
Kayla sudah menuju ke rumah Icha, tapi saat sampai di gerbang, Icha malah langsung naik ke motor Kayla.
"loh Mak, mau kemana? bukan kita nginap di sini?" tanya Kayla.
"udah kita ke apartemen saja lah, aku pusing di rumah," jawab Icha.
Kayla pun langsung menarik gas motornya menuju apartemen milik Icha, sesampainya di sana ternyata Chintya sudah menunggu di parkiran.
"yaelah lama amat sih kalian," gerutu Chintya.
"ya maaf, padahal si kampret ini bawa motornya udah kayak jalanan punya nenek moyang dia," kata Icha kesal karena rambutnya berantakan.
"salah sendiri kamu gak pakek helm," jawab Kayla.
"ya udah kita masuk, aku sudah terlalu lapar ini, dan lagi aku mau makan masakan Kayla," kata Chintya.
"cih, gue bukan pembantu kali, gue males masak, kita makan mie instan ajalah," kata Kayla.
"kebetulan kemarin aku beli tiga dus mie instan,dan aku taruh di apartemen," kata Icha.
"wah kamu memang sahabat terbaik, sekarang kita masuk," teriak Chintya dan juga Kayla bersama.
ketiganya pun masuk, saat masuk Kayla langsung menuju ke dapur dan memasak mie instan.
sedang Chintya dan Icha memilih film yang akan mereka tonton, ketiganya memang memiliki kebebasan karena orang tua yang selalu sibuk.
Kayla juga menyiapkan daging sapi dan juga sosis untuk mereka, setelah siap Kayla pun membawanya ke depan tv.
Kayla melepaskan kaos dan hanya mengunakan tang top saja, begitupun dengan kedua temannya.
ketiganya pun asik menonton sambil makan, ketiganya bahkan larut dalam film.
sedang di rumah Aisyah hanya menatap laporan kesehatan miliknya, dia tak tau hrus bagaimana menyampaikan ini pada Jacob.
dia takut jika Jacob akan terluka, apalagi setelah semua yang terjadi, dan dia bukan wanita yang sempurna.
"aku harus cepat hamil, kalau tidak aku takut mas akan meninggalkan diriku," gumam Aisyah yang meletakkan hasil laporan itu dan menyembunyikan nya.
Aisyah pun memilih untuk membaca buku di ruang perpustakaan, sedang Jacob tak bisa pulang karena harus meninjau beberapa usaha miliknya.
Jacob dan Fredy menuju ke beberapa club milik Jacob, Jacob memeriksa semua laporan dari club.
__ADS_1
pukul delapan malam, Jacob baru bisa pulang, saat sampai di rumah, dia binggung karena rumah terlihat begitu sepi.
Jacob pun menuju ke dalam kamar, dan melihat Aisyah yang sedang membaca buku.
"apa kamu melupakan suamimu ini?" kata Jacob.
Aisyah pun tersenyum, "maaf aku hanya terlalu terbuai dengan isi buku ini," jawab Aisyah.
"aku cemburu pada buku ini yang bisa kamu tatap berjam-jam," kata Jacob duduk di bawah sofa dan menyandarkan tubuhnya ke kaki Aisyah.
"kenapa mas, apa kamu menginginkan sesuatu, karena yang ku ingat, suamiku bukan pria yang suka mengambek," kata Aisyah.
"aku ingin seperti dulu, saat kita di Bali, kita begitu banyak waktu luang, dan saat pindah ke Surabaya, hanya untuk bersama mu saja aku tak memiliki waktu," kata Jacob sedih.
"mas anggap saja ini bentuk tanggung jawab mu, dan aku akan selalu mendukungmu," jawab Aisyah.
"kamu kan tau sayang, aku bukan pria yang bisa terkekang seperti ini, dulu aku menolak Daddy untuk memegang perusahaannya di Amerika, tapi lihatlah aku sekarang malah memimpin Shiddiq Grub, aku lelah," kata Jacob.
mendengar curahan hati suaminya, Aisyah langsung duduk di samping Jacob dan memeluknya.
"andai bisa, aku ingin mengurangi penderitaan mu mas," jawab Aisyah.
Jacob merasa sedikit tenang setelah berbagi isi hatinya dengan istrinya itu, "sekarang mas mandi, dan apa mas menginginkan sesuatu?" tanya Aisyah.
"kebetulan aku tadi juga sudah menyiapkan semuanya," jawab Aisyah.
Jacob pun mandi untuk menyegarkan dirinya, setelah itu dia pun menuju ke bawah, dan terlihat Aisyah sudah menyiapkan permintaannya.
Jacob pun mkan dengan di temani Aisyah, setelah itu mereka berdua memilih berbincang di balkon kamar.
Jacob selalu berusaha untuk tidak membawa pekerjaan pulang, karena dia hanya ingin bersama istrinya itu.
sudah tiga tahun ini mereka menetap di Surabaya, dan tak pernah pulang ke Bali karena kesibukan.
"sayang, aku akan meluangkan waktu untuk bulan depan, dan kita akan ke Bali untuk mengunjungi keluarga kita di sana," kata Jacob.
"tentu, aku kan ikut, biar aku mengambil cuti mas," jwab Aisyah.
mereka pun melewati malam bersama, Jacob pun selalu memperlakukan Aisyah dengan begitu lembut.
sedang di sebuah club malam tiga gadis sedang berjoget mengikuti alunan musik yang memekakkan telinga.
__ADS_1
Julian sedang melihat ke area lantai dansa, dia melihat seorang gadis yang cukup menarik perhatiannya.
"Alvin, kau lihat gadis yang mengunakan blus denim itu," kata Julian.
"kenapa tuan, anda menginginkan nya," tanya Alvin.
"kau selalu bisa menebak keinginan ku," jawab Julian.
Alvin pun turun dan menemui Kayla yang sudah setengah sadar itu, Alvin pun membisikkan sesuatu.
Kayla pun mengangguk dan mengikuti Alvin, Icha dan Chintya masih sibuk bergoyang dan tak menyadari jika Kayla sudah tak ada.
mereka pun sampai di lantai dua tempat itu, Julian langsung merangkul pinggul Kayla.
"hei apa ini tuan, kau mau melecehkan ku," dorong Kayla, Alvin akan memberi pelajaran tapi di tahan oleh Julian.
"kenapa? kau tak ingin bermain dengan ku?" tanya Julian.
"meski aku gadis urakan, tapi aku tak sekotor pemikiran mu itu, aku tak melakukan **** bebas, kau mengerti," kata Kayla.
"kalau begitu jadilah wanitaku," tawar Julian.
"apa yang bisa kau berikan tuan, gaya hidup ku tinggi dan uang sakuku saja seharga mobil SUV setiap bulannya," jawab Kayla meninggalkan Julian.
"gadis yang menarik," kata Julian.
Kayla pun bergabung dengan kedua sahabatnya, "habis dati mana loe?" tanya Icha.
"gila, gua hampir di jadiin sugar baby sama orang bule, tapi aku bisa lolos," jawab Kayla yang duduk sambil menenggak minuman miliknya.
"apadia ganteng,aku saja mau jika dia bisa memberiku uang jajan 500jt setiap bulan," jawab Chintya.
"kau gila ya, orang tua mu memiliki kekayaan, kenapa masih kurang," kata Kayla.
"karena aku muak harus terus di atur oleh orang tuaku, aku ingin bebas dan menikmati masa remaja ku," kata Chintya.
"kau benar Chyntia, aku juga sudah lelah harus menuruti keinginan mereka yang sempurna," kata Icha.
"huh... ternyata nasib kita hampir sama, tapi jika yang mau menjadikanmu sugar baby sudah tua, bagaimana?" tanya Kayla.
"maka aku akan memintanya memberiku beberapa rumah dan harta yang lain, jadi setidaknya kalau dia mati,aku tak kere-kere amat," jawab Icha.
__ADS_1
"ya kamu benar, sekarang kalau kita pekerjaan pun susah, apalagi Kuta masih SMA," jawab Chintya.
Kayla pun memikirkan perkataan kedua sahabatnya itu.