Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
kejujuran...


__ADS_3

sandi meminta Eko mengantarnya kerumah Zain.. sesampainya di sana sandi mengetuk pintu dan nampak pak Nawi...


" assalamualaikum pak..." salam sandi yg langsung mencium tangan pak Nawi..


" waalaikum salam sandi... kok kamu ada di sini... ayo masuk dulu.." kata pak Nawi..


sandi sudah duduk di sofa bersama pak Nawi..


" Bu buatkan minum untuk sandi dan asistenya.." kata pak Nawi..


Bu nawi membawakan kopi dan beberapa cemilan.. dan melihat sandi yg begitu terlihat sedih...


" silahkan nak.." kata Bu nawi..


" sebenarnya ada apa san.. kenapa kamu begitu terlihat sedih..." tanya pak Nawi..


" pak Wulan hamil 8 Minggu... dan apa sandi bisa mengajaknya ke surabaya..." ucapan sandi memelas..


"Alhamdulillah nak.. dan boleh lah nak.. karna kamu suaminya... karna talak yg kau jatuhkan sudah gugur karna istrimu saat itu hamil.." jelas pak Nawi..


" tapi pak seandainya sandi ingin mengugurkan kandungan Wulan bagaimana menurut bapak.." tanya sandi sedih...


" apa maksud mu..." teriak Zain..


sandi hanya diam mendengar teriakan Zain.. pak Nawi menyuruh Zain dengan untuk diam dengan pandangan mata tajam..


sandi mengambil nafas dalam dalam untuk memulai menceritakan semuanya...


" Wulan hamil dengan keadaan yg sangat menghawatirkan karna usianya... karna rahim nya belum siap.. makanya sandi tak ingin membahayakan Wulan.."jelas sandi..


" nak sandi percaya pada Alloh kan... percayakan semua pada Alloh karna jodoh. maut.risky Alloh yg takdirkan dan bapak yakin pasti Wulan akan membencimu bila kau menyingkirkan anakmu dan Wulan.." nasehat pak Nawi..


sandi pun mengangguk faham..


" oh ya sekarang Wulan sedang berada di rumah sakit karna tadi pingsan saat di toko kue.." kata sandi


" ayo kita ke sana pak...Zain.." kata Bu nawi panik...


mereka pun berangkat Zain bersama kedua orang tuanya sedang sandi bersama Eko...


tak lama mereka sampai di rumah sakit dan sandi membimbing semua menuju ke ruangan Wulan...


saat sampai Bu nawi melihat putrinya yg begitu lemah... Bu nawi langsung memeluk putrinya..


"ibu aku tidak ingin kehilangan bayiku ibu.. tolong jangan biarkan mas sandi membunuhnya... " kata Wulan menangis...


" sabar nak.. sandi ada hal yang ingin di jelaskan padamu.." kata Bu nawi..

__ADS_1


sandi menghampiri Wulan dengan sedih dan frustasi..


"mas mau apa.." tanya Wulan takut..


"maafkan mas ya dek.. mas tadi khilaf.. mas tak ingin kehilanganmu.."kata sandi..


"maksud mas apa.." tanya wulan


"tadi dokter bilang jika kehamilan mu beresiko.. karna usia mu masih muda... dan bisa terjadi pendarahan sewaktu-waktu... dan itu bisa membahayakan nyawa mu.." jelas sandi..


"mas hidup mati seseorang terletak pada takdir yg sudah di garis kan.. kita hanya harus ikhtiar dan percaya pada semua takdir Allah..." jawab Wulan


"maaf kan mas dek..." sandi memeluk Wulan..


" Wulan tau mas dan keluarga Shiddiq butuh penerus... jadi Wulan akan berjuang demi bayi ini dan juga mas..." tambah Wulan..


" iya mas akan selalu bersama mu.." kata sandi...


" baiklah.. kalian boleh pulang ke Surabaya.. dan toko biar Abang yg jaga sedang buat sandi ini kesempatan terakhir buat mu membahagiakan adek ku... jika kau membuatnya menangis.. maka ku pastikan kau tak akan pernah menemukannya lagi..." peringatan Zain..


Wulan pun menangis mendengar perkataan zain..


"Abang peluk..." kata Wulan merentangkan tangannya...


"ingat selalu bahagia dan jgn pernah menangis.. " kata Zain seraya memeluk dan mengelus kepala Wulan..


"terima kasih bang... mengizinkan ku kembali.." kata Wulan..


"ah... mas sandi dia kakak kandungku... apa mas cemburu.." kata Wulan cemberut...


"ayo lah dek... dia tetap laki laki... dan mas gak mau berbagi dengan siapapun..." kata sandi tak mau kalah...


semua orang tertawa mendengar perkataan sandi yg terdengar mengelikan... tak ada sandi yg datar dan arogan.. hanya ada sandi yg mulai bucin pada istri kecilnya...


akhirnya Ken dan Eko pulang ke apartemen yg di beli sandi..sedang sandi dan keluarga Wulan ke rumah Zain ....


setelah sampai di rumah zain.. sandi mengendong Wulan karna sudah tidur.. Bu nawi menunjukkan kamar Wulan dan sandi menaruh Wulan di ranjang..


setelah itu pak Nawi memberikan pakaian ganti untuk sandi...


" nak sandi ini baju ganti... dan biar ibu gantikan baju istrimu... kamu mandi di kamar bapak ya..." kata pak Nawi..


" iya pak..." jawab sandi yg mengikuti pak Nawi..


habis mandi sandi mengunakan kaos oblong dan sarung... sandi terlihat ganteng... mereka makan malam bersama tanpa Wulan yg sedang tidur...


setelah makan malam sandi menghubungi Ken untuk menyiapkan kepulangannya besok serta membawakan baju santai untuknya..

__ADS_1


setelah itu sandi membaringkan tubuhnya di samping istrinya... sandi mengelus perut Wulan..


"jangan nakal ya nak... jaga bundamu ya... jangan menyusahkan bunda... ayah akan selalu menjaga dan membahagiakan bunda dan kamu ya..." kata sandi kemudian mencium kening Wulan...


merekapun terlelap tidur dengan nyaman...


Zain sebelum tidur menghubungi Viktor karna mungkin sedikit telat karna Wulan akan pergi ke Surabaya bersama suami...


Viktor pun yg mengetahui kembalinya Wulan kepada suaminya pun akan datang dan ingin mengenal suami Wulan..


" sayang besok Wulan akan ke surabay bersama suaminya... jadi kita besok akan mengunjunginya... untuk mengantarnya..." kata Viktor pada Sena..


" baiklah sayang... dan aku ingin menjewer suami Wulan yg sudah membuat putri cantik ku sedih .." kata Sena berapi api..


sedang Viktor hanya geleng geleng melihat kelakuan Sena yg begitu mencintai Wulan meski baru mengenal satu bulan ini...


jam 2 pagi Wulan terbangun karna perutnya lapar.. sedang sandi juga terbangun karna tiba tiba Wulan tak ada di sampingnya...


" mau kemana dek..." tanya sandi mengumpulkan nyawanya...


" aku ingin makan pasta mas.. jadi mau masak.." kata Wulan


sandi pun menghampiri wulan.. dan berniat membuatkan ke inginkan sang istri..


" ayo mas buatkan.. karna mas tiba tiba juga pingin pasta... " ajak sandi..


merekapun sudah berada di dapur.. sandi begitu ahli memasak pasta Wulan hanya duduk diam menonton sang suami yg begitu cekatan memasak...


tak lama pasta pun jadi sandi membuat banyak karna dia sangat lapar.. Wulan makan dengan di suapi sandi mereka makan dalam satu piring bersama...


"mas masih lapar..." rengek Wulan..


" iya sayang... tenang masih ada kok.." kata sandi mengambil pasta lagi...


mereka kembali makan bersama... mereka menghabiskan pasta yg di buat sandi karena begitu enak....


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😘😘😘


terima kasih atas dukungan ya


__ADS_2