
kini semua murid sudah berada di pinggir pantai, Alex pun datang dengan mengenakan celana pendek dan kaos.
"apa kalian siap untuk berselancar?" tanya Alex.
"siap pak," jawab semuanya.
terlihat dari jauh ada empat orang yang menaiki speedboat, semua murid pun terpaku melihat tiga pria dan satu wanita itu.
begitupun keempat gadis itu pasalnya di sana ada Justin, Altaf, Abimana dan juga Andhara.
"hallo semuanya," sapa Andhara.
"hai kak," jawab Icha refleks.
Andhara tertawa dan langsung memeluk Icha, Altaf tak mengira jika icha sudah sedekat itu dengan Andhara.
Altaf tak bisa mundur dari janji yang kemarin dia buat bersama Andhara. pasalnya Altaf berjanji akan mencintai siapa pun yang bisa menaklukkan seorang Andhara dan Ardi.
sedang Abimana tersenyum pada Chintya, sedang Justin bisa mengira siapa gadis bernama viona di antara ratusan murid.
"hallo semua, perkenalkan kami adalah pelatih kalian hari ini, nama ku Justin, ini Abi, itu Al dan yang paling cantik Dhara," kata Justin mengenalkan semua orang.
"baiklah semua, apa ada yang pernah main surfing?" tanya Abimana.
Kayla dan Chintya langsung mengangkat tangan, dan juga Nasya dan Leli temannya.
"wah ternyata hanya ada empat orang yang pernah ya, kalau begitu tugas kami sedikit berat, Alex kamu juga akan jadi pelatih hari ini," kata Altaf.
"baiklah, tapi Justin aku pinjam papan milikmu," kata Alex.
"aku ingin menantang pak Alex," kata Kayla menunjuk tangan.
"boleh, kira lihat seberapa mahir dirimu," jawab Alex tersenyum manis.
"kalau kalah, pak Alex harus traktir kami makan malam di restoran terbaik di sini," kata Kayla.
"oke setuju, jika kamu kalah aku akan mengatakan tentang hubungan kita dan juga mengundang semuanya untuk merayakan itu," kata Alex.
"tentu," jawab Kayla.
Alex dan Kayla mulai menuju ke laut dan mulai untuk memilih ombak yang tepat. pertama Alex yang berselancar dengan gaya yang cukup bagus.
Kayla menemukan ombak yang pas dan langsung menaiki papan seluncur miliknya, dia tak kalah hebat.
"baiklah nanti malam kita makan di restoran milik ku, dan semuanya gratis," kata Alex pada semua muridnya.
__ADS_1
semua pun bersorak, Nasya tak terima melihat Kayla yang begitu senang karena menang, dia pun ingin membuat geng musuhnya itu terluka.
"aku ingin menantang Chintya," teriak Nasya.
"wah gadis bodoh, kamu salah pilih musuh," kata Kayla.
"boleh, apa yang ku pertaruhkan?" tanya Chintya.
"aku akan membelikan semua orang oleh-oleh khas Bali," jawab Nasya.
"wah ternyata kamu sudah kaya lagi, baiklah jika aku kalah kita semua akan pulang naik pesawat dengan aku yang membayar tiketnya," jawab Chintya.
Nasya mulai terlebih dahulu, ternyata Nasya juga terlihat begitu ahli memainkan papan selancar itu.
sebelum pergi Nasya bahkan sempat menghina Chintya, sedang yang di ganggu hanya tersenyum saja.
kini giliran dari Chintya yang mulai, Chintya pun dengan tenang bermain dengan ombak bahkan dia terlihat begitu enjoy.
Chintya bahkan membuat Justin kagum dengan permainan nya, "baiklah oleh-oleh akan di sediakan oleh nona Nasya, karena Chintya melakukan beberapa trik sulit," kata Altaf.
semua pun bersorak, sedang Icha malah sedih.
"kamu kenapa?" tanya Altaf mengusap pipi Icha.
"tidak ada, hanya sedikit mabuk laut saat naik kapal," jawab Icha memalingkan wajahnya.
"jangan bersikap seperti ini di depan semua orang," kata Icha.
Chintya yang baru keluar dari laut pun memilih minggir, Chintya ingin berteduh sambil menikmati kelapa muda.
semua orang sibuk berlatih, Icha menghampiri Chintya yang asik makan, " kenapa kamu terus makan sih, kamu nanti bisa lebar," kata Icha. yang juga mencomot makanan milik Chintya.
"biarin, oh ya itu kak Altaf gak masalah bisa di kerubutin cewek-cewek," kata Chintya.
"gak masalah, kalau yang kerubutin cowok-cowok aku yang serem, bisa khilaf dia dan menjatuhkan nama om Ardi," Jawab Icha.
Chintya melongo melihat Icha yang menghabiskan pisang goreng miliknya, "ya.. kau menghabiskan pisang goreng ku," kata Chintya kesal.
"aku punya cemilan banyak di sini," kata Julian yang baru datang, Chintya yang melihat suaminya itu malah mencubit pipi Julian.
"sakit sayang," kata Julian mengusap pipinya.
"AAAAAA..." teriak Chintya yang langsung memeluk Julian seketika.
bahkan Chintya tak menghiraukan Icha di sampingnya, Icha cuek sambil minum es milik Chintya.
__ADS_1
"hentikan, ada Icha di sana sayang," kata Julian.
"ah ya aku lupa," kata Chintya melepas pelukannya.
"tak masalah lanjut saja, aku tak menginginkan adegan seperti itu, lagi pula calon suamiku belum normal kan," jawab Icha.
Chintya dan Julian hanya tak percaya dengan sikap santai dari Icha, sedang gadis itu yang kini malah makan cemilan yang di bawa Julian.
"mau main banana boat atau jet sky," tanya Julian.
"boleh, aku mau jet sky, kamu mau Icha," tanya Chintya.
"boleh, tapi aku dengan siapa?" tanya Icha.
"bagaimana dengannya, dia seperti nya begitu pintar dalam olah raga air," kata Julian menunjuk Altaf yang menghampiri mereka.
"boleh juga," jawab Icha.
"mas calon, mau main jet sky tidak, aku tidak punya gandengan nih," kata Icha melambai pada Altaf.
"tentu, aku akan mengikuti semua keinginan mu," jawab Altaf.
semua murid bermain di pinggir pantai dengan bebas, pengawal Julian sudah menyiapkan jet sky.
mereka pun pergi dengan berboncengan, Chintya memeluk tubuh kekar Julian dengan erat.
begitupun Icha, sedang Altaf merasa jika Icha mulai terbuka padanya, dan itu memacu semangat Altaf untuk segera sembuh, meski semua itu butuh waktu.
Violla masih di ajari oleh Justin, mereka terlihat begitu dekat dan saling tertawa, sedang Kayla memilih untuk duduk bersama Alex.
beberapa murid juga ada yang kembali ke villa, "sayang aku tak sabar ingin mengelar pernikahan kita," kata Alex pada Kayla.
"kenapa buru-buru, aku tak akan menghianati mu mas, kayanya kita akan menikah saat aku lulus sekolah," jawab Kayla.
"aku hanya merasa tak ingin kehilangan mu, lihat Julian dan Chintya, mereka bisa bermesraan tanpa harus binggung dengan omongan orang," kata Alex.
"baiklah aku akan ikut akselerasi agar cepat lulus, puas kan," jawab Kayla tertawa.
"aku akan selalu mendukungmu," jawab Alex.
sedang Altaf dan Icha juga terus tertawa dan begitu menikmati waktu berdua, sedang Julian juga membawa Chintya ke kapal pesiar miliknya.
mereka pun naik ke kapal untuk bermesraan dan jauh dari semua orang, Julian langsung mencium bibir milik istrinya itu.
rindu selama dua puluh hari ini, ingin segera di tuntaskan, bahkan Julian langsung mengajak Chintya masuk ke kamar yang ada di dalam kapal.
__ADS_1
Chintya pun terbuai dengan sentuhan dan kecupan yang di berikan oleh Julian, mereka pun menikmati kegiatan panas mereka dengan begitu indah.
bahkan mereka seakan melupakan semua orang dan keberadaan mereka, dan kini hanya ingin merengkuh kesenangan yang sesungguhnya.