Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
Ak_ rapat membawa jodoh


__ADS_3

rapat usai pas jam makan siang, Leo pun makan bersama Ken dan yang lain, Sean begitu nyaman dengan Aline bahkan Ema tersenyum melihat putranya itu.


Leo pernah mengatakan pada Ema untuk tak menyinggung soal anak di depan Aline, Ema pun sadar karena pernikahannya dulu juga seperti Aline yang harus menunggu sampai bisa ada Sean di antara Leo dan Ema.


"Sean kau melupakan mommy sayang, kenapa ku begitu nyaman dengan Aunty?" tanya Ema.


"onty antik." jawab Sean.


" terima kasih sayang, lain kali mau main kerumah aunty?" tanya Aline sedang Sean langsung mengangguk.


"baiklah kita bisa min saat weekend dan Daddy bisa menganggu James yang menyebalkan itu hahaha." kata Leo.


"beh.. Daddy ku lupa pasangan nya seorang serigala?" tanya Ema.


"tenang mom, aku bisa membuat serigala itu tak mengigit ku." jawab Leo.


"emang om kira mommy itu apaan suka gigit."jawab Ken.


"ayolah Ken om cuma bercanda dan berhenti marah kau akan cepat tua tau." jawab Leo.


kini mereka pun telah selesai rapat saat akan pulang tak sengaja Aline melihat seorang gadis sedang bertengkar dengan seseorang.


Aline pun menghampiri gadis itu. Aline tak salah lihat ternyata itu Mecha sahabat nya yang dulu di kampung.


"Mecha.."panggil Aline.


"Aline." jawab Mecha langsung memeluk sahabatnya itu.


"eh ada apa ini kok bapak ini murah pada kamu?" tanya Aline.


sedang Ken dan yang lain hanya mengawasi dari jauh dan kan bertindak jika Aline dalam bahaya.


"dia.. dia.." jawab Mecha tergagap.


"say mau nagih utang sama gadis ini karena orang tuanya berhutang banyak pada saya." jawab pria gemuk itu.


"berapa hutang nya tuan?" tanya Aline sopan.

__ADS_1


pria itu melihat penampilan Aline dan tersenyum mesum, Ozil dan Ken langsung bergerak menghampiri Aline.


"bagaimana kalau kalian berdua memuaskan ku, maka ku anggap hutang orang tuanya lunas." kata pria itu.


"kau mau mati menggoda istri ku." kata Ken penuh penekanan.


sedang Ozil sigap berdiri melindungi Aline. sedang pria gemuk itu terpaku melihat sosok Ken yang dengan tatapan tajam dan membunuh itu tak kalah sanggar Ozil pun begitu.


"500juta. apa kau bisa membayarnya." jawab pria gemuk itu.


Ken menulis cek dan memberikn pada pria itu, bahkan pria itu terbelalak melihat nominal yang di tulis oleh Ken.


"mana surat perjanjian dan juga jaminan hutangnya!" hardik Ken.


pria itu memanggil anak buahnya yang memberikan sertifikat dan juga perjanjian hutang pada Ken.


"muai sekarang jangan menganggu wanita ini atau anak buah ku akan mematahkan leher mu." kata Ken.


pria itu pun mengangguk dan pergi meninggalkan mereka semua. Mecha tak percaya bisa bertemu sahabat nya dari kampung itu.


"apa yang kamu katakan Kitakan teman dari dulu, oh ya kamu tinggal dimana?" tanya Aline,


"aku tinggal ngekos dan kerja serabutan, asal bisa kirim uang ke orang tua." jawab Mecha.


"kamu bisa gak main ke rumah besok, kebetulan aku libur, dan aku bisa membantumu mencari kerja, kamu mau?" tanya Aline.


"tentu, beri aku alamatnya dan aku akan kesana." jawab Mecha begitu senang.


Aline menulis alamat rumahnya, kini mereka pun berpisah dan tak lupa saling bertukar nomer telpon.


kini Aline dan yang lain pun kembali ke perusahaan karena masih banyak pekerjaan yang menunggu.


sedang di rumah sakit Lui sedang marah dan terkejut karena kakinya tak bisa di gerakan, Rissa dan James sudah mencoba membuat Lui tenang.


Edward melakukan CT scan ulang ternyata ada syaraf yang terjepit dan itu mengakibatkan Lui lumpuh sementara.


menerima itu Lui begitu terpuruk dan syok, Rissa makin sedih melihat putranya itu. karena Lui pasti akan merasa minder.

__ADS_1


"tenang sayang mommy akan selalu di sini dan menemani mu." kata Rissa memeluk Lui.


"hidupku hancur mom, aku cacat mom aku tak berguna." kata Lui.


"tidak nak, putra mommy kuat dan mommy sudah menemukan gadis untukmu." kata Rissa.


"tidak mom, tak mungkin akan ada gadis yang mau memiliki suami cacat seperti ku ini." kata Lui frustasi.


James sudah menghubungi semua dokter keluarganya yang berada di Belanda untuk menanyakan kondisi Lui.


"tenang Lui kamu akan bisa berjalan lagi tapi kita harus melakukan terapi dan nanti sahabat Daddy yang akan merawat mu." kata James.


kini Lui sedikit tenang mendengar perkataan James yang masih ada harapan. sedang di sisi lain Mecha begitu senang karena bisa bertemu Aline.


gadis itu masih belum sadar jika kunjungannya akan membawanya masuk kedalam hidup pria yang pernah dia lempar dengan buah coklat waktu itu.


Mecha masih tak sadar dengan takdir Allah yang akan menjadikan nya begian dari kelurga Smith.


Mecha kini begitu ruang dalam bekerja di rumah makan sebagai asisten tilang masak, karena sambal buatan Mecha menjadi primadona di rumah makan itu.


(oke Lui dan Mecha cerita kalian akan di mulai hhahaha... sebagai sampingan cerita sesek di Ken dan Aline... hahahah


author nya kambuh bawang nya soalnya hehehe...)


.


.


.


.


.


.


mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2