
hari ini sandi dan Surya mengadakan rapat bersama beberapa perusahaan membahas tender hotel yg akan di bangun di Lombok dan sandi tengah mendengar beberapa presentasi dari semua calon kontraktor..
perusahaan William adl perusahaan baru.. dan data yg di presentasikan cukup aneh menurut sandi karna tak masuk di akal.. akhirnya sandi membuat keputusan..
"Surya kamu pilih kontraktor mana.. karna itu hotel milikmu.. dan kamu sudah dapat semua data tentang perusahaan kontraktornya dari Eko kan.." kata sandi..
"iya bos.. saya tau dan saya menunjuk perusahaan Adiguna Grub untuk proyek hotel di Lombok.." kata Surya tegas..
sandi tersenyum melihat Surya yg sudah paham bagaimana memilih rekan bisnis yg bisa di percaya...
rapat pun usai kini sandi berada di ruangannya.. sandi meminta Ken untuk membelikannya buah anggur dan juga stroberi...
sedang Surya tiba tiba ingin makan jagung rebus dan membuat Dika sekertarisnya kebinggungan..
Ken menyuruh seorang OB untuk membelikan keinginan sandi begitupun Dika yg tak habis pikir dengan tingkah Surya..
Ken masuk membawa buah anggur merah dan hijau dan juga stroberi ke ruangan sandi dan kemudian kembali ke mejanya... sedang Surya setelah mendapat jagung rebus dia kembali meminta di belikan kue Klanting..
Dika kembali menyuruh OB untuk membelinya... saat Dika masuk ke ruangan Surya dan memberikan Klanting tersebut Dika pun mencoba bertanya...
"maaf tuan... apa tuan sedang ngidam..." tanya Dika..
"entah lah aku juga tak paham.. baiklah kau bisa kembali kerja.." kata Surya..
dika pun kembali bekerja..
πππππΊπΊπΊπΊπππππ
sedang di butik Wulan dan Lia sedang mengecek keuangan dan stok barang dan ketiga bocah kecil itu ada di rumah Bu Mala...
tiba tiba Lia kepingin makan roti Joni.. sedang Wulan ingin makan pisang goreng pakek sambel.. Lia pun membuka aplikasi online ya..
" wul.. aku mau pesen makan apa kamu mau.. " tanya Lia..
" iya aku mau pisang goreng sambel yg ada di jln.xxx ituloh..." kata Wulan.
" oke aku pesenin.." jawab Lia..
butuh waktu 45 menit ojol yg membawa pesanan Lia datang.. Lia dan Wulan langsung lahap memakan pesanan mereka...
tak lama Vita dan salsa datang ke butik sambil membawa rainbow cake dan juga pie untuk Wulan dan Lia..
"selamat siang kakak kakak ipar ku..." sapa salsa..
__ADS_1
"sore.. wah dari mana ini kok barengan..." tanya Wulan..
"kita dari rumah sakit kak.. untuk periksa kandungan..." jawab Vita..
"wah selamat akhirnya kalian nambah momongan.. dan aku nambah ponakan baru..." kata Wulan senang..
" kak Wulan dan kak Lia kapan nyusul..." tanya salsa..
" ya semoga di segerakan saja mbak salsa.." jawab Lia..
tak lama Dian masuk mengingatkan ada pesanan gaun yg harus di antar ...
"maaf mbak gaun nyonya Adi sudah siap.. biar saya yg antar.. saya minta alamatnya....." kata Dian..
" ini alamatnya.. dan aku sudah buat janji jadi kamu bisa sekalian tanya gaunnya kurang apa saja.." jawab Wulan
" siap mbak.." jawab Dian seraya pergi..
"loh wul.... bukan nya gaun nya buat tanggal 27 ya kok udah di antar.." tanya Lia..
" ya Allah Lia... ini sudah tanggal 25 trus mau di antar kapan..." kata Wulan jengkel..
"benarkah.." kata Lia berlari melihat tanggalan di meja Wulan..
"kamu kenapa Lia.." tanya Wulan..
"aku telat mens.. dan ini sudah 1 bulan lebih wul... tapi aku tak merasakan ada yg aneh.." kata Lia..
"owh.. mungkin hormon mu lagi gak stabil jadi telat aku dulu juga gitu waktu habis hubungan sama mas sandi.." kata Wulan keceplosan..
Vita dan salsa hanya tertawa melihat 2 gadis yg baru saya berumah tangga itu..
sore hari Wulan dan Lia di jemput oleh sandi dan Surya... saat akan pulang Wulan ingin mampir ke sebuah apotik...
"pa kita ke apotik depan dulu ya.. ada yg ingin di beli.." kata Wulan..
"oke nyonya.." jawab sandi asal...
sandi menghentikan mobilnya di depan sebuah apotik yg cukup besar.. Wulan masuk dan membeli alat tes kehamilan berbagai merek...
Wulan kembali ke mobil dan sandi sudah mulai menjalankan mobil.. Wulan memberikan satu kresek buat Lia..
mata Lia melotot melihat alat tes kehamilan itu sedang Wulan hanya mengangguk... Lia pun mengerti maksud Wulan..
__ADS_1
sekarang sandi dan Wulan kembali tinggal di mansion mewah di samping rumah utama karna trio Ar tak pernah mau jauh dari rumah sang Oma..
dan tak etis jika sandi masih tinggal satu atap karna sekarang Surya juga sudah punya keluarga sendiri..
meski tak besar tapi mansion milik sandi juga termasuk mewah dengan gaya modern karna sesuai desain yg sandi inginkan...
setelah sampai rumah Lia mencoba alat tes kehamilan itu dan ternyata terdapat dua garis merah.. Lia berteriak senang dan membuat Surya membuka pintu kamar mandi panik..
"kenapa sayang... " kata Surya..
Lia memberikan tes kehamilan pada Surya dan surya pun berteriak senang karna akan segera menjadi seorang ayah...
"yey... aku akan jadi ayah.. terima kasih sayang.. apa kita bisa dapat dua..." tanya Surya..
"tak tau mas.. kita berdo'a saja.. tapi jika satu tak apa apa kan..." tanya Lia..
"tak masalah asal kamu dan calon debay ini sehat..." kata Surya memeluk Lia..
sedang Wulan gemetar karna melihat hasil tes kehamilan nya.. karna takut sandi marah padanya...
sandi yg binggung melihat Wulan belum keluar kamar mandi pun akhirnya mengetuk pintu..
tok...tok...tok...
"sayang apa kamu baik baik saja..." tanya sandi..
"iya mas.. sebentar.." jawab Wulan sambil membuang tes kehamilan nya ke tempat sampah..
"hei kenapa kok murung Hem.. ada yg sakit.." tanya sandi...
"mas seandainya aku hamil lagi gimana.." tanya Wulan takut..
" sebenarnya mas belum ingin kamu hamil lagi.. karna kehamilan mu kemarin membuat mas takut kehilanganmu sayang.." kata sandi..
Wulan binggung karna ia takut sandi akan meminta tak melanjutkan kehamilanya...
.
.
.
.
__ADS_1
. mohon dukungannya ya dengan cara vote like dan komen πππππ terima kasih