
Stevani langsung di bawa ke rumah sakit, sedang Jacob merobek baju yang di kenakan oleh supir dan kernet itu.
tapi dia salah, tidak ada tato tanda anak buah Julian, Jacob langsung menuju ke rumah sakit bersama James.
sedang Jhon pergi bersama ambulans, sesampainya di rumah sakit. Stevani sudah di tangani di ruang UGD.
tapi sayang nyawa Stevani tak tertolong, akhirnya Jhon pun menyesali segalanya.
James menenangkan Jhon, sedang Jacob mengurus pemulangan jenazah dari Stevani.
setelah itu Jacob juga menghubungi Aisyah tentang musibah ini, "assalamualaikum dek," suara Jacob sedikit bergetar karena kesedihan.
"waalaikum salam mas, ada apa? kenapa mas terdengar sedih," tanya Aisyah.
"dek, Stevani sudah berpulang karena kecelakaan, mungkin akan di bawa ke paviliun rumah utama," jawab Jacob.
"innalilahi wa innailaihi rojiun, iya mas, aku akan ke sana bersama Kayla, Icha dan Chintya," kata Aisyah.
"baiklah aku tunggu di sana, dan aku mohon selalu tenangkan dirimu," kata Jacob.
"iya mas, wassalamu'alaikum," kata Aisyah.
Jacob pun kembali ke James dan Jhon untuk membawa jenazah itu pulang. sedang Aisyah menghampiri ketiga gadis yang sedang main monopoli.
"Kayla, Icha dan Chintya ada kabar duka, Stevani putri dari orang kepercayaan keluarga suamiku meninggal, aku harus ke sana, apa kalian ikut," kata Aisyah.
"iya kak, kami ikut, kebetulan kami juga bawa baju ganti," jawab Kayla.
akhirnya setelah berganti pakaian mereka pun pergi mengunakan mobil milik Kayla. mereka pun sampai di mansion.
terlihat semua sedang berduka, bahkan Chris di tenangkan oleh Rissa, dan terlihat Jessica dan Ivy.
Aisyah pun berkumpul dengan Jessica, Jessica memeluk Chintya, dia tau jika ini pasti terjadi.
sedang Jasper langsung menghampiri Chintya dan Jessica, "maaf kita harus berbincang sebentar," ajak Jasper.
"baiklah, aku permisi sebentar ya," pamit Chintya.
mereka pun menuju ke taman belakang, Jessica menahan Jasper agar tak mengatakan apapun.
"tenanglah, aku yakin Chintya tak tau apapun," kata Jessica.
"tapi ini sudah keterlaluan, dia membuat putri satu-satunya dari uncle Jhon meninggal," kata Jasper.
__ADS_1
"apa maksud kalian, siapa?" tanya Chintya.
"dia Stevani, dia adalah orang yang menculik mu dan Anastasya, dan yang membuat Julian marah karena kehilangan bayi kalian," jawab Jasper.
"itu tak mungkin, dia sudah bersumpah atas namaku, dia tak akan menyakiti siapapun," kata Chintya.
tak lama terdengar suara ambulan datang membawa peti jenazah, saat jenazah di turun kan dan di bawa ke ruang tamu.
semua orang pun menangis sedih, sedang di luar dugaan juga terdengar suara makian dari Jhon.
mendengar itu Jasper, Jessica dan Chintya pun keluar dan melihat Julian, Alvin dan Anastasya yang sudah datang.
semua orang menatap marah pada Julian dan yang lain, Chintya hanya bisa melihat semuanya.
Chintya kembali teringat ucapan Julian "hanya percaya padaku, dan kamu tak akan terluka."
Jasper langsung menghampiri Julian, tapi Julian memberi isyarat untuk berhenti.
"bawa pria itu," kata Julian.
dua orang membawa masuk Tyson yang sudah babak belur dan juga pak Hutomo, semua orang makin terkejut melihatnya.
"jika kau ingin mencari masalah jangan sekarang, tolong hormati Stevani," kata Jacob.
Tyson masih terikat dan berdiam, tapi Tyson terus melihat ke arah Chintya, "kenapa kau ingin mendekatinya, silahkan jika kau bisa," kata Julian.
ikatan Tyson pun di lepaskan, dia langsung berjalan menuju ke arah Chintya, sedang Chintya terus menghindar.
melihat Chintya ketakutan, Julian meminta Alvin untuk melindungi Chintya.
"tolong jauhi gadis ini, kau bahkan tak boleh menyentuhnya sedikit pun," kata Alvin.
"aku kakaknya, dia adikku, aku ingin memeluknya!" teriak Tyson.
semua orang terkejut dan terdiam, pasalnya yang Jacob tau Tyson adalah yatim piatu dan juga tak punya saudara.
"apa maksudmu, bukan kah kau tidak punya keluarga?" tanya Jacob.
"dulu aku dan ibu Tyson berpisah, aku membawa Chintya ke Indonesia untuk hidup bersama wanita yang begitu mencintai kami, sedang ibu dari Tyson memilih menetap di luar negri, setelah empat tahun aku kehilangan kontak dengannya, dan aku baru tau jika ibu Tyson sudah mati karena OD, dan aku tak bisa mengetahui keberadaan putra pertama ku," kata pak Hutomo.
mendengar itu Chintya langsung menghampiri Julian, "jawab aku, apa ini semua benar atau hanya alibi kalian karena kejahatan ini," tanya Chintya.
"tidak Chintya, aku mengenali liontin ini, sejak itu aku memutuskan membuat orang yang menyakiti mu membayarnya, dan aku melakukan itu dengan mengunakan nama Julian," kata Tyson.
__ADS_1
"kau yang membunuh Stevani, kau tau dia begitu mencintaimu, kenapa kau bisa sekejam ini," tanya Jacob mencengkram baju Tyson.
"karena dia egois, dia selalu memperlakukan siapapun seperti budaknya, asal kalian tau setelah membuat Chintya dan Anastasya terluka, dia bahkan tak menyesalinya sedikitpun, dan aku pun mulai membuatnya ketakutan dengan teror, dan yang terakhir aku bisa membuatnya hilang untuk selamanya," kata Tyson.
plak..sebuah tamparan di berikan oleh Chintya, dia tak ingin di lindungi dengan cara seperti itu.
"aku tak punya kakak sepertimu, aku membencimu, aku sudah memaafkannya kenapa kau harus membunuhnya," kata Chintya.
"ini semua demi kebaikanmu," kata Tyson.
"bukan, ini bukan untukku, jika kamu melakukan itu, kamu akan membuatnya meminta maaf dan masalah selesai," jawab Chintya.
"baiklah bawa Tyson untuk mempertanggung jawabkan segalanya," kata Julian.
pak Hutomo pun pergi bersama Tyson untuk di serahkan pada kepolisian, Jhon menatap marah ke arah Julian.
baginya tetap Julian yang bersalah, dia harus kehilangan putri satu-satunya, dan Julian harus membayarnya.
Chintya melihat ke arah Julian dan langsung berlari ke arah suaminya itu, Chintya mendorong Julian ke samping.
dor.. sebuah tembakan terdengar, Chintya menerima timah panas itu tepat di dadanya.
"Chintya!" panggil Kayla.
Chintya langsung terjatuh, Julian langsung menangkap tubuh istrinya itu, sedang Alvin langsung meringkus Jhon.
"singkirkan pria itu! sayang bangunlah," kata Julian.
"tuan sebaiknya anda antar nyonya ke rumah sakit, Anastasya pergi bersama tuan dan aku akan membawa pria ini ke kantor polisi," kata Alvin.
Julian pun langsung mengendong Chintya, saat Aisyah mendekat Julian pun membuatnya terdiam.
"berhenti nyonya Jacobson, jangan membuatku menyakitimu, aku seharusnya memang tak mengizinkan istriku berdekatan dengan keluarga kalian," kata Julian yang pergi begitu saja.
Jasper dan Jessica serta Ivy pun pergi meninggalkan semuanya, dan ikut pergi ke rumah sakit.
"kalian mau kemana?" tanya James.
"maaf Daddy, aku harus memberikan dukungan pada saudaraku yang sedang terluka, bahkan kebaikannya pun tak di hargai," kata Jasper.
semua sudah kisruh, Kayla membawa Aisyah beristirahat agar tak membuatnya kepikiran tentang ucapan Julian.
sedan James dan Rissa melanjutkan pemakaman dari Stevani, Jacob masih binggung dengan apa yang terjadi.
__ADS_1