
hari ini Rissa telah melakukan wisuda setelah lulus Madrasah Aliyah masih di yayasan Miftahul Jannah milik ust. Haris Maulana..
hari ini Wulan di temani sandi untuk menghadiri wisuda sang putri.. sedang Sandra masih ujian kenaikan kelas... maka jadilah cuma mereka berdua... tapi tak di sangka mereka bertemu dengan Surya dan Lia yg juga datang sebagai wali murid dari Bayu putra mereka yg kelas 2 madrasah Aliyah..
Wulan sudah cantik dengan gamis berwarna navy yg senada dengan jas yg di gunakan sandi..
" sayang.. kenapa Rissa dan Ardi cepet banget nya oleh lulus... perasaan baru kemarin aku mengendong mereka.. dan masih suka berantem.. kini mereka dah S1 dan Rissa sudah lulus Aliyah..." kata sandi..
" ya mau gimana lagi.. kita tak menyadari semua putra dan putri kita sudah dewasa.. terutama Ardi dan Rissa..." kata Wulan..
" aku beruntung sayang memilikimu di hidupku.. meski begitu banyak kesalahan ku padamu.. kau masih bersabar dan berada di sisiku.. terima kasih ya Allah telah mengirim kan bidadari surgamu pada ku..." batin sandi...
kini acara pun di mulai.. setiap nama siswa siswi yg lulus di panggil dan menerima piagam dari kepala yayasan dan mendali dari kepsek Madrasah Aliyah...
saat giliran Rissa di panggil sandi tak begitu bisa melihat sang putri.. sedang Wulan kaget saat mengetahui Rissa sudah bercadar...
pasalnya Wulan selalu tak di perbolehkan Rissa untuk menjengguk nya di pondok.. dan hanya mengizinkan kelima kakek neneknya yg menjenguknya... meski Wulan keberatan tapi setelah mendengar penuturan sang putri Wulan pun mengerti dan mereka hanya melakukan vicall..
" sayang aku tak bisa melihat Rissa dengan jelas..." kata sandi..
" mas.. putri kita menutup auratnya..." kata Wulan..
" ya aku tau dia berhijab sepertimu.." kata sandi...
" bukan begitu mas.. Rissa kini mengunakan cadar..." kata Wulan..
" apa..." kata sandi kaget..
Wulan mengangguk dan menunjuk salah satu siswi yg baru turun.. sandi menyadari satu hal.. mata yg di miliki Rissa sama dengan mata milik Wulan....
" itu mungkin sudah keputusannya sayang.." kata sandi..
dia tak menyangka putrinya mengambil keputusan yg begitu besar di hidupnya yg masih terbilang sangat belia...
" saya mewakili ketua yayasan memberikan penghargaan pada seorang siswi yg sudah sering membanggakan sekolah dan pondok...dan sekarang dia menjadi lulusan terbaik... mari kita beri tepuk tangan pada ananda Clarissa Azzalea Sandiaga.. " kata ust. Haris Maulana..
kini Rissa naik ke atas panggung.. semua orang pun bertepuk tangan... kini Rissa menerima sebuah penghargaan dari yayasan yg di berikan langsung oleh ust. Haris..
tak di sangka sandi berdiri sambil membawa buket bunga mawar Oren kesukaan Rissa.. saat setelah menerima piagam.. sandi naik ke atas panggung dan memberi buket itu pada Rissa..
__ADS_1
Rissa yg kaget melihat kehadiran sang ayah pun menerima dan memeluk sandi erat di depan semua undangan dan wali murid..
kemudian semu orang bertepuk tangan dan ikut haru melihat suasana antara sandi dan Rissa.. sandi bersalaman dengan ust. Haris..
" terima kasih atas bimbingan yg ust. berikan pada putriku.." kata sandi..
" dia adl gadis yg sangat cerdas.. kami hanya melakukan apa yg jadi kewajiban kami.." jawab ust. Haris..
Lia menyikut dan tersenyum penuh arti pada Wulan.. sedang Wulan tersenyum sambil mengerdikkan bahunya...
kemudian kini Rissa dan sandi turun dari panggung.. Rissa menghampiri sang mama yg sudah 3th ini tak bertemu.. mereka pun melepaskan rindu dengan berpelukan...
acara pun selesai.. kini mereka mampir ke rumah pak Nawi sebentar.. setelah itu mampir ke rumah besar Shiddiq..
sore mereka sudah sampai di rumah besar Shiddiq.. Bu Mala pin bahagia bisa memeluk cucu nya lagi.. begitu pun Vita dan Rafi yg sedang berada di rumah itu..
" wah putri mami makin cantik dan Sholehah saja.." puji Vita..
" telima kasih mami.. tapi issa masih issa yg dulu.." kata Rissa..
" selamat ya sayang.. papi dengar kamu jadi siswi terbaik ya.. oh ini hadiah buat mu..." kata Rafi memberikan sebuah kotak..
" kenapa papi kok lepot lepot sih.. tapi telima kasih ya papi.." kata Rissa..
" iya papi.. tapi mungkin nanti saat di lumah saja..." kata Rissa..
kini semua sedang berkumpul.. Syarif dan Ardi juga pulang dari Amerika.. tapi mereka langsung menuju ke rumah besar Shiddiq.. mereka tau kalau semua orang sedang berkumpul di sana..
mereka bersama seorang teman wanita.. lebih tepatnya dia adl sahabat dari Syarif dan Ardi.. dia datang guna ingin bekerja di rumah sakit milik keluarga Prayoga.. itu pun sudah atas persetujuan dari Rafi...
kini Vita. Wulan. dan Lia sedang menyiapkan makan malam... sedang Rissa membantu menata meja.. meski pak Joko sudah melarang tapi Rissa tetep kekeh mengerjakannya...
saat sedang menata piring dan gelas.. terdengar suara dari dua pria yg sudah 3th ini tak terdengar..
" assalamualaikum papa... papi.. Oma..." kata Ardi dan Syarif serempak...
Rissa tersenyum melihat kehadiran dari Ardi dan Syarif.. tapi seketika senyum itu hilang saat melihat Syarif bergandengan dengan wanita lain..
Rissa merasa hatinya sakit saat melihat itu.. kini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga..
__ADS_1
" waalaikum salam.. wah Syarif bawa siapa ini.." tanya Oma..
" pak Joko tolong buat kan minum untuk tamu agung..." teriak sandi..
para ibu ibu masih sibuk memasak.. sedang pak Joko membawa minuman ke arah mereka...
Ardi yg melihat seorang gadis bergamis panjang dan bercadar.. dia menebak itu adl Rissa.. Ardi ingin mengerjai adiknya...
" gadis cantik ini.. dia pacar kak Syarif pah..." jawab Ardi sedikit keras...
mendengar perkataan Ardi tiba tiba piring yg di pegang Rissa jatuh beserta air matanya... hatinya seakan remuk tak bersisa...
" Rissa ada apa sayang..." kata Wulan panik melihat Rissa yg sudah mencoba memungut pecahan piring..
" ada apa sayang.." kata sandi menghampiri Rissa dan Wulan..
" maaf ma.. tangan Rissa licin.. " kata Rissa sedikit bergetar..
Ardi yg melihat itu pun menghampiri Rissa..
"Rissa sudah itu bisa di bereskan oleh bik Ani.. Rissa tangan mu terluka.." kata Wulan menghentikan Rissa..
tapi seakan tak menggubris omongan dari sang mama... Rissa terus memunguti pecahan piring itu.. Ardi yg sudah tau semuanya pun menyeret lengan Rissa hingga berdiri di depannya...
" bentar bang.. Rissa bereskan dulu.." tolak Rissa ..
" Rissa itu bisa di bereskan bik Ani.." bentak Ardi..
seketika Rissa terdiam melihat Ardi dengan mata berkaca-kaca.. sandi dan Wulan memandang kedua nya...
Rissa langsung memeluk Ardi menangis.. sedang Ardi mengangguk seakan mengatakan pada kedua orang tuanya Rissa baik baik saja..
Ardi membawa Rissa ke taman belakang.. Rissa masih di pelukan Ardi.. entah rasanya hanya pelukan itu yg Rissa butuhkan saat ini...
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih