Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
S2_maaf kami pergi


__ADS_3

sudah satu bulan tapi Surya belum bisa menemukan Lia... meski sudah menyebar anak buah kemana mana...


sedang sekarang Ardi yg menjadi pemilik Abraham hotel.. ya Ardi Menganti semua nama hotel miliknya menjadi Abraham hotel...


sedang sekarang Ardan punya bengkel yg besar dan sudah memilik cabang di kota besar lain.. itu semua juga berkat bantuan Zain..


arka juga memiliki toko roti dan online shop miliknya dan bahkan dia memperkerjakan anak jalanan dan mantan napi remaja yg sudah bebas..


arka memang mempunyai sifat cenderung seperti Wulan.. makanya ia bisa membuat lowongan kerja untuk ank jalanan...


meski di usia yg masih muda mereka bertiga sudah bisa membagi waktu dengan baik..


setelah lulus SMP ketiganya mengambil paket C untuk bisa langsung kuliah.. karena IQ mereka yg terbilang jenius..


kini mereka tengah sarapan bersama hingga sandi buka suara...


" ma.. apa kamu tak tau di mana Lia..." tanya sandi...


"aku tau.. tapi yakin mas bisa mengizinkan aku ke sana.." tanya Wulan


" memang apa yg kamu maksud ma.." tanya sandi..


" seperti nya Lia di salah satu tempat guru spiritual kami.. dan dulu beliau ingin mempersunting ku jadi istrinya..." jawab Wulan..


" aku percaya padamu ma.." jelas sandi..


" baiklah aku akan ke sana.. dan bisakah aku mengajak anak anak.. sekalian liburan di kampung.. dan kak Zain juga akan pulang..." kata Wulan...


" baiklah... nanti aku akan menyusul jika pekerjaanku bisa di tinggalkan.." jawab sandi..


setelah mendengar perkataan sang mama.. kini trio Ar. Sandra dan Rissa sudah menyiapkan barang barang nya untuk pulang kampung...


setelah menempuh perjalanan 2jam mereka sampai di desa sang mama... trio Ar sudah sangat bahagia begitupun Sandra dan Rissa...


di sana juga ada Fahry yg sudah kelas toga SMA.. kini mereka sedang bercengkrama dan tak lama sang bude menghampiri Wulan..


" nduk.. bude dengar Lia dan Surya ada masalah..." kata Bu Nasir..


" inggeh bude.. Wulan datang juga mau jemput Lia..." kata Wulan..


" kamu tau dimana Lia.." tanya Bu Nasir..


" insyaallah Bude.. " jawab Wulan..


sore hari Wulan mengajak Ali dan Ardi... bagi Wulan dia tak ingin ada fitnah.. mereka menuju ke area pondok pesantren milik ust. Haris Maulana..


sesampainya Wulan langsung menuju ke ruangan pengurus yayasan yg mengelola area asrama putri..


Ali dan Ardi menemui bayu dan kenji,. sedang Wulan menemui Lia yg sedang membantu di area pengawas ponpes itu..


"assalamualaikum Lia.. " sapa Wulan..

__ADS_1


" waalaikum salam Wulan..." kata Lia memeluk Wulan...


" kau jahat sekali.. hingga melupakan kami ... kau tak memberi kabar juga..." kata Wulan..


" iya maaf ya.. aku ingin menenangkan diri dan melupakan kak Surya... entah kenapa hatiku belum siap kembali padanya..." kata Lia..


" iya.. ayo ke depan ada Ali dan Ardi.. mereka ingin menemui mu..." kata Wulan..


kini Lia dan Wulan menuju ke arah ruang tamu khusus untuk para wali murid yg menjengguk para santri....


"assalamualaikum " sapa Wulan dan Lia bersamaan...


" waalaikum salam... ", jawab semua orang..


deg... Wulan terkejut melihat ust Haris yg sedang berbincang dengan Ali... sedang ust Haris terpaku melihat Wulan yg makin anggun..


" Khem.. tad.. inget dosa tad...." kata Ali...


" astagfirullah..." kata ust. Haris memalingkan wajahnya..


" sini ma.. kami sedang mengenang masa sekolah nama dulu..." kata Ardi


" pasti Ali cerita tentang ust Haris yg melamar Wulan pada saat kelas satu ya..." tebak Lia..


" iya Tante.. dan kenapa mama nolak..." tanya Ardi..


"bukan jodoh Ardi... " jawab Wulan..


" iya... dan sekarang Wulan sudah menjadi nyonya besar.. bahkan putramu begitu pintar.." puji ust. Haris...


" baiklah Lia.. sekarang kamu harus menyelesaikan masalahmu dengan suamimu.. tak baik membiarkan masalah berlarut larut..." jelas ust Haris..


" iya ustadz.. tapi biarkan bayu dan kenji mondok di ponpes ini.. karena aku ingin putraku mengenal agama..." kata Lia..


"baiklah.. akan saya jaga putramu.. ingat selesaikan dengan kepala dingin... jangan dahulukan emosi Lia.." kata ust. Haris


"iya ustad..." kata Lia..


" tad.. gak mau kenalin kita ma istri nie..." kata Ali..


" maaf Ali.. istri ku 2 tahun lalu meninggal karena melahirkan putri kedua kami.." kata ust. Haris..


" innalilahi... maaf tad... aku tak tau.." jawab Ali..


" iya Al.. tak apa.." jawab ust. Haris


tak lama ada dua gadis kecil masuk ke ruangan mencari ust. Haris..


" Abi.. adek habis nangis..." kata Aisyah..


" kenapa kak.. " tanya ust. Haris..

__ADS_1


" adek tadi mau makan tanah tapi isyah larang eh nangis Abi..." jelas Aisyah..


tanpa di sadari gadis kecil bernama syafah itu menghampiri Wulan.. sedang Wulan tersenyum manis.. dan memeluk syafah...


" gadis cantik gak boleh nangis ya.. " kata Wulan tersenyum..


" wah adek cantik kok bisa nempel sama mama sih.." kata Ardi..


" wah tad.. kode buat nyari umi baru tu.." goda Ali..


" tak bisa Ali.. aku terlalu mencintai almarhumah istriku.." jawab ust. Haris..


setelah pamit mereka menuju ke rumah pak Nawi.. dan di sana Surya sudah datang dan sedang berbincang dengan Bu Nasir dan pak Nawi...


Lia sebenarnya belum siap... tapi dengan keyakinannya... dan juga Lia makin mantap setelah sholat istikharah...


" assalamualaikum ...." kata mereka serempak..


" waalaikum salam... " jawab mereka..


" maafkan Lia yg membuat panik semua keluarga..." kata Lia..


" tidak nak.. mungkin kamu memang butuh ketenangan..." kata Bu Nasir..


" tapi Lia mohon.. hormati keputusan Lia ..." kata Lia..


" baik dek.. mas akan dengarkan keputusanmu..." kata Surya..


kini Surya sudah pasrah apapun keputusan yg di ambil oleh Lia...


" bismillahirrahmanirrahim.. maaf mas.. aku tak bisa melanjutkan pernikahan ini.. jadi Lia mohon tolong lepaskan Lia dari ikatan ini.." kata Lia..


" apa tak ada kesempatan sekali lagi untuk ku..." jawab Surya..


" maaf kami pergi... dan mas boleh mencari pengganti ku.." kata Lia..


tanpa menjawab Surya berdiri dan berjalan meninggalkan ruang tamu.. Wulan melihat Surya begitu terpuruk.. Ardi dan Ali mengikuti Surya...


" SURYA...." teriak Ali...


" mama om pingsan..." teriak Ardi..


semua panik... Ali. Ardi dan di bantu Ardan membawa Surya ke rumah sakit... Lia menangis melihat keadaan dari Surya yg begitu lemah bahkan sangat kurus tak terawat...


Lia menyesal meminta pisah dari Surya.. Lia merasa wanita bodoh.. dia tau bahwa kesalahan itu bukan di lakukan dengan kesadaran tapi hanya sebuah jebakan..


tapi dia terlalu terbawa emosinya...


.


.

__ADS_1


.


Mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen 😘😍😘😍😘😍 terima kasih


__ADS_2