
malam itu tiga gadis itu pun ke restoran China yang sepakati oleh Alex, ternyata Alex datang terlebih dahulu.
mereka pun melakukan makan bersama untuk malam itu, Icha dan Chintya tak menyangka jika Alex bisa sebaik itu.
saat masih di restoran Alex mendapat pesan dari Jacob, pria itu mengajaknya untuk bertemu di club.
"maaf kalian bisa pergi belanja setelah makan ya, karena aku harus pergi, dan Kayla ini ATM untukmu," kata Alex meninggalkan Kayla. tapi sebelum itu dia mencium kening Kayla.
Alex pun langsung pergi menuju club milik Justin yang baru buka, Alex langsung menuju ke ruang VIP.
saat masuk dia melihat berbagai minuman tersedia di sana, tapi aneh karena Jacob hanya minum soda.
"hei Jack, kenapa memintaku kemari," tanya Alex.
"ayolah, aku hanya ingin bertemu dengan mu, lagi pula aku sedang malas pulang," kata Jacob.
"tapi kalian mau gak aku kasih tau sesuatu, tapi itu tak gratis," kata Justin.
"cih berita mu jarang yang baru," kata Jacob.
"benarkah, padahal saat aku akan kembali ke Indonesia. aku tak sengaja bertemu gadis cantik yang baru tiba ke Perancis," kata Justin menunjukkan foto Aisyah bersama Stevani.
Jacob langsung melihatnya, dia langsung melihat foto itu dengan seksama, bahkan dia sudah merindukan istrinya sebesar itu.
"kau tak membohongiku kan, jika kau bohong aku akan membunuhmu," ancam Jacob.
"kau lihat sendiri saja, aku tak bohong, kamu bisa melihat tanggalnya, lagi pula siapa yang bisa meminta seorang ahli gizi terkenal mendampingi seseorang, kecuali..." kata Justin menggantung.
"Daddy, ya hanya Daddy yang bisa meminta tiga orang wanita ini untuk bersama Aisyah," kata Jacob.
"gue pamit," kata Jacob meninggalkan Alex dan Justin.
"kampret loe, loe pergi, ngapain gue di sini," teriak Alex kesal.
"malam ini, gue bayarin semua minuman loe, gue transfer kirim aja tagihannya," kata Jacob.
Jacob pergi bersama Ferdy pulang, sesampainya di rumah Jacob langsung menuju ke ruang baca milik James.
"kenapa sudah tau?" tanya James datar.
"Daddy aku mohon, beri tahu aku dimana istriku," mohon Jacob.
__ADS_1
"tidak bisa Jack,dia ingin melahirkan anaknya, dan membuktikan bahwa dia bisa tanpa mu," kata James.
"tapi Daddy, aku bisa mati setiap hari jika terus seperti ini, dan lagi aku tak mau berada jauh darinya," kaya jacob lagi.
"maka buktikan, aku juga tak ingin melihat mu seperti ini, tapi ini ujian mu nak," kata James.
Jacob pun meninggalkan ruangan James, tapi sebelum itu James memberikan sebuah laptop untuk Jacob.
"kau bisa melihatnya, meski hanya kadang-kadang," kata James.
Jacob pun membawa laptop itu ke kamarnya yang sudah penuh dengan foto Aisyah. Jacob langsung membuka file yang di maksud James.
terlihat di sana Aisyah menjalani hidupnya dengan pemantauan dari Manda, Valen dan Stevani.
"sayang, aku merindukanmu," kata Jacob.
Jacob kemudian melihat ada perban di tangan Aisyah, "apa kamu kesakitan, maaf membuatmu terluka," kata Jacob lagi.
saat Aisyah sedang menggambar tak sengaja Valen melihat hasil gambarnya. Valen terdiam melihat itu.
"kamu merindukannya?"tanya Valen.
Aisyah mengangguk lemah, dan air mata Aisyah jatuh begitu saja, Valen pun langsung memeluk Aisyah.
kemudian terlihat Aisyah yang kesakitan sambil memegang perutnya, "Aisyah. kenapa? Manda! Aisyah kesakitan!" teriak Valen.
Stevani dan Valen pun membawa Aisyah ke ruang rawat lagi, kali ini Manda kembali memberikan obat melalui infus.
"Aisyah, jika kamu terus seperti ini, kamu tak bisa mempertahankan janin mu, jadi aku mohon kuat untuk nya dan juga Jacob," kata Manda sebelum Aisyah tertidur.
Jacob pun begitu sedih melihat perjuangan Aisyah, "baiklah, aku akan mencoba kuat di sini, dan suatu saat aku akan menjemputmu," kata Jacob.
makam itu pun Jacob tidur dengan memeluk piyama Aisyah, dan juga melihat foto sang istri yang berada di sampingnya.
Rissa melihat keadaan dari Jacob, yang sudah tidur, Rissa pun kasihan tali dia tak bisa memaksa James.
sedang di rumah keluarga Hutomo, sedang terjadi kekacauan karena nilai saham mereka turun drastis.
itu karena ASG internasional membatalkan semua proyek dengan perusahaan itu, saat Chintya pulang.
dia terkejut melihat rumah yang begitu berantakan,bahkan semua barang pecah dan terlihat sang mami dan papi ya terlihat sedih.
__ADS_1
"ada apa ini?" tanya Chintya.
tuan Hutomo melihat Chintya dan memiliki ide gila, "kamu bisa menyelamatkan keluarga ini," kata pak Hutomo menyeret Chintya keluar rumah.
"pa.. jangan gil* kamu, dia putri kita satu-satunya, jangan lukai dia," mohon Bu Ambar.
"tenang, dia akan jadi penyelamat keluarga Hutomo," kata pak Hutomo sebelum pergi.
Chintya takut karena papinya begitu terlihat kacau, mobil pun menuju ke sebuah apartemen mewah.
saat sampai, asisten Alvin sudah menyapa mereka, pak Hutomo menyeret Chintya untuk ikut masuk.
Chintya sudah berontak, tapi dia tak bisa berbuat apapun. dia di bawa ke apartemen teratas.
saat masuk Chintya melihat seorang pria yang membelakanginya, dan terlihat pria itu sedang minum wine.
"mau apa kamu Hutomo, sudah bangkrut, itu karena ulahmu sendiri," kata Julian memainkan minuman di tangannya.
"tuan Julian, aku mohon tolong bantu aku, aku akan memberikan putri tunggal ku untuk menyenangkan mu," kata Hutomo.
"kau tau kesukaan ku, Alvin bawa dia, dan Hutomo besok aku akan melihat perusahaan mu, dan ingat jangan berani menghianati ku, karena saham terbesarmu, ada di tangan ku," kata Julian menatap Hutomo tajam.
"baik tuan, saya permisi," kata Hutomo.
Alvin sudah membawa Chintya ke kamar khusus, tiga Payan datang, "bersihkan dia, dan buat dia menurut," perintah Alvin.
"baik tuan," jawab Alvin.
Chintya sudah di bawa ke kamar mandi, sedang Alvin menghampiri Julian yang sedang santai duduk di sofa.
"tuan, apa kita bisa mulai bergerak?" tanya Alvin.
"tunggu Alvin, aku sedang ingin bermain bersama Alex, lagi pula kita tak bermusuhan dengan keluarga Smith, tapi hanya dengan Alex, karena dia berani menyentuh wanita yang aku inginkan," kata Julian.
Alvin pun mengambil foto dan membakarnya, Julian pun masuk ke dalam kamar dan melihat para pelayan sedang membersihkan Chintya.
"tinggalkan ruangan ini," perintah Julian.
"permisi tuan," jawab ketiganya yang langsung pergi.
"dengarkan aku, kmu hanya sebuah jaminan, jadi menurut atau ku kan memberikan pelajaran yang menyakitkan padamu, mengerti," kata Julian.
__ADS_1
Chintya hanya mengangguk, "baiklah sekarang bantu aku mandi," perintah Julian.
Chintya pun Keluar dari bathtub dan memakai kimono handuk, sekarang dia pun membantu Julian mandi setelah air di ganti.