
"yaudah sih, kita ke kantin aja," ajak Kayla.
mereka bertiga pun ke kantin dan Kayla mendapat pesan dari Julian, ""buat aku bisa makan berdua dengan Kayla, kalau tidak kamu yang akan dapat hukuman,"" isi pesan Julian.
"eh kalian banti malam ayo kita makan bareng yuk, tapi hanya bertiga, mu gak," kata Chintya.
"boleh asal kamu yang bayar," kata Icha.
"iya non, aku yang bayar, kan ku yang ngajak," jawab Chintya.
""dia sudah mau, dan untuk temanku yang satu lagi itu urusanku,"" balas Chintya.
Chintya melihat kedua sahabatnya, kadang dia iri dengan Kayla, pasalnya dia itu di sayang oleh orang tuanya, belum lagi semua pria Menginginkan dia menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Chintya bahkan tak bisa memilih takdir untuknya sendiri, semua harus dia jalani sesuai keinginan orang tuanya.
dan kini takdirnya bahkan di pindah tangan ke Julian, dan sekarang Chintya merasa menjadi boneka Julian untuk mendapatkan Kayla.