
sore itu Ken menjemput Aline di ruangan nya dan mengajaknya untuk berkunjung ke rumah sakit.
kini Ken tersenyum sambil memeluk pinggang Aline tanpa perduli dengan tatapan para karyawan.
kini Ozil membukakan pintu mobil untuk Ken dan Aline, dan kemudian mereka menuju ke rumah sakit.
kini Ken mengajak Aline ke ruangan Lui, baru juga sampai sudah terdengar kemarahan Lui yang begitu keras.
Ken dan alir pun masuk dan melihat Lui sudah menangis meraung karena baru tau jika kakinya mungkin akan lama untuk sembuh.
Aline begitu sedih melihat kondisi Lui, Aline tau bagaimana perasaan Lui.
Ken sudah memeluk adiknya itu agar tenang, sedang Rissa terlihat terluka di keningnya yang terlihat berdarah.
"biarkan aku mati kak, aku cuma orang cacat yang tak berguna!" teriak Lui.
"apa yang ku katakan kau adik ku yang begitu berharga, aku tak bisa kehilangan mu Lui." kata Ken.
"tapi apa gunanya aku hidup, mimpi ku hancur aku cacat, dan bagaimana aku akan menjalani hidupku, lebih baik aku mati!" teriak Lui masih histeris di pelukan Ken.
Aline yang geram melihat keputus asaan dari Lui pun menghampiri pria itu. Ken menatap sang istri dengan binggung.
plak.. plak.. tamparan Aline mendarat di pipi Lui, Ken yang terkejut pun ikut marah.
"apa yang kau lakukan Aline!" teriak Ken.
Aline tak menggubris itu, Aline tak menyukai keadaan dari Lui yang begitu lemah seakan hanya dia yang merasa kan kesedihan itu.
"kau mau mati kan, aku yang akan melakukannya." kata Aline mengambil pecahan gelas dan menarik tangan Lui.
"apa yang ingin kau lakukan Aline, jangan kau berani atau aku yang akan menyakitimu!" bentak Ken.
"kenapa kau membelanya, bahkan dia tak menyayangi mu dan orang tuanya. lihat lah dia yang begitu terpuruk dan merasa hanya dunianya yang hancur, dia tak melihat tangis dari mommy dan Daddy bahkan dirimu." jawab Aline.
Ken hanya terdiam dan melihat kearah James dan Rissa yang juga terlihat begitu hancur melihat kondisi Lui.
"kau mau matikan lakukan, tapi sebelum itu lihat dulu orang tua yang selama ini mencintai mu bahkan mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan mu, lakukan!" bentak Aline.
Lui mengenggam pecahan gelas itu dan akan mengiris nadinya tapi saat dia melihat Rissa yang terluka dan ada James yang menenangkan Rissa.
__ADS_1
Lui kembali mengingat bagaimana Rissa yang mengorbankan hidupnya agar dia dan Ken selamat.
kini Lui menangis dan membuang pecahan gelas itu, Lui kembali menangis karena mengerti bukan hanya dirinya yang hancur.
"mommy...." panggil Lui.
Rissa kembali memeluk putranya itu, sedang Lui menumpahkan kesedihan nya.
"mommy maafkan Lui, Lui sesaat lupa jika bukan hanya Lui yang akan terluka tapi ada mommy dan Daddy yang juga terpuruk seperti ku." kata Lui.
"sayang..., mommy tau perasaan mu tapi mommy mohon kita bisa terus berusaha untuk kesembuhan mu." kata Rissa.
"maafkan Lui yang hanya berpikir jika Lui sendiri. padahal kalian semua bersama ku, maafkan aku," kata Lui.
Rissa kembali memeluk putranya, sedang Aline memilih ke luar dari ruangan itu, sesampainya di luar ruangan Aline malah menangis sesenggukan.
"kau kenapa sayang?" tanya Edward yang tak sengaja lewat.
"papi Edward, maaf Aline hanya sedih melihat kondisi kak Lui." kata Aline.
"sebenarnya kondisinya itu bisa sembuh tapi hanya perlu waktu, dan Lui harus punya keinginan besar dan dorongan untuk sembuh." kata Edward.
"apa kmu masih kepikiran tentang omongan mami Sandra, Aline?" tanya Edward.
"tidak papi, tapi Aline memang merasa jika kondisi Aline begitu buruk karena tak bisa hamil." kata Aline.
"kau tau Aline, Ken begitu mencintaimu hingga dia meminta ku secara pribadi untuk merawat mu, kau tau kondisi mu persis mommy mu Rissa saat dia hamil si kembar." kata Edward mengajak Aline duduk.
"maksud papi?" tanya Aline.
"kandungan Rissa juga lemah, dan kau tau bahkan dia menyembunyikan kandungannya dari James, tapi ingat lah selalu berdoa dan minta pada Alloh yang menentukan takdir manusia." kata Edward.
"tentu papi, tapi apa kami perlu melakukan bayi tabung?" tanya Aline.
"itu tak perlu sayang, kau hanya perlu minum vitamin dan nanti papi resep kan, dan ingat kau harus istirahat total dan tak boleh stres." kata Edward.
"baik papi,Aline mau menuruti semua perintah papi." jawab Aline.
kini Edward masuk keruang Lui, sedang Ken menghampiri sang istri. Ken memeluk Aline mesra.
__ADS_1
"terima kasih sudah hadir di hidup ku sayang, kau bahkan bisa membuat Lui menyadarinya." kata Ken.
"itu hanya ilmu psikologi sayang, kau tau aku yang beruntung punya suami yang begitu tampan, kaya dan yang penting begitu mencintaiku." kata Aline tersenyum.
"kau baru sadar sayang jika aku terlalu sempurna Hem..." kata Ken sombong.
"kau terlalu sombong tuan, oh ya besok Mecha akan datang aku harus memberi tahu mommy." kata Aline antusias.
"memang kenapa mommy harus tau?" tanya Ken.
"asal kau tau sayang, akan sempurna jika Mecha yang merawat Lui, karena Mecha adalah gadis yang telaten meski kadang mulutnya begitu tajam." jawan Aline.
"tapi dia juga terlihat begitu barbar sayang." tambah Ken.
"karena kehidupan nya keras mas, kau tau dia harus menghidupi keluarga yang terus memeras gadis itu," jawab Aline.
"baiklah terserah kamu dan mommy, aku yakin kalian pasti punya rencana yang begitu bagus sayang." jawab Ken.
malam itu Edward melihat jika kondisi emosi Lui sudah baik, dan mengizinkan Lui pulang dan akan melakukan terapi bersama dokter terbaik.
Aline juga sudah mengatakan pada Rissa tentang Mecha, dan Rissa tak kalah bahagia saat mendengar cerita Aline.
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih
__ADS_1