
setelah semua syarat terpenuhi kini akan di lakukan acara akad nikah...
Seno dan Nina terlebih dahulu.. pak Nawi bertugas jadi saksi dari pihak Nina sedang pak RT jadi saksi dari pihak Seno...
pak Nasir mewalikan pada Ali untuk menikahkan Nina... Ali menjabat tangan Ali..
bismillahirrahmanirrahim...
"wahai Seno Prasetyo bin agus saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan kakak kandung saya yg bernama Nina Ayuningtyas binti nasirulloh dengan mas kawin uang sebesar satu juta lima ratus ribu rupiah di bayar tunai.." kata Ali..
"saya terima nikah dan kawinya Nina ayuningtyas binti nasirulloh dengan mas kawin tersebut tunai..." jawab Seno lantang..
"sah.." jawab mereka serempak..
Nina mencium tangan Seno dan kemudian mereka pindah tempat..
sekarang giliran Surya dan Lia..
Lia masih menangis melihat sang ayah terbaring lemah..
sandi dan pak Nawi yg sekarang jadi saksi untuk pernikahan Surya dan juga Lia...
"wahai saudara suryatama putra as Shiddiq bin Abdulloh as Shiddiq (alm) saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan adik kandung saya Aprilia Maheswari binti nasirulloh dengan mas kawin uang sebesar seratus juta rupiah di bayar tunai..." kata Ali..
" saya terima nikah dan kawinnya Aprilia Maheswari binti nasirulloh dengan mas kawin tersebut tunai..." jawab Surya mantap..
" sah..." jawab para saksi...
kini Lia mencium tangan Surya kemudian surya berdoa di ubun ubun Lia kemudian mencium kening Lia..
tak lama pak Nasir menghembuskan nafas terakhirnya... semua orang menangis Bu Nasir shock... Ali memeluk jenazah sang bapak... sedang Nina dan Lia sudah di peluk suami masing masing ..
__ADS_1
sandi membawa semua wanita untuk pulang dengan mengunakan ojek online sedang Surya membawa mobil untuk membawa Bu Nasir dan Lia..
ali dan pak Nawi bersama jenazah pak Nasir.. di ambulan... sandi sampai dahulu.. Wulan kemudian menidurkan trio Ar ke kamar Lia setelah memberi penangkal sawan..
tak lama Surya juga datang... Surya dan sandi memberi tahu para tetangga dan sudah di umumkan di masjid dan mushalla... Surya dan sandi membantu semua keperluan untuk pemakaman...
Wulan hanya berdiam di kamar untuk menemani trio Ar... sedang Bu Mala dan yg lain sudah berada di luar..
terdengar suara sirine ambulan yg memasuk ke pekarangan rumah pak Nasir.. Bu Nasir . Nina. dan Lia sudah menangis...
sandi. Surya dan Seno menurunkan jenazah pak Nasir di bantu tetangga.. sedang pak Nawi membopong Ali yg sudah lemes melihat jenazah sang bapak..
Surya. sandi dan Seno mengurus semuanya.. setelah selesai menyolatkan jenazah pak Nasir.. akhirnya akan di bawa ke makam..
sandi. Surya dan Seno serta Ali mengotong keranda pak Nasir... selesai memakamkan mereka kembali ke rumah terdengar suara Bu Nasir yg meronta ingin menemui pak Nasir..
Wulan. Nina dan Lia tengah berusaha menenangkan dan menahan Bu Nasir saat semua kembali.. Ali berlari dan memeluk sang ibu..
" bapak Ali... bapak meninggalkan ibu... bapak meninggalkan ibu.. ibu ingin bersama bapak..." kata Bu Nasir yg masih menangis...
"ibu kami disini Bu... ibu kami bersama ibu.. kalau ibu begini kami semua sedih Bu.. aku mohon jangan seperti ini.." ucap Nina..
BRUG... Lia pingsan karna tubuhnya lemah dan stress.. Surya membawanya ke kamar Ali.. karna di kamar Lia ada trio Ar..
"kak tolong panggil dokter kak... " kata Surya panik..
sandi sudah menelpon dokter dan tak lama dokter sampai dan memeriksa keadaan Lia.. dokter mengatakan bahwa Lia hanya stres..
sandi dan Wulan serta Bu Mala membawa trio Ar untuk pulang ke rumah Wulan.. sedang Surya menemani Lia.. pak Nawi dan Bu nawi juga menemani Bu Nasir yg masih berduka...
mobil sandi sudah masuk ke pekarangan rumah Wulan.. waktu menunjukkan pukul 11 malam sandi pergi mandi dan Wulan membaringkan putra mereka di kasur yg sudah di taruh lantai karna takut trio Ar jatuh....
__ADS_1
tak lama sandi datang.. Bu Mala sudah tidur karna lelah.. kini Wulan dan sandi sedang berbincang sambil berpelukan...
" mas hari ini hari terberat buat keluarga Ali.. dalam sehari mereka mengalami begitu banyak hal.." kata Wulan bersandar di dada sandi..
"iya dek mas juga tak menyangka.. bahwa akan seperti ini kejadiannya.." jawab sandi mencium rambut Wulan..
tangan sandi sudah kemana mana.. sedang Wulan tersenyum melihat tingkah sang suami.. bahkan tak tau suasana selalu saja gak karuan...
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Surya menemani Lia yg masih belum sadar.. Surya sedang mengelus rambut Lia ...
"dek maafkan mas.. seharusnya mas melamar mu dengan romantis.. tapi mas tak menyangka Alloh menyatukan kita dengan cara seperti ini... sejujurnya mas mencintai mu dari pertama kali mas melihat mu memberi uang pada seorang kakek tua... dan saat itu mas menyandarkan cinta mas pada Alloh.. dan lihatlah kesabaran cinta mas menyatukan kita dalam ikatan pernikahan..." jujur Surya..
sebenarnya Lia sudah sadar cuma tak ingin membuka mata.. tapi Lia tak menyangka Surya menyatakan perasaannya.. entah kenapa Lia merasa berdebar ketika Surya menyatakan cintanya...
Lia membuka mata dan menatap Surya.. Lia menangis, Surya mengusap air mata Lia dan menggeleng...
"jangan menangis.. mas tak akan membiarkan air mata mu turun lagi.. mas ingin kamu selalu tersenyum..." kata Surya..
"terima kasih mas.." kata Lia sudah memeluk Surya..
.
.
.
.
Mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😍😘😍😘 terima kasih
__ADS_1