Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
pulang kembali...


__ADS_3

hari ini Aisyah bersama Jacob mengunjungi menara Eiffel dan beberapa destinasi wisata romantis di Perancis.


mereka bahkan menghabiskan banyak waktu di luar, tapi Aisyah tak pernah merasakan sakit atau pun kesakitan.


bahkan Aisyah terus tertawa dengan Jacob, Jacob sedang merangkul Aisyah duduk di sebuah taman.


"aku mencintaimu," kata Jacob mencium tangan Aisyah.


"aku juga mas, tapi kadang aku binggung kenapa kamu begitu mencintaiku, padahal aku hanya seorang anak supir di keluarga mu, dan lagi aku lebih tua," kata Aisyah menatap Jacob.


"aku juga tak tau, yang pasti saat kamu menolak diriku, aku merasa begitu sakit dan aku merasa hanya kamu yang tepat untuk menjadi istriku," jawab Jacob.


"gombal, mas punya begitu banyak wanita ABG mengelilingi mu," kata Aisyah lagi.


"tapi hanya kamu wanita yang membelakangi ku, dan saat sudah menjadi istriku kamu adalah wanita yang terus mendukung ku," jawab Jacob.


"sebentar lagi keluarga kita akan lengkap, dengan kehadiran dari anak kita," kata Jacob.


"itu pasti sayang," jawab Jacob yang memeluk Aisyah begitu erat.


mereka pun pergi dan menuju ke tempat yang lain. Aisyah seperti mendapat semangat baru dengan kedatangan Jacob.


sedang Chintya sedang berada di hotel, dia sedang bertukar pesan dengan kedua sahabat nya.


"aku bosan," tulis di grub chat.


Kayla pun langsung melakukan panggilan video dengan kedua temannya itu. terlihat Icha sedang mengunakan masker.


"hei nona besar, kamu masih belum menjelaskan apapun tentang jamu yang di bawa si tengil Alvin itu," kata Kayla.


"oh, dia hanya di suruh papa menjemputmu sebelum ke Bandara, karena kebetulan sekali dia sedang di daerah situ," jawab Chintya bohong.


"sedekat itu keluarga mu dengan dua pria menyebalkan itu," kata Icha yang melepas maskernya.


"oh ya kalian sebentar lagi jadi saudara dong, benarkan?" tanya Chintya.


"kalau si sial*n itu tak berbuat masalah mungkin iya, tapi aku sudah terlalu ilfil pada pria itu," kata icha.


"tenang masih ada om Abimana kan?" kata Chintya tersenyum.


"loh bukannya om Abimana menyukaimu Chintya?" tanya Kayla.


"tidak lah, dia hanya menyukai Icha, dan bagiku dia hanya seorang kakak yang begitu perhatian, lagi pula kamu beda keyakinan dan beda takdir," jawab Chintya tertawa.


"seperti nya aku tak bisa mundur dari pernikahan ini, apalagi kak Abimana sudah pergi untuk menetap di Malaysia," kata Icha.

__ADS_1


"berarti kau juga mencintainya?" tanya Kayla.


"iya karena perhatian yang selalu di berikan, tapi kami hanya di takdirkan jadi saudara saja," jawab Icha.


mereka pun terus berbincang, sampai Chintya tak sadar jika Julian sudah datang dan berdiri di samping ranjang.


Chintya pun memutuskan telpon dengan kedua sahabatnya, Chintya kini membantu Julian melepas pakaiannya.


setelah itu Chintya menyiapkan air, setelah itu Chintya pun membuat kopi dan juga ramen yang dengan sengaja dia bawa.


sedang selepas mandi, Julian duduk sambil membaca beberapa berkas, sedang Chintya asik menonton dari laptop dan juga mengunakan headset.


Julian melihat ke arah gadis yang sedang tertawa sendiri sambil melihat latar laptop nya


...Julian pun penasaran dan ikut melongok sebentar dan pletak... sebuah sentilan di berikan oleh Julian di kening Chintya....


"tuan sakit," kata Chintya memegangi dahinya.


"kamu itu kenapa malah menonton film India gitu, memang ada manfaatnya?" tanya Julian.


"ada, mereka itu banyak mengajarkan tentang pengorbanan, keikhlasan dan juga aku suka lagu-lagu nya," kata Chintya.


"kasih aku satu contoh," kata Julian yang duduk di samping Chintya.


"seorang wanita bisa menyembunyikan cintanya selama hidupnya, tapi dia tak bisa menyembunyikan kecemburuannya sedetik pun. Dia bisa tersenyum melihat suaminya bersama wanita lain tapi dia juga menangis dan mati saat itu.


sedang Julian tak mengerti dengan apa yang di maksud oleh Chintya, lagi pula dia tak menyukai film seperti itu.


Julian pun memeluk Chintya dan memintanya untuk melayaninya, Chintya sekarang lebih penurut dan tak pernah berontak lagi.


setelah selesai, Julian pun kembali bekerja sedang Chintya membersihkan tubuhnya, kemudian tidur.


Chintya hanya bisa melakukan itu agar dia tidak membuat kesalahan dan membuat Julian marah.


pagi hari Jacob dan Aisyah sudah siap berangkat menuju ke Indonesia, dan mereka tak lupa membawa oleh-oleh.


sedang di Surabaya hanya James yang tau kepulangan dari Jacob dan Aisyah, Jacob ingin membuat suprise.


James dan keluarganya sedang menuju ke sebuah rumah yang terlihat asri, "mas ini rumah siapa?" tanya Rissa.


"ini rumah seseorang, kamu nanti akan tau saat masuk, ayo kita turun dulu," ajak James.


Jessica dan Jasper juga datang, begitupun Alex dan Kayla, kebetulan ini akhir pekan.


"wah, ini rumah indah sekali," puji Kayla.

__ADS_1


"ayo semua, kita masuk sebentar lagi yang punya akan pulang," kata James.


mereka pun masuk dan yang pertama mereka lihat adalah foto pernikahan Jacob dan Aisyah.


dan semua foto kenangan keduanya, "sudah ku kira ini rumah Jacob, karena aku pernah melihatnya mendesain sendiri rumah impian nya," kata Jessi.


bahkan ada studio milik Aisyah dengan berdinding kaca, semua di buat senyaman mungkin.


bahkan tuang kerja mereka bersebelahan, jadi mereka akan bisa saling melihat tanpa saling bisa mendengar karena setiap ruangan kedap suara.


mereka pun duduk diruang tamu, pak Ali sebagai pelayan pun menyuguhkan semua cemilan dan juga minuman.


"kapan mereka sampai pak?" tanya James.


"sebentar lagi tuan, tadi asisten Fredy yang memberikan kabar," jawab pak Ali.


"ya Alloh Daddy,jadi kita kesini hanya untuk menyambut Jacob, tau gitu aku memilih belanja di mall," jawab Jessica.


"Jessica dia itu kembaran mu, kenapa kamu bisa bicara seperti itu," kata Rissa.


"Karen dia tak bisa membawa Aisyah pulang," jawab Jessica.


"tapi aku sudah datang loh, kakak ipar," jawab Aisyah yang berada di rangkulan Jacob.


"assalamualaikum semuanya," salam Jacob.


Jessica pun berlari menghampiri Aisyah, bahkan dia juga lupa kalau tengah hamil besar.


"wait... hati-hati kalian berdua sedang hamil, jadi pelan-pelan saja pelukannya," kata Jacob.


"baiklah,maaf aku terlalu senang," jawab Jessica.


tak lama Ivy pun bergabung, dan gadis kecil itu mengusap perut Aisyah, mami akan punya adik seperti mommy?" tanya Ivy.


"iya sayang," jawab Aisyah.


"jadi Ivy harus bantu papi jaga mommy dan mami serta calon adiknya ya," kata Jacob yang mengendong Ivy.


"pasti papi. Ivy akan melakukannya," jawab Ivy.


Aisyah pun kini menyapa kedua mertuanya itu, dan juga Alex serta Kayla. "selamat ya, tak ku kira Abang Alex berani melamar gadis nakal ini," kata Aisyah.


"ya sebelum keduluan orang kan, lebih baik di ikat, lagi pula aku juga sudah sangat siap untuk menikah bukan," kata Alex.


"tentu Alex, usaha milik mu banyak, hanya yang orang ketahui kamu seorang kepala sekolah swasta," jawab James.

__ADS_1


"swasta yang bertaraf internasional om," jawab Alex.


__ADS_2