
kini James sudah kembali ke rumah, sedang Lui sudah di ruangannya dan sekarang Ronald menjadi tangan kanan Lui.
Aline masih sibuk dengan berkas yang di kerjakan bersama Ken, Aline teringat Mecha yang pasti tak ada kerjaan di rumah,
Aline memilih masuk kedalam kamar pribadi Ken dan menelpon Mecha.
"hallo Mecha, kau sedang apa?" tanya Aline saat telponnya di angkat Mecha.
"hai juga, aku sedang santai nih menikmati hidup, habis mau ngapain lagi," jawab Mecha sambil tertawa keras.
"yaelah nona besar, kirim makan siang dong tapi kamu harus dandan yang manis ya, ingat bawa makan siang buat kami," kata Aline.
"cih kenapa kau menyuruhku sekarang," jawab Mecha.
"hei dasar adik ipar tak ada akhlak nih, masak ya tega kamu kami kelaparan terutama suami mu itu," kata Aline.
"baiklah, kalian mau makan siang apa?" tanya Mecha pasrah timbang harus berurusan dengan Aline yang super cerewet.
"baiklah buat gado gado sama ayam bakar boleh tuh, oh ya kentang nya banyakin aja gak usah pakai lontong karena dua pria itu tak menyukai lontong," kata Aline.
"siap Bu bos, laksanakan," jawab Mecha.
kini Aline kembali duduk di sofa, sedang Ken sibuk dengan berkas berkas nya, bahkan tak memperhatikan Aline.
Aline merasa jika bosan memilih ke pantri untuk membuat coklat hangat dan juga kopi untuk Ken.
Aline membawa kopi untuk Ken dan menaruhnya di meja,"minum dulu mas, kau terlalu sibuk jangn sampai sakit," kata Aline.
"terima kasih sayang," kata Ken mencium tangan Aline.
Aline pun memberi kecupan di pipi Ken, kemudian dia pun kembali bekerja memeriksa berkas berkas lagi.
Ken begitu merasa senang bisa menikmati lagi kopi buatan sang istri, apalagi dengan keberadaan Aline di sisinya saat ini.
"huh... kenapa pekerjaan kita tak ada habisnya sayang," kata Ken mengeluh.
__ADS_1
"aish, mas maka kita harus mengerjakan nya agar selesai, dan berkas itu tak bisa mengerjakan dirinya sendiri atuh," kata Aline masih sibuk dengan laptop di depannya.
"oke sayang," jawab Ken yang kembali fokus ke pekerjaan nya.
tak terasa kini Aline dan Ken sudah menyelesaikan semua pekerjaan pas dengan waktu makan siang.
sedang di rumah Mecha juga sudah selesai membuat makanan pesanan Aline dan siap mengantarkannya.
Mecha sudah cantik dengan span dan kemeja pink yang terlihat cantik dan imut di pakainya.
"hai pak totok, tolong antar saya ke kantor suami Aline ya," kata Mecha.
"tentu nona, dan nona besar juga meminta saya mengawal anda," kata pak totok.
kini Mecha menuju ke kantor dengan di antar pak totok, saat sampai Mecha binggung karena melihat gedung di depannya.
Mecha menghampiri resepsionis untuk bertemu dengan Aline, "permisi mbak, mas bisakah aku bertemu dengan Aline Smith," kata Mecha.
"maaf nona, apa anda sudah membuat janji karena anda tak bisa bertemu jika belum membuat janji terlebih dahulu," jawab resepsionis pria itu.
"baiklah," jawab Mecha.
"baiklah aku kan menjemput mu sekarang," jawab Aline dan mematikan telpon itu.
kini Mecha duduk di sofa sambil menunggu Aline turun, tak lama Aline turun dengan lift khusus.
semua orang menunduk hormat, bahkan resepsionis itu kaget saat Aline datang sendiri dan menemui Mecha.
"kau membuatku menunggu Aline," kata Mecha.
"maaf aku sedang sibuk tadi, maaf ya adik ipar ku yang cantik," kata Aline sambil tersenyum.
kini Aline mengajak Mecha menuju ke lantai Ken dan Lui, Aline berhenti di depan resepsionis terlebih dulu sebelum masuk lift.
"kalian ingat wajah ini, mulai sekarang dia bebas masuk karena dia istri dari Louis Antonio Smith," kata Aline pada ketiga resepsionis itu.
__ADS_1
" baik nona muda," jawab keduanya.
kini Aline mengajak Mecha menuju ke lantai atas, setelah sampai Aline mengajak Mecha masuk ke ruang suaminya yang ternyata Lui dan Ronald juga sudah ada di sana.
"owh, ini tamu penting itu sampai harus di jemput," kata Ken saat meliht mecha.
" aduh kakak ipar aku tak boleh masuk tadi jika Aline tak menjemputmu," kata Mecha.
"kenapa kau tak mengatakan jika kau istri ku?" tanya Lui.
"ayolah tuan, pernikahan kita saja tak di ketahui orang bagaimana mereka bisa percaya padaku," jawab Mecha.
Lui langsung terdiam mendengar jawaban dari Mecha, hati kecil Lui seakan tersentil.
"tak usah sedih mas, aku tetap istrimu meski dunia tak mengakui ku, asal kau selalu bersedia aku di sisimu," kata Mecha yang mencium tangan Lui.
"aduh udah dong adegan mesranya, aku lapar nih," kata Aline yang meningkat bekal yang di bawa Mecha.
Ronald memilih undur diri untuk makan siang di cafe, akhirnya mereka berempat makan bersama.
Aline dan Ken selalu terlihat mesra, sedang Lui dan Mecha terlihat seperti kucing dan tikus yang terus bertengkar tapi saling menyayangi.
bahkan ruangan kerja Ken siang itu begitu rami dengan teriakan Aline dan mecha yang sedang berdebat masalah sepele.
apalagi sebentar lagi ulang tahun Ken dan Lui akan datang, jadilah mereka membuat persiapan acara sederhana di rumah mertua mereka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih