Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
keputusan Alex.


__ADS_3

"tapi aku tak ingin Kayla menjadi korban,lagi pula aku juga tak kalah dari pria itu, hanya aku tak memegang dunia bawah saja," kata Alex.


Kayla tak menyangka jika Alex begitu serius dalam hubungan ini, sedang Icha memilih diam, karena dia juga sedang tak bisa memilih.


"Icha, kamu kenapa terus diam?" tanya Chintya.


"pak Irwan tolong pulangkan anak-anak lebih awal, saya takut akan ada masalah nanti," perintah Alex.


kini mereka berenam pun sedang berada di ruangan milik Alex, Icha pun mulai bercerita.


"sebenarnya aku juga sudah di jodohkan dengan salah satu keluarga besar, tapi papi tak mengatakan siapa pria itu, tapi dia bilang pewaris keluarga Shiddiq," kata Icha.


"uhuk.. uhuk..." Jacob yang tersedak saat minum.


"kamu mau nikah lagi?" tanya Abimana kaget.


"kamu gila, istriku saja msih berjuang di negara orang, masak ya aku nikah lagi," jawab Jacob mengeplak kepala Abimana dengan buku.


"ada kandidat terkuat, dia adalah cucu dari keluarga kita dan cucu dari putra pertama keluarga as Shiddiq," kata Jacob duduk di samping Alex.


"mampus, loe yakin Jack, kalau iya kasihan Icha harus tinggal dengan dia," kata Alex.


"tutup mulutmu, dia bagaimana pun tetap saudara kita," jawab Jacob.


"memang dia kenapa mas? dia cacat?" tanya Kayla.


"aku binggung menjelaskannya, dia itu normal, tapi juga cacat, ah.. tau ah," kata Alex binggung.


"tenanglah Icha, seandainya pin kamu menikahinya, kamu akan aman dan terjamin," kata Abimana memaksakan senyumannya.


Jacob menerima pesan jika Jessica akan pergi jam enam sore ke tempat Julian, Jacob pun meminta Jessica selalu waspada saat di sana.


brnarsaja, seorang pria setengah baya datang bersama satpam sekolah, Alex pun membukakan pintu.


"iya pak, mencari siapa?" tanya Alex sopan.


"saya ingin menjemput nona Chintya, karena ini perintah tuan," jawab pak Din.


"aku pamit dulu ya semuanya, dan aku mohon jaga diri kalian, dan jangan berbuat bodoh, oke om," kata Chintya sebelum pergi.


Abimana hanya terdiam menginggat percakapan mereka tadi, Jacob pun kembali duduk bersama mereka.


"memang apa yang kalian bicarakan?" tanya Jacob.


"dia ingin kita mengakhiri ini, dia sudah memilih untuk bertahan demi orang tuanya, bahkan jika dia terluka dia akan menerima," kata Abimana.

__ADS_1


"ya Tuhan, ini sudah setengah jalan, dan sekarang apa yang harus kita lakukan, aku bahkan meminta Jasper menemui pria itu," kata Jacob.


"semoga Jasper dan keluarganya baik-baik saja, dan kita tetap menjalankan rencana awal," kata Alex.


"sebenarnya kalian ini membicarakan apa? jangan membuatku pusing," kata Icha.


"kalian sekarang pulang, dan nanti malam aku akan ke rumah mu Kayla, dan jangan pergi sembarangan, mengerti," perintah Alex.


malam pun datang. Jasper dan Jessica serta Ivy sudah sampai di istana Baskara, bahkan pak Din menyambut mereka.


"selamat datang tuan muda," sapa pak Din.


saat masuk ke dalam, mereka pun bisa melihat ada sebuah foto besar keluarga Baskara. Jasper bahkan terdiam melihatnya.


"honey," panggil Jessica.


"mereka orang tuaku, aku ingat mereka tertabrak mobil dulu, dan aku kehilangan kakakku saat itu, dan aku hidup di jalanan," kata Jasper.


Jessica langsung memeluk suaminya itu, Ivy pun memeluk kaki Jasper, "sekarang kami di sini bersama mu," kata Jessica.


"dan kakakmu ini juga ada bersama mu," kata Julian yang baru datang.


"ya aku sudah memiliki kalian semua," Kata Jasper yang memeluk Julian.


saat itulah Chintya turun tapi di tahan pak Din dan di minta untuk kembali naik, Jasper melihat sekilas keadaan Chintya yang begitu menyedihkan.


"tapi papi besar Ivy cuma dua, papi Kennard dan papi Louis, om ini siapa?" tanya Ivy polos.


"dua saudara tertua Daddy, jadi dia juga papi besar Ivy, namanya Julian Baskara," kata Jasper.


"salam kenal papi besar, namaku Ivy," kata gadis kecil itu.


"salam kenal tuan putri cantik, boleh papi besar mengendong mu," kata Jasper yang menyamakan tinggi dengan Ivy.


"tentu, tapi Ivy suka di gendong punggung," jawab Ivy.


Julian pun mengendong Ivy, mereka menuju ruang tengah yang sudah di sulap bak pesta mewah.


Alvin sudah memerintahkan para pengawal untuk menjaga Chintya, agar gadis itu tak bisa turun lagi.


"Julian, kenapa baru keluar sekarang, apa selama ini kamu tak ingin menemui Jasper?" tanya Jessica.


"tidak seperti itu, aku hanya tak ingin melihat Jasper sedih karena merasa sendirian selama ini, sebenarnya aku melindungi kalian dari jauh, bahkan aku sudah membereskan Nana, dan dia tak bisa menganggu kalian lagi," kata Julian.


"wah terima kasih, itu sebabnya kenapa wanita yang mendekati dia tiba-tiba hilang," kata Jessica melihat Jasper.

__ADS_1


"tenang sayang, aku hanya mencintaimu," kata Jasper.


"kalian begitu bahagia, dan juga punya gadis cantik ini," kata Julian.


" kamu juga bisa memiliki gadis yang kamu cintai, dan punya keluarga sendiri," kata Jasper.


"tidak, gadis itu punya kekasih, jika aku bisa aku harus membunuh pria itu, dan aku tak ingin melakukan itu," kata Julian sambil tertawa.


Jasper terdiam, berarti dia harus menyingkirkan Alex dari dunia ini.


"apa aku boleh mengenalnya, dan kenapa kamu tak mengundang dia untuk makan malam bersama kita," tanya Jessica.


"dia kekasih dari Alexander Ibrahim as Shiddiq, dan aku tak mungkin mengundangnya kan," jawab Julian jujur.


Jessica terdiam, dua tak menyangka Julian bisa tertawa saat membicarakan kematian, apalagi ini juga keluarganya.


"bisakah aku ke toilet, maaf tiba-tiba aku mual," kata Jessica.


"pak Din, antar nyonya Jasper ke toilet," perintah Julian.


"baik tuan," jawab pak Din.


Jessica pun langsung memuntahkan semua makanan nya, dia tak bisa membayangkan jika Alex harus mati di tangan Julian.


Jessica pun kembali berkumpul dengan yang lain, dan Julian terlihat dekat dengan Ivy, bahkan pria itu terlihat begitu penuh kasih sayang.


tak di sangka Siska datang dengan menggunakan gaun yang begitu anggun.


"maaf semuanya aku sedikit terlambat, karena ada beberapa pemotretan," kata Siska yang langsung duduk di samping Julian.


bahkan Suska tak sungkan memberikan ciuman di bibir Julian di depan Jasper, Jessica bahkan Ivy.


"hai, perkenalkan mereka saudara ku, oh dan ini adalah-" kata Julian di potong oleh Siska.


"Siska, kekasih dari Julian, berarti sebentar lagi, kita akan menjadi saudara," kata Siska bangga.


"aku tak mau punya saudara macam uget-uget begini," gumam Jessica.


"ada yang salah Jessi?" tanya Julian.


"tidak Julian, aku hanya kagum dengan Siska itu saja," jawab Jessica tersenyum canggung.


mereka pun makan bersama dengan Alvin dan pak Din yang selalu mengawasi, bahkan Jasper tak bisa melihat Chintya lagi.


"nona Jessica. aku dengar kamu keluarga Smith, tapi kenapa penampilan mu begitu biasa," kata Siska.

__ADS_1


"karena aku nyaman dengan semua ini, jika kami hidup dari Uang orang tua, itu lebih memalukan" jawab Jessica yang berhasil membuka butik Bu Ageng.


__ADS_2