Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_ triple dan twins..


__ADS_3

setelah berbagai cobaan yg menerpa rumah tangga nya kini sandi dan Wulan telah hidup bahagia bersama kelima buah hati mereka...


kini usia pernikahan mereka 16 th sedang trio Ar sudah kelas tiga SMP dan untuk twins sudah kelas 6 SD...


seperti biasa Wulan membuatkan sarapan untuk ke enam orang tercintanya.. baginya itu adl kebahagiaan menjadi seorang istri dan ibu...


" bang Ardi... bang Ardan.. dan bang arka ayo turun kita sarapan..." kata Wulan


" iya ma.. bentar..." jawab Ardi...


Ardan sudah turun bersama arka.. tak lama Ardi kemudian sandi yg sudah tampan dengan Jaz ya..


"pagi ma..." sapa Ardan dan arka..


" pagi ganteng nya mama..." jawab Wulan tersenyum..


" pagi sayang.." sapa sandi mencium pipi Wulan..


" pagi pa... lho Ardi kok belum turun.." tanya Wulan tak melihat Ardi..


" huh mama kayak gak kenal bang Ardi aja si..." kata Arka mulai mengambil nasi goreng nya..


" mama... dasi issa di mana.. " teriak Rissa..


" ma... kaos kaki Sandra gak ada..." teriak Sandra...


" ya Alloh dua gadis kecil ini...." kata Wulan menghampiri kamar kedua putri ya..


" dasi di rak lemari sayang.. dan kaos kakinya ada di rak samping rak sepatu..." jawab Wulan..


" hehehe makasih ma..." kata mereka..


" ya udah kalian cepet siap siap nya.. nanti di tinggalin papa loh..." goda Wulan


" ayo ma kita sarapan... " kata Sandra sudah berlari duluan..


". issa sayang mama.." kata Rissa


" mama juga sayang kamu Rissa..." kata Wulan


kini semua sudah berkumpul di meja makan.. begitupun Ardi.. sandi menatap Ardi dengan tatapan tajam..


" Ardi ada yg ingin kamu katakan...." kata sandi


" emmm .. Ardi emm... " kata Ardi binggung..


" bang Aldi kenapa sih.. kok sedih.. bang Aldi bikin papa malah ya..." kata Rissa..


" dek.. itu R ya kenapa kok jadi L dek... hahaha " ledek Ardan..

__ADS_1


" ma.. bang aldan ma..." kata Rissa..


" bang gak boleh gitu..." kata Wulan tersenyum..


" ah.. mama sama bang aldan sama aja.. issa sebel..." ngambek Rissa..


" iya... iya.. maaf ya sayang " kata Wulan..


Wulan melihat Ardi seperti ketakutan pun akhirnya menengahi perdebatan itu...


"pa.. jangan seperti itu.. biarkan Ardi yg memberi tahu kita.. tak perlu papa marah..." jelas Wulan.


" tapi ma ... " kata sandi..


" papa kalau masih mau marah sama anak mama.. papa tidur di luar..." ancam Wulan..


" oke oke papa kalah... kamu nanti jelasin aja ke mama sendiri Ardi..." kata sandi...


Ardan dan arka tertawa mendengar sang papa kalah berdebat dengan mamanya... ya sandi selalu kalah kalau berhadapan dengan Wulan...


bukan kalah karena apa... karena dia tak ingin tidur di sofa atau kamar tamu.. baginya tidur tanpa Wulan adl hal mengerikan...


semua sudah berangkat.. Sandra dan Rissa bersama sandi sedang trio Ar di antar oleh pak imam... sebelum pergi Ardi memeluk Wulan..


" eh.. kenapa bang..." tanya Wulan..


" ma.. sebenarnya Ardi dapat surat panggilan untuk orang tua... karena bang Ardi melakukan kesalahan...." kata Ardi..


kini trio Ar juga sudah berangkat ke sekolah.. Wulan sebenarnya sudah tau tentang masalah Ardi yg sempat adu jotos dengan teman sekelasnya..


tapi Wulan harus bisa bersikap tegas dan mencari tau apa masalah yg sebenarnya terjadi..


di sekolah trio Ar.. Ardi sebenarnya di kenal cuek dan dingin tapi kemarin Ardi terlibat perkelahian dengan teman sekelasnya..


Ardan dan arka juga tak mengetahui masalah itu karna mereka di kantin dan Ardi berada di perpustakaan..


saat sampai di sekolah semua murid melihat Ardi takut sedang Ardi tak masalah dia tetap cuek dengan sikap semua orang...


tiba tiba seorang gadis blasteran bule menghampiri Ardi... dan memberikan kue coklat...


" terima kasih telah membela ku kemarin kak... dan kakak jadi terkena masalah gara gara aku..." kata gadis itu


" tak masalah... kakak tak suka ada yg berani bersikap kurang ajar pada seorang gadis..." kata Ardi mengacak rambut Dhea sambil tersenyum..


Ardan dan arka binggung melihat adegan di depan mereka... mereka tak menyangka Ardi bisa tersenyum di depan gadis bule itu..


Ardi menerima kue yg di berikan Dhea.. setelah Dhea pergi arka langsung buka suara..


" bang.. loe sehat kan..." tanya arka

__ADS_1


" maksud loe sehat ka... " jawab Ardi..


" habis Abang kan selalu dingin di depan cewek tapi sama si Dhea Abang bisa senyum manis gitu..." kata Ardan menatap Ardi..


Ardi hanya mengerdikkan bahunya.... sedang arka dan Ardan menatap penuh kekesalan...


" bang Ardi...." teriak Ardan dan arka...


Wulan sedang bersiap untuk datang ke sekolah Ardi.. baru kali ini Wulan harus menghadapi masalah putra nya terutama Ardi.. karena selama ini trio Ar tak pernah membuat masalah selama sekolah..


pukul 10 pagi Wulan sampai di sekolah trio Ar.. Wulan membawa mobil sendiri karena sekalian menjemput kedua putrinya nanti...


Wulan menuju ke ruang guru untuk menemui wali kelas Ardi...


"assalamualaikum bisa bertemu dengan ibu Lastri..." kata Wulan pada salah satu dewan guru..


" waalaikum salam... itu Bu Lastri yg meja di pojok mbak..." jawab guru pria itu..


" terima kasih pak..." jawab Wulan..


Wulan menuju ke meja Bu Lastri terlihat seorang wanita dengan umur yg sudah matang dan terlihat penuh karisma...


" assalamualaikum Bu Lastri... saya orang tua dari Ardinata Abraham as Shiddiq..." kata Wulan sopan..


" waalaikum salam.. mari Bu silahkan..." kata Bu Lastri menyuruh duduk..


" maaf Bu.. saya memanggil ibu ke sini karena Ardi membuat suatu keributan kemarin..." kata Bu Lastri..


" iya Bu ... saya yg harusnya minta maaf karena ulah putra saya.. tapi apa saya bisa mengetahui permasalahan awalnya..." tanya Wulan..


" MANA ORANG TUA DARI ANAK URAKAN ITU.. AKU TAK TERIMA PUTRANYA MEMBUAT PUTRAKU BABAK BELUR...." teriak orang tua murid..


" maaf Bu tolong sopan disini sekolah bukan pasar..." kata salah satu satpam..


" aku tau.. daya ingin minta ganti rugi pada orang tua anak urakan itu.." kata wali murid tersebut..


" maaf Bu saya ibu dari anak yg anda bilang urakan itu.. dan tolong jaga cara bicara anda..." kata Wulan tegas..


" cih.. masih muda sudah punya anak sebesar itu.. kau hamil di luar nikah..." hina ibu wali murid itu..


" tolong jaga ucapan ibu..." kata Wulan..


Bu Lastri akhirnya mengajak Wulan dan ibu wali murid itu menemui kepala sekolah.. karna suasana yg mulai tak kondusif...


.


.


.

__ADS_1


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2