
semua murid sekolah SMA bangsa sudah sampai di Bali, mereka sedang menuju ke daerah villa yang di sewa oleh sekolah.
Icha dan Violla memilih tidur selama perjalanan, sedang Chintya dan Kayla sedang Mabar main games di dalam bus.
setelah satu jam. bus Mereka sampai di villa yang di maksud, mereka semua pun turun.
ternyata setiap kamar memiliki empat ranjang dengan model kasur tingkat. mereka memilih pasangan satu kamar.
Chintya, Kayla, Icha dan Violla juga dalam satu kamar yang sama, Violla memilih kasur di atas begitupun Kayla.
"eh gaes... kalian bawa baju renang gak?" tanya Kayla.
"bawalah, meski bukan bikini, oh ya nanti kita kan akan main di lautkan," tanya Chintya.
"jadwal nya besok kali, nanti kita cuma jalan-jalan di sini, terus barbequean di pinggir pantai," jawab Icha.
"semoga ada daging, aku tak bisa makan ikan," jawab Violla.
"aku juga tak bisa makan kerang non, tenang kita ternyata satu server," kata Chintya.
mereka pun beristirahat terlebih dahulu, sedang Alex msih menunggu pesawat yang akan membawanya menuju Bali.
dia tau jika mungkin semua murid sudah sampai, ternyata Alex juga mendapat tugas dari julian untuk menjaga Chintya.
Alex makin binggung karena dia harus extra menjaga keempat muridnya, dia tau jika guru lain tak mungkin sanggup menghadapi keempatnya.
Alex pun memasuki pesawat yang akan membawanya ke Bali, pesawat pun lepas landas.
tak butuh waktu lama untuk sampai, Alex pun mencari orang yang akan membantunya di Bali.
"hai.." sapa Alex.
"hai bro, gila baru sekarang kami mau main kemari, itupun ada acara sekolah," kata Bian.
"ya mau gimana lagi, oh ya siap jadi pemandu bro, lumayanlah kita bisa sambil ngobrol," kata Alex.
"tentu, kawan lama," jawab Bian.
mereka berdua pun menuju villa yang sudah di sewa, murid memiliki villa sendiri dengan dua orang guru sebagai pengawas.
setidaknya mereka menyewa beberapa villa yang berdekatan dengan laut, atau lebih tepatnya villa private.
Alex sampai bersama dengan Bian. Alex pun menuju ke kamar miliknya dan menata beberapa pakaian.
__ADS_1
setelah itu dia memeriksa siapa saja murid yang dia awasi selain geng gadis urakan ini.
ternyata yang lain cukup bisa di andalkan menurut Alex, Alex pun meminta semua orang kumpul.
"semuanya kumpul di ruang tengah," panggil Alex dengan pengeras suara.
semua pun berkumpul, Chintya terus mencubit Icha agar sadar. "hei bangun itu di lihatin pak Alex," kata Chintya menepuk pipi Icha.
"aku masih mengantuk, aku sedikit mabuk laut karena baik kapal, kenapa tidak naik jet pribadi, kekasihmu kan punya," kata Icha yang sedikit setengah sadar.
mendengar itu Chintya langsung membekap mulut Icha yang lemes, "gak papa Chintya, dan mana yang dua?" tanya Alex.
"mereka berdua juga tidur pak, katanya lelah," jawab Chintya.
"baiklah, kamu bisa masuk ke kamarmu Icha, dan yang lain saya ingin menerangkan peraturan untuk kalian yan di bawah awasan saya," kata Alex.
Chintya lun mengambil selebaran itu, dia terperanjat membaca isi selebaran itu, dia hanya tak percaya.
dia merasa jika Alex membuat peraturan itu untuk dia dan tiga temannya. bahkan mereka tak diijinkan mengunakan bikini saat di pantai.
"kalian sudah menerima semuanya kan, kalau begitu silahkan kembali istirahat. dan untuk Chintya jaga ketiga teman mu," kata Alex.
"baik pak," jawab Chintya.
Chintya kembali ke kamar dan merasa begitu kesal, tiba-tiba dia merasa lapar, Chintya pun mengambil mie instan cup yang sengaja di bawa.
"pak itu airnya lebih kah? kalau iya boleh minta ya," kata Chintya.
"kamu mau buat kopi juga?" tanya Alex.
"gak kok, mau buat mie instan, habis lapar apalagi tiga gadis itu tidak bisa di ganggu tidurnya," kata Chintya.
"baiklah, ingat sore kalian harus kumpul jika tak ingin di tinggal," kata Alex.
"bapak lupa aku siapa, aku yakin pasti sekarang ada orang yang sedang mengawasi villa ini," kata Chintya.
"huh.. dasar kamu sama Julian itu sama, kalau buka mulut selalu menjengkelkan," kata Alex meninggalkan Chintya.
Chintya pun sibuk membuat mie instan, setelah itu dia membawa mie itu ke kursi depan villa sambil menikmati suasana pantai yang sepi.
seseorang datang memberikan kelapa muda pada Chintya, dia pun menerima nya. "tunggu kenapa kau tak mengucapkan kata sandi," kata Chintya curiga.
pria itu terlihat binggung, Chintya tau jika itu bukan pengawal yang di berikan oleh Julian.
__ADS_1
"mawar putih dalam lingkaran hitam," teriak Chintya.
tak lama datang beberapa pengawal yang dari tadi menyamar, pria itu langsung di ringkus dan di amankan.
Chintya pun memberikan kelapa itu untuk di jadikan bukti, di villa lain. Nasya tersenyum licik karena merasa jika usahanya menyingkirkan Chintya akan berhasil.
Julian mendapatkan laporan dan marah besar, pasalnya dia tak menyangka ada orang yang berani mengusik istrinya.
"Anastasya dan Alvin kalian tetap di sini, aku harus pulang, sepertinya Chintya ada yang mengincar, dan aku tak akan membiarkan hal itu." perintah dari Julian.
"baik tuan, kami mengerti," jawab keduanya.
Julian langsung bergegas kembali ke hotel dan akan pulang ke Indonesia. sedang di villa mendengar teriakkan Chintya Alex keluar.
"ada apa?" tanya Alex.
"ada semut yang ingin menyakitiku, tapi tenang sudah di singkirkan," jawab Chintya sambil menikmati mie instan miliknya.
"kamu serius, aku bisa di bunuh sama Julian kalau sampai terjadi," jawab Alex panik.
"tenang pak Alex,dia mungkin akan langsung pulang, tapi setidaknya besok sore baru sampai," jawab Chintya.
"terus aku harus bilang apa?" binggung Alex.
"biar aku yang bilang padanya, jadi bapak Alex lebih baik siapkan acara nanti malam, dan minta calon istrimu itu untuk membuat kulit kebab, karena aku dan Violla tak bisa makan seafood," kata Chintya.
"baiklah, aku akan memintanya membuatkan mu," jawab Alex.
Alex pun masuk untuk ke kamar Kayla, ternyata gadis itu baru bangun, Alex langsung menghampiri nya.
Kayla yang melihat Alex pun langsung memeluk tunangannya itu. "cuci muka gih, terus maukah kamu membantu tunangan mu ini," kata Alex.
"tentu, kalau begitu gendong ke kmr mandi," kata Kayla manja.
Alex pun mengendong Kayla di punggungnya, dan membawanya ke kmr mndi, setelah cuci muka.
Alex pun mengajak Kayla ke dapur, Kayla pun binggung di buatnya. "kenapa kita ke sini?" tanya Kayla.
"banyu aku untuk membuat kulit kebab untuk sahabat mu, kalau tidak suaminya bisa menghajar ku nanti," kata Alex.
"huh.. kenapa sekarang Chintya ikut menyebalkan seperti suaminya itu sih," kesal Kayla.
"bukan seperti itu sayang, tadi ada yang ingin mencelakai Chintya, dan untung orangnya bisa di ringkus, tapi aku sudah berjanji akan melindungi kalian, tapi kejadian tadi pun aku lenggah," kata Alex.
__ADS_1
"baiklah, untuk membantumu aku mau membuatkan pesanan gadis itu, lagi pula dia tak bisa makan seafood dari dulu," jawab Kayla tersenyum.
kini keduanya membuat kulit kebab untuk semua orang. tak ada yang berani membicarakan antara Kayla dan Alex karena mereka bukan dari keluarga sembarangan.