
sandi membawa Wulan ke rumah sakit Al Aziz.. Ardi sudah menghubungi Rafi dan Rafi sudah meminta tim yg pernah menangani Wulan untuk bersiap di UGD..
benar saja sandi mengendong Wulan yg sudah pendarahan.. Rafi langsung membawa Wulan ke ruang UGD untuk penanganan..
butuh waktu lama saat Rafi dan tim dokter menangani Wulan.. Ardi menyodorkan kaos milik nya pada sandi..
" pa.. ganti baju dulu.. baju papa penuh darah..." kata Ardi..
sandi menerima baju Ardi dan menuju ke kamar mandi.. sandi membersihkan dirinya yg penuh darah Wulan...
sandi menangis menginggat permintaan Wulan untuk menyelamatkan bayi mereka.. sandi tak tau kenapa ia terus menyakiti istri yg begitu mencintainya..
bahkan sekarang tengah berjuang untuk hidup dan mati di dalam sana.. sandi telah berganti dengan kaos milik Ardi..
kini mereka berempat tengah berdo'a ketika Surya dan Lia datang... Lia sangat cemas...
tak lama Rafi keluar dan sudah berhadapan dengan sandi dan ke tiga keponakanya..
" bagaimana keadaannya Rafi..." tanya sandi..
" maaf kami tak bisa menyelamatkan janin kakak ipar.. " kata Rafi..
trio Ar kaget mendengar kata kata om nya sedang sandi sudah menangis syok...
sandi memukuli kepalanya sambil terduduk di lantai..
" kau bodoh.. tak bisa menjaga istri dan calon anak mu sandi.. kau bodoh... pria bodoh..." maki sandi pada dirinya sendiri...
" pa jangan seperti ini.. mungkin Alloh lebih sayang pada calon adek kami.. papa harus kuat demi mama..." kata Ardan menenangkan papanya..
sedang Lia juga syok mengetahui wulan keguguran karena terdorong oleh ya... karena tak bisa mengontrol emosi nya...
" maafkan aku..." kata Lia menangis..
Surya menenangkan Lia.. kini Wulan di pindahkan ke ruang rawat VVIP... sandi terus di samping Wulan.. dan trio Ar juga berada di ruangan itu..
tadi Lia ingin bersama Wulan.. tapi Ardi tak mengizinkan, karena Ardi merasa kehadiran Lia akan memperburuk keadaan Wulan..
Wulan pun sadar dan melihat sandi dan ketiga putranya.. Wulan ingat bayi yg ada di perutnya...
__ADS_1
" mas anak kita mas... " kata Wulan..
" sayang Alloh lebih sayang padanya.. hingga Allah mengambilnya.. kita harus sabar..." kata sandi memeluk Wulan..
" aku ibu yg buruk mas... tak bisa melindungi janin kita... maafkan aku.. aku ibu yang buruk..." kata Wulan menangis di pelukan sandi..
" tidak sayang.. kamu ibu yg hebat.. lihat putra dan putrimu.. mereka seperti sekarang berkat didikan mu sayang.." kata sandi..
" aku ibu yg buruk.. aku tak bisa melindungi janin ku.... " kata Wulan..
" ma.. lihat kami ma.. kami di sini untuk mama.. adek sudah bersama Allah karna dia sangat di cintai... jadi sekarang mama jangan menyalahkan diri mama untuk kejadian ini..." kata Ardi..
kini mereka berpelukan bersama.. sandi merasa bangga pada ketiga putranya meski baru kelas 3 SMP tapi pemikiran mereka sudah dewasa....
sandi menyuruh ketiga putranya untuk pulang.. sedang dia menemani Wulan.. sandi tak ingin jauh dari istrinya...
"mas pergi cari makan siang.. mas belum makan..." kata Wulan..
" aku mau di sini.. dan menemanimu.. nanti Ken yg mengantar makan sore ku..." kata sandi..
tak lama Ken dan Eko datang.. dan melaporkan perkembangan penyelidikan..
" ini tuan makanan anda dua bubur ayam... " kata Ken menyerahkan bungkusan pada sandi..
" tuan bukti kita sudah cukup untuk menyeret dini untuk semua kebohongan nya..." kata Eko..
" baiklah... aku serahkan semua urusan dini dan Surya padamu Eko.." kata sandi...
Eko mengangguk bersama Ken.. kini mereka meninggalkan ruangan Wulan... kini sandi membuka bubur ayamnya..
tiba tiba Wulan menatap sandi yg sedang makan...
" apa kau mau sayang..."tanya sandi..
Wulan mengangguk... jadi lah kini sandi menyuapi istri dan dirinya sendiri... mereka telah menghabiskan dua porsi bubur ayam spesial....
tak lama datang trio Ar dan twins bersama bik Maya yg membawa baju Wulan...
"mama ... " kata Sandra dan Rissa bersamaan...
__ADS_1
" dek.. pelan kan suara kalian... di sini rumah sakit jadi tak boleh keras-keras saat bicara..." kata Ardan..
" oke bang.." jawab mereka berdua...
kini ruangan wulan penuh canda tawa oleh Sandra dan Rissa serta bersama trio Ar...
Lia ingin menjengguk Wulan tapi ia takut Ardi masih belum memperbolehkannya...
" Lia ayo kita menjengguk Wulan.. " kata Bu Mala...
" tapi Bu .. Lia takut Ardi Belum bisa memaafkan kesalahan Lia, yg mengakibatkan keguguran Wulan Bu..." kata Lia..
" tapi Wulan akan sedih jika kamu tak menjengguk nya nak.. mungkin trio Ar sedih karna baru saja kehilangan calon adik mereka itu wajar..." kata Bu Mala..
kini Lia dan Bu Mala sampai ke rumah sakit sedang putra Lia di rumah bersama pembantu dan baby sitter mereka..
Ardi mengajak semua adiknya untuk pamit pulang... dan membiarkan para orang tua berbincang..
" sayang bagaimana keadaan mu.." tanya Bu Mala...
" aku baik baik saja Bu.. berkat mas sandi di sampingku... dan juga dukungan anak anak..." jawab Wulan..
" maafkan aku gara gara aku kamu seperti ini..." kata Lia...
" itu takdir Lia.. mungkin Allah lebih mencintai janin ku makanya Allah mengambilnya lagi..." kata Wulan..
"andai aku bisa mengontrol emosi ku... mungkin kejadian ini tak kan terjadi..." kata Lia..
" berhenti menyalahkan dirimu.. ini memang sudah takdirku.. " jawab Wulan...
Bu Mala tersenyum melihat sandi yg terus menemani Wulan.. Bu Mala beruntung menemukan orang yg bisa membimbing sandi dan menjadikan sandi pria yg baik..
Bu Mala juga tahu semua masalah Surya... tapi Bu Mala yakin putra nya itu bisa menyelesaikan masalahnya tanpa harus mengorbankan keluarganya...
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya... dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍😘😍 terima kasih....