
James menghubungi Edward dan menanyakan keadaan sebenarnya dari Rissa.. Edward mengatakan jika Rissa baik baik saja, bahkan kandungannya juga baik.. dan itu tak berpengaruh pada Rissa..
James merasa bodoh karena menginginkan kematian dari anak yg bahkan belum lahir.. James meminta Jhon mencari mobil yg mengantar mama mertuanya menyembunyikan Rissa..
Wulan lupa.. meski Rissa tak membawa ponsel maupun semua kartunya.. tapi James memiliki dunia gelap yg bisa berbuat apapun.. dan hanya dengan sekali perintah James pasti akan bisa menemukan Rissa meski harus mencarinya ke seluruh Indonesia..
Jhon menghubungi tim IT untuk melihat rekaman CCTV dan melihat plat nomer mobil itu.. setelah itu Jhon bergerak.. James hanya tinggal terima beres...
James tengah berada di balkon kamar Rissa.. dua sedang menikmati rokok yg jarang di sentuhnya kecuali suasana hati yg tengah buruk...
" aku akan menemukanmu.. dan kembali membawamu berada di sisi ku.. maafkan aku yg bodoh..." kata James menitipkan air matanya...
Jhon sudah menemukan pemilik mobil dan juga sopir yg mengantar Wulan menuju desa.. Jhon mengetuk pintu rumah sopir.. dan pria itu kaget melihat kedatangan pria dengan jas hitam..dan menatap datar..
" apa anda supir taksi online yg mengantar kedua wanita ini..." tanya Jhon datar..
" emm.. " jawab supir itu gugup..
" jika anda berbohong aku bisa melukai anda.. tapi jika anda jujur mungkin anda dan keluarga akan aman.." kata Jhon..
" benar tuan.. tapi saya hanya mengantar saja..." kata supir itu mulai ketakutan..
" kemana Anda mengantar mereka.. berikan alamat jelasnya..." kata Jhon..
pria itu mencari kertas dan bulpoin, pria itu menulis alamat dengan sangat lengkap.. Jhon memberikan uang kemudian pergi.. pria itu kaget saat melihat isi amplop yg di berikan oleh Jhon..
Jhon menghubungi James yg tengah menunggu laporan darinya..
" bos.. kami sudah mendapat alamat keberadaan nyonya..." kata Jhon..
" jemput dia.. dan jangan sampai kalian melukainya.. atau kalian tau konsekuensinya..." perintah James..
" baik tuan.. kami laksanakan..." kata Jhon..
kini Jhon menuju ke alamat yg di berikan oleh supir tadi.. mereka mengunakan mobil Jeep karena tau trek daerah itu yg tak mudah..
mereka sampai di desa itu pukul lima pagi.. Jhon masih mengintai tempat tinggal Rissa.. dan benar saja Rissa keluar dan ikut ke musolla saat sholat subuh..
sedang pagi itu rumah sudah di hias karena akan ada pesta pertunangan Sandra.. James masih setia berdiam di kamar Rissa..
sedang Ardi menghampiri James yg masih setia terjaga..
" percayalah dia akan kembali padamu.." kata Ardi menepuk pundak James..
" itu pasti.. aku akan membawanya kembali.. dan akan ku balas pria yg ingin menghancurkan pernikahanku.. pasti.." jawab James..
__ADS_1
" lebih baik kau bersiap.. karena sebentar lagi keluarga Edward datang.." kata Ardi..
" baiklah.. dan aku harus menyambut istriku juga..." kata James..
sedang pukul 7 pagi Jhon sudah berdiri di depan pondok tempat ibu Sena.. beserta semua pengawal..
semua warga desa kaget melihat ada pria ganteng yg berdiri dan berkunjung ke pondok Bu Sena..
" assalamualaikum..." kata Jhon..
" waalaikum salam.. mau cari siapa ya.." tanya seorang santri..
" tolong sampaikan kami kemari mau menjemput nyonya Rissa.. atas perintah suaminya..." kata Jhon..
" aku tak akan mengizinkannya...." kata pak Viktor..
" berarti anda lebih suka cucu anda menjadi janda.. karena kehilangan suaminya..." kata Jhon datar..
Rissa yg mendengar karena memang sedang bersama Opa dan Omanya pun keluar dan menghadapi Jhon..
" apa maksud mu aku kehilangan suamiku..." tanya Rissa..
" jika anda tak ikut kami pulang.. saya pastikan tuan akan membunuh orang dan juga mungkin tuan sendiri yg terbunuh.. " kata Jhon ambigu..
" tuan akan membuat perhitungan dengan dokter Syarif yg mengatakan jika anda akan bermasalah saat hamil.. tapi nyatanya anda baik baik saja setelah mendapat perawatan dari dokter Edward.. dan juga tuan sudah mengetahui jika dokter Syarif belum sepenuhnya merelakan anda.. mungkin tuan akan membuat pembalasan untuk itu..." terang Jhon panjang lebar..
" tidak.. aku tak bisa melihat suami ku membunuh orang.. aku tak ingin ayah dari buah hatiku melenyapkan seseorang.." kata Rissa..
" kalau begitu sebaiknya nyonya ikut kami.." kata Jhon..
" pergilah Rissa.. Oma yakin suamimu begitu mencintaimu.. mungkin kalian memang harus bicara.. " kata Bu Sena..
" maaf Rissa Oma.. yg selalu merepotkan Opa dan Oma.." kata Rissa memeluk Bu Sena dan pak Viktor bergantian..
" tapi kalian akan sangat lama jika mengunakan mobil..." kata pak Viktor..
" saya sudah menyiapkan helikopter.. dan itu akan mempersingkat waktu.. dan nyonya tolong anda ganti baju karena sekarang juga hari pertunangan saudari anda.." kata Jhon..
Rissa mengangguk dan berganti pakaian sedang kopernya di bawa para pengawal.. sedang dirinya naik helikopter bersama Jhon dan juga 2 pengawal dengan senjata lengkap..
mereka butuh 2jam untuk sampai di rumah besar Shiddiq... sedang di sana acara sudah berjalan.. Syarif mengetahui jika terjadi pertengkaran antara James dan Rissa di meras menang..
acara pun usai... James sudah tak bisa bersabar menghadapi satu pria yg menjengkelkan itu..
" selamat atas kepergian istrimu tuan Smith.." kata Syarif di depan James yg bersama trio Ar..
__ADS_1
" aku tau ini taktik mu mempengaruhi papa mertua.. dan membuatku juga percaya melalui Rissa.. dan tak kan ku biar kan taktik busuk mu itu berhasil..." kata James..
" oh.. ternyata kau belum berubah ya.. kau pria menjijikkan Syarif.." kata Ardan..
" setidaknya itu berhasil...lihat kau bahkan sudah jauh dari istrimu kan.." kata Syarif..
" pria brengsek..." kata Ardi menghadiahi bogem mentah ke arah Syarif..
semu orang kaget melihat Ardi yg memukul Syarif padahal begitu masih banyak tamu..
sandi memisahkan kedua anak nya itu..
" Ardi hentikan.. dia saudaramu..." kata Sandi..
" aku tak Sudi punya saudara ******** seperti dia.. untung kau terlahir di keluarga Prayoga kalau tidak aku akan membunuhmu..karena memisahkan Rissa dan James..." kata Ardi..
" aku hanya mengatakan yg sebenarnya.. Rissa tak bisa memiliki anak karena penyakitnya.." kata Syarif menyeringai..
" ku memalsukan hasil pemeriksaannya.. Karen yg sesungguhnya penyakit itu sudah sembuh.. dan juga karena kakak ipar selalu stabil dalam emosi.." jawab Edward..
" siapa kau berani mengkritik ku..." kata Syarif..
" aku dokter pribadi keluarga Smith.. dan juga dokter yg selama ini menjadi dokter yg menanggani nyonya besar Smith.. dan aku pastikan jika bisa mengandung..." kata Edward..
" ********.. kau..." tunjuk Syarif pada Edward...
" itu yg papa bela.. bahkan dia sudah membuat laporan palsu kesehatan Rissa.." kata Ardan..
" karena dia tak pantas bersanding dengan pria menjijikan itu..." kata Syarif..
.
.
.
.mampir ke novel Secret Daddy... bang Ardi
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1