
waktu pun tak terasa sudah sore hari, Mecha sudah ingin pamit pulang karena tak enak terus berada di rumah itu.
"bunda apa boleh aku pulang, ini sudah sore?" pamit Mecha.
Rissa melihat Aline, Aline mengeleng kan kepalanya, Rissa pun mengerti maksud putrinya itu.
"maaf Mecha lebih baik kau menginap, karena besok kita akan berangkat pagi pagi," kata Rissa.
"tapi bunda aku tak memiliki baju ganti," kata Mecha berharap Rissa membolehkannya.
"aku punya baju ganti meski kamu minta celana setan kebanggaan mu aku juga punya," saut Aline tersenyum.
Mecha pun tak bisa membantah, akhirnya malam itu Mecha terpaksa menginap di rumah Rissa.
malam pun datang, Aline sedang berada di kamar dan menyiapkan baju tidur milik Ken, saat tiba tiba Ken memeluk nya dari belakang.
"ada apa mas?" tanya Aline lembut.
"tak ada apa apa aku hanya ingin memelukmu," jawab Ken.
Aline pun membalikkan badan nya, kini mereka saling berhadapan Ken langsung memeluk tubuh istrinya itu.
"aku mencintaimu," kata Ken pada Aline.
"aku juga sangat mencintaimu, sekarang cepat ganti baju kita harus istirahat karena besok perjalanan kita sangat jauh," kata Aline.
"aku penasaran dengan desa Mecha, kalau tak salah itu desa nelayan kan?" tanya Ken.
"iya bahkan kami waktu kecil suka sekali berenang di laut dan juga bermain sambil mencari ikan," kata Aline.
"benarkah, aku jadi tak sabar ingin melihatnya sendiri,"kata Ken yang sudah di dorong Aline untuk berganti pakaian.
Aline sudah berada di ranjang sambil membaca buku, sedang Ken datang sambil membawa laptopnya.
"mas apa ada pekerjaan penting?" tanya Aline.
" tidak sayang, aku hanya memeriksa beberapa dokumen agar besok Ozil bisa menghendel semuanya saat kita pergi," kata Ken.
"baiklah jangan tidur larut, aku mencintaimu," kata Aline sambil memberi ciuman di bibir Ken.
Aline sudah tidur sedang Ken masih bekerja, setelah selesai Ken pun tidur dengan memeluk sang istri.
__ADS_1
pagi pun datang, semuanya sudah siap bahkan bawaan mereka pun, kini mereka semua menuju ke pelabuhan.
"bunda kita tak naik mobil ke rumah ku?" tanya Mecha.
" tidak Mecha kita akan nik kapal pesiar milik Daddy nya Lui, dan mungkin Ken dan Aline sudah sampai" kata Rissa.
sedang Jessi begitu senang, karena ini kali pertama dia nik kapal pesiar, Lui ikut tertawa melihat antusiasme yang di miliki Jessi.
"Jessi kau begitu senang kenapa?" tanya Lui.
"karena aku mau naik kapal, dari dulu aku tak pernah naik kapal," jawab polos Jessi.
"mulai hari ini jika kamu mau kita bisa berlibur mengunakan kapal pesiar Jessi," kata James.
"itu pasti menyenangkan tapi Jacob membenci itu, katanya jaringan internet akan buruk saat di laut," kata Jessi cemberut.
"kalau begitu tak usah ajak Jacob, biar dia di rumah bersama kak Ken dan Kak Aline," jawab James.
"itu malah makin menyebalkan Daddy, karena Jacob bisa minta kak Ken mengajaknya ke Jepang, karena Jacob sangat suka Jepang bahkan bahasa asing yang dia kuasai adalah bahasa Jepang," jawab Jessi lagi.
"kok bisa Jessi?" tanya Lui.
" karena Jacob menyukai anime dan juga beladiri judo dan pelatihan pedang," jawab Jessi.
kini mobil mereka sampai di pelabuhan, tapi tak melihat mobil milik Ken dan Aline serta Jacob.
"kalian masuk dulu, mommy ada urusan di sini dengan Daddy sambil menunggu Ken," kata Rissa.
kini Jessi masuk, sedang Mecha membantu Lui naik ke atas kapal di bantu oleh para pengawal.
"kenapa mom kamu belum siap berhadapan dengan warga di sana?" tanya James.
"sedikit Daddy, aku ingat dulu mengusir ku karena aku hamil tanpa seorang suami, hingga mereka sangat membenciku," kata Rissa.
"tapi sekarang ada aku suamimu sayang, dan ini mana lagi Ken dan Aline, bukannya tadi mereka berangkat duluan ya sayang," tanya James.
"iya dad, seharusnya mereka sudah sampai," jawab Rissa.
tak lama terlihat mobil Jeep Wrangler datang, James hanya tertawa melihat Jacob yang sudah cemberut karena harus ikut.
"Daddy kak Ken menyebalkan, aku tak boleh meminta cemilan," adu Jacob.
__ADS_1
"hei dasar anak kecil, kau bukan mau cemilan tapi kau mau membeli satu isi minimarket itu," kata Ken yang tak mu kalah.
sedang Aline tersenyum dan memeluk Rissa, tak lama Rissa bisa melihat yang di maksud oleh Ken.
kini mereka semua bersiap berangkat menuju ke kampung Mecha, perjalan cukup lama di rasa tapi mereka menikmati apalagi pemandangan laut luas yang begitu indah.
kapal mereka sampai di dermaga di desa Mecha, bahkan warga Lampung sempat kaget melihat kehadiran kapal mewah yang merapat itu.
bahkan kepala desa sendiri juga menyambut kedatangan mereka, Aline tersenyum saat kembali menginjak tanah kelahirannya.
"selamat datang tuan James dan kelurga di desa nelayan," kata kepala desa.
"iya pak, dan apa penginapan kami sudah siap?" tanya James.
"tentu tuan, mari silahkan ikut saya," kata kepala desa yang begitu senang karena bisa bertemu dengan orang hebat seperti James.
kini mereka pun menuju ke tempat penginapan yang sudah di siapkan, tapi Aline terhenti saat melihat rumah masa lalunya yang kini sudah menjadi milik orang lain.
"kenapa sayang?" tanya Ken.
"itu dulu rumah masa kecilku, tapi sekarang sudah bukan milikku lagi," kata Aline.
"kau mau rumah itu, aku bisa membelinya dan memberikan nya padamu," kata Ken.
"tidak karena sekarang aku sudah punya rumah yang tak kalah bagus yaitu kamu," kata Aline memeluk pinggang Ken.
kini mereka telah sampai di penginapan yang di maksud dan tak jauh dari rumah Mecha, mereka pun berpencar untuk menaruh brang bawaan sedang Mecha sudah pulang terlebih dahulu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍 terima kasih