Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
acara


__ADS_3

Wulan sekuat tenaga menyembunyikan kesakitan ya dari seluruh keluarga... tapi Rafi yg sedang membantu persiapan acara 7 bulanan terkejut melihat Wulan yg sedikit pucat...


" nak tolong bunda ya... kuatkan bunda..." kata Wulan


"kakak ipar kenapa... apa kram datang lagi..." tanya Rafi..


wulan hanya bisa mengangguk.. karna menahan sakit..


"suster tolong ambilkan obat milik nona Wulan.." perintah Rafi pada salah satu suster


setelah mengambil obat dan memberikanya pada Rafi.. Rafi pun memberikan obat itu kepada Wulan..


" kakak ipar minum ini..." kata Rafi..


Wulan pun menerima obat itu.. dan meminum nya... tapi rasa sakit hanya sedikit berkurang meski tak hilang...


terdengar dari luar kedatangan keluarga Wulan dan juga Viktor...


" selamat datang besan..." sambut Bu Mala..


" terima kasih sambutanya.." kata Bu Sena..


mereka pun masuk dan saling mengobrol.. Zain melihat Wulan yg sedikit pucat pun menghampirinya...


" apa begitu lelah dek.." kata Zain seraya mengelus perut Wulan...


"sedikit bang... habis mereka sangat aktif di dalam.." bohong Wulan..


Bu nawi pun menghampiri kedua anaknya.. Bu nawi memeluk Wulan seketika Wulan menangis dalam pelukan sang ibu...


" ssttt... gak boleh nangis nanti bayi nya ikut sedih lho..." kata Bu nawi..


" ibu maafkan Wulan kalau pernah melukai hati ibu.. ternyata pengorbanan ibu begitu besar... " kata Wulan terisak..


" tapi ibu bahagia memiliki kalian berdua... " jelas Bu nawi..


mereka pun berbincang.. Zain terus mengelus perut Wulan dan merasakan tendangan tendangan kecil...


tak lama sandi datang dari kantor dan bergabung bersama mereka.. sandi menyalami semua orang tua.. kemudian mencium kening wulan...


mereka terus membahas acara besok sedang Wulan cemas karna rasa sakit yg datang menderanya semakin sering...


" ya Allah kuatkan aku untuk melakukan acara besok.. aku tak ingin membuat keluargaku kehilangan kebahagiaan mereka.." batin Wulan..

__ADS_1


Rafi adl orang yg juga merasa was-was karna kandungan Wulan akan bermasalah... dia tak bisa berbuat apa-apa selain mengawasi kakak iparnya itu ..


malam hari mereka sudah berada di hotel untuk persiapan besok pagi.. hari ini mereka menginap di hotel bintang lima milik sandi yg sudah di alihkan menjadi milik Wulan sebagai hadiah...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


pagi pun datang semua orang bersiap begitupun Wulan yg sudah cantik dengan kebaya modern berwarna peach...


sandi pun memakai baju adat Jawa lengkap dengan blangkon.. mereka sudah di ballroom tempat acara di lakukan.. ball room itu di sulap bak pesta mewah bertabur bunga..



penampakan jalan menuju ballroom tempat acara 7 bulan di laksanakan..


Bu Mala menepati janjinya membuat pesta yg meriah.. untuk memperkenalkan menantunya...


saat mereka memasuki ruangan ballroom tak kalah mewah.. bahkan para tamu pun sudah hadir..



acara pun di mulai oleh MC khusus yg di undang oleh Bu Mala..


mulai dari siraman.. dodol dawet.. pecah cengker... dan lain lain.. semua acara berjalan dengan meriah..


sandi dan Wulan terus menebar senyum selama acara... bahkan sandi antusias saat pecah cengker karna air kelapa muncrat yang di yakini anak yg di kandungan adl laki laki...


semua orang memuji kecantikan yg di miliki Wulan.. hingga sandi pun bahagia karna Wulan adl wanita yg sempurna dalam hidup nya selain sang ibu..


setelah acara selesai dan hanya tinggal beberapa tamu saja.. dan keluarga inti.. tiba tiba perut Wulan mengalami kram hebat..


" mas..." teriak Wulan seraya memegangi perutnya..


sandi yg mendengar teriakan Wulan pun menghampirinya... Rafi juga sudah berlari menuju tempat Wulan...


Rafi mengecek denyut nadi Wulan yg mulai melemah... sandi dan semua orang panik...


" kita harus membawa kakak ipar ke rumah sakit secepatnya... karna denyut nadinya sudah sangat lemah.." kata Rafi..


sandi langsung membawa Wulan menuju mobil di basemen ternyata terdapat ambulan yg di siap kan oleh Rafi guna berjaga jaga..


sandi menidurkan Wulan di bangkar ambulan dan Rafi mulai memasang oksigen dan juga alat bantu lainnya...


Rafi meminta supir ambulan untuk lebih cepat menuju rumah sakit...

__ADS_1


sandi yg menangis di sebelah Wulan pun hanya bisa mengenggam tangan sang istri...


"mas.. selamat kan anak kita.. aku mohon..." kata Wulan lemah.. sebelum akhirnya menutup mata..


sandi makin panik melihat sang istri memejamkan matanya... Rafi sudah menghubungi rumah sakit untuk menyiapkan ruang operasi karna Wulan sudah kritis...


sesampainya di rumah sakit Wulan langsung di bawa ke ruang operasi di sana sudah ada dokter Iwan dan team.. serta beberapa dokter spesialis yg ikut menangani..


tak lama semua keluarga sampai di rumah sakit.. Bu Mala melihat sandi yg sudah menangis di depan ruang operasi...


sandi sangat kacau karena melihat keadaan Wulan tadi.. semuanya terlihat gusar karna operasi yg di lakukan..


suster keluar dari ruang operasi dengan tergesa gesa...


" maaf ada keluarga pasien.." tanya suster..


" kami sus.." jawab serempak .


" kami butuh golongan darah AB negativ karna persediaan darah di rumah sakit ini kosong.." kata suster..


" saya sus.." kata Zain dan Viktor bersamaan..


" kalau begitu mari ikut saya... karna pasien sangat membutuhkan darah secepatnya.." kata suster mengajak Viktor dan Zain...


" ya Alloh selamatkan istri dan anak anak ku.. jangan kau ambil mereka.. jangan pisahkan kami lagi... aku tak sanggup kalau harus hidup tanpa mereka.." racau sandi


tak lama setelah mendonorkan darah Viktor dan Zain bergabung dengan keluarga mereka..


Zain mendekati sandi yg sangat kacau..


"yakinlah bahwa istrimu adl wanita kuat.. dan terus berdo'a untuk keselamatan mereka..." hibur Zain..


sedang Bu nawi sudah menangis begitupun Bu Mala dan Bu Sena... mereka tak menyangka bahwa Wulan akan mengalami hal seperti ini..


.


.


.


.


.

__ADS_1


mohon dukungannya ya dengan like komen dan vote 😍😘😘😍😘


terima kasih atas dukungan ya


__ADS_2