
Nasya berhenti saat mendengar perkataan dari Chintya, "apa maksudmu?" tanya Nasya.
"kau lupa siapa yang melindungi ku, saat kau melempar kan batu bata ke arahku waktu itu, tentu kau tak buta kan, dia adalah asisten seseorang yang bahkan lebih mengerikan dari kekasih Icha," kata Chintya tersenyum.
"kau pembual, kau hanya orang miskin, bahkan perusahaan kelurgmu saja bangkrut," kata Nasya.
"aish... ku tak membaca berita ternyata, perusahaan keluarga Hutomo, perusahaan itu sudah bergabung dengan perusahaan JBC internasional," kata Chintya.
semua pun tertegun, pasalnya perusahaan itu berpusat di Singapura, dan juga perusahaan terbesar dan tak kalah dari ASG internasional milik keluarga Smith.
"kau hanya peliharaan," teriak Nasya tak terima.
"lebih baik aku kalau begitu, dia mencintaiku dan menuruti semua keinginanku, sedang kamu melemparkan dirimu saja, dia tak Sudi menyentuh barang bekas," saut Chintya.
"hentikan Chintya, kita tak perlu menanggapi gadis gila ini, lebih baik kita ke kelas," kata Kayla.
"cih lihat gadis miskin mau kabur," kata Nasya.
"dengarkan semuanya, hari ini silahkan makan apapun yang kalian inginkan, aku yang akan membayar tagihannya, kecuali untuk Nasya dan gengnya," kata Chintya.
semua siswa siswi pun bersorak senang, sedang geng Kayla memilih menunggu di taman depan sekolah.
mereka memilih memesan burger dari luar sekolah, tak lama pesanan mereka sampai, Kayla yang membayarnya.
mereka berempat memilih makan di atas atap dan bolos pelajaran ketiga, setelah itu Icha dan Kayla merokok.
sedang Chintya memilih menikmati cemilannya dan juga minuman coklat dingin miliknya, sedang Vio juga tak menyangka dengan Kayla dan Icha.
"gila... kalian Badas abis, aku saja tidak bisa merokok," kata Violla.
"aku awalnya gitu, tapi gara-gara Chintya kami jadi begitu kecanduan sekarang. tapi kami melakukannya diam-diam," kata Kayla.
__ADS_1
"tapi kamu tak merokok Chintya," tanya Violla.
"aku berhenti dari kebiasaan itu, aku ingin hidup sehat agar segera hamil," jawab Chintya.
Violla dan yang lain pun tertawa bersama, mereka bahkan terus mengobrol sedang Alex yang mengajar di kelas keempat orang itu.
hanya bisa memijat kepalanya, karena tingkah keempat nya yang begitu suka membolos dari kelas.
Julian belum bisa pulang, dia sudah hampir dua Minggu di Mexico karena pekerjaan. bahkan dia sudah tak bisa menahan rindu pada istri kecilnya itu.
"tuan berhentilah minum, kau bisa merusak tubuhmu, ingat istrimu masih muda belia, dan kamu tak ingin mati muda kan," kata Alvin.
"diam Alvin, aku begitu merindukannya, dan kenapa bisa pekerjaan ini saja tak bisa di lakukan, mereka sebenarnya sarjana apa penipu sih," kesal Julian.
sedang Alvin tak ingin menjawab, dia bisa terus kena omel Julian yang sedang rindu berat pada istri nya itu.
saat Julian, Alvin dan Anastasya bekerja. ponsel Julian berdering ternyata Chintya menelpon Julian.
"sayang, aku merindukanmu, kamu bukannya belajar sih?" tanya Julian.
"aku juga sayang, aku sedang bolos bersama sahabat ku, aku hanya mau tanya, kapan kamu pulang, lusa di sekolah akan di adakan studi tour ke Bali, aku boleh ikut ya," pamit Chintya.
"baiklah dan nanti kasih tau hotel dan tujuannya kemana saja, biar nanti ada orang yang melindungi mu di sana, mengerti kan," kata Julian.
"tentu, aku merindukanmu, kapan pulang,kamu tega melihatku setiap malam tidur dengan guling sebagai teman," kata Chintya.
"akan ku usahakan untuk pulang secepatnya, dan jangan nakal, oh ya aku sudah mentransfer beberapa waktu lalu, dan jangan terlalu hemat, mengerti," kata Julian.
"siap sayang, aku mencintaimu, bye bye..." kata Chintya mengakhiri panggilan nya.
sedang ketiga gadis itu seolah mengejek Chintya yang begitu mesra dengan Julian.
__ADS_1
"hei di larang iri oke, kalian punya pasangan juga," kata Chintya.
"ah ya, dan aku satu-satunya yang jomblo di sini," kata Violla.
"tunggu pasti kamu juga akan mendapat pria tampan, asalkan jangan terlalu bar-bar oke," kata Chintya.
"baiklah, dan kalian hrus mengajarkan ku bagaimana jadi wanita yang feminim oke," kata Violla.
"baiklah, nanti pulang sekolah kita shopping untuk keperluan lusa," kata Icha semangat.
"berangkat!" teriak keempat nya.
mereka pun turun saat pergantian pelajaran, tapi saat akan masuk mereka sudah di cegat oleh Alex.
"dari mana? kalian berempat ikut saya ke kantor BK," kata Alex dingin.
mereka berempat terpaksa ikut ke kantor, saat sampai sudah siap dengan ceramah guru killer di sana.
setelah itu mereka di hukum untuk mengerjakan tugas Alex sebanyak sepuluh kali persatu orang.
dan parahnya Alex ingin tugas itu di tulis tangan, keempat nya memilih menerima di banding harus membersihkan toilet.
mereka pun ikut pelajaran bahasa Inggris di jam terakhir, untuk pelajaran ini merek berempat begitu pandai.
untuk Violla ini biasa, karena dulu di Jerman dia sering mengunakan bahasa Inggris dan Jerman.
pukul dua siang mereka baru keluar dari sekolah, Icha susah pergi dengan Chintya, begitupun Kayla dan Violla dengan mobil Kayla.
mereka sampai di mall, mereka berempat membeli baju dan langsung memakai nya, mereka pun pergi ke restoran dulu.
mereka masuk ke restoran Jepang, mereka memesan beberapa menu andalan. kali ini Icha yang mentraktir.
__ADS_1
Violla tak menyangka berteman dengan ketiga gadis itu begitu menyenangkan, bahkan Chintya yang notabene sudah menikah pun bisa tetap berkumpul bersama.