Kesabaran Cinta

Kesabaran Cinta
bonus chapter


__ADS_3

Satria terpaksa menghubungi Chintya karena Kayla terus berdiam diri di dalam kamar. sedang Icha sudah ikut Altaf ke Manado untuk pekerjaan.


Chintya pun dengan dengan senang hati menemui Kayla, bahkan sebelum sampai rumah Kayla.


Chintya membeli semua jenis Frozen food kesukaan dari Kayla, saat sampai pengawal pun mengikuti Chintya sambil menenteng belanjaan.


mama indah kaget melihat Chintya datang dengan dua pengawal berbadan besar, "selamat pagi menjelang siang mami," sapa Chintya langsung memeluk mama indah.


"pagi sayang, uh kamu lama gak min ke sini, ayo masuk, bik tolong belanjaan non Chintya," kata mama indah.


para pengawal itu berdiri di depan rumah, sedang Chintya ikut mama indah langsung naik ke lantai dua.


"dia galau mi?" tanya Chintya.


"ya gitu lah, mau gimana lagi, rencana semua sudah matang tapi takdir malah mempermainkan hidup Kayla," jawab mama indah.


mereka pun sampai di kamar Kayla, terlihat Kayla duduk terdiam sambil melihat ke arah luar rumah.


"wah wah wah, gadis tercantik di antara kami bisa galau ya, padahal biasanya kamu yang membuat pria patah hati," kata Chintya duduk di ranjang Kayla.


"ya sudah kalian ngobrol dulu, mama mau turun ke bawah," pamit mama indah.


"oke mi," jawab Chintya sambil tersenyum.


"mau apa kamu kemari," tanya Kayla ketus.


"ayolah, kita sahabat dari kecil, kita bisa saling terbuka, jika sikap mu seperti ini pun tak akan bisa memutar waktu lagi, lebih baik tau sekarang, dari pada kau menyesal nanti," kara chintya mendekati Kayla.

__ADS_1


"diamlah, kau pun tak tau kesakitan ku, kau pergi dan bersenang-senanglah dengan suamimu itu," kata Kayla membuang muka.


"kenapa kamu jadi seperti ini, aku kesini untuk menghiburmu, kenapa malah kau begitu memojokkan diri ku," kata Chintya.


"karena kalian sudah bahagia, sekarang pergi dan jangan mengolok-olok kesedihan ku," bentak Kayla.


Chintya merasa dadanya sesak, dia kembali teringat masa lalunya dengan Julian di awal kebersamaan mereka.


"kau merasa ku adalah wanita terluka dan tersakiti, bagaimana dengan ku yang harus hidup dengan pria yang bahkan setiap hari membandingkan diriku dengan mu, bahkan saat dia melakukannya padaku dia menyebut namamu, dia terus menatap mu dengan cinta, sedang dia memperlakukan ku dengan kasar, itu sakit Kayla, itu sangat sakit, kau sahabat egois, dan beruntung Julian sadar dan memilihku, jadi jangan pernah merasa jika kamu adalah wanita paling terluka, karena masih banyak wanita yang tak seberuntung dirimu, bahkan aku selalu iri padamu karena kamu adalah gadis yang memiliki kesempurnaan keluarga," kata Chintya sudah menangis.


tanpa mereka sadari Satria mendengar semua ungkapan hati Chintya, "seandainya aku dulu bisa membujuk papi, kamu tak akan mengalami semu itu Chintya, aku hanya lelaki pengecut," batin Satria.


Satria pun langsung pergi meninggalkan rumah, sedang Kayla pun tak menyangka jika Chintya memiliki kesedihan sedalam itu.


Kayla langsung memeluk Chintya, mereka pun menangis bersama, "maafkan aku, aku bodoh merasa terluka,kamu benar. beruntung aku tau sebelum aku menikah dengannya, atau ini akan lebih buruk lagi," kata Kayla.


"ya aku memaafkan mu, tapi mulai hari ini kita jangan pernah saling menyembunyikan apapun oke," kata Chintya.


"kamu juga, sekarang ayo turun, aku lapar," ajak Chintya.


"tunggu kenapa sekarang kamu sering sekali mkan, kamu tak takut gemuk," kata Kayla menhan tawanya.


"mau bagaimana lagi, aku sedang bawa dua orang bayi di perutku, jadi aku sering lapar," kata Chintya memanyunkan bibirnya.


"wah... kamu dan Julian gerak cepat ya, ayolah aku juga lapar," ajak Kayla.


keduanya pun turun, mama indah tersenyum bahagia melihat Chintya dan Kayla turun ke bawah sambil tertawa.

__ADS_1


bahkan mama indah bisa melihat putrinya itu kembali, mama indah langsung memeluk Keduanya dengan hangat.


"mami jangan sedih dong," kata Kayla.


"mami tak sedih kok, mami bahagia melihat kalian," jawab mama indah.


" tapi aku lapar mami," kata Chintya.


"uluh uluh, ayo kita ke dapur, tadi mami sudah menghangatkan makanan yang kamu bawa, tapi kamu tidak di perbolehkan makan pedes ya," kata mama indah pada Chintya.


mereka pun makan bersama, bahkan Chintya begitu lahap, Kayla ingin mengambil sosis milik Chintya tapi malah dapat tatapan tajam.


"ya kamu punya sendiri, kenapa mau mengambil punyaku," kata Chintya.


"kau pelit sekali nyonya, punya ku habis, dan punya mu masih banyak," kata Kayla menggoda Chintya.


"mami lihat putrimu ini, dia selalu seperti ini," adu Chintya.


"mami indah malah tertawa melihat sikap Chintya dan Jul yang terus berdebat, bahkan dia jika bisa dia ingin melihat kedua putrinya itu seperti ini.


"eh nyonya, kamu sudah daftar kuliah?" tanya Kayla.


"sudah. aku dan Icha sudah daftar di jurusan yang sama dan universitas yang sama, dan kamu juga sudah kami daftarkan di jurusan seni," jawab Chintya enteng.


"memang aku kalian daftarkan di universitas mana?" tanya Kayla penasaran.


"universitas swasta di Surabaya, karena kami berdua kuliah di sana, dan papi Andi juga setuju kok, jadi kami sudah mendaftarkan mu, jadi kita bertiga akan terus bersama," jawab Chintya.

__ADS_1


"kamu gak bosen terus melihat ku," kata Kayla.


"gak tuh, memang kmu bosen lihat kami, jahat banget sih," kata Chintya.


__ADS_2